diskusi

forum diskusi

forum diskusi

by Fitri Daryanti -
Number of replies: 11
silahkan diskusikan apa saja yang menggambarkan tarian ini dilihat dari sejarahnya
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Yenina T. Br. Situmorang -
Jika dilihat dari sejarahnya, Tari Cangget Agung ini merupakan tari tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Lampung Pepadun. Tarian ini sudah dilakukan secara turun temurun pada acara begawi oleh bujang gadis Lampung. Tarian ini sebagai pelengkap dari acara begawi tersebut. Secara keseluruhan tarian cangget agung ditampilkan oleh para gadis gadis pepadun yang berpenampilan lengkap dan tata busana wanita adat Lampung, biasanya gadis gadis tersebut di sebut sebagai muli. Tarian ini dibawakan dengan menunjukan kewibawaan seorang gadis Lampung, yang berpola tertutup.
In reply to Yenina T. Br. Situmorang

Re: forum diskusi

by Niken Ayu Aprilliani 2213043010 -
Nama : Niken Ayu Aprilliani
Npm : 2213043010

Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai di sesat.Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat-syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari- tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Bunga Ayu lestari -
Nama: Bunga Ayu Lestari
NPM : 2213043030

Tarian ini jika di lihat dari sejarahnya termasuk ke dalam tarian tua yang hadir bahkan pada masa Hindu-Buddha di Lampung. Jadi dapat dipastikan bahwa tarian ini sudah ada bahkan sebelum masa pendudukan Jepang di Nusantara. Tari cangget memiliki makna sebagai harapan di mana seseorang yang diberi gelar diharapkan dapat menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya. Tarian ini juga menggambarkan karateristik dari penarinya seperti kepiawaian, budi pekerti, maupun kedewasaan. Tari Cangget sering kali menjadi seperti ajang pencarian jodoh dikarenakan banyak muda-mudi Lampung yang akhirnya berkenalan dan menikah berawal dari Tari Cangget.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by khalista ramadhani -
Nama : L.Khalista Ramadhani
NPM : 2213043032

cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung)Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-anCangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya.Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan
Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari tari yang dilakukan oleh peserta upacara.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Diska Dwi Hakiki -
Nama: Diska Dwi Hakiki
NPM : 2213043002

Menurut sejarah tari cangget tari ini merupakan tarian tradisional masyarakat Lampung yang dapat menggambarkan karakteristik penarinya. Kepiawaian, Budi pekerti, dan kedewasaan pemuda dan pemudi Lampung bisa dinilai melalui gerakan tari. Tarian ini pertama kali di kenal oleh masyarakat pepadun sebagai ritual adat, dan berbagai adat gawi Lampung. Seiring berjalannya waktu tarian ini mulai dikenal masyarakat Lampung sebagai sebuah hiburan.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by SUKMA AYU WAHANA PUTRI -

Nama : SUKMA AYU WAHANA PUTRI

NPM : 2213043026

Kelas : B


Tari cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat lampung beradat pepadun . Tarian tradisional ini pada dasarnya memiliki makna penggambaran karakteristik dari penari – penarinya . Gerakan tari cangget yang cenderung lemah gemulai menggambarkan kewibawaan gadis lampung yang anggun , kepiawaian budi pekerti, dan kedewasaan dari pemuda pemudi Lampung . Tari cangget dipertunjukan pada rangkaian upacara adat atau pada masyarakat pepadun biasanya juga disebut dengan begawi, yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan, cakak pepadun , dan lain – lain . Pada dasarnya tari canggot memiliki beberapa jenis yakni tari cangget bagha, cangget Agung,Cangget Pilangan, Cangget penganggik, dan cangget nyambuk temui yang diklasiifikasikan berdasarkan fungsi dan waktu pertunjukan tari cangget dipentaskan . Cangget Agung sendiri merupakan salah satu bentuk upacara adat masyarakat Lampung yang dilaksanakan pada saat pernikahan yang berfungsi untuk kenaikan tahta seseorang untuk menjadi raja atau dalam bahasa Lampung disebut sutan. Cangget Agung merupakan puncak acara dari sebuah gawi yang dilaksanakan. Cangget Agung yang merupakan peristiwa cangget yang utama. Pada Cangget Agung pelaku utamanya adalah pengantin perempuan yang merupakan pemeran terpenting dalam upacara perkawinan. Didalam upacara perkawinan ini, pengantin perempuan akan naik tahta adat (cakak pepadun) karena dianggap memasuki masa pendewasaan dengan status barunya sebagai istri. Cangget adalah tari masal dalam kelompok yang mempertemukan gadis (muli) dan bujang (meranai) dibalai pertemuan (sesat) sebagai ajang untuk saling berkenalan (Martiara, 2012 : 134).

