གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aprilly Adlina

Nama: Aprilly Adlina Chalida
NPM: 2218011113
Analisis Jurnal “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Sedangkan, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang signifikan. Namun, di lain sisi IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Konteks pengembangan ilmu pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari waktu kewaktu. Agama, filsafat dan kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.
Nama: Aprilly Adlina Chalida
NPM: 2218011113
Analisis jurnal “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang. Kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab karena pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang. Pancasila yang akomodatif terhadap agama tidak dapat tergantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilainilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa.
Maka dari itu, perkembangan Iptek yang ada diharapkan dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang bidang perdagangan. Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, dan berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan negara
Nama: Aprilly Adlina Chalida
NPM: 2218011113
Analisis video Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Dalam perkembangannya, IPTEK memiliki pengaruh positif dan pengaruh negatif terhadap manusia. Untuk mengendalikan perkembangan IPTEK di Indonesia yang pesat ini dibutuhkan dasar yang kokoh dan tepat, yaitu Pancasila. Contoh implementasi Pancasila dalam perkembangan IPTEK:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta antara akal dan kehendak sehingga tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan tapi juga mempertimbangkan manusia di sekitarnya
2. SIla kemanusiaan yang adil dan beradab, mendasari moral dalam pengembangan IPTEK dalam bersikap dan beradab
3. Sila persatuan Indonesia, mengembangkan rasa nasionalisme sebagai umat manusia
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, menghormati dan menghargai kebebasan orang lain
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menjaga keseimbangan keadilan
Nama: Aprilly Adlina Chalida
NPM: 2218011113

Analisis Jurnal “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia” oleh Ariesta Wibisono Anditya

Isi dari Pancasila adalah nilai-nilai. Nilai merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu:
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945. Oleh karena kedudukannya, maka nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila. Hakekat pertama adalah hakekat Tuhan, hakekat kedua adalah hakekat manusia, hakekat ketiga adalah hakekat kesatuan, hakekat keempat adalah kerakyatan, dan hakekat kelima adalah hakekat adil.

Globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif. Tinjauan Umum Mengenai Media Massa
1. Perkembangan Media Massa di Indonesia
media massa merupakan bagian dari pers, dimana media massa merupakan perantara bagi pers dalam penyiaran berita dengan beberapa bentuk. Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi, media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media
2. Peran Media Massa dalam Kontrol Sosial
media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonom

Dalam menerapkan fungsi control sosial, media massa di Indonesia belum melaksanakan secara menyeluruh nilai-nilai Pancasila. Seringkali ditemukan berita yang tidak sesuai fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini didukung juga dengan masyarakat yang mudah percaya pada media sosial tanpa menulusuri lebih lanjut mengenai berita atau informasi yang diterimanya.