Nama: Dovaz May Roza
NPM: 2316041131
Sebagai mahasiswa ilmu administrasi negara yang hadir di seminar ini, rasanya seperti membuka mata ke dunia baru. Seminar yang dibawakan oleh akademisi dengan latar belakang militer dan pengalaman di misi internasional ini benar-benar membuka wawasan soal cara mengatasi konflik dalam urusan publik, terutama yang berhubungan dengan kerjasama internasional dan adaptasi terhadap perubahan global.
Kerjasama internasional yang dimulai tujuh tahun lalu antara universitas-universitas ini bertujuan memperkuat hubungan dan memperluas kolaborasi. Salah satu inisiatif utamanya adalah program pertukaran mahasiswa. Bayangkan saja, mahasiswa dari Indonesia bisa ngabisin satu semester di universitas mitra di luar negeri! Buat kita, ini adalah kesempatan emas buat memperluas wawasan dan pengalaman akademis, serta memahami berbagai perspektif internasional dalam tata kelola dan administrasi negara.
Pembicaranya, yang punya latar belakang militer dan akademis, telah berkontribusi signifikan dalam berbagai misi internasional NATO. Dia menjelaskan bahwa NATO, yang didirikan pada tahun 1949, awalnya berfokus pada perlindungan Amerika Utara dan Eropa dari ancaman eksternal. Tapi sekarang, NATO harus beradaptasi dengan ancaman keamanan yang lebih kompleks, seperti serangan siber dan disinformasi. Jadi, ketahanan dan inovasi teknologi jadi sangat penting, terutama dalam bidang ruang angkasa dan siber, yang membutuhkan pembangunan kapasitas dan interoperabilitas militer yang kuat.
Sebagai mahasiswa, penting untuk kita memahami bagaimana NATO dan negara-negara anggotanya bekerja sama dalam menghadapi ancaman global. Adaptasi terhadap ancaman hybrid, khususnya dari Rusia, menunjukkan betapa pentingnya kerjasama internasional dalam menjaga stabilitas regional dan global. Ketahanan masyarakat, inovasi teknologi, dan kapasitas militer yang kuat adalah kunci buat menghadapi ancaman di masa depan.
NATO sebagai aliansi politik dan militer yang terdiri dari 32 negara anggota punya misi mempertahankan keamanan dan stabilitas global. Seminar ini membuka mata kita terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh NATO dan bagaimana aliansi ini terus beradaptasi dan berinovasi. Sebagai mahasiswa ilmu administrasi negara, kita belajar bahwa kerjasama internasional dan diplomasi merupakan elemen penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga global.
Jadi, seminar ini benar-benar memberikan pemahaman mendalam soal bagaimana kerjasama internasional dan adaptasi terhadap perubahan global adalah bagian integral dari keamanan dan stabilitas internasional. Saya merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkontribusi dalam bidang administrasi negara, dengan fokus pada diplomasi dan kerjasama internasional, buat membantu menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil.