Posts made by M. Frans Surya Pradana

Nama : M. Frans Surya Pradana
NPM   : 2218011063

ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 14

IDENTITAS JURNAL
Judul                : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Jenis jurnal     : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
Volume            : 4
Nomor             : 2
Halaman          : 213-222
Nama Penulis : Ika Setyorini
Tahun terbit    : 2018

ABSTRAK
Abstrak pada jurnal ini menjelaskan bahwa dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan terknologi tetaplah harus berdasarkan dengan kelima nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan pancasila merupakan suatu ideologi yang mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara termasuk perkembangan iptek. Maka dari itu diharapkan Pancasila dapat menjadi rambu normatif oleh bangsa indoensia dalam perkembangan iptek.

PENDAHULUAN
Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Itulah mengapa Pancasila harus menjadi suatu ideologi yang mempunyai kekuatan hukum. Cara agar dapat mengikat hukum maka diperlukan norma-norma hukum yang sudah disepakati oleh bangsa Indonesia yang dilandaskan dengan moral yang baik. Hukum yang telah dibuat dapat menjadi pedoman kita sebagai masyarakat untuk menaatinya agar terjadi ketertiban sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Termasuk dalam perkembangan iptek, tetap harus diatur dalam peraturan agar tidak melanggar norma-norma dan nilai Pancasila. Apabila tidak terdapat hukum pada iptek, hal itu akan membuat kekacauan dan tingkat kejahatan meningkat. Contohnya pencurian data, penipuan, dan masih banyak lagi. Itulah mengapa perlunya Pancasila memiliki kekuatan hukum.

ISI
niali-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :

(i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak mencakup cita-cita, tujuan dan 
     tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers
(ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu
(iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu

Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sila-sila Pancasila yang harus menjadi sumber nilai, kerangka pikir, dan asas moral bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

PENUTUP
Pentingnya pancasila sebagai landasan nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, diharapkan dapat dipegang teguh pada dasar dan akar perkembangan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menyimpang dari nilai-nilai bangsa Indonesia yang telah ada sejak dulu.

Nama : M. Frans Surya Pradana
NPM   : 2218011063

IDENTITAS JURNAL
Judul                      : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian                                              Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan                                                Teknologi
Jenis jurnal           : Jurnal Pendidikan
Volume                  : 12
Nomor                   : 1 (2018)
Halaman               : 32-41
Tahun Penerbit    : ISSN 1858-4497
Nama Penulis      : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim

ABSTRAK 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak mata kuliah pengembangan kepribadian pancasila terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden penelitian ini secara umum memiliki perkembangan kepribadian Pancasila yang baik. Generasi muda peserta didik wajib melestarikan kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negara, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memajukan pembangunan negara.

PENDAHULUAN 
Di era globalisasi, banyak aspek telah mengalami perkembangan yang signifikan. Dalam interaksi dan komunikasi di tingkat global, ruang menjadi semakin sempit dan waktu semakin singkat. Globalisasi terjadi di segala bidang kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam globalisasi. akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi.

ISI

MATERI DAN METODE :
Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013):

(1) Dasar Filosofis, berada diatara dua kutub ideologi yang saling bertentangan dan akhirnya lahirlah pancasila yang merupakan ideologi yang dapat melepaskan dari kedua ideologi besar dengan mengambil poin poin positif dari kedua ideologi yang saling berlawanan tersebut
(2) Dasar Sosiologis, ideologi Pancasila sebagai penyatu perbedaan
(3) Dasar Yuridis, Pancasila sebagai norma dasar negara dan NKRI pada yang tertuang pada pembukaan UUD NRI 1945

Sikap
dalam buku Notoadmodjo (2003, p.29) mengemukakan bahwa sikap adalah “A syndrome of response consistency with regard to social objects”. Artinya sikap adalah sekumpulan respon yang konsisten terhadap obyek sosial.

Ciri-ciri Sikap
Sikap dibentuk, dipelajari, atau diubah secara konstan dalam kaitannya dengan objek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. Objek pengaturan spesifik, tetapi juga bisa menjadi kumpulan dari mereka. Sikap memiliki sisi motivasional dan sisi emosional, dan merupakan sifat alami yang mencirikan sikap, keterampilan, dan pengetahuan orang.

Tingkatan Sikap
(1) Menerima (receiving)
(2) Merespon (responding)
(3) Menghargai (valuing)
(4) Bertanggung jawab (responsible)

Fungsi Sikap
(1) Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat
(2) Fungsi pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya.
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
(4) Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sementara itu, pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah). Sedangkan teknologi mempunyai arti kemampuan manusia (masyarakat) untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan alam guna kepentingan hidupnya. Dalam memanfaatkan kekuatan alam tersebut dilakukan dengan menciptakan alat-alat.

PENUTUP

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden penelitian ini secara umum memiliki perkembangan kepribadian pancasila yang baik dalam perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tercermin dari indikator hasil survei yang berjumlah lebih dari 80 poin. Siswa diharapkan mampu menjaga skor ini dengan menyaring semua pengetahuan, ideologi dan budaya asing yang masuk ke dalam diri kita, bangsa dan negara.


