Kiriman dibuat oleh Faren Audrey Gionadi 2211031120

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Faren Audrey Gionadi 2211031120 -

Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM. : 2211031120

Kelas. : Akuntansi C

Judul artikel 14 A : Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK

Penulis : 1.Nabila Ratri Widya Astuti

2.Dinie Anggraeni Dewi

Asal : Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Pendidikan Indonesia Cibiru


Rangkuman analisis artikel 

Bagian Pendahuluan 

Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat (Amir,2013). 

Jika IPTEK dianggap tidak berhubungan dengan nilai budaya ataupun agama hal ini akan menyebabkan tidak adanya nilai human-religius. Perkembangan IPTEK yang ada di Indonesia haruslah senantiasa dikawal dengan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam ideologi bangsa yaitu pancasila agar kehidupan bangsa tidak rusak karena pengaruh buruk IPTEK yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia.

Tinjauan Pustaka 

A.) Perkembangan IPTEK di Indonesia 

Perkembangan IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang i adanya satelit yaitu di Indnesia misalnya ada satelit Palapa yang menjadikan Indonesia dapat mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke perangkat elektronik seperti televisi, radio, telepon dan yang lainnya, adanya smartphone dan gadget beserta berbagai aplikasi yang ada dengan adanya jaringan internet juga merupakan contoh kemajuan IPTEK dimana semua hal dapat dilakukan melalui alat canggih tersebut baik komunikasi, mencari informasi, menjual barang, membeli barang, belajar dan masih banyak lagi. 

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa keberadaan satelit Palapa sangat menguntungkan bagi kehidupan teknologi di Indonesia dan menghubungkan komunikasi antar pulau.

b.) Dampak Positif dan Negatif 

Perkembangan IPTEK dapat memberikan 

Dampak positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :

• Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia.

• Memudahkan komunikasi dengan orang lain, contohnya yaitu dengan adanya handphone dan berbagai sosial mediakita semua bisa berkomunikasi dengan siapa saja dengan mudah walau terpisah jarak yang jauh.

Selanjutnya yaitu dampak negatif dari perkembangan IPTEK bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu :

• Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi.

• Membuat ketergantungan dan rasa malas, karena terlalu nyaman dan dimudahkan oleh teknologi orang-orang bisa saja timbul rasa malas dan sangat tergantung pada teknologi. Seperti malas membaca dan memilih browsing di Internet, kecanduan main game sehingga mengganggu aktivitas yang lain.

Dengan pemaparan dampak negatif dan positif dari perkembangan Gadget diharapkan kita mampu membedakan dampak-dampak yang kita rasakan selama menggunakan Gadget, serta menggunakan Gadget sesuai dengan kebutuhan kita tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain.


Pada bagian tinjauan pustaka C dan D , bagian C menjelaskan teori Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa yang menyebutkan bahwa Pancasila dapat menjadi sumber solusi untuk menyelesaikan masalah lalu diperkuat dengan argumen sila ketiga hingga kelima.


E.) Implementasi Nilai-Nilai Pancasila 


Dalam Kehidupan Sehari-Hari Dengan kemajuan IPTEK ini juga tak bisa kita pungkiri selain dampak positif juga terdapat dampak negatif, pengaruh budaya luar yang dengan mudah masuk ke Indonesia karena kemajuan teknologi juga dapat membuat masyarakat lupa akan budayanya sendiri dan lebih menyukai budaya asing. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila harus senantiasa ditanamkan dalam diri tiap warga negara agar mereka tetap memiliki pribadi yang baik sesuai dengan kepribadian bangsanya. Selain itu pancasila juga sebagai pedoman untuk masyarakat selalu bijak dan dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam menggunakan dan menikmati kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Respon : Kita mencoba untuk belajar menanamkan nilai-nilai Pancasila dan diri kita dan bijak dalam memanfaatkan teknologi dari gadget. 


METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan, pendekatan kualitataif deskriptif. Menggunakan metode studi Pustaka yang terdiri atas Sumber data yang relevan dan Analisis data.

Namun analisis data tidak menggunakan tabel atau survey, tetapi lebih ditekankan pada kesimpulan-kesimpulan dari penelitian.

