Nama : Faren Audrey Gionadi
NPM. : 2211031120
Kelas. : Akuntansi C
Judul artikel 14 A : Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK
Penulis : 1.Nabila Ratri Widya Astuti
2.Dinie Anggraeni Dewi
Asal : Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Pendidikan Indonesia Cibiru
Rangkuman analisis artikel
Bagian Pendahuluan
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat (Amir,2013).
Jika IPTEK dianggap tidak berhubungan dengan nilai budaya ataupun agama hal ini akan menyebabkan tidak adanya nilai human-religius. Perkembangan IPTEK yang ada di Indonesia haruslah senantiasa dikawal dengan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam ideologi bangsa yaitu pancasila agar kehidupan bangsa tidak rusak karena pengaruh buruk IPTEK yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia.
Tinjauan Pustaka
A.) Perkembangan IPTEK di Indonesia
Perkembangan IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang i adanya satelit yaitu di Indnesia misalnya ada satelit Palapa yang menjadikan Indonesia dapat mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke perangkat elektronik seperti televisi, radio, telepon dan yang lainnya, adanya smartphone dan gadget beserta berbagai aplikasi yang ada dengan adanya jaringan internet juga merupakan contoh kemajuan IPTEK dimana semua hal dapat dilakukan melalui alat canggih tersebut baik komunikasi, mencari informasi, menjual barang, membeli barang, belajar dan masih banyak lagi.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa keberadaan satelit Palapa sangat menguntungkan bagi kehidupan teknologi di Indonesia dan menghubungkan komunikasi antar pulau.
b.) Dampak Positif dan Negatif
Perkembangan IPTEK dapat memberikan
Dampak positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :
• Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia.
• Memudahkan komunikasi dengan orang lain, contohnya yaitu dengan adanya handphone dan berbagai sosial mediakita semua bisa berkomunikasi dengan siapa saja dengan mudah walau terpisah jarak yang jauh.
Selanjutnya yaitu dampak negatif dari perkembangan IPTEK bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu :
• Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi.
• Membuat ketergantungan dan rasa malas, karena terlalu nyaman dan dimudahkan oleh teknologi orang-orang bisa saja timbul rasa malas dan sangat tergantung pada teknologi. Seperti malas membaca dan memilih browsing di Internet, kecanduan main game sehingga mengganggu aktivitas yang lain.
Dengan pemaparan dampak negatif dan positif dari perkembangan Gadget diharapkan kita mampu membedakan dampak-dampak yang kita rasakan selama menggunakan Gadget, serta menggunakan Gadget sesuai dengan kebutuhan kita tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Pada bagian tinjauan pustaka C dan D , bagian C menjelaskan teori Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa yang menyebutkan bahwa Pancasila dapat menjadi sumber solusi untuk menyelesaikan masalah lalu diperkuat dengan argumen sila ketiga hingga kelima.
E.) Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Dalam Kehidupan Sehari-Hari Dengan kemajuan IPTEK ini juga tak bisa kita pungkiri selain dampak positif juga terdapat dampak negatif, pengaruh budaya luar yang dengan mudah masuk ke Indonesia karena kemajuan teknologi juga dapat membuat masyarakat lupa akan budayanya sendiri dan lebih menyukai budaya asing. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila harus senantiasa ditanamkan dalam diri tiap warga negara agar mereka tetap memiliki pribadi yang baik sesuai dengan kepribadian bangsanya. Selain itu pancasila juga sebagai pedoman untuk masyarakat selalu bijak dan dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam menggunakan dan menikmati kemajuan teknologi yang ada saat ini.
Respon : Kita mencoba untuk belajar menanamkan nilai-nilai Pancasila dan diri kita dan bijak dalam memanfaatkan teknologi dari gadget.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan, pendekatan kualitataif deskriptif. Menggunakan metode studi Pustaka yang terdiri atas Sumber data yang relevan dan Analisis data.
Namun analisis data tidak menggunakan tabel atau survey, tetapi lebih ditekankan pada kesimpulan-kesimpulan dari penelitian.
Hasil dan pembahasan,pada bagian alasan pentingnya Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK yaitu dapat ditarik kesimpulan bahwa Pancasila sebagai akomodir dalam perkembangan IPTEK agar masyarakat tidak khawatir dengan dampak perkembangan IPTEK di Indonesia , sehingga mereka dapat menggunakan gadget dengan aman serta terlindungi dari para hacker.
