Posts made by Arwajauza Muhammad Bayzoni 2218011171

Nama : Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM: 2218011171

Analisis Jurnal "URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK" oleh Ika Setyorini (2018)

Jurnal menjelaskan bagaimana pentingnya penerapan dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK. Pengembangan IPTEK merupakan sesuatu yang tidak dapat dihentikan sebab bersifat terus berkembang. Dengan adanya perkembangan IPTEK, seluruh masyarakat dunia menjadi terkoneksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Hal ini menyebabkan masuknya budaya-budaya atau nilai-nilai dari negara asing ke suatu bangsa, tidak terkecuali di Indonesia. Pengembangan IPTEK yang terus menerus terjadi menyebabkan adanya perubahan pola pikir dan perilaku dalam masyarakat. Tidak jarang, budaya-budaya yang diserap yang mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat merupakan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan karakter bangsa Indonesia, yang dapat pula dikategorikan sebagai dampak negatif. Untuk membentengi hal tersebut, diperlukan adanya sebuah pedoman atau acuan yang pasti, yang tepat untuk karakteristik bangsa kita yang plural, dan yang dapat mencakup tujuan bersama, yakni Pancasila.

Pancasila sudah ditetapkan dan diyakini sebagai "the way of life" bangsa Indonesia. Hal tersebut menjadikan Pancasila sebagai acuan atau pandangan hidup untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan Pancasila, kita dapat menyaring paparan budaya yang datang kepada kita seiring perkembangan IPTEK. Pancasila dalam pengembangan IPTEK berposisi sebagai sebuah sistem etika, yang juga merupakan sumber nilai, patokan cara berpikir, hingga asas moralitas. Melalui sila pertama Pancasila, masyarakat diminta untuk bersikap rasional terhadap pengembangan IPTEK. Pengembangan IPTEK harus tetap menghormati kebebasan beragama dan keyakinan religius masyarakat. Kemudian, melalui sila kedua, Pancasila memberikan nilai-nilai moralitas dalam pengembangan IPTEK agar senantiasa bertujuan untuk pengembangan kualitas hidup manusia dan kesejahteraan bersama. Melalui sila ketiga, adanya pengembangan IPTEK, seharusnya tidak melunturkan jiwa nasionalisme tiap individu. Justru, dengan adanya pengembangan IPTEK, masyarakat dapat mengembangkan jiwa solidaritasnya untuk menjalin persatuan yang bertujuan untuk memperkokoh pembangunan dan identitas nasional. Selanjutnya, melalui sila keempat, pengembangan IPTEK dapat didasarkan pada demokrasi, yang memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa melalui pengembangan IPTEK, masyarakat harus tetap saling menghormati dan menghargai, serta pengembangan IPTEK harus bersifat terbuka atas kritik dan saran yang membangun dengan tujuan kemajuan kehidupan manusia (pengembangan IPTEK harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh golongan masyarakat, salah satunya melalui pendidikan). Terakhir, melalui sila kelima, dengan adanya pengembangan IPTEK, keseimbangan keadilan kemanusiaan harus senantiasa terwujud baik untuk manusia sebagai individu, sebagai bagian dari masyarakat/kehidupan sosial, serta sebagai warga negara.

Pengembangan IPTEK sudah seharusnya ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana tertulis sebagai cita-cita bangsa dalam pembukaan UUD 1945. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan hal penting yang menjadi dasar etika dan pandangan hidup dalam pengembangan IPTEK.
Nama : Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM : 2218011171

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab:

Pembangunan politik hukum melalui Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan etika politik yang dibangun oleh para elite politik adalah suatu keharusan untuk memberikan sebuah gambaran besar untuk menghadapi persoalan bangsa saat ini.