Hasil dan pembahasan,pada bagian alasan pentingnya Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK yaitu dapat ditarik kesimpulan bahwa Pancasila sebagai akomodir dalam perkembangan IPTEK agar masyarakat tidak khawatir dengan dampak perkembangan IPTEK di Indonesia , sehingga mereka dapat menggunakan gadget dengan aman serta terlindungi dari para hacker.


Ada pula upaya-upaya pengimplementasian kepada masyarakat yakni ada 2 yang saya pikir ini penting dan dibutuhkan untuk masyarakat saat ini, diantaranya :

• Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi. Nilai-nilai Pancasila ini dapat dijadikan pedoman dalam menggunakan teknologi yaitu sebagai filter dimana dengan menjadikan Pancasila acuan atau pedoman ini kita dapat mengetahui mana hal yang baik dan yang buruk serta dalam menggunakan teknologi dan bertindak tidak gegabah dan selalu berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan ini tindak kejahatan atau berbagai pengaruh buruk dari teknologi dapat dicegah dan juga diminimalisir.

• Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Sebagai warga negara kita harus pintar dalam menerima dan mengolah informasi yang kita dapat agar tidak terjadi penyimpangan informasi yang dapat menjadikan kita salah bertindak atau salah memahami sesuatu karena hal ini sangat berbaya apalagi jika hal tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kekurangan dalam Artikel 14A

Bagian Tinjauan pustaka

1. Terdapat kekurangan huruf a pada kata 'perkembangan' yaitu 'perkembngan' di bagian Tinjauan pustaka perkembangan IPTEK di Indonesia.

2. Terdapat typo pada kata 'dampak' yaitu menjadi 'dampat' di bagian dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK.

 3. Terdapat kekurangan kata ca pada Pancasila yaitu 'pansila' .

4. Terdapat kesalahan penggunaan huruf pada bagian kata 'derajad' seharusnya derajat menurut KBBI. 

Kelebihan artikel 14A

1. Sebelum masuk ke metode penelitian,penulis mencantumkan dampak negatif dan positif perkembangan IPTEK lalu menambahkan makna Pancasila serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari.

2. Penulis menambahkan Metode penelitian yang digunakan dalam proses pembuatan artikel .

3. Daftar pustaka sudah lengkap dan sesuai dengan kaidah penyusunan.

4. Hasil penelitian dan pembahasan juga terstruktur dengan rapih sesuai dengan abjad , dan penggunaan bahasa yang baku serta singkat, memudahkan pembaca dalam memahami isi artikel.


Kritik dan Saran untuk penulis :

1. Seharusnya jika penulis ada 2 orang,mereka bisa saling membagi tugas dengan baik, misalnya lebih memperhatikan kesalahan typo atau pengetikan maupun penulisan kata per kata di artikel sehingga meminimalisir kesalahan yang ada.

2. Untuk keseluruhan abstrak mungkin bisa lebih dipersingkat lagi, supaya tidak terlalu kebanyakan atau pun kedikitan.

KESIMPULAN 

Di era globalisasi terutama pada bidang IPTEK diperlukan pemikiran yang bijak dan kritis dan memanfaatkan dan memilah teknologi yang tepat untuk menunjang kehidupan sehari-hari , sehingga peran Pancasila sebagai pondasi dan ideologi negara Indonesia mempunyai banyak nilai-nilai yang mengarahkan tatanan kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara terutama memudahkan kita untuk menilai sesuatu berdasarkan norma-norma yang berlaku di negara Indonesia.

Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.


Analisis artikel 14 B

Judul Artikel 14 B : Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu 

Peneliti dan penulis : Surajiyo

Asal peneliti : Universitas Indraprasta PGRI

Pada artikel 14 B lebih menekankan pada teori kebenaran Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu, dan melibatkan beberapa pemapara teori dasar mengenai ilmu pengetahuan dengan metode penelitian yang terstruktur.

Bagian pendahuluan 

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah. 