Ada pula upaya-upaya pengimplementasian kepada masyarakat yakni ada 2 yang saya pikir ini penting dan dibutuhkan untuk masyarakat saat ini, diantaranya :
• Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi. Nilai-nilai Pancasila ini dapat dijadikan pedoman dalam menggunakan teknologi yaitu sebagai filter dimana dengan menjadikan Pancasila acuan atau pedoman ini kita dapat mengetahui mana hal yang baik dan yang buruk serta dalam menggunakan teknologi dan bertindak tidak gegabah dan selalu berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan ini tindak kejahatan atau berbagai pengaruh buruk dari teknologi dapat dicegah dan juga diminimalisir.
• Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Sebagai warga negara kita harus pintar dalam menerima dan mengolah informasi yang kita dapat agar tidak terjadi penyimpangan informasi yang dapat menjadikan kita salah bertindak atau salah memahami sesuatu karena hal ini sangat berbaya apalagi jika hal tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Kekurangan dalam Artikel 14A
Bagian Tinjauan pustaka
1. Terdapat kekurangan huruf a pada kata 'perkembangan' yaitu 'perkembngan' di bagian Tinjauan pustaka perkembangan IPTEK di Indonesia.
2. Terdapat typo pada kata 'dampak' yaitu menjadi 'dampat' di bagian dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK.
3. Terdapat kekurangan kata ca pada Pancasila yaitu 'pansila' .
4. Terdapat kesalahan penggunaan huruf pada bagian kata 'derajad' seharusnya derajat menurut KBBI.
Kelebihan artikel 14A
1. Sebelum masuk ke metode penelitian,penulis mencantumkan dampak negatif dan positif perkembangan IPTEK lalu menambahkan makna Pancasila serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari.
2. Penulis menambahkan Metode penelitian yang digunakan dalam proses pembuatan artikel .
3. Daftar pustaka sudah lengkap dan sesuai dengan kaidah penyusunan.
4. Hasil penelitian dan pembahasan juga terstruktur dengan rapih sesuai dengan abjad , dan penggunaan bahasa yang baku serta singkat, memudahkan pembaca dalam memahami isi artikel.
Kritik dan Saran untuk penulis :
1. Seharusnya jika penulis ada 2 orang,mereka bisa saling membagi tugas dengan baik, misalnya lebih memperhatikan kesalahan typo atau pengetikan maupun penulisan kata per kata di artikel sehingga meminimalisir kesalahan yang ada.
2. Untuk keseluruhan abstrak mungkin bisa lebih dipersingkat lagi, supaya tidak terlalu kebanyakan atau pun kedikitan.
KESIMPULAN
Di era globalisasi terutama pada bidang IPTEK diperlukan pemikiran yang bijak dan kritis dan memanfaatkan dan memilah teknologi yang tepat untuk menunjang kehidupan sehari-hari , sehingga peran Pancasila sebagai pondasi dan ideologi negara Indonesia mempunyai banyak nilai-nilai yang mengarahkan tatanan kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara terutama memudahkan kita untuk menilai sesuatu berdasarkan norma-norma yang berlaku di negara Indonesia.
Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.
Analisis artikel 14 B
Judul Artikel 14 B : Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Peneliti dan penulis : Surajiyo
Asal peneliti : Universitas Indraprasta PGRI
Pada artikel 14 B lebih menekankan pada teori kebenaran Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu, dan melibatkan beberapa pemapara teori dasar mengenai ilmu pengetahuan dengan metode penelitian yang terstruktur.
Bagian pendahuluan
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah.
Oleh karena itu, perumusan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Sebab, pengembangan ilmu yang terlepas dari nilai ideologi bangsa, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada zaman Renaissance di Eropa. Bangsa Indonesia memiliki akar budaya dan religi yang kuat dan tumbuh sejak lama dalam kehidupan masyarakat sehingga manakala pengembangan ilmu tidak berakar pada ideologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan orientasi yang jelas. (Dikti, 2016;196-197)
Terkait dengan masalah kebenaran, sejak dahulu selalu menyertai setiap kegiatan ilmiah. Hal yang demikian ini karena pada ilmu, baik sebagai satu sistem maupun proses senantiasa ditujukan untuk mencapai kebenaran. Secara historis dapat diketahui, bahwa dalam hal kebenaran sudah ada tiga paham tradisional yang besar, yaitu paham koherensi, korepondensi, dan pragmatik. Tetapi timbul masalah lain, yaitu seandainya hendak berpikir secara sistematik sekaligus sintetik, maka kiranya ketiga macam paham tersebut dapat dipadukan dalam satu kerangka yang seluas-luasnya. Sehingga diharapkan dapat merangkum segenap paham yang lain.
