Kiriman dibuat oleh Arwajauza Muhammad Bayzoni 2218011171

ANALISIS JURNAL
Nama : Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM : 2218011171

IDENTITAS JURNAL
1. Judul Jurnal : Filsafat Pancasila Dalam Pendidikan Di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter
2. Tahun Terbit: 2019
3. Nomor : 2 2019
4. Volume : 2
5. Penulis : Yoga Putra Semadi

ISI
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya
memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia bangsa Indonesia. Pancasila menggambarkan tentang cara berkehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Hubungan antara filsafat dan pancasila ialah pandangan hidup yang ditinjau dari filsafat pendidikan. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang suatu pendidikan . Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia .

Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Disini Sila-sila Pancasila mencerminkan bagaimana seharusnya pendidikan harus dihayati dan diamalkan menurut sila-sila dalam Pancasila.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia.

teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan:
1. Empirisme, yaitu bahwa hasil pendidikan dan perkembangan itu bergantung pada pengalaman
yang diperoleh anak didik selama hidpnya.
2. Nativisme, mengenai teori yang dianut oleh Schopenhauer yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan
pembawan baik dan pembawan yang buruk.
3. Naturalisme, yaitu dipelopori oleh J.J Rousseau, ia berpendapat bahwa semua anak yang baru
lahir mempunyai pembawaan yang baik, tidak seorang anak pun lahir dengan pembawaan
buruk.
4. Konvergensi, yaitu dipelopori oleh William Stern, yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan
pembawaan baik dan buruk.

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
1. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral,
yakni mengakui manusia seutuhnya. 2. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis.
3. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia,
maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius.
NAMA = Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM = 2218011171

A. spirit moderasi beragama
oleh Dr. Mohammad Bahrudin, M.A
1. Konferensi WCRP, Kyoto, 1970
- no peace among the nations without peace among the religions
- no peace among the religions without dialogue among the religions
- no dialogue among the religions without a consensus on shared ethical values, a global ethic
- no new world order without a global ethic.
2. Moderasi beragama merupakan soul/ ruh kerukunan umat bergama dan kerukunan umat bergama merupakan pilar kerukunan nasional.
3. Pilar moderasi beragama
Moderasi sering dijabarkan melalui 3 pilar yaitu pemikiran, gerakan, dan perbuatan.
4. Moderasi beragama dalam berbagai bidang
-moderasi dalam keyakinan
- terbukanya pintu keringanan
- rutin menjalankan ajaran agama
- moderat dalam perilaku
- moderat dalam membelanjakan harta
5. Hambatan dan solusi pada global ethic
-Eksklusivisme = bind obedience, intolerance, racism
- inklusifisme
6. Indikator moderat
Aknowledge, celebrate, value, learn, and respect.

B. Materi kedua = penguatan karakter religius
Prof. Dr. Ainul Gani, S.Ag., SH., M.Ag
Data komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) ada 17 kasus kekerasan yang melibatkan peserta didik dan guru tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Hal ini didukung pula dari data yang dirilis polres kota Bogor terjadi peningkatan jumlah tawuran pelajar meski sedang pandemi covid 19.
Pelaksana tugas kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional di Jakarta, menjelaskan selain narkoba dan HIV/AIDS, seks bebas kini menjadi masalah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar. 26,7 persen dari total penduduk.
4 perkara yang akan ditanyakan di hari akhir = umur, ilmu , harta, tubuh.

-Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik.
- mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain suskes
-orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya
- orang yang paling bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain bahagia.

Genarasi Muda Saat ini Menyikapi pertanyaan ini, data pusat pengendalian sosial: 0,08 %
pengajar SMP, SMA terlibat tauntan don beberapa meninggal dunia
Data KPAI : 17 kasus kakerasan yang melibatkan
dibawah umur sedangkan
kohamian di usia remaja pun manunjunkan 29/ remaja skrng mongalami kelahiran di seluruh dunia seks bebas. masih menjadi masalah utama remaja selain norkoba dan Allos
Padahal Generasi Muda adalah Penerus Bangsa ?
4 Remaja harus punya motivasi untuk tumbuh sabagai harapan den penerus bangsa :
Solusi:
* perlu diterapkan Pendidikan Spiritual
H Pendidikan spritual
* Perting, Schoagai vitamin tubuh menyertai 4 unsur dalam manosta (unsur badan, Unsur roh Unsur Nafsu)


C. Pemateri ketiga = penguatan karakter kebangsaan
Dr. Sairul Basri, M.pd.
Negarawan adalah seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang beribawa.
Mengapa perlu sikap kebangsaan = marena negara layaknya seperti mahluk hidup. Maka perlu dilindungi dari HTAG.
Alat pemersatu sebagai ideologi beebangsa = pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal ika.

Ideologi terancam apabila warga negara
- bertindak sendiri tanpa dengan karifan lokal (karena pancasila diambil dari KL)
-tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh warga negara
- pancasila hanya sebagai slogan saja, teori, dan tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
- berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa
- melemahkan kebhinekaanbagaimana kondisi