Kiriman dibuat oleh Citra Khairun Nysha

NAMA : CITRA KHAIRUN NYSHA
NPM : 2216041003

Saat ini kembali viral Gubernur Lampung Arinal Junaidi yang meminta wartawan untuk menghapus liputan berita. Tindakan tersebut menimbulkan beberapa hal
Pertama tentang hak wartawan yang untuk meliput kegiatan yang terjadi untuk diberitakan ke masyarakat, mereka para wartawan pasti memiliki kode etik kerja.
Kedua tentang kebebasan pers yang seharusnya beliau mendukung sebagai seorang gubernur untuk bebas bereksprsi dan berpendapat, jika dilarang sama saja adanya pembatasan kebebasan pers.
Ketiga tentang transparasi, jika gubernur melarang untuk meliputnya akan ditanyakan kebenerannya dan transparasinya, sama saja membumkan kebenaran atau informasi.

HAN REG.A -> Pertemuan 11 -> Pertemuan 11 -> Re: Pertemuan 11

oleh Citra Khairun Nysha -
NAMA : CITRA KHAIRUN NYSHA
NPM : 2216041003

Menurut pendapat saya terjadinya kasus korupsi di ranah Mahkamah Agung kurang pantas karena MA merupakan tempat untuk mencari keadilan. KPK harus menindak lanjuti kasus korupsi yang dialami oleh sekretaris MA yaitu Hasbi Hasan sebagai tersangka. Dalam hal ini KPK tidak ragu menindaklanjuti siapapun yang melakukan tindak korupsi, dengan didasarkan oleh bukti yang ada.
NAMA : Citra Khairun Nysha
NPM : 2216041003

Lampung kini sedang viral dikarenakan adanya video viral tentang kritik pembangunan di lampung, sejumlah pejabat lampung kini disinggung akan etos kerja yang dimilikinya, terutama gubernur Lampung.
Saat berita pak Jokowi akan berkunjung ke Lampung langsung heboh adanya perbaikan jalan yang akan di tinjau oleh Presiden RI tersebut, menurut saya itu hanya gimmick saja agar gubernur tidak terlalu di salahkan karena beliau sudah melakukan tugasnya memperbaiki jalan yang rusak, namun mengapa saat sudah viral dimana-mana dan akan dikunjungi Presiden saja baru diperbaiki? Padahal sebelum-sebelum adanya video kritikan itu viral pasti banyak sekali warga Lampung yang mengeluhkan jalanan yang rusak, namun tidak di hiraukan oleh gubernur. Kembali dengan berita tersebut, jalan yang diperbaiki dengan sistem kebut semalam menurut saya tidak akan bertahan lama, karena kualitasnya akan kurang bagus dan akan cepat kembali rusak lagi.
Nama : Citra Khairun Nysha
NPM : 2216041003

Menurut analisa saya terkait masalah dana triliunan yang diduga beredar di Kemenkeu yaitu:

Mahfud MD merasa digertak oleh anggota komisi III DPR RI yaitu Arteri Dahlan, bahwasanya Mahfud dianggap melanggar wewenangnya menyampaikan terkait transaksi dana mencurigakan di Kemenkeu. Namun Mahfud menyampaikan bahwa hal tersebut sudah biasa terjadi dan hal tersebut berdasarkan berita dari intelijen namun mengapa baru di permasalahkan sekarang terutama oleh Komisi lll DPR Arteri Dahlan.

Menurut saya apa yang dilakukan oleh Mahfud MD harus berjalan dan tidak ada yang menghalanginya, harus banyak dukungan untuk beliau agar kasus ini bisa dibuka dan segera ditangani.