Respon : Paragraf 1 dan 2 diambil dari teori Dikti 2016, dimana sering dicantumkan pada artikel ataupun jurnal dalam penelitian karena telah dibuktikan dengan adanya pernyataan mengenai sekularisme pada zaman Reinnasance di Eropa.
Metode Penelitian
Metode dalam penelitian ini dengan metode deskripsi yaitu pembahasan yang bersifat literer, khususnya literatur yang membahas masalah ilmu, teori kebenaran dalam ilmu, masalah Pancasila baik sebagai secara ilmiah maupun secara filsafati. Didalam metode ini dilakukan klasifikasi, pengolahan data dan penyimpulan. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif kemudian diolah dengan metode analisa dan reflektif.
Dari penjelasan mengenai metode penelitian, berarti kita mengetahui bahwa selain memilah-milah kajian Pancasila dibutuhkan kehati-hatian dan proses berpikir yang cukup dalam supaya tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi penelitian.
Hasil dan pembahasan penelitian
Sebelum masuk ke pembahasan,penulis terlebih dahulu mencantumkan teori dan ciri-ciri Ilmu lalu dilanjutkan dengan pemaparan dari ahli filsafat yaitu Notonagoro yang dapat meyakini pembaca dengan adanya upaya-upaya kebenaran yang mengacu pada 5 sila Pancasila.
Teori Kebenara Pancasila
Pada bagian ini, penulis memaparkan 3 teori yang terdiri dari teori koherensi,teori korespondensi dan teori pragmatik. Ketiga teori tersebut saling melengkapi dan berkaitan satu sama lain karena mempunyai sudut pandang dari para ahli filsafat dimana mereka telah mengemukakan pendapat sesuai dengan fakta-fakta yang ada sejak jaman sejarah dan cukup relevan pada kehidupan sehari-hari.
Hasil analisis kekurangan dan kelebihan pada artikel 14 B
Kekurangan dalam Artikel 14B
Bagian Teori Kebenaran Pancasila
1. Terdapat kekurangan huruf I pada kata 'BPUPK' seharusnya menjadi 'BPUPKI'
2. Tanda baca titik tidak ditambahkan pada bagian Kesimpulan nomor 2.
3. Pada bagian abstrak bisa lebih dipersingkat, tidak perlu menambah tujuan dan penjelasan metode penelitian .
Kelebihan dalam artikel 14B :
1. Penulis menambahkan Definisi dari ilmu sebelum masuk ke pembahasan Teori Kebenaran Pancasila, sehingga pada konteks ini pembaca bisa menambah pengetahuan nya terkait ilmu dan ciri-cirinya.
2. Penulis menambahkan dan menjelaskan teori kebenaran Pancasila secara lengkap dan rinci serta berisi ajakan positif untuk pembaca dalam memahami Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu.
3. Jarang terjadi kesalahan pada penulisan huruf maupun kata.
Kesimpulan dari hasil penelitian
1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidakmenonjolkan atau mementingkan salah satunya.
2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
3. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia
Kesimpulan yang dapat diperoleh, Pancasila teruji kebenarannya dengan Teori Kebenaran Pancasila yang memenuhi syarat koherensi, korespondensi dan pragmatik sesuai dengan argumen pada ahli filsafat dan sejarawan di negara Indonesia. Pancasila sejak lama sudah disusun dan dirancang sedemikian rupa oleh para pahlawan dan petinggi negara semasa dulu melalui proses yang cukup ketat dan menggunakan pemikiran yang kritis karena digunakan sebagai pedoman dan pandangan hidup bangsa.
Memahami kebenaran diperlukan dengan fakta-fakta yang tertulis serta argumen-argumen yang tidak dapat terbantahkan serta logis. Pancasila menopang kehidupan kita dalam bernegara dari masa lampau hingga masa sekarang, Tugas kita sebagai warga negara Indonesia harus menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila serta mampu memahami filosofi dari Pancasila itu sendiri sehingga nilai-nilai yang terkandung dapat terwariskan dan terealisasi dengan baik kepada generasi baru yang akan datang di masa depan. Sekian yang dapat disampaikan , Terima kasih.