Nama : M. Frans Surya Pradana
NPM   : 2218011063

TUGAS ANALISIS VIDEO

Dalam hubungan antara Pancasila dan iptek Pertama tama kita harus tau apa si iptek itu ? Jadi iptek adalah suatu karya manusia yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia, iptek dapat berdampak positif maupun negative tergantung siapa yang menggunakan, tujuan, dan kepentingannya. Maka dari itu diperlukannya Pancasila sebagai rumusan dan pedoman kehidupan bangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam hal ini Pancasila merupakan pedoman kehidupan bangsa indoensia dalam memanfaatkan iptek.

Nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila sangatlah berguna dalam perkembangan iptek karena perkembangannya yang sangat cepat di masa yang akan datang, nilai-nilai yang dimaksud antara lain

Nilai ketuhanan yang maha esa dengan tujuan selalu meningat bahwa tuhan adalah pencipta dan sebagai manusia agar tidak sombong jika memiliki ilmu bahkan sampai menjadi atheis, selain itu iptek harus bisa dipertimbangkan apakah merugikan manusia dan lingkungan disekitarnya atau tidak.

Kedua adalah nilai kemanusiaan yang adil dan beradap, menjelaskan bahwa dalam perkembangan dan penciptaaan iptek, manusia harus tetap berada dalam garis norma, moral dan etika.

Ketiga adalah persatuan Indonesia, perkembangan iptek diharapkan dapat menjadi suatu perekat persatuan, nasionalisme, serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.
 
Keempat adalah nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, artinya dalam mengembangkan iptek ada kebebasan secara demokratis akan tetapi bebas dalam artian tidak keblabasan, maksudnya adalah iptek tetap harus bisa menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan terbuka jika dikritik dan dibandingkan dengan penemuan lainnya.

Kelima adalah sila keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia, perkembangan iptek diharapkan dapat menjaga keseimbangan keadilan kehidupan kemanusiaan, baik dengan dirinya sendiri, tuhan, manusia lain, bangsa, dan negara serta alam lingkungannya.
Nama : M. Frans Surya Pradana
NPM   : 2218011063
Analisis soal 2

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Jawab :
Saat ini banyak dari masyarakat tidak mempercayai pegawai pemerintahan yang terutama bekerja dalam birokrasi negara. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Charta Politika pada Agustus lalu menunjukkan ketidakpuasan publik meningkat tajam dari angka 21 persen pada bulan Maret menjadi 34 persen. masyarakat secara umum berpikir bahwa pemerintahan yang dijalankan para ASN merupakan birokrasi berbelit, bertingkat, dan menghambat proses kemajuan pembangunan bangsa. Selain itu banyak dari politikus saat ini yang melakukan tindakan korupsi tentu membuat tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia kepada politikus dan pegawai pemerintahan semakin menurun. Selain korupsi, perilaku kolusi dan nepotisme saat ini juga masih sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, tentu hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Aparatur pelayanan publik memiliki kewajiban dalam memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan publik ini, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pada pasal 1 ayat . Sila-sila dalam pancasila perlu diinternalisasikan ke dalam sendi-sendi pelayanan publik. Hal ini penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang sesuai dengan paradigma New Public Services. Nilai-nilai dari sila dalam pancasila tersebut idealnya dapat dihayati oleh setiap aparatur pelayan publik. Nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dapat diimplementasikan dalam setiap kegiatan seorang aparatur publik, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai pemerintah lainnya, dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini akan terbentuk melalui sebuah kebiasaan atau habit yang lama kelamaan akan menjadi sebuah budaya organisasi publik. Dengan demikian, maka akan dapat terpenuhi prinsip-prinsip dalam paradigma New Public Services, seperti keadilan, kesetaraan, responsivitas, dan lain sebagainya.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Jawab :
Sebagian pemuda yang terdapat di tempat tinggal saya saat ini banyak yang belum menerapkan nilai-nilai Pancasila dan mencerminkan etika yang dianut oleh bangsa Indonesia, masih banyak pemuda yang ada di sekitar saya yang suka berkata kasar dan juga tidak menghormati orang yang lebih tua tentu hal itu sangat kontradiksi dengan nilai nilai Pancasila, menurut saya hal itu dapat terjadi salah satu factor terbesarnya adalah factor lingkungan. Saat ini banyak anak anak kecil yang suka bermain gadget tanpa pengawasan orang tua sehingga mereka akan lebih tinggi berkesempatan bertemu dengan orang orang diluar sana yang memiliki moral dan etika yang buruk, anak- anak tersebut biasanya akan menirukan perilaku buruk tersebut dan dapat menjadi sebuah kebiasaan hingga terbawa sampai dewasa. Salah satu cara untuk mendidik generasi muda agar memiliki etika dan moral yang baik adalah melalui pedidikan kewarganegaraan sejak dini, dan beri pengawasan dari lingkungan dan sosial tempat anak tersebut bermain serta keluarga yang mendukung.