hNama : Liana Ayu Pratiwi
NPM : 2216041141
Memberikan komentar dan tanggapan secara aspek kajian politik dari berita “Peluang Rahmat
Mirzani Djausal dan Eva Dwiana Dalam Pilwakot 2024”
Pemilihan Walikota (Pilwakot) merupakan momen penting dalam kehidupan politik suatu
daerah khususnya Lampung. Pilwakot 2024 akan menjadi pertarungan politik yang menentukan bagi calon-calon yang berambisi memimpin kota dan mewujudkan tujuannya serta program kerja mereka. Dalam Pilwakot kita sebagai masyarakat harus memperhatikan sejarah politik, struktur politik, dan karakteristik demografinya yang sangat mempengaruhi pemilihan pada calon pilwakot. Dan tidak lupa juga setiap kota memiliki tantangan dan prioritas yang unik, seperti infrastruktur, pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial, dimana para calon yang mampu memberantas masalah masalah tersebut dengan tepat dan mengusulkan solusi yang berdaya untuk mendapatkan keunggulan. Pada Pilwakot 2024, calon-calon potensial juga menjadi elemen penting pada pemilihan yang akan datang, seperti profil calon, rekam jejak, pengalaman politik, dan popularitas adalah faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan mereka. Calon yang memiliki pengalama kerja yang kuat, kredibilitas di mata pemilih, dan dukungan partai politik dapat memiliki peluang lebih besar untuk meraih
kemenangan.
Seperti yang dikatakan dalaam berita tersebut, Dedy Hermawan telah mengungkapkan bahwa
faktor inidividu menjadi faktor tertinggi seseorang dapat memenangkan Pilwakot ini jika
dibandingkan dengan faktor lain. Kinerja dan tingkat popularitas seseorang yang menjadi
penentu seseorang. Menurut Dedy, seorang Rahmat Mirzani Djausal sebagai Ketua DPD
Gerindra Lampung tidak membuatnya menjadi populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi
jika dibandingkan dengan kader partainya, lalu Eva Dwiana juga banyak yang beranggapan
beliau tidak akan maju sebagai Bakal Calon Walikota dari partai PDI Perjuangan. Dedy juga
menyarankan bahwa yang maju pada Pilwakot harus memiliki daya dukung popularitas dan
elektabilitas yang tinggi yang dapat dilihat dari survey politik, agar pergerakannya menjadi
rasional.
Tanggapan dari berita tersebut kinerja yang baik dan tingkat popularitas yang tinggi merupakan
kombinasi yang kuat dalam memenangkan Pilwakot 2024. Kinerja calon dalam jabatan
sebelumnya dapat menjadi penentu penting dalam Pilwakot 2024. Masyarakat akan
mengevaluasi bagaimana calon-calon tersebut telah memenuhi janji-janji kampanye mereka
sebelumnya dan mencapai hasil nyata untuk kepentingan kota. Rekam jejak yang baik dan
prestasi yang terukur akan memperkuat kepercayaan pemilih dan memberikan peluang yang lebih besar untuk memenangkan Pilwakot. Calon yang telah menunjukkan kompetensi dalam mengelola keuangan kota, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan mencapai keberhasilan dalam proyek-proyek penting, mengambil keputusan yang tepat, dan
mengimplementasikan kebijakan akan menjadi pertimbangan utama bagi pemilih. Dan tingkat
popularitas dapat mencerminkan calon sejauh mana calon tersebut memiliki dukungan dan kepercayaan masyarakat. Faktor-faktor seperti kepribadian, kemampuan komunikasi, dan
karisma dapat mempengaruhi popularitas calon.
Pada kesimpulannya Pilwakot 2024 merupakan ajang penting bagi calon untuk memenangkan
dukungan masyarakat dan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kota. Menurut Dedy, kinerja yang baik dalam jabatan sebelumnya dan kepopularitasan yang tinggi juga menjadi kunci dalam meraih kemenangan. Jika keduanya bekerja sama dengan baik, maka dukungan solid dihasilkan oleh popularitas dan kinerja yang terbukti dapat membangun kepercayaan. Seperti, dalam melakukan kampanye kandidat tersebut perlu mengkomunikasikan pencapaian mereka secara efektif kepada pemilih, dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat untuk mempertahankan tingkat popularitas yang tinggi. Kandidat yang berhasil
menggabungkan keduanya akan memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilwakot 2024.