Posts made by Ryan Purba

Nama. : Ryan Agustin Purba
NPM. : 2218011187
URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak dibutuhkan semangat obyektifitas dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagiyang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.
2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Pengembangan iptek harus sesuai dengan tujuan bangsa Indonesia yang tertuang pada dasar pembukaan UUD 1945 alinea keempat yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum serta dalam segi politik kebijakan negara yang medukung pengembangan iptek tersebut harus berlandaskan pada pancasila.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Nama: Ryan Agustin Purba
NPM: 2218011187
Tugas: Analisis Jurnal

IDENTITAS
Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jenis jurnal : Jurnal Pendidikan
Volume: 12,
Nomor : 1 (2018)
Halaman: 32-41
Tahun Penerbit: ISSN 1858-4497
Nama Penulis: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Isi Jurnal:
Perkembangan iptek dari zaman ke zaman semakin maju dan tak terbatas. Kemajuan iptek adalah suatu gejala yang tidak dapat dihindarkan, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek memunculkan banyak masalah nilai dalam iptek itu sendiri. Iptek tanpa nilai dapat berbahaya karena memunculkan banyak masalah. Contohnya adalah media sosial yang di dalamnya terdapat banyak dampak negatif, seperti hate speech atau cyber bullying. Selain itu, muncul banyak hacker yang dapat membahayakan data pribadi ataupun data-data dalam teknologi digital. Untuk itu, dibutuhkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia, yang dapat dijadikan dasar dari nilai pengetahuan, dapat dijadikan sumber pengembangan ilmu dan teknologi itu sendiri. Perkembangan iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, iptek harus menyertakan nilai-nilai Pancasila, serta iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.
Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan Iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam ancaman membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Maka sangat penting tuntunan moral bagi para ilmuwan dan cendekiawan dalam pengembangan Iptek di Indonesia.
Tidak hanya dampak negatif, tetapi ada dampak positifnya juga. Yaitu dengan kita semakin cepat dan mudah mengakses segala hal untuk kepentingan pendidikan, inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan, kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual yang berguna bagi peningkatan SDM Indonesia.
Kita sebagai rakyat harus menjaga, merawat, memberdayakan sarana teknologi informasi berbasis etika Pancasila, serta dapat memanfaatkannya dengan sebaik baiknya agar bermanfaat untuk setiap orang Indonesia. Karena segala suatu yang kita lakukan sekarang pasti akan berdampak besar di masa depan, begitu juga dengan teknologi di era globalisasi sekarang.
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dari data pada jurnal diatas dapat diketahui bahwa secara umum responden dalam penelitian ini menyikapi perkembangan Iptek dengan baik.
Nama. : Ryan Agustin Purba
NPM. : 2218011187
Pancasila sebagai pengetahuan salah satunya iyalah IPTEK
IPTEK merupkan ilmu yang mempelajari tentang perkembangan teknologi didasari pengetahuan. Seiring berjalanya waktu ilmu teknologi akan bekembang dari hal tersebut ada dampak positif dan dampak negatifnya juga pada hal tersebut. Pada dampak positifnya iyalah berkembang nya dunia pendidikan inovasi dunia dengan adanya hal tersebut kita akan semakin mudah belajar tanpa ada halangan dan akan muncul metode metode pembelajaran baru. Ada pula dampak negative nya akan membuat kecanduan teknologi hal ini mempunya dampak buruk ,membuat para siswa tidak fokus dengan pelajaran nya mereka akan beralih menonton film atau pun game.
Pada dasar nya Pancasila iyalah rumusan dan pedoman kehidupan bangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat .Hubungan pancasila pada iptek iyalah karena nilai nilai yang terkandung dalam pancasila hal terpenting dalam perkembangan ilmu teknologi dimasa yang akan datang karna seluruh pedomanal dan irasional akan dikehendaki pandangan hidup bernegara didasari oleh pancasila serta ilmu keseimbangan rasional,iptek tidak hanya memikirkan apa yang di temukan dan di ciptakan tetapi juga dipertimbangkan dari hal tersebut ada akibat yang merugikan manusian disekitarnya atauoun tidak pengelolaan nya akan diimbangi oleh pelestarian nya.
Pada sila ke 2 IPTEK memberikan dasar dasar moralitas bahwa manusian pengembangan nya bersikap beradap karena IPTEK iyalah hasil dari budaya beradap dan mora
l Pada silake 3 pengembangan IPTEK hendak nya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. Maka dalam 3 hal tersebut IPTEK juga bias dilaksanakan dalam pedoman pancasila.
Nama. : Ryan Agustin Purba
NPM. : 2218011187

