Kiriman dibuat oleh Khafnia El Haqi

Nama : Khafnia El Haqi
Npm : 2218011129

ANALISIS JURNAL PART 14

Judul : UrgensiI Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Penulis : Ika Setyorini Fakultas Syari’ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo
Isi :
Adanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ditengah-tengah kita akan memberiksn kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia. Beberapa peristiwa yang terjadi didunia ini misalnya dampak negatif dari bom atom yang dijatihjan di Hirosima dan Nagasaki pada waktu Perang Dunia kedua, dampak ini akan berdampak negatif kepada masyarakat Jepang waktu dan menimbulkan traumatik kepada generasi berikutmya.
Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.
Nama : Khafnia El Haqi
Npm : 2218011129

ANALISIS JURNAL PART 13
Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim. FKIP - Universitas Pancasakti Tegal Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal.
Diterima : Januari 2018
Disetujui :Februari 2018
Dipublikasikan : Mei 2018
ISSN : 1858-4497
Volume 12, Nomor 1 (2018)
Pendahuluan : Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap aspek-aspek pendidikan yang ada di masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Oleh karena itu Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia.
Rumusan masalah : bagaimana pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi perkembangan Iptek pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 Tahun 2016/2017?
Tujuan : untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.
Jenis Penelitian : penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif
Waktu dan Tempat Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Univeristas Pancasakti Tegal khususnya program studi matematika semester II. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017.
Hasil dan Pembahasan : secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik dan secara umum respponden dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik, Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80.
Nama : Khafnia El Haqi
Npm : 2218011129

ANALISIS VIDEO

Video dengan judul Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK menerangkan sebagai berikut :
IPTEK merupakan hasil karya manusia yang membantu keperluan manusia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. dan Pancasila merupakan rumusan pedoman kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
Nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan pedoman dalam pengembangan IPTEK. Berikut kelima sila Pancasila:
1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar - dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus beretika dan beradab
3. Sila persatuan Indonesia, yaitu dengan mengembangkan IPTEK dengan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang tentuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungan kehidupan.
Nama : Khafnia El Haqi
NPM : 2218011129
ANALISIS SOAL
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Sistem Etika perilaku politik saat ini masih belum sepenuhnya terlaksana dengan baik bahkan bisa dikatakan etika politik Indonesia bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini di buktikan dengan masih adanya pemerintah yang melakukan tindakan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Perbuatan terebut tentunya merupakan tindakan yang tidak bermoral dan melanggar etika politik. Padahal seharusnya Pancasila dijadikan sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawab :
Generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya cukup baik dan sudah mencerminkan etika dan nilai-nilai Pancasila. Walaupun begitu masih ada beberapa generasi muda yang memang tidak memiliki etika. Banyaknya Polemik yang terjadi membuat hilangnya sikap etis dalam diri seseorang membuat negara ini menjadi di ambang kehancuran karena ke krisis an etika. Penanaman jiwa yang beretika (bermoral) dalam diri seorang pemuda seharusnya dilakukan sejak dini, karena dimasa-masa itulah yang akan menjadi modal menuju pembiasaan untuk masa depannya. Seharusnya hal ini perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dan terlebih khususnya adalah peran orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter seorang anak. Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kekurangan etika (moral) di kalangan para pemuda adalah sebagai berikut :
• orang tua memiliki peran sangat penting dalam hal ini. Jadi, orang tua harus lebih memperhatikan serta mengontrol perilaku anak dalam bertingkah laku di masyarakat. misalnya dengan menanamkan pengertian terhadap anak tentang pentingnya berperilaku etis, serta memberikan pengertian tentang apa saja manfaat serta dampak negatif jika tidak melalukan perilaku yang etis.
• menggunakan dengan bijak perkembangan teknologi yang sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat.
• Bergaul dengan orang-orang yang beretika Karena lingkungan memiliki pengaruh yang cepat dalam pembentukan karakter seseorang.
• menanamkan pada jiwa seorang anak tentang nilai-nilai agama dan mendorongnya agar selalu berperilaku sesuai dengan apa yang sudah terdapat pada nilai-nilai agama tersebut.