Posts made by Rifat Makarim

Nama : Rifat Makarim
NPM : 2218011163

analisis jurnal

Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila, Pancasila dijadikan sebagai rambu normatif.

Pembelajaran IPTEK melalui nilai-nilai Pancasila dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Sila ke-1 Ketuhanan yang Maha Esa, sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangkan rasional, antara akal dan rasa.
2. Sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila ini dapat memberikan dasar moralitas dalam mengembangkan iptek.
3. Sila ke-3 Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan/Perwakilan, semua warga negara Indonesia mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengan menghormati dan menghargai kebebasan orang lain.
5. Sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri.
Rifat Makarim
2218011163

Di era globalisasi, banyak aspek-aspek
yang mengalami perkembangan yang
signifikan.Perkembangan yang terjadi
tentunya membawa suatu kemajuan bagi
segala aspek yang mendapat dampak
adanya globalisasi. Sebagai proses,
globalisasi berlangsung melalui dua
dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu
dimensi ruang dan waktu. Ruang makin
dipersempit dan waktu makin dipersingkat
dalam interaksi dan komunikasi pada skala
dunia. Globalisasi berlangsung di semua
bidang kehidupan seperti bidang ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
keamanan dan lain- lain. Globalisasi mendorong munculnya
berbagai kemungkinan tentang perubahan
dunia yang akan berlangsung. Pengaruh
globalisasi dapat menghilangkan berbagai
halangan dan rintangan yang menjadikan
dunia semakin terbuka dan saling
bergantung satu sama lain. Globalisasi akan
membawa perspektif baru tentang konsep
“Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini
diterima sebagai realita masa depan yang
akan mempengaruhi perkembangan
budaya.Melihat kenyataan dalam masyarakat
terutama pada kalangan mahasiswa,
sebenarnya bukan pancasila yang
terpengaruh oleh perkembangan teknologi
informasi melainkan masyarakat itu
sendiri. Memberi pengaruh baik atau buruk
terhadap pancasila tergantung bagaimana
masyarakat sebagai penganut ideologi
pancasila menyikapi perkembangan
teknologi informasi tersebut. Pesatnya
perkembangan teknologi informasi
memudahkan masuknya berbagai macam
pengaruh dari luar yang bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan
menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila
dalam masyarakat terkikis bahkan habis
tergilas budaya barat yang berkembang.
Pancasila merupakan warisan luar
biasa dari pendiri bangsa yang mengacu
kepada nilai-nilai luhur. Hampir tidak ada
keraguan lagi, mayoritas bangsa Indonesia
ini berpendapat bahwa Pancasila sebagai
dasar negara sekaligus pandangan hidup
masyarakat Indonesia yang plural tidak
tergantikan. Pancasila yang akomodatif
terhadap agama tidak dapat tergantikan
oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu
bersahabat dengan agama. Oleh karena itu,
perlu adanya pemulihan kembali kesadaran
kolektif bangsa tentang posisi vital dan
urgensi Pancasila dalam kehidupan
masyarakat terutama mahasiswa melalui
mata kuliah Pengembangan Kepribadian
Pancasila. Dasar Filosofis yaitu
ideologi komunisme dan kapitalisme melahirkan sistem
kenegaraan yang berbeda. Pertentangan
ideologi ini telah menimbulkan ‘perang
dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh
dunia. Namun para pendiri negara
Republik Indonesia mampu melepaskan
diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi
dunia tersebut, dengan merumuskan
pandangan dasar (philosophische
grondslag) pada sebuah konsep filosofis
yang bernama Pancasila.Dasar sosiologis yaitu Data sejarah
menunjukan bahwa setiap kali ada upaya
perpecahan atau pemberontakan oleh
beberapa kelompok masyarakat, maka
nilai-nilai Pancasilalah yang dikedepankan
sebagai solusi untuk menyatukan kembali.
Bangsa Indonesia yang plural secara
sosiologis membutuhkan ideologi
pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilainilai Pancasila perlu dilestarikan dari
generasi ke generasi untuk menjaga
keutuhan masyarakat bangsa.Dasar Yuridis yaitu Naskah Pembukaan UUD NRI 1945
yang berlaku adalah Pembukaan UUD
NRI Tahun 1945 yang
disahkan/ditetapkan oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
tanggal 18 Agustus 1945. Sila-sila Pancasila
yang tertuang dalam Pembukaan UUD
NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis
berkedudukan sebagai Norma Dasar
Indonesia dan dalam konteks politis-yuridis
sebagai Dasar Negara Indonesia.
Konsekuensi dari Pancasila tercantum
dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945,
secara yuridis konstitusional mempunyai
kekuatan hukum yang sah, kekuatan
hukum berlaku, dan kekuatan hukum
mengikat.
Rifat Makarim
2218011163

Analisis vid 1
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.
Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa

mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab

memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Sila persatuan Indonesia

mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
NAMA : Rifat Makarim
NPM. : 2218011163

Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi. Media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media. media massa adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila
oleh media massa dalam menerapkan
fungsi kontrol sosial di Indonesia
khususnya belum terlaksana secara
menyeluruh. Berita yang diedarkan
kepada khalayak ramai seringkali tidak
sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh
oknum yang tidak bertanggung jawab.