གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nazwa Bunga Lestari

EKONDUS B2025 -> PENYERAHAN BAHAN PRESENTASI

Nazwa Bunga Lestari གིས-

EKONDUS B2025 -> ACTIVITY: RESUME

Nazwa Bunga Lestari གིས-
Nama : Nazwa Bunga Lestari
NPM : 2213031040

Artikel ini menjelaskan bahwa transformasi digital adalah proses perubahan besar dalam organisasi yang dimulai dari tahap paling dasar, yaitu digitization atau mengubah data analog menjadi digital. Setelah itu, organisasi masuk ke tahap digitalization, yaitu mulai menggunakan teknologi digital untuk memperbaiki dan mempercepat proses kerja. Ketika penggunaan teknologi ini semakin matang, organisasi mencapai digital optimization, di mana proses bisnis menjadi lebih efisien, biaya menurun, dan sumber daya digunakan dengan lebih baik. Tahap akhirnya adalah digital transformation, yaitu perubahan menyeluruh pada cara organisasi bekerja, mulai dari model bisnis, strategi, alur kerja, hingga cara menghasilkan pendapatan baru seperti perubahan industri musik dari kaset menjadi streaming. Artikel ini menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga melibatkan perubahan budaya, perilaku konsumen, dan peran manajemen dalam mengarahkan organisasi agar mampu beradaptasi di lingkungan yang terus berubah. Hal ini sejalan dengan topik kelas, karena menunjukkan bahwa digitization adalah fondasi penting yang mengawali seluruh proses transformasi digital.

EKONDUS B2025 -> DISKUSI

Nazwa Bunga Lestari གིས-
Nama: Nazwa Bunga Lestari
NPM : 2213031040

Kedua video dari LSE dan My Name is AIYT Teacher menunjukkan bahwa Global Value Chains (GVCs) adalah sistem produksi dunia di mana setiap tahapan pembuatan barang tersebar di berbagai negara sesuai keunggulan masing-masing. Video LSE menekankan bahwa GVC membuka peluang pembangunan ekonomi melalui investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kemampuan industri, tetapi manfaatnya hanya optimal jika negara tidak hanya mengekspor bahan mentah. Sementara itu, video kedua menjelaskan struktur GVC secara sederhana: mulai dari desain, bahan baku, manufaktur, hingga distribusi, dan menegaskan bahwa nilai tambah terbesar justru berada pada tahap desain dan produksi bernilai tinggi. Jika dikaitkan dengan mata kuliah Ekonomi Industri, materi ini menunjukkan bahwa daya saing industri modern ditentukan oleh kemampuan negara menguasai bagian rantai nilai yang strategis, bukan hanya mengandalkan ekspor komoditas. Artinya, untuk mendapatkan nilai tambah lebih besar, negara seperti Indonesia perlu memperkuat hilirisasi, peningkatan teknologi, kualitas SDM, serta integrasi ke jaringan produksi global agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu naik kelas dalam struktur industri global.