Posts made by Yohana Ria Ismono

CSPSPT -> Let't Discuss about Bayar, Bayar, Bayar -> Feedback -> Re: Feedback

by Yohana Ria Ismono -
Picture of Group B
Baik Miss izin menambahkan melalui platform Instragram mengenai Kontroversi Lagu "Bayar Bayar Bayar"

Baru-baru ini, Sukatani menjadi sorotan setelah merilis lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar" yang diduga mengkritik praktik suap di kepolisian. Lagu ini menuai kontroversi, dan mereka kemudian mengunggah video permintaan maaf kepada Kepala Kepolisian Nasional. https://www.instagram.com/p/DGSXS2WJckR/?img_index=2&igsh=YXhpemw2MWc5OXU1
Picture of Group B
Baik sari izin menambahkan yaa Miss dan juga sari, Sebagai generasi Z yang aktif di media sosial, viralnya lagu Bayar, Bayar, Bayar dari band Sukatani menunjukkan kekuatan musik sebagai bentuk ekspresi dan kritik sosial. Lagu ini menarik perhatian publik karena liriknya yang menyoroti praktik korupsi di kalangan oknum kepolisian.

Sejarah seni B -> diskusi -> forum diskusi -> Re: forum diskusi

by Yohana Ria Ismono -
Nama : Yohana Ria Ismono
NPM : 2213043044
Kelas : B

Dilihat dari Sejarah awal acara cangget agung bermula adat dari Sekala Berak dari datuk Nan empat diturunkan sebagai petunjuk kehidupan bermasyarakat, dimulai dari cepala kemudian adat pengakuk, setelah itu menyusul adat kebumian. Setiba di canguk Ratcak yang tadinya lima bersaudara kelak akan menjadi kesembilan marga ( yang akan bergabung kedalam siwo mego) membagi hak adat. Setelah berhasil membawa kemenangan dalam pertarungan melawan raja di lawek. Mereka mengadakan pesta kemenangan Pesta Cangget Agung dengan Tari Tigel digelarkan sebagai puncak kemenangan. Disinilah bermula dilaksanakan Gawi ( mecak Wirang ) dalam pelaksanaan Gawi tersebut digelarlah Cangget Agung ( Tari Malam Gembira/ tari Cangget ) Bagi masyarakat pepadun yang ingin mengambil gelar Sutan arus melaksanakan serangkaian acara begawi. Begawia dalah pesta adat besar naik tahta ke-punyimbangan dengan mendapat gelar nama yang tinggi (Hadikusuma, 1989 : 149). Pesta adat begawi dilaksanakan bersamaan dengan acara pernikahan. Pernikahan untuk masyarakat Lampung adalah untuk mendapatkan pemimpin baru untuk keluarganya dengan gelar baru yang didapatkan melalui proses begawi.Begawi dilakukan dengan segala rangkaian panjang, dimulai dari merwatin atau musyawarah adat hingga mepadun, acara pemberian gelar secara simbolis. Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. Secara sempit, cangget diartikan sebagai tari yang dilakukan oleh wanita, namun secara luas Cangget adalah begawi cakak pepadun itu sendiri (Martiara, 2012: 176). cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung).Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-an (Sayuti, 1982: 12). Sebagai sebuah kebutuhan, cangget sangat penting dilestarikan oleh masyarakat Pepadun. Cangget adalah bagian dari tradisi budaya masyarakat yang senantiasa hidup, baik sebagai ekspresi pribadi maupun ekspresi bersama kelompok masyarakat. Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat � syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari � tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja. Keagungan dalam upacara ini nampak lebih mengkristal ketika di tinjau dari persyaratan status peserta upacara, peralatan harus dilengkapi, kaidah � kaidah dan tata krama dalam upacra agung ini. Adapun pelanggaran terhadap persyaratan serta keniscayaan lainnya akan menjadi aib bagi pelaku maupun keluarganya, sebab itu setiap peserta sangat menghindari pelanggaran atas kaidah � kaidah dalam penyelanggaraan upacara agung ini. Keagungan upacara ini terdapat dalam tari � tari yang di laukan oleh peserta upacara.

