Kiriman dibuat oleh Kyra Nathania Aziza

Nama : Kyra Nathania Aziza
NPM : 2218011069

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa danbernegara termasuk dalam berpolitik. Dengan memiliki etika, maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lainnya. Etika Pancasila dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Dalam pengamatan saya sistem etika perilaku politik saat ini masih dalam tahap berporoses untuk dapat mencerminkan etika Pancasila yang sesungguhnya yang mengandung dimensi moral, berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri pada sang Pencipta; dimensi humanus yang artinya menmjadikan manusia menjadi manusiawi; solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air; sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain; dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain.

Kita masih sering melihat tayangan media tentang bagaimana arogansi para politisi/pejabat pemerintah yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila; pemaksaan kehendak dalam menyampaikan pendapat, tidak menghargai orang lain dan sebagainya.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Pancasila sebagai sistim etika dapat berarti suatu kode (etik) atau suatu kumpulan asas yang membentuk suatu keseluruhan perilaku yang konsisten, koheren dan terpadu. Dalam dinamikanya Pancasila sebagai sitim etika memiliki tantangannya sendiri disebabkan:
1. Berubahnya tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat
2. Lunturnya wibawa pemerintahan
3. Munculnya konsep ekonomi liberal dan kapitalisme
4. Penegakan hukum yang tidak menjunjung tinggi nilai nilai keadilan
5. Pemanfaatan perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi untuk hal-hal yang negatif

Munculnya perlaku kehidupan remaja yang jauh dari nilai-nilai Pancasila di sebabkan oleh adanya ketidakmampuan remaja untuk memahami Pancasila dalam kehidupan praktis sehingga memunculkan cara berfikir dan berperikaku yang tidak mencerminkan jiwa Pancasila.
Beberapa hal yang dapat dijadikan solusi mengatasi dekadensi moral saat ini diantaranya:
1. Memperkuat lembaga keluarga. Peran orangtua dalam keluarga sangat mutlak dalam membimbing putera/puteri mereka untuk bertumbuh kembang dalam dunia moderen tetapi tidak meninggalkan jati diri sebagai Bangsa Indonesia dengan Pancasila sebagai falsafah hidup.
2. Menseleksi tayangan-tayangan media terutama media elektronik
3. Memperkuat nilai nilai keagamaan dalam setiap individu dalam keluarga
4. Mendidkusikan Pancasila sebagai sitim etika pada ruang publik dengan cara dan menggunakan dialog kekinian, menyesuaikan dinamika remaja.
Nama : Kyra Nathania Aziza
NPM : 2218011069

ANALISIS JURNAL

Menurut Sutrisno (2006), “Pancasila adalah suatu philosofiche grounfslag atau Weltanschauung yang diusulkan Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang kemudian merdeka.” Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan.

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius.

Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius. Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah hal yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila :
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Nama : Kyra Nathania Aziza
NPM : 2218011069

ANALISIS SOAL

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Proses pendidikan di masa pandemi Covid-19 memiliki sisi negatif dan positif. Di tengah pandemi Covid-19, proses pembelajaran akan dilakukan secara daring. Dengan ini, kita dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada seperti menggunakan aplikasi zoom dan google classroom. Namun, proses pembelajaran daring menjadikan murid sulit untuk fokus dan banyak yang menyepelekan kegiatan pembelajaraan. Selain itu juga dari hal ini dapat kita lihat kesenjangan sosial di Indonesia dari aspek pendidikan.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Hal ini dapat dimulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, yaitu keluarga. Orang tua di rumah dapat membantu anak nya dengan cara mencontohkan nilai nilai pancasila agar tetap bertanggung jawab dan disiplin selama proses pembelajaran. Dari guru guru sendiri, diharapkan tetap memaksimalkan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal ini harus diimbangi dengan keinginan dari diri masing masing siswa untuk tetap fokus, disiplin serta bertanggung jawab selama proses pembelajaran jarak jauh.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
1. Senantiasa bersikap jujur dalam ujian
2. Disiplin dalam pengerjaan serta pengumpulan tugas
3. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan
4. Peduli terhadap teman maupun lingkungan
5. Bersikap santun terhadap semua orang, baik teman, dosen, maupun civitas akademika
6. Menjaga kondisi lingkungan agar tetap baik
7. Saling membantu antar satu sama lain dalam hal kebaikan
8. Meminimalisir tindakan yang berdampak buruk untuk menjaga lingkungan agar tetap damai

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Hakikat pancasila ialah hal atau nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Sedangkan Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat berarti bahwa semua hal yang menyangkut berpikir, bersikap, dan berperilaku harus dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Artinya, segala hal yang kita lakukan harus dilandasi oleh nilai nilai pancasila agar terciptanya kerukunan ditengah masyarakat.
Nama : Kyra Nathania Aziza
NPM : 2218011069

Materi 1: Moderasi Beragama
Pemateri : Dr. Mohammad Bahrudin, M.A

Moderat merupakan peduli dengan sesama manusia tidak melihat suku dan agama guna mewujudkan kerukunan antar umat beragama.
Dokumen beragama, kedaiamaun dunia tidak bisa tercapat tanpa adanya kerukunan umat beragama. “No peace among the nations without peace among the religions.” Perang salib contoh nyata bahwa apabila tidak ada kerukunan antar umat beragama maka kedamaian dunia pun tidak akan tercapai. Solusi untuk menjaga kesatuan dengan banyaknya pluralitas ialah menjaga kerukunan antar manusia.

Moderasi beragama ialah soul / rouh kerukunan umat beragama.
Kerukunan umat beragama ialah pilar kerukunan nasional. Ini juga merupakan pilihan untuk memiliki arah pandang, sikap dan perilaku pada ajaran agama lain.

