Kiriman dibuat oleh Meffa Arindya Maliandary

Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

ANALISIS JURNAL

1. Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
2. Penulis : Ika Setyorini
3. Isi :
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memiliki kemajuan yang sangat pesat saat ini. Peradaban manusia mengalami perubahan yang besar akibat dampak dari IPTEK. Perkembangan iptek tersebut tidak terlepas dari situasi yang melengkapinya sehingga iptek pada akhirnya akan menyentuh nilai-nilai budaya dan agama. Oleh karena itu, pengembangan iptek perlu memiliki pihak-pihak yang dapat mempertimbangkan perekembangannya sehingga tidak merugikan umat manusia.

Dalam perkembangannya, banyak orang yang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan. Kebenaran dimana seseorang terpengaruh oleh kemajuan yang dilihatnya. Reaksi iptek dan budaya inilah yang seringkali memunculkan perdebatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembnagan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Hasil Temuan dan Pembahasan
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila merupakan nilai-nilai yang dijadikan acuan, pedoman, kerangka berpikir sebagai landasan atau dasar bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai acuan, Pancasila artinya menjadi kaidah untuk menuntun masyarakat dalam membangun hukum nasional.
Artinya, secara normatif Pancasila adalah dasar dan tolak ukur dalam pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Upaya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi haruslah dilakukan secara baik dan bertanggungjawab. Dibutuhkan moralitas dalam mengembangkan iptek sehingga dalam perkembangannya tidak merugikan manusia dam sekitarnya. Oleh karena
itu, perlu adanya sumber nilai dan moral agar pengembangan iptek berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Sumber nilai dan moral tersebut ialah Pancasila yang mengandung nilai-nilai moralitas untuk dijadikan tuntunan dalam mengembangkan iptek.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Hal ini mengacu pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang merujuk pada mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya mengacu pada bagaimana pengembangan iptek. Pengembangan iptek tersebut pada akhirnya haruslah mengacu pada nilai-nilai Pancasila sehingga proses mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut :
1. Dalam setiap perkembangan IPTEK haruslah berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila
2. Pengembangan Iptek di Indonesia haruslah memiliki faktor internal berupa Pancasila untuk dikembangkan
3. Dalam pengembangan iptek, Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif agar nantinya tidak merugikan bangsa Indonesia dan masih dalam lingkup cara berpikir bangsa Indonesia

Jadi, Pancasila sangat penting sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan iptek agar nantinya pengembangan tersebut dapat disesuaikan dengan nilai-nilai budaya Indonesia dan tidak keluar dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia.
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

ANALISIS JURNAL

1. Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2. Penulis
: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim
3. Jenis Penelitian : Penelitian Kuantitatif
4. Waktu dan Tempat Penelitian : Univeristas Pancasakti Tegal khususnya program studi matematika semester II. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017
5. Target/Subjek Penelitian : Mahasiswa
6. Teknik Pengumpulan Data : Kuesioner
7. Isi :
Kemajuan IPTEK memberikan perubahan besar terhadap kehidupan. Tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Khususnya pada Negara Indonesia. Kemajuan IPTEK berdampak besar dalam aspek-aspek pendidikan. Banyak teknologi yang semakin canggih seiring berjalannya waktu. Bahkan bukan hanya pada masyarakat kota tetapi juga masyarakat pelosok-pelosok desa. Kemudian permasalahan yang akan dihadapi saat ini adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai Pancasila agar tetap utuh untuk menjadi pedoman bangsa Indonesia. Pada kenyataannya masyarakat Indonesia banyak terpengaruh dengan kemajuan IPTEK. Dampak yang terjadi tergantung bagaimana masyarakat memanfaatkannya dalam kehidupan. Pancasila adalah pedoman bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan khususnya pada diri mahasiswa tentang kesadaran Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi
IPTEK.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang turut serta memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan skor kuisioner yang di atas 80. Menurut responden mahasiswa sebagai generasi muda perlu adanya sikap yang mencerminkan kepribadian Pancasila yaitu sikap jujur dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai pendidikan Pancasila. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila tersebut penting adanya dan harus diterapkan sedini mungkin.