Sejarah seni B -> Diskusi -> topik diksusi -> Re: topik diksusi

by Yohana Ria Ismono -
Nama : Yohana Ria Ismono
NPM : 2213043044
Kelas : B

SENI PERTUNJUKAN SAIBATIN

Sejarah tari piring dua belas
Tari Piring Dua belas merupakan tari tradisional yang berkaitan dengan gawi adat masyarakat Lampung yang beradat Saibatin. Tari ini berasal dari Sekala Bekhak, kecamatan Belalau, Lampung Barat. Awalnya orang orang dari Sekala Bekhak ini hijrah ke wilayah Kota Agung (Teluk Semaka) untuk mencari tempat baru dan membentuk sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Beniting. Disebut Kerajaan Beniting karena dulu di Sumatera terdapat banyak harimau, sedangkan raja di Kerajaan Beniting ini bisa berubah menjadi harimau.Agar rakyat tidak keliru maka sang raja memiliki sebuah tanda yang ada di bagian pinggangnya yang biasa disebut babiti, maka raja tersebut disebut raja beniting.Setelah mendapat pengaruh para pedagang, Kerajaan Beniting berubah menjadi Kerajaan Semaka.

Makna tari piring dua belas
tarian ini yaitu menggambarkan tata cara dan kewajiban serta hak yang harus dipenuhi masyarakat Lampung Pesisir, yaitu Sebambangan/Kawin Jujukh (yaitu bujang melarikan gadis untuk di persunting). Tarian ini menggambarkan betapa terampil dan cerianya putri-putri Lampung membawa, menyusun, dan membenahi piring.

Fungsi tari piring dua belas
Tarian ini berfungsi sebagai tari hiburan, dipertunjukkan pada acara-acara pesta adat, seperti : pesta perkawinan, pesta penetapan gelar, pesta penyambutan tamu agung, dan pesta hari-hari besar nasional.

SENI PERTUNJUKKAN ADAT PEPADUN

Sejarah tari cangget bakha
Cangget Bakha merupakan tradisi upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Lampung
beradat Pepadun pada saat bulan purnama selepas panen. Cangget Bakha dahulu
penyelenggaraannya terikat dalam rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun dan yang menarikan
terbatas hanya dilakangan anak-anak Penyimbang, maka dalam konteks kekinian fungsi tersebut
. disesuaikan dengan perubahan zaman melalui proses revitalisasi. Revitalisasi Cangget Bara
Festival merupakan upaya pembaharuan penampilan sebuah tarian tradisi yang biasanya ditarikan
pada acara adat, menjadi tari yang dipentaskan dalam acara festival. Hasil penelitian menunjukan
bahwa revitalisasi dilakukan melalui tahapan; 1) Tahap Reformulasi yaitu pengembangan gagasan
awal pelaksanaan Cangget Bara Festival antara praktisi seni, tokoh adat, Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, hingga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; 2)
Tahap Komunikasi bergabungnya CBF dalam Festifal Indonesiana; 3) Tahap Organisasi dengan
membagi tim kerja berdasarkan tugas dan fungsi; 4) Tahap Adaptasi dan Tahap Transformasi yaitu
tahap koordinasi antara pemerintah, budayawan, tokoh adat, pemuda untuk saling bekerjasama
mensukseskan acara; 5) Tahap Rutinitas melalui kegiatan latihan rutin di Sanggar Cangget
Budayo. Cangget Bakha
dahulu
penyelenggaraannya terikat dalam
rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun dan
yang menarikan terbatas hanya dilakangan
anak-anak Penyimbang, maka dalam
konteks kekinian fungsi itu perlu
disesuaikan dengan perubahan zaman.
Festival ini merupakan kegiatan pergelaran
seni budaya daerah yang pertama kali
dilaksanakan sejak tahun 2020 di Kabupaten
Lampung Utara, Provinsi Lampung. Dengan
mengusung tema “Cangget Bara dalam
Ragem Tunas Lampung” mempunyai
makna sebuah bentuk pelestarian tradisi
masyarakat di tengah keberagaman sebagai
modal pemajuan kebudayaan yang terjalin bersama dalam keramah-tamahan
masyarakat.

Fungsi tari cangget bakha
Tarian ini dibawakan oleh pemuda dan pemudi di Lampung untuk merayakan masa panen atau ketika muncul bulan purnama

Makna tari cangget bakha
Adalah sebagai wujud syukur sekaligus kebanggaan insan akademika terhadap masyarakat Lampung.