གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2215012056 2215012056

NAMA : IMTINAN SAFIRA IRENI
NPM : 2215012056
KELAS: B
PRODI: S1 ARSITEKTUR

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang didasari oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar tahun 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya. Bahwa seluruh masyarakat berhak dan wajib ikut serta dalam melakukan bela negara dan pembelaan bangsa serta negara yang diatur oleh undang undang.

Bela negara yang di maksud bukan hanya sekadar angkat senjata, melainkan banyak cara yang bisa kuta lakukan dengan mudah tentang bela negara ini, mulai dari lingkungan terkecil. Seperti saat pandemi covid 19 yang melanda negara kita, yaitu dengan cara Mematuhi Protokol Kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran COVID-19 dan mencegah terjadinya penularan yang lebih luas. Bela negara juga harus di imbangu dengan pengetahuan-pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melqkukan yang salah dan malah membuat hal yang tidak kita inginkan serta sesuai dengan tujuan utama kita dalam berwarga negara.
NAMA : IMTINAN SAFIRA IRENI
NPM : 2215012056
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR

1. Artikel tersebut memberikan gambaran tentang situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam, karna banyak nya agenda HAM yang macet, kemunduran mutu HAM, bahkan serangan terhadap pembela HAM. Artikel tersebut mengungkap bahwa tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM, adanya pembatasan kebebasan berkespresi dan beragama, diskriminasi gender, serta kegagalan dalam memberikan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM.
Meskipun terdapat keadaan yang kelam, ada beberapa perkembangan positif yang tercatat. Indonesia telah meratifikasi banyak perjanjian HAM internasional, menunjukkan komitmen untuk melindungi HAM, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Selain itu, masyarakat sipil, seperti gerakan mahasiswa dan komunitas masyarakat, terus berperan dalam mengawasi dan memperjuangkan HAM.

2. Berdasarkan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia, demokrasi di Indonesia harus mempertimbangkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang menekankan pentingnya menghargai perbedaan dan pluralitas. Prinsip ini mendorong inklusivitas dalam sistem demokrasi, di mana semua suara dan kepentingan diakui dan dihormati. Selain itu, prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

3. Praktik demokrasi Indonesia saat ini memiliki tantangan dan keberagaman, dan terdapat ruang untuk meningkatkan pemenuhan nilai-nilai Pancasila, dan hak asasi manusia. Meskipun demikian, ada sejumlah perkembangan positif dan juga tantangan yang perlu diatasi. Dalam rangka meningkatkan praktik demokrasi yang sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia, penting untuk terus melakukan reformasi dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi, mengatasi korupsi, meningkatkan kualitas pemilihan umum, dan memastikan perlindungan hak asasi manusia yang lebih efektif.


4. Sikap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat dengan menjalankan agenda politik sendiri dalam konteks berbeda dengan kepentingan yang nyata dan bersifat pribadi sangat lah tidak pantas. Hal ini yang merusak politik dengan masyarakatnya yaitu terjadinya ketidaksesuaian antara agenda politik pribadi dan kepentingan masyarakat yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi dan mengurangi efektivitas penyelesaian masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

5. Pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama, dan menggunakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, dapat menimbulkan pertanyaan tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam konteks demokrasi saat ini.
Ketika kekuasaan kharismatik disalahgunakan untuk mencapai tujuan yang tidak jelas atau bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, dampaknya dapat merugikan masyarakat secara luas. Penting untuk mengawasi dan mengevaluasi tindakan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan ini untuk memastikan penghormatan terhadap hak-hak asasi
NAMA : IMTINAN SAFIRA IRENI
NPM : 2215012056
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR

Jiwa nasionalisme dapat tumbuh dengan mempelajari wawasan nusantara. Wawasan Nusantara memiliki arti cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang meliputi darat, laut, udara, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan. Wawasan nusantara memiliki peranan penting dalam mewujudkan persatuan bangsa. Wawasan Nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan segala keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara. Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan jiwa nasionalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan. wawasan nusantara penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga Indonesia.

Wawasan Nusantara di latar belakangi berdasarkan deklarasi juanda, 30 april 1982 di konferensi PBB menerima dokumen yang berjudul 'THE UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA', akibatnya wilayah laut Indonesia menjadi sangat luas.

TAP MPR tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN (garis-garis besar haluan negara) 'wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara'. Bangsa Indonesia tidak ingin terpeceh menjadi berbagai bangsa untuk mewujudkan nya maka dibutuhkan semangat kebangsaan secara terus menerus. Semangat kebangsaan Indonesia telah di rintis melalalui peristiwa kebangkitan nasional 20 mei 1908 dan di tegas kan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dan berhasil di wujudkan dengan proklamasi kemerdekaan bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara wilayah Indonesia menjadi sangat luas namun konsepsi wawasan nusantara juga mengajak seluruh rakyat indonesia untuk memandang keragaman di Indonesia sebagai satu kesatuan. Luas wilayah Indonesia adalah suatu tantangan dalam mengelolanya hal ini dikarenakan luas wilayah memunculkan potensi ancaman dan sebaliknya memiliki potensi keunggulan dan kemanfaatan.
NAMA : IMTINAN SAFIRA IRENI
NPM : 2215012056
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR

1. Artikel tersebut membahas tentang konflik yang terjadi antara warga di perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Konflik tersebut di latar belakangi karna kesalahan pembangunan jalan oleh timor leste yang dianggap melewati wilayah NKRI dan merusak properti serta kuburan milik warga Indonesia. Konflik tersebut terjadi dengan kekerasan, saling lempar batu dan kayu hingga memakan sejumlah korban. Selain itu faktor penyebab konflik antar kedua negara adalah karna perebutan perbatasan negara, perbedaan interprestasi zona netral pada kedua negara serta terkait aspek sosial budaya yang masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dan Timor Leste.

Jarang sekali terjadi konflik kekerasan antar warga di perbatasan negara Indonesia, sehingga pada kasus ini hal positif yang dapat diambil dari konflik tersebut adalah pemerintah dapat menganalisis konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut sehingga Indonesia dapat membuat langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.

2. Jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, Indonesia akan mengalami perpecahan secara terus menerus.
andaikan kita tidak memiliki wawasan nusantara, salah satunya adalah tidak memahami bahwa kita memiliki perbedaan setiap wilayah, perbedaan bahasa, perbedaan agama, perbedaan keunikkan suku bangsa, keunikkan budaya, maka pasti akan terjadi saling merendahkan setiap orang yang kita jumpai dan konflik pasti terjadi seperti saling berebut lahan, saling hina menghina dan pasti banyak muncul masalah. Untuk itu, wawasan nusantara sangat penting untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat indonesia di masa depan.

3. Kemunculan konsep dan pemikiran wawasan nusantara disebabkan banyak hal diantaranya adalah geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal. Konsep wawasan nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik, terutama di wilayah-wilayah perbatasan. konsepsi wawasan nusantara dapat meminimalisir terjadi konflik antar masyarakat maupun antarnegara di wilayah perbatasan. Wawasan nusantara berfungsi sebagai sumber dalam melakukan kebijakan dan keputusan. Sejarah Indonesia bisa menjadi pengalaman kita untuk belajar bagaimana mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. Kita bisa belajar dari pendahulu-pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa kita