གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ FAALIH MATHUL HAJARIYAH

Nama : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011031

Analisis Soal
1.Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
2.Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
3.Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
4.Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

jawab :
1. Menurut pendapat saya, di era Pandemi ini merupakan suatu tantangan terbaru bagi seluruh dunia, semua kegiatan di lakukan dirumah mulai dari berbelanja, bekerja hingga sekolah. Pembelajaran secara daring merupakan hal yang belum biasa selama ini yang dimana menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi serta memaksa siswa maupun mahasiswa untuk dapat menyesuaikan diri dalam melaksanakan proses pembelajaran. disamping dapat menumbuhkan kreativitas tak jarang proses pembelajaran secara daring ini juga memiliki dampak negatif banyaknya peserta didik yang tidak bisa menyerap pembelajaran dengan baik serta kesulitan dalam memiliki sarana untuk pembelajaran daring ini. Tetapi, dibalik semua dampak negatif tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak belajar karena, pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman.

2. Caranya menurut saya adalah yang pertama yaitu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kemudahan dalam belajar meski melalui pembelajaran secara daring dan yang kedua yaitu melakukan gotong royong. gotong royong yang dimaksud adalah antara peserta didik, orang tua serta guru atau dosen saling berperan satu sama lain guna mengoptimalkan agar pembelajaran yang dilakukan dapat di cerna dan di pahami dengan baik.
contohnya seperti : peserta didik mendengarkan serta menyimak apa yang telah disampaikan oleh guru maupun dosen, guru maupun dosen memberikan materi sesuai dengan jadwal dan materi yang telah disepakati sebelum proses pembelajaran dimulai, dan orangtua berperan mengawasi anak-anak nya agar mereka tidak lalai dalam belajar serta membantu mereka jika mengalami kendala.
dan itulah merupakan sikap gotong royong yang saling membantu satu sama lain.

3. Berikut adalah contoh kasus terkait dengan pengembangan karakter Pancasila yaitu tanggung jawab dan cinta damai, dan ini penjabarannya :
Contoh tentang pengambilan keputusan berdasarkan prinsip Pancasila sila ke empat yaitu musyawarah dan mufakat
menurut saya suatu pengambilan keputusan bersama yaitu melalui musyawarah yang dimana bertujuan untuk mencari mufakat atau kesepakatan bersama. Perbedaan pendapat tidak perlu dipertentangkan tetapi, perlu dicari jalan keluar, agar perbedaan pendapat tersebut dapat disatukan dan di pertanggung jawabi bersama dan dapat terciptanya lingkungan yang damai dan tentram.

4. Hakikat Pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai - nilai yang terdapat pada sila Pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara. Sementara itu Pancasila sebagai paradigma yaitu artinya nilai - nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi kerangka acuan setiap aspek pembangunan nasional di Indonesia seperti pembangunan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagai masyarakat Indonesia dalam hidup berbangsa maupun bernegara.
Nama : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011031

Analisis Jurnal

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari kata philos atau phileinyang yang artinya cinta dan sophia yang berarti hikmatn atau kebijaksanaan ( wisdom ). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai sistem filsafat dapat dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis.
* Ontologis : berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia.
* Epistemologis : sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya.
* Aksiologis : berdasarkan pada yang terkandung di dalamnya, hierarki dan struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung

Prinsip - Prinsip Filsafat Pancasila :
1. Kausa Materialis : sebab yang berhubungan dengan materi / bahan dalam hal ini, Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
2. Kausa Formalis : sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam Pembukaan UUD 1945 memenuhi syarat formal.
3. Kausa Efisiensi : yaitu kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
4. Kausa Finalis : yaitu berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila - sila Pancasila meliputi :
a. ke - Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filasafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia :
Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila sebagai sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan religius
NAMA : Faalih Mathul Hajariyah
NPM : 2258011031

A. Pemateri pertama : spirit moderasi beragama
Dr. Mohammad Bahrudin, M.A
1. Konferensi WCRP, Kyoto, 1970
- no peace among the nations without peace among the religions
- no peace among the religions without dialogue among the religions
- no dialogue among the religions without a consensus on shared ethical values, a global ethic
- no new world order without a global ethic.
2. Moderasi beragama merupakan soul/ ruh kerukunan umat bergama dan kerukunan umat bergama merupakan pilar kerukunan nasional.
3. Pilar moderasi beragama
Moderasi sering dijabarkan melalui 3 pilar yaitu pemikiran, gerakan, dan perbuatan.
4. Moderasi beragama dalam berbagai bidang
-moderasi dalam keyakinan
- terbukanya pintu keringanan
- rutin menjalankan ajaran agama
- moderat dalam perilaku
- moderat dalam membelanjakan harta
5. Hambatan dan solusi pada global ethic
-Eksklusivisme = bind obedience, intolerance, racism
- inklusifisme
6. Indikator moderat
Aknowledge, celebrate, value, learn, and respect.

B. Materi kedua = penguatan karakter religius
Prof. Dr. Ainul Gani, S.Ag., SH., M.Ag
Data komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) ada 17 kasus kekerasan yang melibatkan peserta didik dan guru tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Hal ini didukung pula dari data yang dirilis polres kota Bogor terjadi peningkatan jumlah tawuran pelajar meski sedang pandemi covid 19.
Pelaksana tugas kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional di Jakarta, menjelaskan selain narkoba dan HIV/AIDS, seks bebas kini menjadi masalah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar. 26,7 persen dari total penduduk.
4 perkara yang akan ditanyakan di hari akhir = umur, ilmu , harta, tubuh.

-Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik.
- mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain suskes
-orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya
- orang yang paling bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain bahagia.

Genarasi Muda Saat ini Menyikapi pertanyaan ini, data pusat pengendalian sosial: 0,08 %
pengajar SMP, SMA terlibat tauntan don beberapa meninggal dunia
Data KPAI : 17 kasus kakerasan yang melibatkan
dibawah umur sedangkan
kohamian di usia remaja pun manunjunkan 29/ remaja skrng mongalami kelahiran di seluruh dunia seks bebas. masih menjadi masalah utama remaja selain norkoba dan Allos
Padahal Generasi Muda adalah Penerus Bangsa ?
4 Remaja harus punya motivasi untuk tumbuh sabagai harapan den penerus bangsa :
Solusi:
• perlu diterapkan Pendidikan Spiritual
H Pendidikan spritual
• Perting, Schoagai vitamin tubuh menyertai 4 unsur dalam manosta (unsur badan, Unsur roh Unsur Nafsu)


C. Pemateri ketiga = penguatan karakter kebangsaan
Dr. Sairul Basri, M.pd.
Negarawan adalah seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang beribawa.
Mengapa perlu sikap kebangsaan = marena negara layaknya seperti mahluk hidup. Maka perlu dilindungi dari HTAG.
Alat pemersatu sebagai ideologi beebangsa = pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal ika.

Ideologi terancam apabila warga negara
- bertindak sendiri tanpa dengan karifan lokal (karena pancasila diambil dari KL)
-tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh warga negara
- pancasila hanya sebagai slogan saja, teori, dan tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
- berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa
- melemahkan kebhinekaanbagaimana kondisi