1. Indonesia sebenarnya memiliki nilai-nilai tradisional yang juga ditanamkan sejak dahulu, seperti: nilai-nilai budaya, agama, dan adat istiadat yang bermacam-macam bentuknya dari Sabang hingga Merauke. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain seperti: kejujuran, keteladanan, sportifitas, toleransi, tanggung jawab, reputasi, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut sangat dihormati dan dipatuhi oleh segenap elemen masyarakat hingga saat ini dan juga diimplementasikan di dalam pemerintahan. Bahkan mengenai etika politik dan pemerintahan yang diatur di dalam perundangan, secara khusus ada juga aturan yang menegaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada publik, seorang pejabat negara harus siap mundur dari jabatannya apabila merasa dirinya telah melanggar kaidah dan sistem nilai, ataupun dianggap tidak mampu memenuhi amanah masyarakat, bangsa, dan negara.
Seorang politisi maupun pejabat negara yang terlibat dalam kasus hukum, hendaknya dengan berjiwa ksatria dapat menghadapinya sesuai dengan nilai-nilai etika dan budaya yang tertanam di bangsa ini. Apalagi melihat cita-cita bangsa Indonesia adalah menuju kepada negara hukum (rechtsstaat) dimana dalam prosesnya penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas dan tidak tebang pilih demi mencapai kepastian hukum. Setiap orang pada dasarnya memiliki hak yang sama di hadapan hukum (equality before the law) untuk mendapatkan proses peradilan yang jujur dan terbuka (fair trial) serta imparsial, sehingga pada akhirnya tidak berpotensi melakukan tindakan menghalangi proses hukum.
Masyarakat Indonesia tentunya dapat menilai melalui apa yang terpapar di media massa, apakah hukum berjalan dengan sepatutnya ataukah masih berada di titik nadirnya. Hingga kini belum terdengar berita apakah pejabat negara yang terlibat kasus hukum tersebut akan mengundurkan diri dari jabatannya sesuai dengan etika politik dan pemerintahan sebagaimana mestinya. Melalui banyaknya tayangan yang menampilkan tingkah akrobatik kalangan elite politisi dan pejabat negara Indonesia, masyarakat Indonesia dapat segera menyimpulkan bahwa meskipun nilai-nilai tradisional Indonesia telah tertanam sejak dahulu namun budaya kepatuhan serta jiwa sportifitas rupanya belum mendarah daging dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


2. Perkembangan teknologi saat ini yang ditandai hadirnya zaman modern termasuk di Indonesia diikuti oleh gejala kemerosotan moral dan etika yang benar-benar berada pada taraf yang memprihatinkan. Akhlak mulia seperti kejujuran, kebenaran, keadilan, tolong menolong, toleransi, dan saling mengasihi sudah mulai terkikis oleh penyelewengan, penipuan, permusuhan, penindasan, saling menjatuhkan, menjilat, mengambil hak orang lain secara paksa dan sesuka hati, dan perbuatan-perbuatan tercela yang lain.
Kemerosotan moral sekarang ini tidak hanya melanda kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa. Orang tua, guru, dan beberapa pihak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap perilaku sebagian pelajar yang berperilaku di luar batas kesopanan seperti mabuk-mabukan, tawuran, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan dan seks bebas, hedonis, dan sebagainya. Dengan begitu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki konsekuensi terciptanya kondisi yang mencerminkan kemerosotan moral dan etika.
Biasanya hal ini disebabkan oleh kebutuhan hidup yang semakin meningkat, rasa individualistis dan egois, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan terlepasnya pengetahuan dari nilai-nilai agama. Kemudian masyarakat saat ini tengah mengalami krisis moral dan kejiwaan sebagai akibat dari krisis materialisme. Tradisi hidup materialistik tidak menjadikan moralitas sebagai anutan, akan tetapi kekayaan yang dijadikan ukuran kemuliaan dan kehormatan.

ada beberapa solusi untuk menanggulangi degradasi moral remaja yaitu :
(1). Pendidikan formal/sekolah, dimana pendidikan yang lebih mengutamakan kepada bimbingan dan pembinaan prilaku konstruktif, mandiri,dan kreatif menjadi factor penting muali dari tingkat pendidikan usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum, hal ini untuk melatih integritas mental dan moral remaja menuju terbentuknya ketahanan pribadi dan sosial untuk menghadapi benturan nilai nilai yang berlaku dalam lingkungan remaja itu sendiri.
(2). Lingkungan keluarga memberi andil yang sangat signifikan terhadap berkembangnya prilaku remaja, peran orang tua dan sanak keluarga lebih dominan dalam mendidik,membimbing,dan mengawasi serta memberikan perhatian yang super lebih terhadap perkembangan prilaku remaja .
(3) Lingkungan pergaulan perlu diciptakan yang kondusif agar situasi dan kondisi pergaulan dan hubungan sosial yang saling memberi pengaruh dan nilai nilai positif bagi aktivitas remaja dapat terwujud.
(4). Penegakan hukum/sanksi. Ketegasan penerapan sanksi dapat menjadi shock terapy bagi remaja yang melakukan tindakan tindakan yang menyimpang, sanksi ini diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah,dan kepolisian serta lembaga lainnya.