Kiriman dibuat oleh SHARFINA NINGMA ZATALINI

Nama : Sharfina Ningma Zatalini
NPM : 2258011039

ANALISIS JURNAL
URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK

Pancasila sudah disepakati bersama sebagai cara pandang hidup bangsa Indonesia ( the wah of life ) dan sekaligus sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara dan sekaligus arah atau tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya, nilai nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia.

Melihat kenyataan diatas makan Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut.

Pertama, prulalisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini akan menimbulkan renungan supaya bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam keputisan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang neatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang. Ketiga, perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karen aperlu penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang tidak sesui dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi
( IPTEK ) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap perkembangan IPTEK harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nilai nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bangsa pengembangan IPTEK di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideol bangsa Indonesia sendiri atau lebih dikenal indelegensask ilmu.
Nama : Sharfina Ningma Zatalini
NPM : 2258011039

ANALISIS JURNAL
PENGARUH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PANCASILA DALAM MENYIKAPI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan , teknologi dan informasi, ilmu pengetahuan serta lainnya. Globalisasi mendorong munculnya berbagai perubahan dunia yang akan berlangsung, pengaruh globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain. Saat ini, segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesat, perkembangan tersebut beriringan pula perkembangan pendidikan dari yang tradisional menjadi modern. Penyebab utama yang Palin terasa pada perubahan tersebut adalah pada aspek teknologi informasi, contohnya dulu semua pelajar mendapatkan ilmu dan informasi mengenai dunia melalui buku, yang dimana tidak semua pelajar memiliki buku tersebut karena dulu buku relative maha. Namun, sekarang tingkat yang lebih modern telah muncul internet yang memberikan banyak informasi pendidikan dan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan Pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi, melainkan masyarakat itu sendiri. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu kepada nilai nilai luhur, oleh karena itu perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

Mata kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia. Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk :

1). Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2). Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai nilai Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3). Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang bedasarkan nilai nilai Pancasila dan UUD NRI 1945.
4). Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat tercipta wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis dan memecahkan masalah masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupansehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden Kemajuan teknologi.
Nama : Sharfina Ningma Zatalini
NPM : 2258011039

ANALISIS VIDEO
PANCASILA SEBAGAI PENGEMBANGAN IPTEK


IPTEK adalah hasil pengembangan manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. IPTEK dapat dimanfaatkan dalam hal positif tetapi dibalik itu, IPTEK juga memiliki dampak negatif tersendiri. Pancasila merupakan rumusan dan juga pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi Indonesia. Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

Berikut sila sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK :
1). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa :
Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan dibuktikan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.
2). Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab :
Berdasarkan sila ini IPTEK memberikan dasar dasar moralitas bahwa manusia harus bersikap beradab dalam pengembangannya karena IPTEK adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3). Sila Persatuan Indonesia :
Berdasarkan sila ini pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai umat manusia di dunia.
4). Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan :
Berdasarkan sila ini artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan harus menghormati serta menghargai kebebasan orang lain juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
5). Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia :
Berdasarkan sila ini artinya pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya
Nama : Sharfina Ningma Zatalini
NPM : 2258011039
ANALISIS JURNAL

PEMAHAMAN NILAI NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Hubungan antara tatanan sosial dan tatanan politik disambung oleh media massa, artinya media massa ini saling mengisi dan melengkapi dalam bentuk komunikasi. Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan internasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia yang individualis. Globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi. Dampak positif dari adanya globalisasi ini adalah semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi hasil produksi dalam negeri dan dampak negatif dari adanya globalisasi adalah munculnya pengelompokan antar-negara yang cenderung meningkatkan profesionalisme dan diskriminasi pasar.
Nilai - nilai Pancasila sudah sejak dahulu tertanam secara spontan dalam masyarakat Indonesia yang berpadu dengan ada istiadat. Oleh karena itu kedudukan nilai-nilai Pancasila merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila, berikut adalah hakekatnya :
* Hakekat pertama yaitu hakekat Tuhan
* Hakekat kedua yaitu hakekat manusia
* Hakekat ketiga yaitu hakekat satu
* Hakekat keempat yaitu hakekat rakyat
* Hakekat kelima yaitu hakekat adil

1). Perkembangan Media Massa di Indonesia
Media massa merupakan bagian dari pers dimana media massa merupakan perantara bagi pers dalam penyiaran berita dengan beberapa bentuk. Media massa sendiri ilmunya merupakan kajian dari ilmu komunikasi, dimana ilmu komunikasi menjelaskan sebuah informasi berasal dari komunikator yang memberikan informasi tersebut kepada komunikan. Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat sebagai sumber kekuatan perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial politik. Sebaliknya, media massa memiliki ketergantungan terhadap kehidupan politik.

2). Peran Media Massa dalam Kontrol Sosial
Berdasarkan perumusan fungsi pers atau media massa dalam undang-undang pers dapat diketahui bahwa fungsi dari pers atau media massa yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Sehubungan dengan pendapat Hoefnagels bahwa fungsi media massa adalah untuk mempengaruhi pandangan-pandangan masyarakat tentang penyimpangan dalam hukum dan pemidanaan maka apabila dihubungkan dengan fungsinya dalam penerapan hukum, media massa di sini diharapkan dapat untuk berpengaruh terhadap pandangan masyarakat tentang pengetahuan, perasaan atau keyakinan dan perilaku partisipatif masyarakat dalam memahami hukum. Media massa sebagai suatu sarana yang bersifat preventif dapat diterapkan juga sebagai pendorong bekerjanya hukum yang represif agar menjadi lebih efektif.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru memercayai hal tersebut. Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya.
Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik dan berkembangnya manusia individual-liberalistik, serta masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.