Etika politik mempunyai tujuan kepada setiap pejabat dan elite politik untuk bersikap jujur, amanah, sportif, siap melayani, berjiwa besar, memiliki keteladanan, rendah hati, dan siap untuk mundur dari jabatan publik apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat. Etika ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang bertatakrama dalam perilaku politik yang toleran, tidak berpura-pura, tidak arogan, jauh dari sikap munafik serta tidak melakukan kebohongan publik, tidak manipulatif dan berbagai tindakan yang tidak terpuji lainnya. Etika politik harus menjadi pedoman utama dengan politik santun, cerdas, dan menempatkan bangsa dan negara di atas kepentingan partai dan golongan.

Sistem etika perilaku politik saat ini bertentangan dengan nilai Pancasila , dapat dilihat dari kurangnya etika berpolitik sebagaimana perilaku politisi sekarang ini merupakan akibat dari ketiadaan pendidikan politik yang memadai. Berbicara mengenai etika berpolitik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus mengakui bahwa saat ini banyak kalangan elite politik cenderung berpolitik dengan melalaikan etika kenegarawanan. Banyak sekali kenyataan bahwa mereka berpolitik dilakukan tanpa rasionalitas, mengedepankan emosi dan kepentingan kelompok, serta tidak mengutamakan kepentingan berbangsa. Saat ini Pancasila hanyalah sebuah slogan yang didengungkan sebagai sebuah pilihan-pilihan para politis kita untuk melegitimasi atau mengukuhkan keberadaan bangsa Indonesia. Hanya sebagai legitimator yang sekali-kali digunakan kala dibutuhkan. Tak pernah benar- benar menjadi pedoman hidup bangsa ini.

Bangsa kita tidak banyak mempunyai guru politik yang baik, yang dapat mengajarkan bagaimana berpolitik tak hanya memperebutkan kekuasaan, namun dengan penghayatan etika serta moral. Pancasila yang diakui sebagai dasar negara, sebagai pedomandan toluk ukur kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia, harus dipahami, dihayati dan diamalkan dalam tata kehidupan berpolitik.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab:

Sebagian besar warga Negara Indonesia, khususnya generasi muda hanya menganggap Pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi Negara semata tanpa memperdulikan makna dan manfaatnya dalam kehidupan. Dapat dilihat sekarang ini banyaknya perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai yang diajarkan Pancasila. Maka dari itu pentingnya memahami Pancasila tidak hanya mengerti namun juga mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi kebiasaan dan akan menjadi karakter bangsa yang terpupuk secara perlahan.

Dengan nilai-nilai pancasila bangsa Indonesia Indonesia memecahkan berbagai masalah yang dihadapi bangsa, termasuk di dalamnya masalah generasi muda. Kompleksnya persoalan yang dihadapi generasi muda di sekitar tempat tinggal saya antara lain masalah pendidikan, masalah memilih sekolah, masalah pekerjaan, masalah memilih jodoh, masalah pergaulan, masalah pengaruh teknologi, masalah minuman keras, masalah narkoba, serta masalah agama dan lain lain. Masalah–masalah ini harus di atasi sebab jika segera teratasi jelas mengancam keberadaan NKRI karena generasi muda adalah generasi pemegang estafet keberlangsungan bangsa dan NKRI. Kokohmya gemerasi muda memiliki dampak pula kokohnya bangsa dan NKRI.

Banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila. Contohnya di sekitar lingkungan tempat tinggal saya tanpa disadari sekarang ini moral para pemuda bangsa indonesia dijajah melalui beredarnya vidio-vidio porno diinternet yang dapat diakses dengan mudah sehingga banyak yang melihat dan bahkan menirukan aksi dari video porno tersebut. Selain itu, model-model pakaian para generasi muda saat ini kebanyakan telah meniru bangsa barat yang dikenal modis dan trend masa kini. Mereka lebih bangga mengenakan pakaian-pakaian tersebut dari pada pakaianasli budaya Indonesia.
Nama : Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM : 2218011171

