DISKUSI

DISKUSI

Number of replies: 10

Apa yang dapat Anda simpulkan dari kedua video tersebut kaitannya dengan materi kita hari ini?

Silakan diketik disini, minimal 250kata.

In reply to First post

Re: DISKUSI

by Riani Suniar -
Nama : Riani Suniar
Npm : 2213031042

Setelah menonton dua video yang Anda berikan, "Apa itu Rantai Nilai Global dan mengapa penting bagi pembangunan ekonomi dan regional" (LSE) dan "Ekonomi | Rantai Nilai Global" (AIYT Teacher), Anda dapat membuat kesimpulan yang luas tentang Rantai Nilai Global (GVCs). Rantai Nilai Global sangat relevan dengan topik ekonomi global, perdagangan global, dan pembangunan ekonomi saat ini. Inti dari kedua video ini adalah bahwa GVCs telah merevolusi cara produk diproduksi. GVCs merujuk pada rangkaian lengkap tindakan yang dilakukan perusahaan untuk membawa suatu produk dari ide hingga penggunaan akhir di berbagai perusahaan dan lokasi di seluruh dunia. Karena bahan mentah dan barang setengah jadi sekarang melintasi batas negara berkali-kali, gagasan ini menantang perspektif perdagangan konvensional yang hanya berfokus pada produk jadi.Tujuan utama GVC adalah menurunkan biaya produksi dan efisiensi. Perusahaan membagi proses produksi menjadi beberapa langkah dan menempatkan setiap langkah di negara yang menawarkan keunggulan terbaik, seperti biaya tenaga kerja yang lebih rendah, keterampilan khusus, atau kedekatan dengan pasar dan bahan baku. Proses produksi yang tersebar ini sangat mudah diatur berkat kemajuan logistik dan teknologi informasi (IT). Sepeda, contoh klasik yang digunakan, dibuat di negara-negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Italia. Partisipasi dalam GVC menawarkan negara-negara, terutama negara berkembang, peluang besar untuk berintegrasi ke dalam ekonomi dunia dan mendorong pertumbuhan ekonomi mereka, memungkinkan mereka untuk berspesialisasi dalam tahap produksi tertentu.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Nazwa Bunga Lestari -
Nama: Nazwa Bunga Lestari
NPM : 2213031040

Kedua video dari LSE dan My Name is AIYT Teacher menunjukkan bahwa Global Value Chains (GVCs) adalah sistem produksi dunia di mana setiap tahapan pembuatan barang tersebar di berbagai negara sesuai keunggulan masing-masing. Video LSE menekankan bahwa GVC membuka peluang pembangunan ekonomi melalui investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kemampuan industri, tetapi manfaatnya hanya optimal jika negara tidak hanya mengekspor bahan mentah. Sementara itu, video kedua menjelaskan struktur GVC secara sederhana: mulai dari desain, bahan baku, manufaktur, hingga distribusi, dan menegaskan bahwa nilai tambah terbesar justru berada pada tahap desain dan produksi bernilai tinggi. Jika dikaitkan dengan mata kuliah Ekonomi Industri, materi ini menunjukkan bahwa daya saing industri modern ditentukan oleh kemampuan negara menguasai bagian rantai nilai yang strategis, bukan hanya mengandalkan ekspor komoditas. Artinya, untuk mendapatkan nilai tambah lebih besar, negara seperti Indonesia perlu memperkuat hilirisasi, peningkatan teknologi, kualitas SDM, serta integrasi ke jaringan produksi global agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu naik kelas dalam struktur industri global.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Dinda Purnama -
Nama: Dinda Purnama
NPM: 2213031050

Kedua video menjelaskan konsep Global Value Chains (GVC) namun dari dua arah yang saling melengkapi. Video pertama memberikan gambaran konkret melalui contoh sepeda, menunjukkan bagaimana produksi dipisah-pisah ke berbagai negara sehingga setiap negara menambah nilai pada komponen berbeda. Ini menggambarkan inti materi GVC tentang fragmentasi produksi, pembagian kerja internasional, dan tahapan nilai tambah. Sementara itu, video kedua lebih mengarah pada pemahaman konseptual GVC secara menyeluruh, yaitu bagaimana perusahaan global mengatur desain, produksi, logistik, distribusi, serta tantangan dan tren perdagangan dunia. Ini sesuai dengan materi kuliah mengenai governance GVC, koordinasi lintas negara, teknologi dalam rantai pasok, dan dinamika perdagangan global. Secara keseluruhan, kedua video menunjukkan bahwa GVC adalah jaringan produksi global di mana nilai diciptakan secara bertahap oleh berbagai negara. Video pertama menekankan contoh praktisnya, sedangkan video kedua menekankan kerangka global dan proses ekonominya. Bersama-sama, keduanya membantu memahami bagaimana produk yang kita gunakan berasal dari sistem produksi internasional yang kompleks.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Anggi Kurnia Cahyani Anggi Kurnia Cahyani -
Nama : Anggi Kurnia Cahyani
NPM : 2213031043