Oleh karena itu, perumusan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Sebab, pengembangan ilmu yang terlepas dari nilai ideologi bangsa, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada zaman Renaissance di Eropa. Bangsa Indonesia memiliki akar budaya dan religi yang kuat dan tumbuh sejak lama dalam kehidupan masyarakat sehingga manakala pengembangan ilmu tidak berakar pada ideologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan orientasi yang jelas. (Dikti, 2016;196-197)

Terkait dengan masalah kebenaran, sejak dahulu selalu menyertai setiap kegiatan ilmiah. Hal yang demikian ini karena pada ilmu, baik sebagai satu sistem maupun proses senantiasa ditujukan untuk mencapai kebenaran. Secara historis dapat diketahui, bahwa dalam hal kebenaran sudah ada tiga paham tradisional yang besar, yaitu paham koherensi, korepondensi, dan pragmatik. Tetapi timbul masalah lain, yaitu seandainya hendak berpikir secara sistematik sekaligus sintetik, maka kiranya ketiga macam paham tersebut dapat dipadukan dalam satu kerangka yang seluas-luasnya. Sehingga diharapkan dapat merangkum segenap paham yang lain.

Respon : Paragraf 1 dan 2 diambil dari teori Dikti 2016, dimana sering dicantumkan pada artikel ataupun jurnal dalam penelitian karena telah dibuktikan dengan adanya pernyataan mengenai sekularisme pada zaman Reinnasance di Eropa.

Metode Penelitian 

Metode dalam penelitian ini dengan metode deskripsi yaitu pembahasan yang bersifat literer, khususnya literatur yang membahas masalah ilmu, teori kebenaran dalam ilmu, masalah Pancasila baik sebagai secara ilmiah maupun secara filsafati. Didalam metode ini dilakukan klasifikasi, pengolahan data dan penyimpulan. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif kemudian diolah dengan metode analisa dan reflektif.

Dari penjelasan mengenai metode penelitian, berarti kita mengetahui bahwa selain memilah-milah kajian Pancasila dibutuhkan kehati-hatian dan proses berpikir yang cukup dalam supaya tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi penelitian.

Hasil dan pembahasan penelitian 

Sebelum masuk ke pembahasan,penulis terlebih dahulu mencantumkan teori dan ciri-ciri Ilmu lalu dilanjutkan dengan pemaparan dari ahli filsafat yaitu Notonagoro yang dapat meyakini pembaca dengan adanya upaya-upaya kebenaran yang mengacu pada 5 sila Pancasila.

Teori Kebenara Pancasila 

Pada bagian ini, penulis memaparkan 3 teori yang terdiri dari teori koherensi,teori korespondensi dan teori pragmatik. Ketiga teori tersebut saling melengkapi dan berkaitan satu sama lain karena mempunyai sudut pandang dari para ahli filsafat dimana mereka telah mengemukakan pendapat sesuai dengan fakta-fakta yang ada sejak jaman sejarah dan cukup relevan pada kehidupan sehari-hari.


Hasil analisis kekurangan dan kelebihan pada artikel 14 B 

Kekurangan dalam Artikel 14B

Bagian Teori Kebenaran Pancasila

1. Terdapat kekurangan huruf I pada kata 'BPUPK' seharusnya menjadi 'BPUPKI'

2. Tanda baca titik tidak ditambahkan pada bagian Kesimpulan nomor 2.

3. Pada bagian abstrak bisa lebih dipersingkat, tidak perlu menambah tujuan dan penjelasan metode penelitian .


Kelebihan dalam artikel 14B :

1. Penulis menambahkan Definisi dari ilmu sebelum masuk ke pembahasan Teori Kebenaran Pancasila, sehingga pada konteks ini pembaca bisa menambah pengetahuan nya terkait ilmu dan ciri-cirinya.

2. Penulis menambahkan dan menjelaskan teori kebenaran Pancasila secara lengkap dan rinci serta berisi ajakan positif untuk pembaca dalam memahami Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu.

3. Jarang terjadi kesalahan pada penulisan huruf maupun kata.


Kesimpulan dari hasil penelitian 


1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidakmenonjolkan atau mementingkan salah satunya.


2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.


3. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia


Kesimpulan yang dapat diperoleh, Pancasila teruji kebenarannya dengan Teori Kebenaran Pancasila yang memenuhi syarat koherensi, korespondensi dan pragmatik sesuai dengan argumen pada ahli filsafat dan sejarawan di negara Indonesia. Pancasila sejak lama sudah disusun dan dirancang sedemikian rupa oleh para pahlawan dan petinggi negara semasa dulu melalui proses yang cukup ketat dan menggunakan pemikiran yang kritis karena digunakan sebagai pedoman dan pandangan hidup bangsa.

Memahami kebenaran diperlukan dengan fakta-fakta yang tertulis serta argumen-argumen yang tidak dapat terbantahkan serta logis. Pancasila menopang kehidupan kita dalam bernegara dari masa lampau hingga masa sekarang, Tugas kita sebagai warga negara Indonesia harus menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta mampu memahami filosofi dari Pancasila itu sendiri sehingga nilai-nilai yang terkandung dapat terwariskan dan terealisasi dengan baik kepada generasi baru yang akan datang di masa depan. Sekian yang dapat disampaikan , Terima kasih.

Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM. : 2211031120

Kelas. : Akuntansi C

Izin memberikan tanggapan terkait analisis Jurnal 1

Judul jurnal: URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK

Penulis : Ika Setyorini

Asal : Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo

Berikut adalah hasil analisis jurnal :

Pengertian dasar atau konsep dari urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK.

Pancasila sebagai ideologi merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktivitas ilmiah. Oleh karena itu perumusan Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya.Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Peran Pancasila sangat penting untuk kemajuan dari pengembangan IPTEK di Indonesia, jika tidak memiliki bekal dan wawasan yang bijak mengenai penggunaan maupun upaya dalam perkembangan IPTEK, maka bisa saja dirugikan seperti menyalahgunakan IPTEK sebagai alat untuk berbuat hal yang negatif. Untuk menghindari musibah yang melanda karena tidak terdapat wawasan dan inspirasi dalam menggunakan IPTEK, diperlukan adanya kehadiran Pancasila yang mendasari nilai-nilai pengembangan IPTEK. Namun jika hanya dipahami sebagai teori saja tidak akan cukup untuk membuat kita semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada serta tidak adanya hukum yang kuat dalam pelanggaran-pelanggaran yang terjadi karena penyalahgunaan IPTEK.

Kekhawatiran yang kita takuti selalu memiliki solusi, untuk mengatasi berbagai hal-hal yang tidak diinginkan dan menambah pengetahuan kita mengenai dasar nilai Pancasila sebagai pengembangan ilmu, berikut adalah Hasil temuan dan pembahasan yang dipaparkan oleh penulis jurnal , diantaranya ada :

1.Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu

Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan melalui empat pemahaman berdasarkan kajian dari (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98).

1. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nailai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. 

2. Setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan.

3. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. 

4. Bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) 


2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi

Sila-sila dalam Pancasila sebagai nilai menjadi kerangka merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal ini dipertegas dengan adanya 5 sumber nilai dalam pengembangan IPTEK

1. Pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya, tetapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri.

2. Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan. Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.

3.Iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional. 

4. Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iptek harus merata kesemua lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.

5. Kesenjangan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebaga salah satu prinsip keadilan.

Pancasila dalam Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek mempengaruhi tiang-tiang berdirinya suatu negara dan mencerminkan bahwa negara kita dapat menjadi negara maju karena mampu beradaptasi dengan perubahan jaman yang semakin modern sehingga terdapat banyak kemudahan yang bisa dirasakan oleh semua warga negara.

Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai beriut :

1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila

2. Setiap iptek yang dikembangkan diIndonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek

3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.

Kekurangan dalam Jurnal 

Bagian Pendahuluan

1. Terdapat typo pada kata the founding fathers yaitu menjadi 'faounding'.

2. Terdapat kata tidak baku yaitu 'aktifitas' seharusnya ' aktivitas'

3.Terdapat kelebihan huruf 'dituangkan' menjadi 'diatuangkan' .