Disesat mereka dipasang-pasangkan untuk kemudian menari bersama dan diperkenankan untuk saling berkenalan.Cangget Agung merupakan luapan rasa gembira seorang Penyimbang (raja) atas keberhasilannya duduk di dalam pepadun, sebagai ungkapan kegembiraan maka diadakan Cangget agung ( Sukri dalam Martiana, 2012:72). Selanjutnya akan dijelaskan mengenai pertunjukan Cangget Agung. Tempat Pelaksanaan cangget adalah tari masal dalam kelompok yang mempertemukan gadis  (muli) dan bujang (meranai) dibalai pertemuan (sesat) sebagai ajang untuk  saling berkenalan. Disesat mereka dipasang-pasangkan sesuai dengan kedudukan kepenyimbangan ayah mereka di adat, dan gelar serta kedudukan mereka disebutkan. Ajang ini merupak acara yang ditunggu- tunggu oleh masyarakat, hal ini sebabkan karena pada zaman dahulu pertemuan antara muda-mudi sangat terbatas hanya pada saat acara inilah mereka dapat bertemu. Karena jumlahnya yang banyak dan antusias dari para penonton maka Cangget Agung dilaksanakan di balai adat yang dalam bahasa Lampung disebut sesat. Waktu Pelaksanaan cangget dilaksanakan pada malam hari setelah gawi (upacara adat) yang merupakan kerja utama selesai dilakukan. Upacara ini dilaksanakan pada malam hari, biasanya semua peserta telah berkumpul di sesat . Mengingat Cangget Agung merupakan rangkaian dari acara pernikahan maka pakaian cangget pada muli sama dengan pakaian yang dikenakan pengantin wanita Lampung beradat pepadun. Pakaian tersebut antara lain adalah sebagai berikut

( 1 ) Tapis

( 2 ) Siger

( 3 ) Sesapur

( 4 ) Aksesoris dan Perhiasan ( Bulu seratei,Gelang ( kano, bibit, rui ) , Kalung ( Selempang pinang, Sabik Inih, Sabik Buluh, Bukan temanggul ) ) 


Sama halnya dengan Mulu mekhanai pun memakai busana adat lengkap layaknya pengantin pria Lampung Pepadun . Musik Pengiring dari cangget adalah Talo Balak dimana talo balak sendiri merupakan sebutan untuk serangkaian alat musik yang menghasilkan tabuhan khas dari daerah Lampung. Ragam gerak dari tari cangget Agung sendiri adalah :

1.) gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat)

2) gerakan knui melayang (lambang keagungan)

3.) gerak igel (lambang keperkasaan)

4. ) gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati

5. ) gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati)

6.) gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya)

7. ) gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).

In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Ranti 2213043054 -
Nama : Ranti
Npm : 2213043054

Tari cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun. Tari cangget biasanya hadir dan menjadi bagian daripada rangkaian upacara adat atau begawai yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan.
Dalam acara begawai terdapat sebuah acara di dalamnya yang yakni yang dinamakan dengan tari cangget agung
Pada pelaksanaannya cangget agung terdapat suatu acara pertemuan muli menghanai ( bujang dan gadis) yang dilaksanakan di saat malam hari, tari cangget agung juga memiliki nilai estetika yang terdapat pada gerak tari cangget agung , dengan pakaian tari cangget agung, serta musik pengiring tari cangget agung
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Yohana Ria Ismono -
Nama : Yohana Ria Ismono
NPM : 2213043044
Kelas : B

Dilihat dari Sejarah awal acara cangget agung bermula adat dari Sekala Berak dari datuk Nan empat diturunkan sebagai petunjuk kehidupan bermasyarakat, dimulai dari cepala kemudian adat pengakuk, setelah itu menyusul adat kebumian. Setiba di canguk Ratcak yang tadinya lima bersaudara kelak akan menjadi kesembilan marga ( yang akan bergabung kedalam siwo mego) membagi hak adat. Setelah berhasil membawa kemenangan dalam pertarungan melawan raja di lawek. Mereka mengadakan pesta kemenangan Pesta Cangget Agung dengan Tari Tigel digelarkan sebagai puncak kemenangan. Disinilah bermula dilaksanakan Gawi ( mecak Wirang ) dalam pelaksanaan Gawi tersebut digelarlah Cangget Agung ( Tari Malam Gembira/ tari Cangget ) Bagi masyarakat pepadun yang ingin mengambil gelar Sutan arus melaksanakan serangkaian acara begawi. Begawia dalah pesta adat besar naik tahta ke-punyimbangan dengan mendapat gelar nama yang tinggi (Hadikusuma, 1989 : 149). Pesta adat begawi dilaksanakan bersamaan dengan acara pernikahan. Pernikahan untuk masyarakat Lampung adalah untuk mendapatkan pemimpin baru untuk keluarganya dengan gelar baru yang didapatkan melalui proses begawi.Begawi dilakukan dengan segala rangkaian panjang, dimulai dari merwatin atau musyawarah adat hingga mepadun, acara pemberian gelar secara simbolis. Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. Secara sempit, cangget diartikan sebagai tari yang dilakukan oleh wanita, namun secara luas Cangget adalah begawi cakak pepadun itu sendiri (Martiara, 2012: 176). cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung).Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-an (Sayuti, 1982: 12). Sebagai sebuah kebutuhan, cangget sangat penting dilestarikan oleh masyarakat Pepadun. Cangget adalah bagian dari tradisi budaya masyarakat yang senantiasa hidup, baik sebagai ekspresi pribadi maupun ekspresi bersama kelompok masyarakat. Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat � syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari � tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja. Keagungan dalam upacara ini nampak lebih mengkristal ketika di tinjau dari persyaratan status peserta upacara, peralatan harus dilengkapi, kaidah � kaidah dan tata krama dalam upacra agung ini. Adapun pelanggaran terhadap persyaratan serta keniscayaan lainnya akan menjadi aib bagi pelaku maupun keluarganya, sebab itu setiap peserta sangat menghindari pelanggaran atas kaidah � kaidah dalam penyelanggaraan upacara agung ini. Keagungan upacara ini terdapat dalam tari � tari yang di laukan oleh peserta upacara.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Dera Marsanda putri -
Nama: Dera Marsanda Putri
Npm: 2213043012

acara cangget merupakan salah satu rangkain begawi adat yang ada di daerah Lampung. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan pepadun. cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai di sesat.Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat-syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari- tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja.
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Vanny Rahmaniar -
Tari cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat lampung beradat pepadun . Tarian tradisional ini pada dasarnya memiliki makna penggambaran karakteristik dari penari – penarinya . Gerakan tari cangget yang cenderung lemah gemulai menggambarkan kewibawaan gadis lampung yang anggun , kepiawaian budi pekerti, dan kedewasaan dari pemuda pemudi Lampung . Tari cangget dipertunjukan pada rangkaian upacara adat atau pada masyarakat pepadun biasanya juga disebut dengan begawi, yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan, cakak pepadun , dan lain – lain . Pada dasarnya tari canggot memiliki beberapa jenis yakni tari cangget bagha, cangget Agung,Cangget Pilangan, Cangget penganggik, dan cangget nyambuk temui yang diklasiifikasikan berdasarkan fungsi dan waktu pertunjukan tari cangget dipentaskan . Cangget Agung sendiri merupakan salah satu bentuk upacara adat masyarakat Lampung yang dilaksanakan pada saat pernikahan yang berfungsi untuk kenaikan tahta seseorang untuk menjadi raja atau dalam bahasa Lampung disebut sutan. Cangget Agung merupakan puncak acara dari sebuah gawi yang dilaksanakan. Cangget Agung yang merupakan peristiwa cangget yang utama. Pada Cangget Agung pelaku utamanya adalah pengantin perempuan yang merupakan pemeran terpenting dalam upacara perkawinan. Didalam upacara perkawinan ini, pengantin perempuan akan naik tahta adat (cakak pepadun) karena dianggap memasuki masa pendewasaan dengan status barunya sebagai istri. Cangget adalah tari masal dalam kelompok yang mempertemukan gadis (muli) dan bujang (meranai) dibalai pertemuan (sesat) sebagai ajang untuk saling berkenalan (Martiara, 2012 : 134).

