གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Devya Aulia

Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055

Dalam bidang hukum pidana, media massa merupakan pendukung kebijakan perundang-undangan pidana, yang berperan dalam pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat dianjurkan karena kebijakan peradilan pidana tidak selalu menjadi alat utama untuk pencegahan kejahatan. Namun, peran ini harus dipadukan dengan pengalaman nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri setiap masyarakat Indonesia. Hukum diperiksa menurut prinsip-prinsipnya, yang diterjemahkan dari undang-undang, tindakan normatif yang terkait dengan media massa. Norma-norma yang terkait dengan media massa disandingkan dengan prinsip dan doktrin yang terkait dengan kontrol sosial media massa, yang kemudian dianalisis berdasarkan pengenalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Sehubungan dengan pengaruh era digital bagi keutuhan bangsa Indonesia, sebaiknya dapat menarasikan persatuan, keadilan, dan hal-hal baik dari nilai-nilai Pancasila pada jejaring sosial yang berkembang saat ini. Sehingga perkembangan media sosial yang telah menguasai hajat hidup orang banyak tersebut tetap dapat dijadikan sarana bagi kesejahteraan dan kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian lakukan check and recheck informasi yang diterima. Semua informasi yang tersaji di media sosial itu dipastikan dulu sumber dan kebenaran sumbernya. Jangan sampai hal yang diteruskan dari informasi tersebut justru berupa hoaks dan hal yang merusak. Tetapi di lingkungan masyarakat Indonesia pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia masih belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Seharusnya berita yang datang harus diteliti kembali sebelum dipercaya. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai materiil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Pengamalan jiwa Pancasila yang masih kurang ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan. Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Soal

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Jawab :
Di tengah pandemi covid-19 membuat Indonesia mengambil keputusan untuk memberlakukan prinsip social distancing dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus yang juga berlaku terhadap kebijakan pendidikan di Indonesia, dengan ini pendidikan di Indonesia juga mengalami perubahan sistem pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya yakni pembalajaran di laksanakan secara daring/online. Kendati demikian proses pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran dan model pembelajaran yang variatif, tidaklah berjalan dengan baik dan sesuai apa yang diharapan. Karena tidak bisa dipungkiri pula bahwa keberhasilan pembelajaran juga tergantung dari karakteristik peserta didiknya.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan sistem online tersebut tidak terlepas dari persoalan kesiapan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar dengan sistem online mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi, seperti kesiapan teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia dan fasilitas pendukung. Begitupun dengan permasalahan akses internet dan jaringan. Mulai dari instansi pendidikan, pemerintah daerah maupun pusat, pengajar dan orang tua, untuk menyediakan layanan akses internet yang memadai agar proses pembelajaran online berjalan dengan maksimal. Karena sebagus apapun flatform pembelajaran online, namun tanpa didukung dengan jaringan internet, dampaknya tentu kurang optimal.

Kemudian dampak yang dihadapi orang tua yaitu kendala adanya penambahan biaya pembelian kuot a internet bertambah, teknologi online memerlukan koneksi jaringan ke internet dan kuota oleh karena itu tingkat penggunaaan kuota internet akan bertambah dan akan menambah beban pengeluaran orang tua. Dampak yang dirasakan guru yaitu tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran, beberapa guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online dan perlu pendampingan serta pelatihan terlebih dahulu. Jadi, dukungan dan kerjasama orang tua demi keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan. Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan lancar.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab :
Di tengah pandemi covid-19 untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila dapat dimulai dari hal terpenting dan harus disegerakan yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan hal utama dan harus terus menerus dikuatkan kepada peserta didik agar pondasi-pondasi yang sudah dibangun pada masa sebelum pandemi semakin kokoh. Kondisi darurat ini harus juga dimanfaatkan dengan baik oleh guru sehingga nilai nilai Pancasila tetap dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru harus memperhatikan tentang materi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang hendaknya berkaitan pada implementasi nilai-nilai karakter yang mencerminkan sikap perwujudan dari nilai-nilai setiap sila Pancasila. Pentingnya penguatan nilai-nilai pancasila di masa pandemi diterapkan lebih baik dan lebih kuat lagi, agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang baik, santun, bertanggung jawab serta mencerminkan profil pelajar pancasila.
Sementara itu, peran orang tua sebagai guru di rumah adalah dengan memahami setiap langkah pembelajaran yang diberikan sehingga dapat membantu mengarahkan dalam mengembangkan nilai-nilai positif yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab :
Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais di sekitar lingkungan rumah adalah jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, dan gotong royong, contohnya gotong royong membersihkan selokan di pinggir jalan.
Menurut saya mengenai contoh kasus tersebut yaitu karakter bangsa tertanam kuat yang dimaknai sebagai ciri-ciri kepribadian yang relatif tetap, gaya hidup yang khas, cara pikir, bersikap, dan berperilaku yang sesuai nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia yang dijiwai nilai-nilai Pancasila.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawab :

Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keniscayaan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan warganegara terhadap Pancasila tetap tinggi. Di lain pihak, apatisme dan resistensi terhadap Pancasila bisa diminimalisir.Substansi dari adanya dinamika dalam aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan praksis adalah selalu terjadinya perubahan dan pembaharuan dalam mentransformasikan nilai Pancasila ke dalam norma dan praktik hidup dengan menjaga konsistensi, relevansi, dan kontekstualisasinya.
Hakikat pancasila merupakan hal-hal yang terkandung dalam setiap nilai yang ada pada Pancasila dan dijadikan acuan bagi masyarakat Indonesia dalam berperilaku di setiap harinya, acuan paradigma berpikir, dan bersikap. Maksud dari paradigma berpikir adalah Pancasila dijadikan sebagai kerangka acuan dalam berpikir dan sebagai landasan bagi masyarakat Indonesia dalam berpikir. Pancasila juga harus dijadikan acuan dalam bersikap dan perperilaku atau bertindak.
Ketika warga telah mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar atas perilaku dalam kehidupan bernegara, akan terciptanya kerukunan dalam lingkup masyarakat karena semua berperilaku dengan acuan berpikir yang sama dalam melakukan tindak perilaku tersebut.
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Jurnal : FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya.

Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Sedangkan filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila fungsi Pancasila dihubungkan dengan sistem pendidikan yang ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.

Jadi, Pancasila merupakan falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
STUDIUM GENERAL


Pemateri 1: Dr. Mohammad Bahruddin, M.A
Judul : Spirit Moderasi Beragama

Moderat dan Peduli : salah satu perilaku moderat adalah contohnya dengan menghargai kerukunan antar umat beragama. Perdamaian agama tidak akan terjadi tanpa adanya kerukunan antarsesama umat beragama.

Rukun artinya kemajemukan, keberagaman, pluralistas, yang merupakan sunnatullah atau hukum alam yang tidak ada satupun diantara kita yang bisa menolak. Karena Tuhan yang telah menciptakan atau menghendaki kemajemukan itu.

Moderasi bergama merupakan ruh dan spirit dari umat beragama karna sifat moderasi bergama dan kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional.

A. Pengertian Moderasi Beragama
Moderasi beragama dipahami sebagai pilihan untuk memiliki cara pandang, sikap dan perilaku di tengah-tengah, adil dan seimbang, termasuk seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif).


B. Pilar Moderasi Beragama
Moderasi sering dijabarkan melalui tiga pilar, yaitu :
• Moderasi pemikiran
• Moderasi gerakan
• Moderasi perbuatan

C. Moderasi Beragama dalam Berbagai Bidang
1. Moderasi dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu Rukhsah (keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam perilaku
5. Moderat dalam membelanjakan harta


D. Hambatan dan Solusi pada Global Ethic
• Eksklusivisme
- Blind obedience
- Intolerance
- Racism
• Inklusivisme

E. Indikator Moderat
• Acknowledge : menghormati kehadiran agama lain di negara kita
• Celebrate : menikmati keberagaman yang disumbangkan setiap agama
• Value : menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama
• Learn : belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu
• Respect : mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama
• Tolerate : memberikan hak yang sama kepada agama lain



Pemateri 2 : Prof. Dr. H. Ainul Gani, M. Ag.
Penguatan Karakter melalui Pendidikan Spiritual


Kondisi generasi muda pada saat Ini sangat mengkhawatirkan dimulai dari kasus tawuran antarpelajar, kasus kekerasan, perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja, kasus narkoba, dan seks bebas.

Generasi muda adalah harapan dan penerus bangsa. Maka, solusi yang tepat untuk mengatasi kondisi generasi muda saat ini adalah dengan menerapkan dan menginternalisasikan pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual (tarbiyah ruhiyyah) merupakan nutrisi bergizi tinggi yang sangat dibutuhkan oleh manusia sehat agar tidak menjauh dari hidayah Allah SWT.

Pengamatan menunjukkan bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang dapat me-manage waktu. Tetapi kita perlu hidup dengan seimbang, artinya kehidupan akhirat dan di dunia harus seimbang. Berikut perkara-perkara yang akan ditanyakan di hari akhir antara lain adalah umur, ilmu, harta dan tubuh.

Jadi kesimpulannya adalah :
• Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik
• Mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain sukses
• Orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya
• Orang yang paling bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain Bahagia


Pemateri 3 : Dr. Sairul Basri, M.Pd.
Membangun Karakter Kebangsaan


Negarawan adalah seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa jeyatab yang berwibawa yang taat menyusun arah negara kedepan untuk kemajuan bangsa.

Ancaman negara yang sedang melanda bangsa saat ini contohnya di bidang ekonomi, pornografi, radikalisme dan terorisme, ligeslasi, bencana alam, politik, narkoba, teknologi. Sikap kebangsaan diperlukan karena negara layaknya seperti makhluk hidup, maka perlu dilindungi dari HTAG (hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan).

Doktrin nilai nasionalisme yang ber-Pancasila:
- Mencintai tanah air
- Yakin Pancasila sebagai ideologi negara
- Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
- Sadar berbangsa dan bernegara

Indonesia bukan negara Islam, Indonesia bukan negara liberal dan Indonesia bukan negara sekuler tapi Indonesia adalah negara yang menjunjung nilai-nilai kesatuan.

Alat pemersatu sebagai ideologi berbangsa yaitu :
Pancasila, UUD I945 》Bhinneka Tunggal Ika 》NKRI

Ideologi terancam apabila warga negara:
1. Bertindak sendiri tanpa dengan kearifan lokal (karena Pancasila diambil dari kearifan lokal)
2. Tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh warga negara Indonesia
3. Pancasila hanya sebatas slogan saja, tetapi tidak dijadikan pandangan hidup berbangsa
4. Berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa (merupakan resiko tertinggi)
5. Melemahkan Kebhinnekaan


Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Tidak mudah percaya dengan hal-hal baru
- Laporkan dengan aparat terkait hal-hal yang mencurigakan
- Jangan mudah meniru budaya baru/asing
- Mendekatkan diri kepada Tuhan
- Menghormati orang tua dan guru
- Berusaha menjadi orang yang baik dan benar