གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rais Amaral Haq

Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Soal

1). Sistem etika perilaku politik yang berlaku di Indonesia saat ini — secara pribadi — sudah berlangsung dengan baik dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Walaupun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pengimplementasiannya secara nyata, masih banyak hal yang perlu dibenahi dan dikoreksi agar mampu menghasilkan output yang maksimal dan lebih baik dari sebelumnya.

Secara subjektif, kita dapat mengetahui seberapa efektifnya etika perilaku politik dengan mengevaluasi secara pribadi apa saja hal-hal yang menjadi kekurangan diri baik dalam bersikap maupun dalam perbuatan berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang ada. Contohnya, apakah dalam pengimplementasian nilai sila ke-1, sudahkah kita jalankan dengan baik? Seperti melaksanakan sholat pada waktunya dan lebih menghargai adanya perbedaan agama di sekitar kita. Lalu, pada sila ke-2, sudahkah kita mampu menjadi teman yang baik dan supportif bagi sekeliling kita? Tentu semua pertanyaan yang saya lontarkan ini hanya dapat dijawab berdasarkan pengalaman yang telah kita kerjakan selama kita hidup di sini dan masih berlanjut pada nilai sila-sila yang berikutnya, Oleh karena itu, marilah tingkatkan perilaku Pancasila agar sistem etika perilaku politik di Indonesia dapat meningkat keefektifannya dan menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

2). Pada lingkungan tempat tinggal saya saat ini, masyarakat nya mampu beretika dengan baik. Hal ini dapat dimulai dengan perilaku satpam yang selalu tersenyum menyapa setiap kali saya hendak memasuki ataupun keluar dari perumahan. Lalu, pada lingkungan kampus, terdapat teman-teman yang selalu menegur sapa dengan ramah dan lembut yang membuktikan etika generasi muda masih dapat dikatakan baik dan terpuji. Meskipun hal tersebut merupakan tindakan positif yang biasa kita lakukan sehari-hari, terdapat juga perilaku- perilaku yang tidak selayaknya mencerminkan etika bangsa. Seperti contohnya, merusak properti umum dengan mencoret-coret tembok dan sarana transportasi yang telah disediakan oleh pemerintah,

Untuk mengurangi frekuensi terjadinya hal-hal tersebut di kemudian hari, berikut merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai masyarakat:

a. Melatih sedari kecil untuk selalu menghargai beberapa fasilitas yang telah disediakan dengan menjaga dan tidak merusaknya.
b. Mempelajari nilai Pancasila mendalam agar dapat menumbuhkan kesadaran secara perlahan untuk selalu menjaga nilai moral dalam berkehidupan.
c. Membangun nilai kesatuan dan persatuan antarsesama dengan sikap saling toleran di antara perbedaan yang ada.
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Jurnal

Pancasila yang berperan sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa juga memiliki peran penting dalam pendidikan. Sila-sila yang ada pada pancasila mencerminkan apa yang seharusnya ada di dalam unsur berpendidikan yang efektif dan efisien. Bahkan sejak awal, sebelum berfokus kepada dunia pendidikan, bangsa Indonesia telah menyerap banyak sekali nilai-nilai Pancasila sebagai sumber inspirasi dan moral bangsa. Harapannya, apabila Pancasila berhasil diimplementasikan melewati penyelenggaraan pendidikan, akan dapat memberikan manfaat serta dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. Hal ini juga sama seperti yang dikatakan oleh Aristoteles bahwasanya tujuan pendidikan itu sama dengan tujuan didirikannya suatu negara. Berikut merupakan prinsip-prinsip filsafat pancasila:
a). Kausa Materialis yang artinya sebab yang berhubungan antara materi dan bahan. Maksudnya, Pancasila digali berdasarkan nilai sosial-bidaya yang dimilki bangsa Indonesia.
b). Kausa Formalis yang artinya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. Contohnya adalah Pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD’45.
c). Kausa Efisiensi, yaitu kegiatan BPUPKI dan PPKI yang berusaha menyusun Oancasila menjadi dasar negara.
d). Kausa Finalis yang juga berarti terdapat hubungan dengan tujuan. Pancasila hadir dengan tujuan sebagai dasar negara
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

1. Pendidikan adalah suatu sarana yang penting bagi masyarakat, khususnya generasi kita sebagai generasi penerus bangsa. Penerapan pendidikan dalam keadaan pandemi tentu membuat beberapa hal perubahan. Salah satunya adalah metode pembelajaran. Pada awalnya, kita sama sekali tidak mengenal adanya zoom meeting dan hal terkait lainnya. Namun, mulai pandemi covid-19 yang lalu, hampir semua masyarakat menggunakan aplikasi tersebut. Selain itu, adanya perubahan ini juga membuat perubahan jadwal-jadwal yang tadinya sudah direncanakan dalam kurikukum pendidikan menjadi sedikit tertunda.

2. Proses pendidikan yang terjadi di dalam masyarakat khususnya kita, mahasiswa FK Unila, memiliki nilai kontribusi yang diharapkan mampu menjadi kunci terlaksananya generasi emas Indonesia. Pun begitu, pancasila juga hadir dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga mampu menjadi penghubung antara berpendidikan dan berkenegaraan. Berikut merupakan hal-hal yang dapat dilakukan sebagai pelajar untuk memaksimalkan proses pendidikan khususnya di era covid -19 ini:
a). Memahami betul akan kurikulum pendidikan yang tengah berlangsung sehingga diharapkan mampu mengimplementasikan nilai yang dipelajari kepada masyarakat nantinya.
b). Menaati peraturan yang telah dibuat oleh institusi pendidikan dan mencoba untuk turut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang telah disediakan
c). Mengembangkan potensi diri dengan mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal di lingkungan kampus

3. contoh kasus Pancasilais yang ada di dalam lingkungan FK Unila menurut saya adalah tindakan menghargai antarsesama. Sebagai mahasiswa baru, kita diwajibkan untuk menyapa dan menegur semua civitas yang ada di dalam lingkungan tersebut. Menurut saya, hal ini penting untuk dilakukan khususnya sebagai pendatang baru agar orang-orang yang disapa tersebut dapat mengenal kita — mengetahui bahwa setidaknya sekarang kami menjadi bagian dari FK Unila — sehingga memberikan kemudahan untuk mahasiswa di kemudian harinya. Namun, beberapa oknum tentu saja menyepelekan aturan ini sehingga tentu berdasarkan opini pribadi, oknum-oknum tersebut tidak memahami esensi akan sapaan dan teguran yang sekaligus meningkatkan rasa peduli terhadap sesama.

4. Pancasila hadir di dalam bangsa dan negara sebagai hakikat yang utuh akan nilai-nikai terbaik yang dipunyanya. Sebagai cara berpikir bangsa yang secara tidak langsung membantu masyrakat untuk tumbuh berkembang menadi lebih baik daripada sebelumnya. Masyarakat pun begitu, memiliki peranan sebagai the agent of change dari perubahan zaman dan teknologi yang ada sehingga mampu menjadi pondasi yang utuh bagi berdirinya bangsa Indonesia. Hadirnya hakikat pancasila sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari 5 nilai utama — ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan — seharusnya mampu menjadi patokan dari paradigma berpikir masyarakat. Hal ini dapat menjadi kekuatan utama, mimpi, bahkan pedoman yang kuat untuk dijalankan masyarakat khususnya generasi emas Indonesia nanti.
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Rangkuman Materi Kuliah Umum Stadium Generale

Pemateri: Dr. Moh. Bahrudin, M.A
Judul: Spirit Moderasi Beragama
Isi:

Dalam konferensi WCRP, Kyoto tahun 1970 membahas tentang nilai moderasi dalam agama. Alasan mengapa harus ada moderasi agama tidak lain adalah sebagai bentuk modal hidup antarumat beragama. Pengertian dari moderasi agama sendiri adalah cara pandang, sikap, sekaligus perilaku yang seimbang antara agama pribadi dan penghormatan keyakinan orang lain.

Moderasi dalam beragama mencakup:
(1) Moderasi dalam berkeyakinan
(2) Terbuka pintu rukhsah atau keringanan
(3) Bersikap moderat dalam berperilaku dan membelanjakan harta
(4) serta, rutin menjalankan ajaran agama walau sedikit

3 Pilar dalam Moderasi Agama:
Pemikiran, perbuatan, dan gerakan

Indikator Moderat:
-Acknowledge: penghormatan akan keberadaan agama lain di negara kita
- Value: Menjunjung tinggi nikai keagamaan
- Celebrate: Menikmati keberagaman yang ada
- Learn: Belajar dari sejarah dan masa lalu
- Respect: Mengapresiasi segala bentuk kontribusi kelompok agama
-Tolerate: Tidak condong atau bersikao tidak adil pada agama lain

Hambatan dan Solusi Global Eksklusivisme
> Blind Obedience
> Intolerance
> Racion

Pemateri: Prof. Dr. Ainul Gani, S.H., S.Ag., M.Ag.
Judul: Penguatan Karakter melalui Pendidikan Spiritual
Isi:

Manusia tersusun dari unsur-unsur yang diantaranya adalah jasad, hati, ruh, dan nafsu. Sedangkan di hari akhir terdapat empat perkara yang akan dipertanyakan, yaitu umur, hari, tubuh, dan ilmu. sejatinya sebagai generasi muda kita harus memiliki motivasi untuk menjadi penerus generasi bangsa sebelumnya. Hal ini menjadi tanggung jawab masyarakat khususnya mahasiswa sebagai the agent of change bagi bangsa Indonesia.

Pemateri: Dr. Khairul Basri, M.Pd.
Judul: Membangun Karakter Kebangsaan
Isi:

sebagai generasi penerus masyarakat, membangun karakter kebangsaan merupakan kewajiban yang bersifat mutlak dan menyeluruh. Hal ini dapat terjadi karena nilai-nilai seperti nasionalisme, sejarah, dan ideologi-ideologi terkait dapat dengan mudah terpengaruh oleh berbagai macam faktor sehingga dibutuhkan kesadaran untuk membangun karakter kebangsaan.

Akan tetapi, Indonesia memiliki alat pemersatu yang dapat menjadi solusi apabila diterapkan secara proaktif oleh masyarakat: Pancasila dan UUD’45

berikut merupakan ancaman ideologi kepada warga negara Indonesia:
1. warga negara dapat terancam apabila bertindak sendiri tanpa adanya kehadiran Pancasila atau kearifan lokal.
2. Pancasila ada, namun tidak dijadikan sebagai pandangan hidup berbangsa dan hanya hadir sebagai bentuk teori untuk dipelajari.
3. menggunakan kesempatan waktu dan tenaga yang digunakan untuk mengganti nilai ideologi bangsa.
4. tidak adanya penanaman nilai Pancasila sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga ataupun yang lainnya.