Posts made by Lusmelia Riyanti 2211031114

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Lusmelia Riyanti 2211031114 -
Nama: Lusmelia Riyanti
NPM: 2211031114
Kelas: Akuntansi C

Analisis dari jurnal "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"

Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai filsafat
ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Adapun Nilai-Nilai Pancasila pada sila KeTuhanan yang maha Esa adalah:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam sila yang kedua adalah:
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesame manusia.
b. Saling mencintai sesame manusia.
c. Mengembalikan sikap tenggang rasa
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
g. Berani membela kebenaran dan keadilan
h. Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain

3. Persatuan Indonesia
Adapun nilai-nilai pada sila ke 3 adalah
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Adapun nilai-nilai dalam sila ke 4 sebgai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Adapun nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-2

by Lusmelia Riyanti 2211031114 -
Nama: Lusmelia Riyanti
NPM: 2211031114
Kelas: Akuntansi C

A. 1. Sila Ketuhanaan Yang Maha Esa.
Sila ini mengklomentasikan ilmu pengetahuan, menciptakan sesuatu berasarkan pertimbangan antara rasional dan irasional, antara akal, rasa dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Sila ini menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagi pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya. Contoh perkembangan IPTEK dari sila ketuhanan yang maha esa adalah ditemukannya teknologi transfer inti sel atau yang dikenal dengan teknologi kloning yang dalam perkembangannya pun masih menuai kotroversi. Persoalannya adalah terkait dengan adanya “intervensi penciptaan” yang semestinya dilakukan oleh Tuhan YME.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah bersifat beradab. IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan manusia. IPTEK bukan untuk kesombongan, kecongkakan dan keserakahan manusia namun harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.
3. Sila persatuan Indonesia
Mengklomentasikan universal dan internasionalisme (kemanusiaan) dr sila-sila lain. Pengembangan IPTEK diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk di dalamnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Artinya mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya setiap orang haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu dalam pengembangan IPTEK setiap orang juga harus menghormati dan menghargai kebebasan
oranglain dan harus memiliki sikap terbuka. Artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori-teori lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Contoh dari sila kelima ini adalah ditemukannya varietas bibit unggul padi Cilosari dari teknik radiasi. Penemuan ini adalah hasil buah karya anak bangsa. Diharapkan dalam perkembangan swasembada pangan ini nantinya akan mensejahterakan rakyat Indonesia dan memberikan rasa keadilan setelah ditingkatkannya jumlah produksi sehingga pada perjalanannya rakyat dari berbagai golongan dapat menikmati beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi kepribadian bangsa, dan kini mau tak mau, suka tak suka bangsa Indonesia berada di pusaran arus globalisasi dunia. Tetapi harus diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tak mesti kehilangan jati diri, kendati hidup ditengah-tengah pergaulan dunia. Rakyat yang tumbuh di atas kepribadian bangsa asing mungkin saja mendatangkan kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri. Mereka kehilangan jati diri yang sebenarnya sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur pancasila. Dalam arus globalisasi saat ini dimana tidak ada lagi batasan-batasan yang jelas antar setiap bangsa Indonesia, rakyat dan bangsa Indonesia harus membuka diri.
Kini, konsep pembangunan modern harus membuat bangsa dan rakyat Indonesia membuka diri. Dalam upaya untuk meletakan dasar-dasar masyarakat modern, bangsa Indonesia bukan hanya menyerap masuknya modal, teknologi, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan, tetapi juga terbawa masuk nilai-nilai sosial politik yang berasal dari kebudayaan bangsa lain. Yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan rakyat Indonesia mampu menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa saja yang terserap. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang tidak sesuai apalagi merusak tata nilai budaya nasional mesti ditolak dengan tegas. Kunci jawaban dari persoalan tersebut terletak pada Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Bila rakyat dan bangsa Indonesia konsisten menjaga nilai-nilai luhur bangsa, maka nilai-nilai atau budaya dari luar yang tidak baik akan tertolak dengan sendirinya.

https://binus.ac.id/character-building/pancasila/nilai-nilai-pancasila-sebagai-dasar-perkembangan-iptek/

B. Harapan saya di masa mendatang pemimpin negara memiliki jiwa pancasila. Yang dimaksud dengan pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa.
Bukan hanya pemimpin yang harus berjiwa pancasila, namun masyarakat nya pun harus memiliki jiwa pancasila, sehingga saat melakukan kegiatan bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dapat bersikap dengan baik sesuai dengan nilai-nilai dalam pancasil, sehingga diharapkan tidak terjadi masalah-masalah akibat sikap masyarakat yang tidak sesuai nilai dalam pancasila.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

by Lusmelia Riyanti 2211031114 -
Nama: Lusmelia Riyanti
NPM: 2211031114
Kelas: Akuntansi C

A. Miris melihat orang-orang yang tidak bisa membedakan mana yang berita palsu/hoax dan mana yang valid. Namun, jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari memang banyak sekali berita yang awalnya saya kira itu adalah berita valid, lalu setelah ditelusuri ternyata berita tersebut tidak valid/hoax. Apalagi berita hoax sering menyebar di media sosial. Jika sudah menyebar di media sosial lebih sulit untuk mengetahui apakah berita tersebut hoax atau tidak, karena saat ini sudah banyak oarang-orang yang pandai mengedit sesuatu sehingga terlihat seperti tidak diedit. Jadi, penting sekali untuk memilih-milih berita sebelum menyebarkannya ke orang lain. Cara untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran berita hoax:
1. Hati-hati dengan judul provokatif
Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.
Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.
Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.
Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.
Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.
Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto
Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.
Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media


