Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121
Analisis Jurnal Pertemuan 12 (Pancasila Sebagai Sistem Etika-2):
Disini saya setuju dengan argumen penulis yang mengatakan bahwa pers dan media massa merupakan kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat dalam rangka mencegah terjadinya kejahatan. Pertama-tama saya akan menjelaskan pendapat saya mengapa Pancasila saya anggap penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia yang jujur dan mertabat. Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia karena pada dasarnya Pancasila sendiri merupakan jati diri bangsa Indonesia. Semua tindakan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia harus didasarkan pada Pancasila, karena itulah penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu faktor penentu dalam mencegah kejahatan yang terjadi di Indonesia. Menurut Notonagoro nilai Pancasila dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu nilai materiil (segala sesuatu yang berguna bagi manusia), nilai vital (panduan dalam beraktivitas), nilai kerohanian (berguna bagi rohani manusia).
Dalam hal ini pers melalui sarana media massa memiliki beberapa peran yaitu sebagai media komuniskasi, edukasi, hiburan dan yang paling utama adalah kontrol sosial. Pers dapat mengedukasi masyarakat mengenai jenis-jenis kasus kejahatan. Masyarakat awam yang sebelumnya tidak mengetahui suatu bentuk kejahatan maka dengan adanya media massa mereka menjadi lebih mengetahui bentuk-bentuk kejahatan tersebut sehingga menjadi lebih waspada dan menjauhi tindakan yang dpat melanggar hukum tersebut. Media massa juga cenderung meliput kasus-kasus yang dibawa ke pengadilan hingga fase penjatuhan hukuman. Dengan adanya informasi mengenai hukuman terhadap tindakan kejahatan tersebut terutama hukum yang berat maka para pelaku kriminal akan berpikir 2 kali dalam melancarkan aksinya sehingga angka tindak kriminal dapat ditekan. Contohnya saja kasus pembunuhan berencana dapat dijatuhi hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati. Hal ini tentu akan menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa tindakan kejahatan tersebut pada hakikatnya akan merugikan dirinya sendiri. Hal itulah yang menjadi salah satu contoh pers sebagai kontrol sosial.
Media massa juga banyak menampilkan nilai-nilai perjuangan pahlawan dan sejarah kemerdekaan Indoensia, terutama pada hari-hari besar seperti ada tanggal 17 Agustus. Hal ini tentu dapat menjadi edukasi bagi masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila seperti yang telah dilakukan para pendiri bangsa dan meneruskan perjuangannya. Dengan adanya edukasi oleh media massa maka generasi muda akan lebih memahami mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Apabila masyarakat Indonesia telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila tentu angka kejahatan yang terjadi di Indonesia dapat ditekan karena pada hakikatnya nilai-nilai Pancasila semuanya mengandung nilai-nilai yang mengarahkan pada kebaikan, terutama kebaikan bagi seluruh bangsa Indonesia.
NPM: 2218011121
Analisis Jurnal Pertemuan 12 (Pancasila Sebagai Sistem Etika-2):
Disini saya setuju dengan argumen penulis yang mengatakan bahwa pers dan media massa merupakan kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat dalam rangka mencegah terjadinya kejahatan. Pertama-tama saya akan menjelaskan pendapat saya mengapa Pancasila saya anggap penting dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia yang jujur dan mertabat. Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia karena pada dasarnya Pancasila sendiri merupakan jati diri bangsa Indonesia. Semua tindakan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia harus didasarkan pada Pancasila, karena itulah penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu faktor penentu dalam mencegah kejahatan yang terjadi di Indonesia. Menurut Notonagoro nilai Pancasila dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu nilai materiil (segala sesuatu yang berguna bagi manusia), nilai vital (panduan dalam beraktivitas), nilai kerohanian (berguna bagi rohani manusia).
Dalam hal ini pers melalui sarana media massa memiliki beberapa peran yaitu sebagai media komuniskasi, edukasi, hiburan dan yang paling utama adalah kontrol sosial. Pers dapat mengedukasi masyarakat mengenai jenis-jenis kasus kejahatan. Masyarakat awam yang sebelumnya tidak mengetahui suatu bentuk kejahatan maka dengan adanya media massa mereka menjadi lebih mengetahui bentuk-bentuk kejahatan tersebut sehingga menjadi lebih waspada dan menjauhi tindakan yang dpat melanggar hukum tersebut. Media massa juga cenderung meliput kasus-kasus yang dibawa ke pengadilan hingga fase penjatuhan hukuman. Dengan adanya informasi mengenai hukuman terhadap tindakan kejahatan tersebut terutama hukum yang berat maka para pelaku kriminal akan berpikir 2 kali dalam melancarkan aksinya sehingga angka tindak kriminal dapat ditekan. Contohnya saja kasus pembunuhan berencana dapat dijatuhi hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati. Hal ini tentu akan menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa tindakan kejahatan tersebut pada hakikatnya akan merugikan dirinya sendiri. Hal itulah yang menjadi salah satu contoh pers sebagai kontrol sosial.
Media massa juga banyak menampilkan nilai-nilai perjuangan pahlawan dan sejarah kemerdekaan Indoensia, terutama pada hari-hari besar seperti ada tanggal 17 Agustus. Hal ini tentu dapat menjadi edukasi bagi masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila seperti yang telah dilakukan para pendiri bangsa dan meneruskan perjuangannya. Dengan adanya edukasi oleh media massa maka generasi muda akan lebih memahami mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Apabila masyarakat Indonesia telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila tentu angka kejahatan yang terjadi di Indonesia dapat ditekan karena pada hakikatnya nilai-nilai Pancasila semuanya mengandung nilai-nilai yang mengarahkan pada kebaikan, terutama kebaikan bagi seluruh bangsa Indonesia.