Kiriman dibuat oleh Thamara Az Zahra

Nama : Thamara Az Zahra
NPM : 2258011049

analisis soal

a. menurut saya pendidikan ditengah masa pandemi ini sangat kurang efektif, mengapa? karena mungkin ada beberapa orang yang tidak memungkin akan mengerti tentang pelajaran tersebut hanya melewati via zoom, video youtube dan lain hal nya belum lagi jika kita belajar melewati via zoom yang bisa aja disaat zoom dimulai kita terganggu dengan hal lainnya seperti sambil bermain hp, menongkrong, dan juga bisa saja sambil tiduran. belum lagi siswa harus mengerjakan tugas yang banyak karena untuk mengganti tidak kehadiran guru mata pelajaran tersebut yang bisa saja membebankan murid tersebut yang mungkin saja belum tentu menguasain materi tersebut yang membuat dia harus mencari lewat google dan menjadikan kebiasaan untuk terus mencari jawaban lewat google yang membuat malas anak tersebut untuk berfikir dan kurangnya akan membaca buku pelajaran.

b. cara mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila adalah menekankan pendidikan karakter kepada pelajar supaya lebih mendalamkan Pendidikan karakter tersebut dan juga merupakan hal utama dan harus terus menerus dikuatkan kepada peserta didik agar pondasi-pondasi yang sudah dibangun pada masa sebelum pandemi semakin kokoh.

c. 'santun' dengan orang yang lebih tua dibanding kita contohnya dengan menyapa orang yang lebih tua dibanding kita selalu menerapkan bersikap sopan dan santun, jika kita melewati orang yyang lebih tua dan itu masih berada disekitar kita sebaiknya menyapa lah dengan santun dan bisa aja tersenyum dan sedikit menundukan kepala sehingga kita terlihat menghormati mereka

d. Ciri-ciri khas kepribadian bangsa Indonesia tercermin dalam sila-sila pancasila, yaitu bahwa bangsa Indonesia bangsa yang:
Berketuhanan yang maha esa yaitu menjalankan ibadah seusai dengan kepercayaannya masing masing
Berkemanusiaan yang adil dan beradab yaitu menerapakan sifat yang adil kepada seluruh manusia
Berjiwa persatuan dan kesatuan bangsa yaitu tidak membeda beda kan satu sama lain
hakikat sila keadilan terwujud dalam tiga aspek, yaitu keadilan distributif, legal, dan komutatif.
Thamara Az Zahra
2258011049
Pertemuan 10 Tugas Analisis Jurnal 1

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia yang di dalamnya terkandung 5 sila yang menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia.Pancasila merupakan filsafat
negara yang menjadi cita-cita bersama dari seluruh bangsa Indonesia. Pengembangan filsafat di negara kita harus berdasarkan Pancasila.

Berdasarkan jurnal tersebut, diketahui bahwa Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis -> sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis -> sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi -> kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis -> berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), yang perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat.

filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat, apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila demi mencapai cita dan karsa bangsa Indonesia. Inilah dasar pikiran mengapa filsafat pendidikan Pancasila merupakan tuntutan nasional, dan sistem filsafat pendidikan Pancasila adalah sub sistem dari sistem negara. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi bangsa, khususnya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang ada pada akhirnya menentukan eksistensi dan martabat bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan filsafat pendidikan pancasila seyogyanya terbina secara optimal supaya terjamin tegaknya martabat dan
kepribadian bangsa.

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia yang menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius. Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna.
Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila, seperti:
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.

Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.
NAMA = Thamara Az Zahra
NPM = 2258011049
A. Pemateri pertama = spirit moderasi beragama
Dr. Mohammad Bahrudin, M.A
1. Konferensi WCRP, Kyoto, 1970
- no peace among the nations without peace among the religions
- no peace among the religions without dialogue among the religions
- no dialogue among the religions without a consensus on shared ethical values, a global ethic
- no new world order without a global ethic.
2. Moderasi beragama merupakan soul/ ruh kerukunan umat bergama dan kerukunan umat bergama merupakan pilar kerukunan nasional.
3. Pilar moderasi beragama
Moderasi sering dijabarkan melalui 3 pilar yaitu pemikiran, gerakan, dan perbuatan.
4. Moderasi beragama dalam berbagai bidang
-moderasi dalam keyakinan
- terbukanya pintu keringanan
- rutin menjalankan ajaran agama
- moderat dalam perilaku
- moderat dalam membelanjakan harta
5. Hambatan dan solusi pada global ethic
-Eksklusivisme = bind obedience, intolerance, racism
- inklusifisme
6. Indikator moderat
Aknowledge, celebrate, value, learn, and respect.

B. Materi kedua = penguatan karakter religius
Prof. Dr. Ainul Gani, S.Ag., SH., M.Ag
Data komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) ada 17 kasus kekerasan yang melibatkan peserta didik dan guru tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Hal ini didukung pula dari data yang dirilis polres kota Bogor terjadi peningkatan jumlah tawuran pelajar meski sedang pandemi covid 19.
Pelaksana tugas kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional di Jakarta, menjelaskan selain narkoba dan HIV/AIDS, seks bebas kini menjadi masalah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar. 26,7 persen dari total penduduk.
4 perkara yang akan ditanyakan di hari akhir = umur, ilmu , harta, tubuh.

-Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik.
- mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain suskes
-orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya
- orang yang paling bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain bahagia.

Genarasi Muda Saat ini Menyikapi pertanyaan ini, data pusat pengendalian sosial: 0,08 %
pengajar SMP, SMA terlibat tauntan don beberapa meninggal dunia
Data KPAI : 17 kasus kakerasan yang melibatkan
dibawah umur sedangkan
kohamian di usia remaja pun manunjunkan 29/ remaja skrng mongalami kelahiran di seluruh dunia seks bebas. masih menjadi masalah utama remaja selain norkoba dan Allos
Padahal Generasi Muda adalah Penerus Bangsa ?
4 Remaja harus punya motivasi untuk tumbuh sabagai harapan den penerus bangsa :
Solusi:
* perlu diterapkan Pendidikan Spiritual
H Pendidikan spritual
* Perting, Schoagai vitamin tubuh menyertai 4 unsur dalam manosta (unsur badan, Unsur roh Unsur Nafsu)


C. Pemateri ketiga = penguatan karakter kebangsaan
Dr. Sairul Basri, M.pd.
Negarawan adalah seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang beribawa.
Mengapa perlu sikap kebangsaan = marena negara layaknya seperti mahluk hidup. Maka perlu dilindungi dari HTAG.
Alat pemersatu sebagai ideologi beebangsa = pancasila, UUD 1945, bhineka tunggal ika.

Ideologi terancam apabila warga negara
- bertindak sendiri tanpa dengan karifan lokal (karena pancasila diambil dari KL)
-tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh warga negara
- pancasila hanya sebagai slogan saja, teori, dan tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
- berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa
- melemahkan kebhinekaanbagaimana kondisi