Bagian B. Hasil Temuan dan Pembahasan

1. Terdapat kesalahan penulisan kata nilai yaitu 'niali' dan 'nailai'.

2. Terdapat kekurangan huruf n pada kata 'keyakina' seharusnya 'keyakinan' serta pada kata 'teapi' seharusnya menjadi 'tetapi'.

3. Terdapat typo pada kata 'senagai' seharusnya yang benar 'sebagai' dan kata 'harys' yang seharusnya adalah 'harus'. Ada kata 'sumbnagsihnya' yang seharusnya 'sumbangsihnya'.

4. Paling fatal adalah typo pada sila Pancasila yang kedua yaitu harusnya adalah Kemanusiaan yang Adil dan beradab namun pada jurnal adalah 'Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab,'.

5. Penempatan angka halaman dan judul juga sangat menganggu,karena seharusnya yang benar angka halaman berada di sudut pojok bawah sebelah kanan lalu judul berada di pojok bawah sebelah kiri.

Selain itu masih banyak kesalahan dalam pengetikan huruf, kata dan sambungan kata yang seharusnya dipisah.

Kelebihan :

1. Penulis dapat memahami dan menyusun kerangka berpikir Pancasila sebagai dasar nilai-nilai pengembangan IPTEK disertai dengan pemaparan Urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK, penulis juga mencantumkan sumber-sumber materi yang didapat di bagian isi jurnal maupun daftar pustaka sehingga dapat mengatasi masalah plagiarisme.

2. Penulis dapat menyusun materi dengan rapih sesuai kaidah penyusunan jurnal pada umumnya.

3. Disertakan simpulan yang memudahkan pembaca untuk memahami penjelasan yang dipaparkan dari materi-materi yang bersumber pada buku-buku ahli filsafat maupun dari Kemendikbud. 


Kritik dan saran untuk penulis :

Kiranya dalam menulis atau menyusun sebuah jurnal, sebelum di convert ke PDF lebih baik memperhatikan kata per kata secara detail supaya tidak menimbulkan kesalahan typo atau yang menimbulkan keambiguan saat pembaca membaca tulisan dari jurnal tersebut. 


Kesimpulan setelah menganalisis jurnal :

Urgensi Pancasila memperkuat pengembangan nilai-nilai Pancasila yang mendasari perkembangan IPTEK di Indonesia, hal ini membuat kita sebagai generasi penerus bangsa dapat mengimplementasikan IPTEK berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu ,harus mampu mewujudkan IPTEK dengan cara melatih daya berpikir kita supaya lebih kreatif dan berkembang dalam mengkreasikan IPTEK, serta mencari cara inovatif untuk mengembangkan produk-produk gadget buatan anak negeri dan menjadi lebih produktif untuk mengupayakan peningkatan skill yang dibutuhkan di era 4.0 .

Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM. : 2211031120

Kelas : Akuntansi C


Berikut adalah hasil analisis Video berdasarkan video YouTube berjudul "Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK" berdasarkan pada pengertian, keterkaitan antara Pancasila dan IPTEK serta sila-sila Pancasila yang mendukung etika dalam pengembangan IPTEK.

Pengertian IPTEK 

IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.

Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hubungan IPTEK dan Pancasila

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat.

Dasar KeTuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK

1. Sila ke Tuhanan Yang Maha Esa

Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan beradab.

memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Sila Persatuan Indonesia

mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan ,perwakilan.

mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila Keadilan sosial yang adil dan beradab.

mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Kesimpulannya , IPTEK merupakan peran penting dalam kehidupan globalisasi di seluruh dunia,karena di era 4.0 seperti sekarang kita perlu mengakses informasi dan berkomunikasi dengan seluruh orang di dunia serta berani menyaring budaya yang baik serta yang tidak sesuai dengan pengimplementasian dari nilai-nilai Pancasila . Pancasila di Indonesia menjadi dasar untuk perkembangan IPTEK seperti mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia. Diharapkan perkembangan IPTEK dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju dalam dunia pendidikan,pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dan sebagai warga negara Indonesia yang baik kita perlu mengikuti perkembangan IPTEK dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila yang sudah ada sebagai dasar dan pedoman di kehidupan kita.

Sekian dari yang bisa saya analisis dan saya simpulkan, Terima Kasih.