Disesat mereka dipasang-pasangkan untuk kemudian menari bersama dan diperkenankan untuk saling berkenalan.Cangget Agung merupakan luapan rasa gembira seorang Penyimbang (raja) atas keberhasilannya duduk di dalam pepadun, sebagai ungkapan kegembiraan maka diadakan Cangget agung ( Sukri dalam Martiana, 2012:72). Selanjutnya akan dijelaskan mengenai pertunjukan Cangget Agung. Tempat Pelaksanaan cangget adalah tari masal dalam kelompok yang mempertemukan gadis (muli) dan bujang (meranai) dibalai pertemuan (sesat) sebagai ajang untuk saling berkenalan. Disesat mereka dipasang-pasangkan sesuai dengan kedudukan kepenyimbangan ayah mereka di adat, dan gelar serta kedudukan mereka disebutkan. Ajang ini merupak acara yang ditunggu- tunggu oleh masyarakat, hal ini sebabkan karena pada zaman dahulu pertemuan antara muda-mudi sangat terbatas hanya pada saat acara inilah mereka dapat bertemu. Karena jumlahnya yang banyak dan antusias dari para penonton maka Cangget Agung dilaksanakan di balai adat yang dalam bahasa Lampung disebut sesat. Waktu Pelaksanaan cangget dilaksanakan pada malam hari setelah gawi (upacara adat) yang merupakan kerja utama selesai dilakukan. Upacara ini dilaksanakan pada malam hari, biasanya semua peserta telah berkumpul di sesat . Mengingat Cangget Agung merupakan rangkaian dari acara pernikahan maka pakaian cangget pada muli sama dengan pakaian yang dikenakan pengantin wanita Lampung beradat pepadun. Pakaian tersebut antara lain adalah sebagai berikut

A. Tapis
B. Siger
C. Sesapur
D. Aksesoris dan Perhiasan ( Bulu seratei,Gelang ( kano, bibit, rui ) , Kalung ( Selempang pinang, Sabik Inih, Sabik Buluh, Bukan temanggul ) )
Sama halnya dengan Mulu mekhanai pun memakai busana adat lengkap layaknya pengantin pria Lampung Pepadun . Musik Pengiring dari cangget adalah Talo Balak dimana talo balak sendiri merupakan sebutan untuk serangkaian alat musik yang menghasilkan tabuhan khas dari daerah Lampung. Ragam gerak dari tari cangget Agung sendiri adalah :

1.) gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat)
2) gerakan knui melayang (lambang keagungan)
3.) gerak igel (lambang keperkasaan)
4. ) gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati
5. ) gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati)
6.) gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya)
7. ) gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).
In reply to Fitri Daryanti

