གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2218011009 Riadhatil Qalbi Nashelf

Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Jurnal Pertemuan 14 “URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK”
Pancasila sebagai ideologi bangsa yang terbentuk dari nilai-nilai budaya dan agama yang ada di Indonesia, sehingga nilai-nilai tersebut akan mengatur seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan keilmuan, yang disesuaikan dengan nilai-nilai bangsa sehingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut keluar dari nilai-nilai yang ada.

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu artinya bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kemudian setiap perkembangan iptek harus berdasarkan nilai Pancasila, dimana nilai-nilai tersebut juga menjadi rambu normatif terhadap perkembangan iptek di Indonesia. Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila sebaga sumber nilai dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi artinya adalah Pancasila merupakan sebuah sistem etika. Pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius yang berkembang di masyarakat. Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis kemanusiaan. Pengembangan iptek hendaknya dapat mempersatukan bangsa dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional. Penguasaan iptek harus merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Jurnal Pertemuan 13 “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

Banyak perkembangan yang terjadi karena pengaruh globalisasi. Globalisasi mempegaruhi semua bidang kehidupan seperti bidang pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, dan lainnya. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor pendukung utama globalisasi. Di era ini, perkembanga teknologi terjadi begitu pesat sehingga semua informasi dalam berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.
Mata kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pembelajaran yang memberikan pedoman perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi negara kepada masyarakat. Pendidikan Pancasila mempunyai dasar-dasr dalam pelakasanaannya, yaitu dasar filosofis, dasar sosiologis, dan dasar yudiris.
Tujuan diselengarakannya Pendidikan Pancasila di tingkat perguruan tinggi adalah untuk :
• Memperkuat Pancasila sebagai falsafah negara dan ideologi bangsa
• Memberikan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dasar Pancasila
• Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
• Membentuk kepribadian mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, cinta tanah air, kemasyarakatan, dan keadilan sosial
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, mata kuliah kepribadian Pancasila mempengaruhi mahasiswa dalam menyikapi perkembangan iptek. Mahasiswa sebagai generasi muda sudah seharusnya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi dengan tetap berpegang teguh kepada Pancasila, oleh karena itu Pendidikan Pancasila harus diterapkan sejak dinni karena sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, mempunya toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pendidikan Pancasila.
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Video Pertemuan 13 “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”

IPTEK merupakan karya manusia yang pada dasarnya digunakan untuk membantu kehidupan manusia. Namun penggunaan IPTEK tidak selalu dipergunakan dengan baik, beberapa oknum di masyarakat menggunakan teknologi untuk kepentingan yang memberikan dampak negatif. Pancasila yang merupakan pedoman hidup berbangsa dan bernegara menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK. Karena tanpa sistem etika Pancasila, pengembangan IPTEK dapat membawa pengaruh buruk bagi manusia. Berdasarkan sila pertama, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangnkan maksud dan akibat dari temuan tersebut. Sila kedua memberikan dasar-dasar moralitas bahwa dalam mengembangkan IPTEK manusia harus memperhatikan etik dan moral. Berdasarkan sila ketiga, pengembangan IPTEK hendaknya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Sila keempat mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan menghormati kebebasan orang lain. Sila kelima mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Jurnal Pertemuan 12 “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia”

Media massa adalah suatu alat yang dipergunakan oleh lembaga sosial dan sebagai wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, pers bertangggung jawab atas beredarnya muatan komunikasi massa dalam media tersebut. Media massa dapat berupa media cetak atau elektronik, informasinya dapat diterima secara serentak dan sesaat.
Dalam masyarakat modern, jurnalistik telah menjadi media edukasi massa yang mengembangkan edukasi kepada masyarakat umum. Fungsi kontrol oleh pers semestinya sejalan dengan fungsi edukasi, artinya pers tetap perlu memberikan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah namun tetap memberikan edukasi terhadap isu dan kebijakan yang berkembang, bukannya malah menggiring opini masyarakat. Kerja sama media massa dengan penegak hukum dapat mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat yang sama diantara semua lembaga penegak hukum.
Media massa dapat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, namun sayangnya belum terlaksana dengan baik di Indonesia secara menyeluruh. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita-berita hoax yang beredar di masyarakat, banyaknya berita yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi sebenarnya, berita yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemudian juga sangat disayangkan bahwa masyarakat menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa menelusuri lebih lanjut keberannya. Padahal sudah seharusnya kita meneliti kembali info yang kita dapatkan sebelum dipercaya.
Sampai saat ini terlihat bahwa media massa hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat. masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya tanpa mengedukasi pribadinya. Media massa belum bisa sampai pada keadaan yang dapat mengubah moral masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila.