གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fitri Sri Wahyuni

NAMA: FITRI SRI WAHYUNI
NPM: 2258011003

ANALISIS SOAL PERTEMUAN 12

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab: Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, artinya selain Pancasila masih ada sumbersumber hukum yang lain. Sumber hukum belum tentu merupakan hukum dalam arti peraturan perundang-undangan. Etika pada umumnya dimengerti sebagai pemikiran filosofis mengenai segala sesuatu yang dianggap baik atau buruk dalam perilaku manusia.Sedangkan hukum negara yakni hukum yang menjadi pijakan beberapa cabang pemerintahan dan yang harus mereka patuhi dalam menjalankan kekuasaan. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, dalam etika Pancasila terkandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pembangunan politik hukum melalui Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan etika politik yang dibangun oleh para elite politik adalah suatu keharusan untuk memberikan sebuah gambaran besar untuk menghadapi persoalan bangsa saat ini. namun Sebagian ada yang sesuai dengan nilai nilai Pancasila,dan sebagian ada yang belum. Bagi etika politik yang belum sesuai dengan nilai nilai Pancasila,maka bisa kita perbaiki kembali. Kita harus menyadari bahwa Pancasila sebagai ideologi negara harus ditaati dan setiap perilaku kita harus sesuai dengan nilai nilai Pancasila baik itu etika politik,etika berpakaian,etika bertamu,dan sebagainya.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab: Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dari berbagai ras, suku, bahasa, dan agama. Hilangnya nilai-nilai etika dalam masyarakat yang tercermin didalam pancasila salah satunya adalah ketidak pedulian etika sosial dan keagamaan. Contoh saja di zaman sekarang banyak sekali dikalangan, pemuda, siswa, bahkan mahasiswa yang kurang beretika, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki etika dalam bermasyarakat dan bersosialisasi. Hal tersebut akan membawa dampak buruk dimasa yang akan datang. Mengingat bahwa generasi muda yang akan membawa sebuah perubahan di masa yang akan datang. Beberapa faktor yang menyababkan para pemuda di zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sanagat pesat membuat pola pikir para pemuda di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatiakan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis. Seharusnya hal ini perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dan terlebih khususnya adalah peran orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter seorang anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kekurangan etika (moral) dikalngan para pemuda.
- Pertama, orang tua memiliki peran sanagat penting dalam hal ini. Jadi, orang tua harus lebih memperhatikan serta mengontrol perilaku anak dalam bertingkah laku dimasayakat. misalanya dengan menanamkan pengertian tehadap anak tentang pentingnya berparilaku etis, serta memberikan pengertian tentang apa saja manfaat serta dampak negatif jika tidak melalukan perilaku yang etis.
- Kedua, menggunakan dengan bijak perkembangan teknologi yang sekarang ini menglami kemajuan yang sangat pesat.
- Ketiga, menempatkan anak pada lingkungan yang baik dan benar, sehingga akan membentuk kepribadian anak menjadi baik pula. Karena lingkungan memiliki pengaruh yang cepat dalam pembentukan karakter seorang anak.
- Keempat, menanamkan pada jiwa seorang anak tentang nilai-nilai agama dan mendoronya agar selalu berparilaku sesuai dengan apa yang sudah terdapat pada nilai-nilai agama tersebut.
NAMA: FITRI SRI WAHYUNI
NPM: 2258011003

ANALISIS JURNAL

Judul: Filsafat Pancasila Dalam Pendidikan Di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter
penulis: yoga puta semadi

ISI
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan.
Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila, meliputi:
1.Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan.
2. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya.
3. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara
4. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka

Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Secara lebih lanjut, hal ini bisa dijelaskan bahwa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial adalah manusia. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana diketahui bahwa Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sendiri. Sehingga, kesimpulannya adalah Pancasila merupakan sebuah filsafat yang menjadikannya dasar atau acuan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sebagai filsafat pendidikan, Pancasila harus dijiwai, dijadikan pedoman, dan diimplementasikan. Pendidikan Pancasila ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berkarakter, dengan adanya pengalaman akan nilai-nilai Pancasila yang didasarkan pada cita-cita bersama bangsa
NAMA: FITRI SRI WAHYUNI
NPM: 2258011003