Kedua video membahas konsep Global Value Chain (rantai nilai global / global value chains – GVC). Video pertama menjelaskan bahwa GVC berarti bahwa produksi suatu barang sering kali tersebar di banyak negara: mulai dari bahan mentah, komponennya, proses manufaktur, distribusi, sampai penjualan akhir. Jadi produk akhir misalnya sebuah elektronik, pakaian, atau barang konsumen  bukan dibuat sepenuhnya di satu tempat, melainkan hasil kolaborasi banyak negara yang masing-masing memberi kontribusi nilai tertentu. Video membahas bahwa GVC memungkinkan spesialisasi  semisal satu negara melakukan desain/riset, negara lain menangani manufaktur, negara lain distribusi  sehingga efisiensi meningkat, biaya bisa ditekan, dan setiap bagian bisa fokus pada kekuatan masing-masing.

Video kedua memperluas pemahaman tentang GVC menjelaskan bagaimana perusahaan merancang, memproduksi, dan mendistribusikan barang mereka secara global, mengungkap “proses tersembunyi” di balik barang sehari-hari yang kita gunakan: dari pengadaan bahan baku, manufaktur, pengiriman, hingga penjualan ke konsumen. Ia juga menyinggung tantangan dan tren masa depan dalam perdagangan global, misalnya bagaimana teknologi, logistik, dan koordinasi antar-negara menjadi kunci dalam menjaga efisiensi di GVC.

Secara keseluruhan dari kedua video ini kita bisa memahami bahwa GVC adalah kerangka kerja penting dalam ekonomi modern: memungkinkan produksi global yang efisien, menyebar pekerjaan dan nilai tambah ke berbagai negara, dan membuat barang/barang konsumen bisa dihasilkan dan didistribusikan secara internasional dengan biaya dan waktu yang lebih optimal. Di saat yang sama, GVC juga menghadirkan tantangan terkait koordinasi antar-negara, keadilan bagi pekerja di seluruh rantai, serta ketergantungan global yang membuat kita perlu memahami bagaimana globalisasi produksi dijalankan secara berkelanjutan dan adil.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Rafifa Tu Zakia 2213031044 -
Nama : Rafifa Tu Zakia
NPm: 2213031044

Kedua video menjelaskan bahwa Global Value Chains (GVCs) adalah cara produksi barang yang tersebar di banyak negara. Misalnya, sepeda dibuat dari berbagai bagian rem dari Jepang, rangka dari China atau Vietnam, dan sadel dari Italia. Setiap negara menambahkan nilai pada tahap tertentu, dari desain hingga penjualan, agar lebih efisiensi dan kompetitif.​​
Video pertama dari LSE bilang GVCs membantu daerah miskin naik level. Mereka bisa mulai dari bagian sederhana yang sesuai keahlian lokal, seperti Shimano yang awalnya bikin freewheels di Jepang lalu berkembang ke riset. Ini ciptakan lapangan kerja lama, tapi hati-hati agar nilai tidak hanya diambil tanpa dibagi ke lokal. Video kedua tambah info soal tantangan seperti perang dagang atau bencana iklim, dan masa depan pakai teknologi.​​
Kedua video seperti contoh teks yang meyakinkan: awal perkenalkan masalah (produksi dulu satu tempat, sekarang global), tengah kasih bukti nyata (contoh sepeda, Shimano), dan akhir ajak pikir ulang (strategi pembangunan). Tidak ada kesalahan logika karena pakai fakta, seperti GVCs tingkatkan ekonomi negara miskin.​​ GVCs juga nyambung sama Industry 5.0 kemarin. Di sana, robot bantu rantai pasok lebih kuat, ramah lingkungan, dan bisa bikin barang custom. Seperti Pancasila yang ajar harmoni, GVCs bisa jadi ekonomi adil kalau dikelola baik, hindari risiko seperti ketidakadilan. Bagus buat latihan tulis argumen soal pembangunan daerah pakai GVCs dan Industri 5.0. 
In reply to First post