Menurut responden kemajuan IPTEK haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kemajuan IPTEK harus digunakan secara bertanggungjawab. Dengan adanya perkembangan IPTEK dapat mempermudah proses belajar, membantu dalam bidang bisnis maupun dagang. Responden dalam penelitian ini juga akan melakukan seleksi atau penyaringan ketika mendapat informasi dari media sosial, memblokir tampilan yang memuat konten pornografi dan kekerasan di media sosial, dan santun dalam berbahasa ketika berkomentar di media sosial.

Dari hasil analisis regresi sederhana dengan menggunakan program SPSS diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan kepribadian pancasila terhadap variabel yang berhubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 2016/2017.

Nilai koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,282 atau 28,2%. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa 28,2% variabel yang berkaitan dengan perkembangan iptek dalam penelitian ini dapat dijelaskan oleh variabel pokok perkembangan kepribadian pancasila sedangkan 71 sisanya ,8% (100% - 28,2%) dipengaruhi oleh variabel lain. variabel berada di luar ruang lingkup penelitian.
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

ANALISIS VIDEO

Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa disingkat dengan IPTEK merupakan hasil karya manusia. IPTEK sendiri bertujuan untuk membantu manusia dalam menjalan kehidupan. Dampak dari IPTEK juga terdiri dari dampak positif dan dampak negatif.
Pancasila adalah pedoman atau petunjuk bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan IPTEK dengan Pancasila dapat dilihat pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memuat hal penting untuk mendukung perkembangan IPTEK.
Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Berdasarkan sila pertama, dimaksudkan bahwa perkembangan atau penemuan mengenai IPTEK ini harus dipertimbangkan tujuannya apakah dapat merugikan sekitar atau tidak.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Sila kedua merujuk pada moralitas bahwa setiap manusia yang mengembangkan IPTEK haruslah memiliki sikap beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Maksudnya adalah pengembangan dan kemajuan IPTEK ini hendaknya dapat meningkatkan rasa persatuan dan nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila keempat merujuk pada hal demokratis dimana setiap manusia yang turut mengembangkan IPTEK memiliki kebebasan untuk berpendapat serta harus menghormati dan menghargai orang lain dalam mengembangkan IPTEK.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Maksudnya adalah pengembangan IPTEK ini hendaknya menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan dimana hubungan manusia dengan Tuhan, orang lain, maupun lingkungannya.
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

Analisis Jurnal

1. Judul : Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia
2. Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
3. Isi Jurnal :
Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Kata falsafah atau filsafat merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta) dan (sophia = kebijaksanaan).26 Orang yang bijaksana adalah orang cinta kepada subyek atau obyek tertentu berdasarkan akal sehat. Bijaksana dalam bercinta akan terlahir dalam sikap rela atau ikhlas berkorban demi yang dicintai, senantiasa bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, dan dilakukan dengan penuh kasih sayang. Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Dalam konteks pemberitaan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa media massa maka diperlukan penegakan aturan dan pemahaman etika yang lebih tegas,tanggung jawab sosial pers dalam
meliput berita hukum yaitu :71
a. Dalam peliputan berita hukum, pers harus tetap berpedoman pada dua aspek, yaitu aspek idiil dan aspek komersial. Keduanya berkaitan satu dengan yang lainnya dan mutlak untuk menegakkan eksistensi pers, agar ia mampu melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya. Hal
tersebut hanya dapat terwujud
bila para penyelenggara mampu
mempertemukan secara
harmonis atau menyelaraskan
kedua aspek tersebut di dalam
pelaksanaannya.
b. Di dalam menyajikan suatu
informasi tidak diharapkan yang
terlalu serius, dengan gaya yang
memaksa pembaca selalu
mengerutkan dahinya. Ia juga
tidak hanya memusatkan diri
pada upaya membentuk opini
masyarakat. Pers dengan media massanya perlu pula
memberikan suatu hiburan segar
kepada para pembacanya, tanpa
harus tergelincir dalam sensasi,
yakni tulisan-tulisan yang baik isi
maupun penulisannya dapat
merangsang atau
membangkitkan emosi yang
tidak sehat pada rata-rata
pembacanya.
c. Selain memiliki integritas
profesional yang tinggi, para
wartawan diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan baik
lewat pendidikan atau retraining,
oleh karena hanya dengan
demikian ia dapat melakukan
fungsinya dengan baik. Dalam
meliput berita hukum yang
menyangkut tubuh, kesehatan
dan nyawa manusia kalangan
pers diharapkan memiliki
pengetahuan ilmu kedokteran
forensik praktis agar dapat
memberikan informasi yang baik
dan benar.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila
oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.