B. Saat ini, salah satu dampak negatif dari perkembangan IPTEK yang semakin maju adalah masalah berita hoax. Menyebarnya berita hoax di media sosial tentu diawali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita yang palsu/hoax. Apalagi sifat masyarakat Indonesia yang mudah termakan berita hoax ini menjadi masalah tersendiri untuk menghentikan menyebarnya berita hoax. Orang-orang cenderung menyukai berita yang mereka sukai walaupun berita tersebut sudah terbukti tidak valid/berita hoax. Dan sebaliknya, orang-orang tidak menyukai berita yang memang dari awal mereka tidak suka walaupun sudah terbukti bahwa berita tersebut valid. Sehingga, cara untuk menjadikan perkembangan IPTEK menjadi lebih baik agar tidak mudah menyebarkan berita hoax, sebenarnya masalahnya ada di masyarakat nya dahulu. Masyarakat yang tidak mudah termakan berita hoax akan sulit bagi berita hoax itu untuk menyebar ke kuping masyarakat yang lainnya. Mungkin memperketat penyebaran artikel-artikel atau berita menjadi salah satu solusi agar berita hoax tidak mudah tersebar.


C. Agar masyarakat tidak selalu menikmati produk teknologi dari negara lain yang IPTEK nya lebih maju, mungkin peran pemerintah dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Contohnya, seperti membebankan pajak yang lebih tinggi untuk produk-produk dari luar negeri, sehingga masyarakat yang ingin membeli akan berpikir dua kali untuk membelinya. Lalu, dengan memajukan produk dalam negeri sehingga masyarakat tidak tertarik lagi dengan produk luar karena produk dalam negeri juga sudah berkualitas. Perbanyak sebarkan iklan, masyarakat yang konsumtif akan mudah mengingat produk dengan cara mengiklankan produk tersebut, dan yang terakhir dengan memberikan diskon kecil-kecilan pada produk teknologi dalam negeri agar masyarakat tergiur membeli dan lupa akan produk dari luar.
Nama: Lusmelia Riyanti
NPM: 2211031114
Kelas: Akuntansi C

Dari video di atas diketahui pada tanggal 15 Agustus, terjadi peristiwa jepang menyerah kepada sekutu yang membuka peluang bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan 2 hari kemudian. Kejadian tersebut bermula pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbour, memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat untuk bersama-sama melawan jepang. Puncak dari perang Sekutu melawan Jepang, yaitu saat 6 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan di Hiroshima yang menyebabkan 140 ribu orang tewas seketika. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 9 Agustus 1945 bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Sehingga, pada tanggal 15 Agustus jepang menyerah kepada sekutu menandai berakhirnya perang dunia kedua di wilayah Pasifik.
Bagi Indonesia yang saat itu dijajah oleh Jepang, kekalahan Jepang menyebabkan kekosongan kekuasaan. Memanfaatkan keadaan tersebut, 2 hari kemudian bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Melihat sejarah ternyata kemerdekaan bangsa Indonesia itu juga dipengaruhi oleh faktor luar seperti perang dunia kedua ini yang sebenarnya bangsa Indonesia tidak menduga hal tersebut akan terjadi dan menjadi cikal bakal kemerdekaan Indonesia. Dan banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi kemerdekaan bangsa Indonesia, karena tidak hanya faktor dari dalam bangsa Indonesia saja namun banyak faktor lain diluar dari bangsa Indonesia yang mempengaruhi kemerdekaan Indonesia.
Nama: Lusmelia Riyanti
NPM: 2211031114
Kelas: Akuntansi C

Dari video di atas dapat dilihat ratusan warga dari desa Pegaden Tengah, kabupaten Pekalongan pergi ke lokasi pabrik yang membuang limbah pabrik ke sungai. Diketahui warga langsung melakukan penutupan terhadap saluran limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian. Hal itu dilakukan selain karena limbah mencemari sungai juga karena warga merasa tidak nyaman dari bau yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut.
Warga meminta kepada pihak aparat desa untuk menutup 6 pabrik yang tidak memiliki alat mengolahan limbah tersebut. Limbah yang dibuang ke sunga tersebut sudah terjadi selama kurang lebih 25 tahun. Dan setelah diselidiki ternyata pemilik pabrik diketahui tidak mengetahui cara mengolah limbah pabrik miliknya.

Menurut saya, yang dilakukan oleh warga setempat sudah benar apalagi limbah tersebut sudah sangat lama mencemari sungai, padahal sungai tersebut jika bersih dari limbah dapat digunakan warga untuk aktifitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan lain-lain. Namun, minimnya pengetahuan pemilik pabrik dalam mengelola limbah miliknya juga menjadi masalah, sehingga aparat desa sudah seharusnya memberikan pengarahan kepada pemilik pabrik cara mengelola limbah agar tidak dibuang ke sungai.