Re: DISKUSI

by FAZA AULIA -
FAZA AULIA
2213031046


Kedua video tersebut menjelaskan bahwa Global Value Chains (GVCs) merupakan sistem produksi modern di mana proses pembuatan suatu barang tersebar di berbagai negara. Sebuah produk tidak lagi dibuat di satu lokasi, melainkan melalui kontribusi banyak negara, misalnya komponen tertentu diproduksi di Jepang, perakitan di China atau Vietnam, dan desain atau aksesori berasal dari Eropa. Setiap negara berperan pada tahapan tertentu sesuai keunggulannya untuk menciptakan efisiensi dan meningkatkan daya saing global.

Video pertama dari LSE menekankan bahwa GVCs dapat menjadi sarana bagi wilayah atau negara miskin untuk meningkatkan posisi ekonominya. Negara berkembang dapat memulai dari aktivitas bernilai tambah rendah yang sesuai dengan kapasitas lokal, kemudian secara bertahap naik ke tahapan yang lebih kompleks. Contohnya adalah Shimano, yang awalnya memproduksi komponen sederhana sebelum berkembang ke kegiatan riset dan inovasi. Meski demikian, video ini juga mengingatkan pentingnya memastikan bahwa nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dinikmati oleh aktor global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Video kedua menambahkan bahwa GVCs menghadapi tantangan baru seperti konflik perdagangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian global, sehingga memerlukan adaptasi melalui teknologi. Keduanya menutup dengan ajakan untuk meninjau ulang strategi pembangunan. Keterkaitan GVCs dengan Industry 5.0 terlihat dari peran teknologi dan robotika dalam menciptakan rantai pasok yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada keadilan, sehingga relevan sebagai dasar penulisan argumen pembangunan ekonomi yang inklusif.


In reply to First post

Re: DISKUSI

by WANTY NURKHOLIFAH 2213031051 -
Wanty Nurkholifah
2213031051

Kedua video, baik dari LSE maupun My Name is AIYT Teacher, sama-sama menjelaskan bahwa Global Value Chains (GVCs) merupakan sistem produksi global di mana proses pembuatan suatu barang dibagi ke berbagai negara sesuai dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing. Video dari LSE menyoroti bahwa keterlibatan dalam GVC dapat menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi melalui masuknya investasi, alih teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional. Namun, manfaat tersebut tidak akan maksimal apabila suatu negara hanya berperan sebagai pengekspor bahan mentah tanpa pengolahan lebih lanjut. Sementara itu, video My Name is AIYT Teacher memaparkan konsep GVC secara lebih sederhana dengan menggambarkan tahapan produksi yang mencakup desain, penyediaan bahan baku, proses manufaktur, hingga distribusi. Video ini menekankan bahwa nilai tambah tertinggi dalam rantai nilai justru berada pada tahap awal dan lanjutan, seperti desain, inovasi, dan produksi berteknologi tinggi, bukan pada aktivitas ekstraksi bahan mentah. Jika dikaitkan dengan pembahasan dalam mata kuliah Ekonomi Industri, kedua video tersebut menegaskan bahwa daya saing industri modern sangat ditentukan oleh kemampuan suatu negara menguasai segmen rantai nilai yang strategis. Ketergantungan pada ekspor komoditas saja membuat posisi negara berada pada tingkat nilai tambah rendah. Oleh karena itu, negara berkembang seperti Indonesia perlu mendorong proses hilirisasi, meningkatkan penguasaan teknologi, memperbaiki kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat keterhubungan dengan jaringan produksi global. Langkah tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan posisinya dalam struktur industri global dan memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Dwi Intan Ramadhani -
Nama: Dwi Intan Rahmadani
NPM: 2213031048

Kedua video sama-sama membahas konsep Global Value Chains (GVC) dengan sudut pandang yang berbeda tetapi saling melengkapi. Video pertama menampilkan ilustrasi nyata melalui contoh produksi sepeda, yang memperlihatkan bahwa proses produksi tersebar di berbagai negara, di mana masing-masing negara berkontribusi pada bagian atau komponen tertentu sehingga menambah nilai pada setiap tahap. Penjelasan ini menegaskan esensi GVC yang mencakup pemisahan proses produksi, pembagian kerja lintas negara, serta penciptaan nilai tambah secara bertahap.
Sebaliknya, video kedua lebih menekankan pemahaman teoretis dan menyeluruh mengenai GVC, yaitu bagaimana perusahaan multinasional mengelola seluruh rangkaian aktivitas mulai dari perancangan, produksi, logistik, hingga distribusi, sekaligus membahas tantangan dan perkembangan perdagangan global. Hal ini sejalan dengan pembahasan perkuliahan tentang tata kelola GVC, koordinasi antarnegara, pemanfaatan teknologi dalam rantai pasok, serta dinamika perdagangan internasional.

Secara umum, kedua video menegaskan bahwa GVC merupakan sistem produksi global yang saling terhubung, di mana nilai ekonomi diciptakan secara berurutan oleh berbagai negara. Video pertama menonjolkan penerapan praktisnya, sedangkan video kedua menekankan kerangka konseptual dan mekanisme ekonomi global. Kombinasi keduanya membantu memahami kompleksitas sistem produksi internasional di balik produk yang digunakan sehari-hari.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Selly Ismi Safitri -
Nama : Selly Ismi Safitri
NPM : 2213031049

Kedua video memberikan penjelasan mengenai Global Value Chains (GVC) dengan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi sehingga memudahkan pemahaman konsep tersebut secara utuh. Video pertama menyajikan gambaran GVC melalui contoh konkret berupa proses produksi sepeda. Dalam video ini ditunjukkan bahwa satu produk tidak lagi dibuat di satu negara saja, melainkan melalui tahapan produksi yang tersebar di berbagai negara. Setiap negara berperan menghasilkan komponen tertentu dan memberikan nilai tambah sesuai dengan keunggulan yang dimilikinya, seperti biaya tenaga kerja, teknologi, atau keahlian khusus. Penjelasan ini membantu menggambarkan secara nyata konsep fragmentasi produksi dan pembagian kerja internasional yang menjadi inti dari GVC.
Sementara itu, video kedua lebih menekankan aspek konseptual dan kerangka besar Global Value Chains. Video ini menjelaskan bagaimana perusahaan global mengoordinasikan berbagai tahapan, mulai dari desain produk, pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pemasaran lintas negara. Selain itu, dibahas pula peran teknologi, logistik, serta kebijakan perdagangan dalam membentuk efisiensi dan daya saing rantai nilai global. Video ini juga menyinggung tantangan yang dihadapi GVC, seperti ketergantungan antarnegara, perubahan pola perdagangan dunia, dan tekanan terhadap negara berkembang untuk naik ke tahapan nilai tambah yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, kedua video tersebut menunjukkan bahwa GVC merupakan sistem produksi global yang kompleks dan saling terhubung. Video pertama membantu memahami praktik GVC melalui contoh sederhana, sedangkan video kedua memperdalam pemahaman teoretis dan dinamika globalnya. Dengan menggabungkan keduanya, penonton dapat memahami bagaimana produk sehari-hari merupakan hasil dari proses produksi internasional yang melibatkan banyak negara dan aktor ekonomi.
In reply to First post

Re: DISKUSI

by Indah Nur Aulia_2213031047 -
Indah Nur Aulia_2213031047

Kedua video tersebut sama-sama membahas konsep Global Value Chain (GVC) atau rantai nilai global. Video pertama menjelaskan bahwa proses produksi suatu barang umumnya tidak dilakukan di satu negara saja, melainkan tersebar ke berbagai negara, mulai dari penyediaan bahan baku, pembuatan komponen, proses manufaktur, hingga distribusi dan penjualan akhir. Melalui GVC, setiap negara dapat melakukan spesialisasi sesuai keunggulannya, seperti desain, produksi, atau distribusi, sehingga efisiensi meningkat dan biaya dapat ditekan.

Video kedua memperdalam pemahaman tentang GVC dengan menunjukkan bagaimana perusahaan merancang, memproduksi, dan menyalurkan produk secara global, termasuk proses di balik barang sehari-hari yang sering tidak disadari konsumen. Video ini juga menyoroti tantangan dan arah perkembangan perdagangan global ke depan, seperti peran teknologi, logistik, dan koordinasi lintas negara dalam menjaga kelancaran rantai nilai. Secara keseluruhan, kedua video menegaskan bahwa GVC merupakan elemen penting dalam ekonomi modern karena memungkinkan produksi dan distribusi global yang lebih efisien serta menyebarkan nilai tambah ke banyak negara. Namun, GVC juga menimbulkan tantangan, seperti koordinasi internasional, keadilan bagi pekerja, dan ketergantungan antarnegara, sehingga perlu dikelola secara berkelanjutan dan adil.