Re: forum diskusi

by Jodi Chaniago -
Nama: Jodi Chaniago
Npm: 2213043014


Sejarah awal acara cangget agung bermula adat dari Sekala Berak dari datuk Nan empat diturunkan sebagai petunjuk kehidupan bermasyarakat, dimulai dari cepala kemudian adat pengakuk, setelah itu menyusul adat kebumian. Setiba di canguk Ratcak yang tadinya lima bersaudara kelak akan menjadi kesembilan marga ( yang akan bergabung kedalam siwo mego) membagi hak adat. Setelah berhasil membawa kemenangan dalam pertarungan melawan raja di lawek. Mereka mengadakan pesta kemenangan Pesta Cangget Agung dengan Tari Tigel digelarkan sebagai puncak kemenangan. Disinilah bermula dilaksanakan Gawi ( mecak Wirang ) dalam pelaksanaan Gawi tersebut digelarlah Cangget Agung ( Tari Malam Gembira/ tari Cangget ) Bagi masyarakat pepadun yang ingin mengambil gelar Sutan arus melaksanakan serangkaian acara begawi. Begawia dalah pesta adat besar naik tahta ke-punyimbangan dengan mendapat gelar nama yang tinggi (Hadikusuma, 1989 : 149). Pesta adat begawi dilaksanakan bersamaan dengan acara pernikahan. Pernikahan untuk masyarakat Lampung adalah untuk mendapatkan pemimpin baru untuk keluarganya dengan gelar baru yang didapatkan melalui proses begawi.Begawi dilakukan dengan segala rangkaian panjang, dimulai dari merwatin atau musyawarah adat hingga mepadun, acara pemberian gelar secara simbolis. Salah satu rangkaian dari begawi adalah acara cangget. Cangget agung dalah acara puncak yang dilaksanakan pada malam hari sebelum dilaksanakan mepadun. Secara sempit, cangget diartikan sebagai tari yang dilakukan oleh wanita, namun secara luas Cangget adalah begawi cakak pepadun itu sendiri (Martiara, 2012: 176). cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung).Cangget dilakukan bersamaan dengan acara pernikahan, maka dapat dikatakan bahwa Cangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya. Menurut masyarakat Lampung,cangget adalah identitas atau jati diri. Cangget dan perkawinan adalah wujud dari penegasan akan identitas kultural orang Lampung sekaligus merupakan simbolisasi proses pelestarian, penguatan, dan penegasan kembali identitas tersebut. Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-an (Sayuti, 1982: 12). Sebagai sebuah kebutuhan, cangget sangat penting dilestarikan oleh masyarakat Pepadun. Cangget adalah bagian dari tradisi budaya masyarakat yang senantiasa hidup, baik sebagai ekspresi pribadi maupun ekspresi bersama kelompok masyarakat. Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan. Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari tari yang dilakukan oleh peserta upacara. Upacara ini oleh masyarakat Lampung Pepadun biasa nya digunakan pada saatt acara begawi adat Lampung atau pengambilan gelar raja diman acara tersebut biasanya berdampingan denga peristiwa perkawinan dengan kata lain secara luas cangget agung adalah Begawi Cakak Pepadun atau pengambilan gelar raja. Keagungan dalam upacara ini nampak lebih mengkristal ketika di tinjau dari persyaratan status peserta upacara, peralatan harus dilengkapi, kaidah kaidah dan tata krama dalam upacra agung ini. Adapun pelanggaran terhadap persyaratan serta keniscayaan lainnya akan menjadi aib bagi pelaku maupun keluarganya, sebab itu setiap peserta sangat menghindari pelanggaran atas kaidah kaidah dalam penyelanggaraan upacara agung ini. Keagungan upacara ini terdapat dalam tari tari yang di laukan oleh peserta upacara. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menyelenggarakan dan mengikuti acara ini, dia antara nya adanya sebuah pancaran : kejujuran, ketaatan, ketekunan, ketepatan dan kerapihan Hal tersebut adalah merupakan layak tidaknya seseorang untuk berpartisipasi dalam pergaulan di masyarakat, itu pula lah inti dari penyelenggaraan Cangget Agung. Upacara ini memiliki fungsi sebagai upaya aktualisasi nilai nilai budaya daerah Lampung sebagai proses terjadinya pernyataan dan perwujudan yang semula nilai nilai tersebut yang masih dalam bentuk abstrak agar terjadi kongkritasi nilai dalam kehidupan sehari hari, yang semula hanya filosofis konsepsional menjadi definitif operasional. Melalui upacra Cangget Agung maka Nilai nilai yang terkandung dalam Piil Pesenggiri serta menguat sikap dasar seperti kejujuran, ketaatan, ketekunan, ketepatan dan kerapihan dan di pahami nya maksud dari penyelenggaraan acara tersebut di atas maka perwujudan Piil Pesenggiri yang Berisikan tentang : Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambaian,Juluk Adek. terdapat dalam tari tari yang di laukan oleh peserta upacara.