1.- Assertiveness : Sifat yang terus terang dalam mengekspresikan permintaan, opini, perasaan, dan sikap. Dengan bersifat tegas, seorang pemimpin dapat memimpin dengan jelas dan menghindari kebingungan dalam kelompoknya.
Seorang pemimpin yang kompeten dapat memimpin dengan efektif dan efisien.
- Forward-looking : Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk menetapkan visi dan tujuan jangka panjang. Seorang pemimpin yang berwawasan ke depan dapat memimpin dengan strategis dan mengarahkan kelompoknya menuju tujuan yang diinginkan.
- Selflessness : Sifat yang menunjukkan sikap yang tidak mengambil keuntungan pribadi dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri dapat memimpin dengan adil dan mengutamakan kepentingan kelompoknya.
2.Gaya kepemimpinan Otoriter: Gaya kepemimpinan ini senang membuat keputusan sepihak dan mengharuskan orang lain mengikutinya .
Gaya kepemimpinan Demokratis: Gaya kepemimpinan ini lebih memberikan keleluasaan kepada bawahan terkait tugas dan tanggung jawabnya .
Gaya kepemimpinan Moralis: Gaya kepemimpinan ini memiliki empati tinggi terhadap permasalahan bawahannya namun sikapnya sangat emosional.
•tipe kepribadian
Tipe Sanguinis: Orang dengan tipe kepribadian ini populer, suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
Tipe Melankolis: Orang dengan tipe kepribadian ini perfeksionis, suka akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian.
Tipe Koleris: Orang dengan tipe kepribadian ini sangat berorientasi menjadi pemimpin dalam hal apa saja.
3.Kesadaran diri: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu mengenali dan memahami emosi mereka sendiri.
Motivasi: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu memotivasi diri mereka sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Keterampilan sosial: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan bekerja sama dalam tim.
4.Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres: Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengatasi stres dan tuntutan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mengelola konflik dengan lebih efektif.
Seorang pemimpin yang kompeten dapat memimpin dengan efektif dan efisien.
- Forward-looking : Sifat yang menunjukkan kemampuan untuk menetapkan visi dan tujuan jangka panjang. Seorang pemimpin yang berwawasan ke depan dapat memimpin dengan strategis dan mengarahkan kelompoknya menuju tujuan yang diinginkan.
- Selflessness : Sifat yang menunjukkan sikap yang tidak mengambil keuntungan pribadi dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri dapat memimpin dengan adil dan mengutamakan kepentingan kelompoknya.
2.Gaya kepemimpinan Otoriter: Gaya kepemimpinan ini senang membuat keputusan sepihak dan mengharuskan orang lain mengikutinya .
Gaya kepemimpinan Demokratis: Gaya kepemimpinan ini lebih memberikan keleluasaan kepada bawahan terkait tugas dan tanggung jawabnya .
Gaya kepemimpinan Moralis: Gaya kepemimpinan ini memiliki empati tinggi terhadap permasalahan bawahannya namun sikapnya sangat emosional.
•tipe kepribadian
Tipe Sanguinis: Orang dengan tipe kepribadian ini populer, suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
Tipe Melankolis: Orang dengan tipe kepribadian ini perfeksionis, suka akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian.
Tipe Koleris: Orang dengan tipe kepribadian ini sangat berorientasi menjadi pemimpin dalam hal apa saja.
3.Kesadaran diri: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu mengenali dan memahami emosi mereka sendiri.
Motivasi: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu memotivasi diri mereka sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Keterampilan sosial: Pemimpin yang cerdas secara emosional harus mampu berkomunikasi dengan baik, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan bekerja sama dalam tim.
4.Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres: Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengatasi stres dan tuntutan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mengelola konflik dengan lebih efektif.