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu.
Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intemasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Tidak dapat disangkal, bahwa globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif.
Tinjauan Umum Mengenai Media Massa
1. Perkembangan Media Massa di Indonesia
media massa merupakan bagian dari pers, dimana media massa merupakan perantara bagi pers dalam penyiaran berita dengan beberapa bentuk. Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi, media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media
2. Peran Media Massa dalam Kontrol Sosial
media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonom
ANALISIS SOAL
Nama : Arwajauza Muhammad Bayzoni
NPM : 2218011171

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut saya proses Pendidikan ditengah-tengah covid 19 90% tidak efektive dikarenakan pada Pendidikan ditengah covid 19 dilakukan secara daring yaitu secara online baik melalui zoom meeting, google meet maupun classroom. Pada saat daring dilakukan banyak sekali siswa-siswi maupun mahasiswa sekalian yang tidak paham akan materi tersebut karena dibeberapa daerah maupun di kota-kota kecil seperti di kabupaten saya sendiri pembelajaran daring ada waktu saya sma tidak efektive karena kami hanya diberikan tugas melalui gooogle classroom tanpa menjelaskan materi melalui zoom. Mungkin karena keadaan kami di daerah yang mungkin bisa dikatakan tidak memadai untuk melakukan zoom dan akomodasi yang kurang maka hanya dilakukan via google classroom , dan itupun beberapa kali mencoba google meet tetapi memiliki berbagai kendala, mulai dari signal , aplikasinya sendiri dan lain-lain. Pendidikan ditengah-tengah pandemic juga banyak sekali ditemukan siswa-siswi bahkan mahasiswa sekalian Ketika dosennya ataupun gurunya menjelaskan tidak mengerti karena kendala signal yang menyebabkan kami para mahasiswa keluar sendiri dari aplikasi zoom meeting, sehingga kami tertinggal materi. pada covid 19 pun banyak sekali ditemukan siswa-siswa maupun mahasiswa yang tidak memperhatikan dosen ataupun gurunya.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Pemerintah membuat suatu program yaitu Program Merdeka Belajar. Terdapat 8 Prioritas Merdeka Belajar pada tahun 2021, antara lain:
1. Pembiayaan Pendidikan;
2. Digitalisasi Sekolah dan Medium Pembelajaran;
3. Pembinaan Peserta Didik, Prestasi, Talenta, dan Penguatan Karakter;
4. Sekolah Pengguru dan Guru Penggerak;
5. Peningkatan Kualitas Kurikulum dan Asesmen Nasional;
6. Revitalisasi Pendidikan Vokasi;
7. Kampus Merdeka;
8. Pemajuan Kebudayaan dan Bahasa.
Melihat program tersebut yang ditargetkan di tahun ini, menunjukkan pemerintah sangat peduli dan optimis untuk memajukan pendidikan bagi seluruh Masyarakat Indonesia. Pendidikan harus selalu menjadi prioritas karena merupakan salah satu cita-cita Indonesia merdeka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Contoh kasus terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas, yaitu: menerapkan sikap jujur dalam ujian dan absen mata kuliah, disiplin dalam mengerjakan tugas, tidak terlambat masuk kelas, bertanggung jawab atas tugas-tugas yang harus dikerjakan, peduli terhadap teman terutama teman yang sedang kesusahan, santun terhadap dosen, seluruh civitas akademik, staf, dan sesama mahasiswa, tidak merusak lingkungan sekitar, melakukan gotong royong dalam mengerjakan masalah-masalah yang ada, serta tidak melakukan aksi anarkis yang membuat kerusakan dan meresahkan warga sekitar.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Pancasila sebagai dasar negarapun harus menjadikan pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia, demi terwujudnya tatanan masyarakat yang sesuai dengan pancasila. Untuk mewujidkan hal tersebut diperlukanya penanaman nilai nilai pancasila yang kuat dalam diri setiap individu. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diantaranya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan. Jadi Setiap perilaku kita dalam berpikir, bersikap dan berperilaku dalam masyarakat itu harus selalu berdasarkan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila.