Kiriman dibuat oleh Nayla Priyanka Dara Tsanya

Nama: Nayla Priyanka Dara Tsanya
NPM: 2218011105

TUGAS PERTEMUAN 13 ANALISIS VIDEO
"PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN IPTEK"

IPTEK, atau ilmu pengerahuan dan teknologi, merupakan Karya yang digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan dalam bidang teknologi yang berdampak ke ilmu dan aspek lainnya. Perkembangan IPTEK tersebut bertujuan untuk menciptakan perubahan positif, namun tidak sedikit perkembangan IPTEK yang menimbulkan dampak negatif. Pancasila sebagai dasar pedoman dan penuntun kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat indonesia mengambil peran penting dalam pengembangan IPTEK tersebut. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. yang berkembang dengan cepat. Sila-sila pancasila berperan penting dalam sistem etika pengembangan IPTEK, seperti:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan dikembangkan, tetapi juga dipertimbangkan akibat yang akan tercipta. Apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab: Sila ini memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab.
3. Persatuan Indonesia: Pengembangan IPTEK diharapkan dapat mengembangkan rasa nasionalismedan keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan: Sila ini mendasari pengembangan IPTEK secara demoratis, artinya setiap ilmuan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia: Berdasarkan sila ke-5, pengembangan IPTEK seharusnya menjaga Keseimbangan Keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan.
Nama: Nayla Priyanka Dara Tsanya
NPM: 2218011105

TUGAS PERTEMUAN 13 ANALISIS JURNAL
"Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Pada era ini, globalisasi semakin marak terjadi di seluruh penjuru negri. Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, termasuk juga teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin berkembang di setiap harinya. Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar tehadap dunia pendidikan. Namun, perkembangan ini tidak selalu membawa perubahan ke arah yang positif, melainkan ke arah yang negatif. Hal ini akan sangat disayangkan jika terjadi, maka yang bisa menjadi solusi adalah penerapan nilai-nilai Pancasila agar tidak terpengaruh dengan perubahan yang buruk. Salah satu solusinya adalah dengan memberlakukan mata kuliah umum pendidikan Pancasila yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian Pancasila dalam menyikapi hal baru, termasuk dengan perkembangan IPTEK. Hal tersebut akan membentuk sikap mahasiswa untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Sikap sendiri memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat, Fungsi ini berkaitan dengan sarana dan tujuan.
2. Fungsi pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya.
3. Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
4. Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.
Dengan mempelajari mengenai sikap, mahasiswa diharapkan untuk mampu bersikap baik dalam menyikapi perubahan yang baru, termasuk dengan IPTEK.
Nama: Nayla Priyanka Dara Tsanya
NPM: 2218011105

TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 14
"URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"

Pancasila merupakan suatu dasar dari Negara Indonesia yang sudah disepakati bersama sebagai cara pandang hidup bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai dasar negara sementara IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) terus menerus berkembang hingga telah mencapai kemajuan pesat sehingga perilaku manusia mengalami banyak perubahan. Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melengkapainya, iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek bersangkutan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga butuh pertimbangan terhadap nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan, khususnya bagi Warga Negara Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peran penting dari Pancasila sebagai dasar negara agar tidak adanya pengaruh menyimpang dari perkembangan tersebut. Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat diartikan sebagai beberapa pemahaman, seperti:
1. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan.
3. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia.
4. Setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu

Pancasila dapat dibuktikan bahwa sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Pancasila dapat menjadi dasar dan akar dari pengembangan yang sesuai nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tidak menyimpang dari nilai-nilai budaya yang telah ada.
Nama: Nayla Priyanka Dara Tsanya
NPM: 2218011105

TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 12
"PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA"

Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. masyarakat luas. Media massa di Indonesia sendiri merupakan media atau alat yang dipergunakan oleh lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik. Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa pada umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis: media cetak dan media elektronik. Dalam hal media massa, nilai-nilai Pancasila juga berperan menting dalam mengontrol media massa. Pancasila sendiri merupakan Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup (tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk). Nilai-nilai Pancasila dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu:
1. Nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat. Bahkan dalam sistem sosial, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebagai sumber kekuatan perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial politik. Peranan pers atau juga media massa sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan.
3. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.
4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Maka dari itu, peranan Pancasila sangat penting bagi mengontrol peranan pers maupun media massa dan bagi masyarakat yang menerima berita supaya dapat memilah manakah yang benar dan yang salah.