གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Lalitya Paramartha

1.- Assertiveness : Sifat yang terus terang dalam mengekspresikan permintaan, opini, perasaan, dan sikap. Dengan bersifat tegas, seorang pemimpin dapat memimpin dengan jelas dan menghindari kebingungan dalam kelompoknya.
Seorang pemimpin yang kompeten dapat memimpin dengan efektif dan efisien.
- Forward-looking : Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk menetapkan visi dan tujuan jangka panjang. Seorang pemimpin yang berwawasan ke depan dapat memimpin dengan strategis dan mengarahkan kelompoknya menuju tujuan yang diinginkan.
- Selflessness : Sifat yang menunjukkan sikap yang tidak mengambil keuntungan pribadi dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri dapat memimpin dengan adil dan mengutamakan kepentingan kelompoknya.

2.Gaya kepemimpinan Otoriter: Gaya kepemimpinan ini senang membuat keputusan sepihak dan mengharuskan orang lain mengikutinya .
Gaya kepemimpinan Demokratis: Gaya kepemimpinan ini lebih memberikan keleluasaan kepada bawahan terkait tugas dan tanggung jawabnya .
Gaya kepemimpinan Moralis: Gaya kepemimpinan ini memiliki empati tinggi terhadap permasalahan bawahannya namun sikapnya sangat emosional.

•tipe kepribadian
Tipe Sanguinis: Orang dengan tipe kepribadian ini populer, suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
Tipe Melankolis: Orang dengan tipe kepribadian ini perfeksionis, suka akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian.
Tipe Koleris: Orang dengan tipe kepribadian ini sangat berorientasi menjadi pemimpin dalam hal apa saja.

3.Kesadaran diri: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu mengenali dan memahami emosi mereka sendiri.
Motivasi: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu memotivasi diri mereka sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Keterampilan sosial: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan bekerja sama dalam tim.

4.Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres: Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengatasi stres dan tuntutan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mengelola konflik dengan lebih efektif.

Manajemen A MKU PKN Genap 2023 -> PRETEST

Lalitya Paramartha གིས-
NAMA : LALITYA PARAMARTHA
NPM. : 2251011028
KELAS : A

1. Tanggapan saya setelah membaca berita tersebut adalah, bahwasannya disaat melakukan demonstrasi (politik) tidak melibatkan pihak-pihak yang tidak berkepentingan seperti anak-anak yang masih dibawah umur,hal tersebut merupakan tindakan yang mengeksploitasi.
Hal positif yang bisa di ambil: adanya kepedulian terhadap hak-hak anak, memperhatikan bagaimana disekitar lingkungan nya.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, tidak boleh mengesampingkan hak orang lain, tidak menganggu kesehatan publik.
3. Kewajiban dasar manusia merupakan tanggung jawab yang berjalan secara beriringan dengan alami disetiap individu,yang meliputi dengan hak asasi manusia, kesetaraan dan keadilan. Dalam konteks 2 hal tersebut saling berkesinambungan antara hak dan kewajiban yang dijalankan dengan menjaga keseimbangan secara proposional.

Manajemen A MKU PKN Genap 2023 -> TUGAS

Lalitya Paramartha གིས-
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konstitusi di Indonesia telah mengalami perubahan beberapa kali, diantaranya adalah UUD 1945, UUD RIS, UUDS 1950 dan kembali lagi ke UUD 1945 hingga mengalami perubahan sampai ke 4 (empat) kalinya dan berlaku hingga saat ini. Perubahan konstitusi di Indonesia disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal serta dipengaruhi oleh kondisi politik hukum yang ada kemudian berdampak pula pada berubahnya sistem ketatanegaraan di Indoensia.

Ref: https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/view/10168