Pilar moderasi: Pemikiran, gerakan, perbuatan.

Moderasi berbagai bidang:
1. Keyakinan
2. Terbukanya pintu Rukhsah (keringanan)
3. Perilaku
4. Rutin menjalankan ajaran agama
5. Membelanjakan harta

Hambatan: Blind obedience (fanatisme), intolerance, dan rasicm

Indikator Moderat
1. Acknowlegde dengan menghormati kehadiran agama lain.
2. Celebrate dengan merayakan keberagaman yang disumbangkan setiap agama. Tidak merusuhi atau melarang tradisi agama lain selama tidak melenceng dari norma.
3. Value dengan menjunjung tinggi nilai luhur universal agama. Semua agama mengajarkan mengenai memanusiakan manusia.
4. Learn ialah belajar dari pengalaman sejarah masa lalu.
5. Respect dengan mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama.
6. Tolerate dengan memberikan hak yang sama. Contoh nyata di bandar lampung ialah gereja dan masjid yang bersebrangan di daerah tanjung karang, tanpa adanya bentrok antar umat beragama.


Materi 2 : Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Spiritual
Pemateri: Prof. Dr. H. A Gani., S.Ag., S.H., M.Ag.

Pendidikan spiritual ialah sesuatu yang sangat penting dianggap sebagai nutrisi bergizi tinggi karena sangat dibutuhkan oleh manusia sehat agar tidak melenceng dari hidayah yang diberikan Tuhan. Semua hal tidak boleh dalam porsi yang berlebihan, harus sesuai dengan porsi yang dibutuhkan agar tidak menjadi hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
Esensi dari pendidikan spritiual ialah penanaman dan pencerahan manusia yang dilandasi oleh agama.

Beberapa hal yang ditanyakan pada hari akhir ialah umur, ilmu, harta, dan tubuh. Dengan pertanyaan umurnya digunakan untuk apa, ilmunya diajarkan atau tidak, harta didapatkan dari mana, dan tubuh dipergunakan untuk apa.

Mahasiswa yang sukses ialah yang bisa mengelola waktu yang baik, mengajak orang lain sukses, mengingat kematian dan persiapannya (cerdas), serta dapat membuat orang lain bahagia (bahagia).


Materi 3 : Membangun Karakter Kebangsaan
Pemateri: Dr. Sairul Basri, S.Ag., S.H., M.Pd.

Negara Indonesia disegani karena
1. Nasionalisme.
2. Ideologi yang tidak bisa diganti.

Proxy war ialah cara untuk menghancurkan masyarakat dari dalam tanpa adanya agresi militer dengan memanfaatkan orang Indonesia sendiri.

Ancaman negara:
1. Ekonomi, perang dunia kedepan ialah ekonomi dan teknologi. Yang menguasai ekonomi ialah yang terkuat.
2. Senjata biologi seperti covid yang dapat membunuh secara masal tanpa agresi militer yang tidak dapat diadili.
3. Pornografi, mengubah mindset pemikiran seseorang gang menyebabkan spiritual yang luntur.
4. Narkoba, semua golongan sosial tidak luntur dari bahayanya narkoba yang masuk dengan cara perlahan.
5. Radikalisme dan terorisme, radikal dalam ide dan konsep ialah radikal yang dibolehkan. Namun radikalisme dan terorisme yang sangat tidak diperbolehkan karena tujuannya untuk mengubah ideologi negara.
6. Legislasi, merupakan ancaman pembuatan undang-undang demi menguntungkan pihak tertentu untuk merugikan pihak tertentu. Seperti menetapkan undang-undang yang tidak cocok dengan budaya Indonesia dan merugikan masyarakat.
7. Bencana alam, seperti longsong, sunami, banjir, dan meletus gunung berapi yang memakan banyak korban tanpa perang.
8. Politik, dimana di Indonesia saling injak demi pribadinya berdiri dengan mengedepankan kepentingan masing-masing.
9. Ideologi.
10. Teknologi seperti perang cyber dengan saling mengambil data. Pembunuhan secara perlahan melalui radiasi tingkat tinggi yang dipancarkan oleh media elektronik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Negara layaknya makhluk hidup yang tidak tetap dan berubah-ubah undang-undangnya. Serta bisa mati apabila tidak dilindungi dari hambatan, ancaman, tantangan, dan gangguan (HTAG). Yang bertanggung jawab ialah seluruh badan negara Indonesia.

Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila ialah:
1. Mencintai tanah air, karena hidup kita berada ditanah dan air dengan tidak memperjual belikan tanah Indonesia.
2. Sadar berbangsa dan bernegara, yang mempunya aturan, nilai, dan norma yang harus dipatuhi dalam lingkup undang-undang yang mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Rela berkorban demi bangsa dan bernegara. Jangan menghilangkan sejarah karena sarana membangkitkan nasionalisme bagi para generasi muda. Tugas kita ialah menjaga NKRI.
4. Yakin pancasila sebagai ideologi pancasila. Jangan memperdebatkan agama dan pancasila karena kedua unsur itu merupakan satu kesatuan yang berintegrasi. Negara indonesia bukan negara sekurel dan liberal, namun Negara Indonesia ialah yang menjunjung nilai-nilai agama.

Alat pemersatu bangsa oalah pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika yang menciptakan NKRI.

Kenakalan remaja:
1. Merokok
2. Minuman keras
3. Melawan orang tua
4. Sex bebas
5. Narkoba
yang dihasilkan ialah menimbulkan generasi yang lemah dan bodoh, tergantung dengan seseorang yang membuat tidak mampu bersaing, serta hura-hura yang mengakibatkan kehilangannya masa depan.