Posts made by RIE DAHNIAR MARISSA MARPAUNG _2218011141

NAMA : RIE DAHNIAR MARISSA MARPAUNG
NPM : 2218011141
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa memberitakan informasi belum terlaksana. Masih banyak terdapat berita yang tidak teruji kebenarannya yang dapat merusak tatanan sosial. Media massa hanya memuat berita sebagai pemuas informasi saja tanpa menanamkan pembentukan pribadi sosial yang berjiwa Pancasila
Dasar negara Indonesia adalah Pancasila, karena itu tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berdasarkan Pancasila. Maka dari itu dibutuhkan informasi penting yang berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat selalu mengalami perkembangan, termasuk tata nilai yang ada. Akibat perkembangan teknologi yang sedemikian, segala bentuk telekomunikasi dapat terjadi tanpa mengenal waktu, sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan pada umumnya mudah dikenal oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang mereka miliki.
Hukum sudah cukup tua menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa dan terus berubah seiring perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hukum merupakan kontrol sosial, namun bukan berarti dengan cukup memahami hukum saja lantas masyarakat dapat dikendalikan. Tidak semua orang mengetahui hukum, namun dengan media massa, masyarakat akan mengetahui hukum dengan membaca maupun mendengar informasinya.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu.
Indonesia terdiri dari masyarakat yang masih melek informasi. Oleh sebab itu, seharusnya media massa berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang berkualitas, bermanfaat dan terjamin kebenarannya. Kita sebagai penerima informasi pun berhak memutuskan informasi mana yang akan kita terima dan juga berkewajiban mencari kebenaran informasi tersebut sebelum disebarkan. Mari kita bersama-sama aktif dalam mencegah melek informasi dan juga penyebaran informasi hoax, demi terwujudnya etika media masa di Indonesia yang lebih baik.
NAMA : RIE DAHNIAR MARISSA MARPAUNG
NPM : 2218011141
1. Menurut saya, proses Pendidikan selama covid 19, kurang efektif karena dilakukan secara daring yaitu secara online baik melalui zoom meeting, google meet maupun classroom. Hal ini menyebabkan banyak pelajar dan mahasiswa yang kurang paham akan pembelajaran yang diberikan oleh tenaga pengajar dan tenaga pendidik karena adanya keterbatasan sinyal sehingga murid tidak dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Selain itu, tenaga pengajar yang ada belum dibekali dengan pengetahuan iptek yang cukup baik untuk mengoperasikan aplikasi penunjang pembelajaran sehingga terdapat kesalahpahaman antara pengertian murid dan gurunya. Namun, pembelajaran selama covid 19 yang dilakukan secara daring merupakan satu-satunya solusi agar Pendidikan Indonesia tidak ikut ‘mati’ karena penjajahan covid 19. Oleh sebab itu pemerintah dan pihak yang berwenang telah membuat berbagai kebijakan dan program untuk memudahkan dan mendukung pembelajaran daring ini agar bisa diterima oleh pelajar dan mahasiswa sehingga para pelajar dan mahasiswa bisa beradaptasi terhadap kebijakan pembelajaran daring hingga covid 19 mulai mereda.

2. Cara untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila adalah Menumbuhkan kesadaran bahwa Pancasila dan penerapan nilai-nilainya amatlah penting sehingga apapun kondisi yang kita hadapi, kita berpedoman pada Pancasila. Misalnya, siswa ataupun mahasiswa yang berpegang pada Pancasila tidak akan mencontek saat ujian dan akan berlaku sopan. Guru yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila akan memenuhi tanggung jawabnya untuk memberikan didikan kepada siswa dengan memahami hak dan kewajiban yang dimilkinya serta memahami hak dan kewajiban siswa. Pemerintah yang bepegang pada nilai Pancasila akan berusaha memerdekakan Pendidikan Indonesia sampai mencapai titik jaya nya. Orang tua yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila akan mengajarkan nilai-nilai Pancasila yang dia pegang kepada anak-anaknya secara berulang-ulang
3. Contoh Pengembangan Karakter
- Disiplin dalam mengerjakan tugas dan tidak terlambat masuk kelas
- Bertanggung jawab atas tugas-tugas yang harus segera di kerjakan dan hasil tugasnya
- Peduli sesama teman jika mendapati teman yang sedang kesusahan
- Santun terhadap sesama, maupun dosen
- Menjaga keindahan dan keseimbangan ekosistem, tidak merusak lingkungan sekitar
- Menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan musyarah
- Mempertahankan budaya gotong royong
- Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dan tidak membuat aksi anarkis

4. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung didalamnya sebagai paradigma berpikir, besikap, dan berperilaku berperan sebagai filsafat dan dasar dalam pendidikan intelektual dan berkarakter bangsa Indonesia. Dengan Pancasila sebagai dasar pendidikan di Indonesia maka generasi muda yang memiliki ahlak, budi pekerti, dan intelektual akan terbentuk. Hal ini dikarenakan nilai-nilai Pancasila itu pada hakikatnya mengajarkan cara bersikap dengan baik dalam masyarakat. Dengan adanya impelementasi sila pertama maka karakter yang sesuai dengan nilai-nilai agama seperti kejujuran dapat terbentuk. Dengan adanya implementasi sila Pancasila ke 2 maka dapat terbentuk karakter yabg taat pada hukum. Dengan adanya implementasi sila Pancasila maka akan terbentuk karakter dn sikap yang cinta tanah air. Dengan adanya sila ke 4 maka akan terbentuk karakter yang demokratis. Dengan sila ke 5 maka akan terbentuk karakter yang suka menolong sesama manusia.
NAMA : RIE DAHNIAR MARISSA MARPAUNG
NPM : 2218011141
Analisis Jurnal
1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Filsafat Pancasila Dalam Pendidikan Di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter
Tahun Terbit: 2019
Nomor : 2 2019
Volume : 2
Penulis : Yoga Putra Semadi
2. Isi
Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia . Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.
Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Pendidikan diartikan sebagai penolong yang diberikan kepada lingkugan anak didik untuk mengembangkan pembawaan yang baik dan mencegah berkembangnya pembawan yang buruk. Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa.
Dalam Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 diatur bahwa pendidikan diusahakan dan diselenggarakan oleh pemerintah sebagai satu sistem pengajaran nasional. Aristoteles mengatakan, bahwa tujuan pendidikan sama dengan tujuan didirikannya suatu negara (Rapar, 1988). Bagi Indonesia, Pendidikan selain sebagai sarana tranfer ilmu pengetahuan, sosial budaya juga merupakan sarana untuk mewariskan ideologi bangsa kepada generasi selanjutnya. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi bangsa, khususnya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang ada pada akhirnya menentukan eksistensi dan martabat bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan filsafat pendidikan pancasila seharusnya terbina secara optimal supaya terjamin tegaknya martabat dan kepribadian bangsa. Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat Pendidikan.
Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Secara lebih lanjut, hal ini bisa dijelaskan bahwa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial adalah manusia. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana diketahui bahwa Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sendiri.