Nama: Adel Zahra Aulia Hidayat
NPM: 2216041088
Kelas: Reg C_Kelompok 3
Kasus yang kami angkat ini merupakan kasus Korupsi dan Suap yang dilakukan oleh gubernur papua, yaitu Lukas Enembe, yang diduga uang hasil ia korupsi itu digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri.
kasus korupsi,suap serta serta gratifikasi yang dilakukan Lukas Enembe ini tidak berjumlah sedikit. Namun KPK baru mengemumkan Lukas Enembe diduga menerima suap Rp 1 miliar dari PT Tabi Bangun Papua, Rijatno Laka. Pada tanggal 17 januari 2023 di dalam konferensi pers Alex menyebutkan bahwa kasus lukas enembe ini mencapai ratusan juta bahkan bisa jadi mencapai triliunan rupiah.
Perbuatan korupsi itu disebut terkait dana operasional pimpinan, pengelolaan Pekan Olahraga Nasional (PON), dan uang pencucian. Mahfud mengeklaim data itu dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada KPK. Salah satunya, terkait transaksi setoran tunai Lukas di kasino judi senilai 55 juta dolar (Singapura) atau Rp 560 miliar. Karena itu, Mahfud menegaskan, kasus Lukas bukanlah rekayasa politik yang berkaitan dengan partai politik atau pejabat tertentu. "Tetapi merupakan temuan dan fakta hukum," . Pengungkapan dugaan dugaan korupsi yang fantastis tersebut mengejutkan. Suara dukungan terhadap KPK kembali menguat, bahkan dari sejumlah tokoh di Papua.
Kini barang sitaan dari Lukas Enembe yang telah disita oleh KPK antara lain ada uang sekira Rp 50,7 miliar, emas batangan, beberapa cincin batu mulia, empat unit mobil, dan baru saja terkuak fakta bahwa Lukas Enembe meiliki hotel di Papua yang berlokasi di Jayapura. Hotel tersebut disita oleh KPK yang mana aset dari hotal tersebut mencapai hingga 40 miliar, hotel tersebut berdiri di sebidang tanah seluas 1.525 meter persegi. Selain itu, kini KPK melakukan pemblokiran rekening milik Lukas dengan total nilai Rp76,2 miliar.
NPM: 2216041088
Kelas: Reg C_Kelompok 3
Kasus yang kami angkat ini merupakan kasus Korupsi dan Suap yang dilakukan oleh gubernur papua, yaitu Lukas Enembe, yang diduga uang hasil ia korupsi itu digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri.
kasus korupsi,suap serta serta gratifikasi yang dilakukan Lukas Enembe ini tidak berjumlah sedikit. Namun KPK baru mengemumkan Lukas Enembe diduga menerima suap Rp 1 miliar dari PT Tabi Bangun Papua, Rijatno Laka. Pada tanggal 17 januari 2023 di dalam konferensi pers Alex menyebutkan bahwa kasus lukas enembe ini mencapai ratusan juta bahkan bisa jadi mencapai triliunan rupiah.
Perbuatan korupsi itu disebut terkait dana operasional pimpinan, pengelolaan Pekan Olahraga Nasional (PON), dan uang pencucian. Mahfud mengeklaim data itu dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada KPK. Salah satunya, terkait transaksi setoran tunai Lukas di kasino judi senilai 55 juta dolar (Singapura) atau Rp 560 miliar. Karena itu, Mahfud menegaskan, kasus Lukas bukanlah rekayasa politik yang berkaitan dengan partai politik atau pejabat tertentu. "Tetapi merupakan temuan dan fakta hukum," . Pengungkapan dugaan dugaan korupsi yang fantastis tersebut mengejutkan. Suara dukungan terhadap KPK kembali menguat, bahkan dari sejumlah tokoh di Papua.
Kini barang sitaan dari Lukas Enembe yang telah disita oleh KPK antara lain ada uang sekira Rp 50,7 miliar, emas batangan, beberapa cincin batu mulia, empat unit mobil, dan baru saja terkuak fakta bahwa Lukas Enembe meiliki hotel di Papua yang berlokasi di Jayapura. Hotel tersebut disita oleh KPK yang mana aset dari hotal tersebut mencapai hingga 40 miliar, hotel tersebut berdiri di sebidang tanah seluas 1.525 meter persegi. Selain itu, kini KPK melakukan pemblokiran rekening milik Lukas dengan total nilai Rp76,2 miliar.