Nama : Nandini Amerta Putri
NPM : 2218011093
Analisis Jurnal Pertemuan 14
Jurnal tersebut membahas mengenai Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia yang menjadi nilai dasar pengatur rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia karena hal ini akan mengakomodir seluruh aktivitas ilmiah, pengembangan iptek, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
1. nilai dasar (instrinsik); pokok, tidak terikat waktu dan tempat, abstrak, serta mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the founding fathers.
2. nilai instrumental; penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, lebih kontekstual, harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman.
3. Nilai praktis; interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetapi tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.
Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tercermin dari sila-sila Pancasila yang berupa sebuah sistem etika, diantaranya :
a. Sila pertama; mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang mempertimbangkan rasionalitas antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kedua; memberi dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
c. Sila ketiga; memberi kesadaran nasionalisme bangsa akan sumbangsihnya terhadap iptek sehingga dapat terjalin rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Keempat; pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi.
e. Sila Kelima; Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.
Selain itu, Pancasila memiliki Sumber Historis (berupa tujuan negara yang tercantum di paragraph ke-4 pembukaan UU 1945), Sosiologis ( berupa sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu terkait pancasila), dan Politik (berupa kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara yang selalu diperbarui mengikuti perkembangan zaman) yang mendasari Pengembangan Iptek.
Sebagai kesimpulan, kemajuan IPTEK dapat dikontrol dan diluruskan denganya kehadiran Pancasila. Pancasila berperan sebagai pedoman yang mampu mencegah dan memfilter nilai-nilai luar yang bertentangan dengan ideologi bangsa agar tidak masuk ke dalam negeri. Oleh karena itu, Pancasila memiliki tingkat urgensi yang tinggi demi munculnya kesatuan dan persatuan di masyarakat.
NPM : 2218011093
Analisis Jurnal Pertemuan 14
Jurnal tersebut membahas mengenai Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia yang menjadi nilai dasar pengatur rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia karena hal ini akan mengakomodir seluruh aktivitas ilmiah, pengembangan iptek, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi :
1. nilai dasar (instrinsik); pokok, tidak terikat waktu dan tempat, abstrak, serta mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the founding fathers.
2. nilai instrumental; penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, lebih kontekstual, harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman.
3. Nilai praktis; interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetapi tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.
Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tercermin dari sila-sila Pancasila yang berupa sebuah sistem etika, diantaranya :
a. Sila pertama; mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang mempertimbangkan rasionalitas antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kedua; memberi dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
c. Sila ketiga; memberi kesadaran nasionalisme bangsa akan sumbangsihnya terhadap iptek sehingga dapat terjalin rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Keempat; pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi.
e. Sila Kelima; Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.
Selain itu, Pancasila memiliki Sumber Historis (berupa tujuan negara yang tercantum di paragraph ke-4 pembukaan UU 1945), Sosiologis ( berupa sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu terkait pancasila), dan Politik (berupa kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara yang selalu diperbarui mengikuti perkembangan zaman) yang mendasari Pengembangan Iptek.
Sebagai kesimpulan, kemajuan IPTEK dapat dikontrol dan diluruskan denganya kehadiran Pancasila. Pancasila berperan sebagai pedoman yang mampu mencegah dan memfilter nilai-nilai luar yang bertentangan dengan ideologi bangsa agar tidak masuk ke dalam negeri. Oleh karena itu, Pancasila memiliki tingkat urgensi yang tinggi demi munculnya kesatuan dan persatuan di masyarakat.