ANALISIS SOAL 1

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
jawab: menurut pendapata saya mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 ada hal positif dan hal negatif.
sisi positif: komunikasi orang tua dan anak akan lebih terjalin. Orang tua akan lebih memahami kondisi anak-anak selama 24 jam dan dapat mengetahui secara langsung kepribadian anak-anaknya seperti apa, sehingga kedekatan dapat lebih intens. Selain itu daring dapat membuat kita lebih disiplin mengatur waktu di rumah/melakukan pekerjaan rumah dengan belajar.
sisi negatif: selama belajar di rumah, hal ini turut berpengaruh terhadap situasi emosional anak khususnya untuk anak-anak yang masih menuju proses kematangan. Jika di sekolah mereka bisa membentuk kepribadian dan bereksperesi, tapi sejak dirumah mereka merasa terkekang dan sulit untuk berekspresi. Sehingga hal ini turut berpengaruh terhadap emosional anak saat proses menuju kematangannya. ada pula anak yang putus sekolah karena dirasa pandemi covid-19 membuat mereka menjadi beban orang tua akibat dari banyak orang tua yang kehilangan pekerjaannya.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
jawab: mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila dapat dilakukan dengan menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyat terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah, serta kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat, yakni dengan menjauhi sikap egosentris yang hanya memikirkan diri sendiri. Hal tersebut dapat diimplementasikan dengan keputusan tetap berada di rumah, tidak bepergian, dan menghindari kerumunan.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
jawab: Berbagai kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, perduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong dan cinta damai di lingkungan yaitu Menerapkan sikap jujur dalam ujian, absen mata kuliah, Disiplin dalam mengerjakan tugas dan tidak terlambat masuk kelas , Tanggung jawab atas tugas-tugas yang harus segera di kerjakan ,Peduli sesama teman jika mendapati teman yang sedang kesusahan,Santun terhadap sesama maupun dosen,Ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan sekitar,Gotong royong dalam mengerjakan masalah-masalah yang ada,Cinta damai, tidak membuat aksi anarkis yang membuat kerusakan dan meresahkan warga sekitar. menurut pendapat saya ini adalah sebuah contoh yang sangat mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari kita agar menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
jawab: Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional memiliki arti bahwa segala aspek pembangunan nasional harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Oleh sebab itu pembangunan nasional ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek rohani, jasmani, aspek individu, sosial, dan ketuhanan dalam berprilaku dimasyarakat.
NAMA: FITRI SRI WAHYUNI
NPM: 2258011003

RESUME MATERI STADIUM GENERAL, 22 OKTOBER 2022

MATERI PERTAMA

SPIRIT MODERASI BERAGAMA
Oleh Dr. Moh. Bahrudin, M.A
Konferensi WORK, kyoto, 1970
"No peace among the nations without peace among the religion", " No peace among the religion without dialogue among the religion ", " No dialogue among the region without a consensus on shared ethnic value, a global ethic", "no new world order without a global ethic".
-Pengertian Moderasi Beragama : Moderasi beragma dipahami sebagai pilihan untuk memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku di tengah-tengah, adil dan seimbang, antara pengalaman agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif)
-Pilar Moderasi Beragama : moderasi pemikiran, moderasi gerakan, moderasi perbuatan
-Moderasi Beragama dalam berbagai bidang :
1. Moderasi dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu rukhsah (keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam perilaku
5. Moderat dalam membelanjalan harta
Hambatan dan Solusi pada Global yaitu, Eksklusivisme, Blind obedience, Intolerance, Racion, Inklusifisme.
Indikator Moderat:
1. ACKNOWLEDGE
2. CELEBRATE
3. VALUE
4. LEARN
5. RESPECT
6. TOLERATE

MATERI KEDUA

PENGUATAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN SPIRITUAL
Oleh Prof. Dr. Ainul Gani,S.Ag., S.H, M.Ag.
Data komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) ada 17 kasus kekerasan yang melibatkan peserta didik dan guru tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Hal ini didukung pula dari data yang dirilis polres kota Bogor terjadi peningkatan jumlah tawuran pelajar meski sedang pandemi covid 19. Pelaksana tugas kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional di Jakarta, menjelaskan selain narkoba dan HIV/AIDS, seks bebas kini menjadi masalah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar. 26,7 persen dari total penduduk.
Solusinya ialah pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual sangat penting untuk kita dan merupakan vitamin dalam diri. Selain itu mereka yang suksen ialah mereka yang dapat memanage waktu. Mahasiswa yang sukses ialah bisa memanage waktu, mengajak orang lain, membuat orang lain bahagia. Kita harus seimbang anatar dunia dan akhirat.
Ada 4 perkara yang dipertanggung jawabkan ialah umur, ilmu, harta dan tubuh.

MATERI KETIGA

MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN
Oleh Dr. Khairul Basri
Penguatan karakter kebangsaan ini sangatlah penting bagi para generasi muda sebab generasi muda inilah yang akan meneruskan negara ini kelak ,karena generasi muda adalah aset negara yang akan memajukan bangsa Indonesia ini .oleh sebab itu penguatan karakter kebangsaan ini di butuhkan agar para generasi muda siap dalam dan menghadapi ancaman dari pihak manapun.
Alat pemersatu sebagai ideologi sebagai pemersatu yaitu ada : Pancasila, UUD 1945 ,dan NKRI
Dengan Pancasila sebagai ideologi negara, Pancasila akan menyatukan banyak pikiran hingga terciptanya kerukunan juga persatuan. Para generasi muda juga harus untuk melaksanakan beberapa hal, seperti:
1. Hati-hati dan jangan mudah percaya dengan hal yang baru (karena Hal tersebut belum tentu benar).
2. Jangan mudah meniru budaya asing.
3. Dekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.
4. Buatlah banyak prestasi.
5. Hormati orangtua dan guru.