Posts made by Okta Selvi Marlinda

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -
Postur, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata adalah bentuk komunikasi nonverbal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Berikut adalah peran komunikasi nonverbal berupa postur, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata bagi pembelajaran:
1. Meningkatkan keterlibatan siswa: Postur tubuh yang baik dan ekspresi wajah yang tepat dapat membantu siswa untuk fokus dan masuk ke dalam pola pikir kerja, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan memperkuat pesan verbal.
2. Meningkatkan pemahaman siswa: Ekspresi wajah yang tepat dapat membantu guru untuk mengekspresikan emosi dan memperkuat pesan verbal. Perilaku mata dan kontak mata dapat membantu guru untuk membangun koneksi dengan siswa, menunjukkan rasa percaya diri, menunjukkan kebohongan, menunjukkan rasa ketertarikan, dan menjaga umpan balik.
3. Meningkatkan efektivitas komunikasi: Komunikasi nonverbal dapat memperkaya isi informasi yang disampaikan dan membuat komunikasi jadi lebih efektif. Dengan menggunakan bahasa tubuh yang tepat, pesan dapat disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh penerima.
4. Meningkatkan keterampilan sosial siswa: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang baik, seperti kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan memecahkan masalah dengan cara yang positif.
Dalam pembelajaran, penting bagi guru dan siswa untuk memahami pentingnya komunikasi nonverbal dan menggunakan bahasa tubuh yang tepat. Dengan menggunakan komunikasi nonverbal yang tepat, pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan siswa dapat memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -
Struktur program bimbingan konseling di sekolah merupakan suatu program yang disusun secara sistematis dan terdiri dari beberapa komponen. Berikut adalah komponen-komponen struktur program bimbingan konseling di sekolah
1. Layanan Dasar Bimbingan: Proses pemberian bantuan kepada semua siswa melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal.
2. Layanan Responsif: Layanan yang bertujuan untuk membantu peserta didik atau konseli yang sedang mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
3. Sistem Perencanaan Individual: Sistem yang dirancang untuk membantu siswa dalam merencanakan dan mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka.
4. Pendukung Sistem: Sistem yang dirancang untuk mendukung program bimbingan konseling, seperti dukungan sistem, kebijakan yang mendukung keterlaksanaan program, program jejaring baik internal sekolah maupun eksternal.
Selain itu, program bimbingan konseling juga memerlukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan program tersebut. Evaluasi bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara;
1. Merumuskan masalah yang akan dievaluasi.
2. Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpulan data.
3. Mengumpulkan dan menganalisis data.
4. Menyusun laporan evaluasi.
5. Menyusun tindak lanjut evaluasi.
Dalam kesimpulannya, struktur program bimbingan konseling di sekolah terdiri dari beberapa komponen, seperti layanan dasar bimbingan, layanan responsif, sistem perencanaan individual, dan pendukung sistem. Evaluasi bimbingan konseling juga penting dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program tersebut.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Okta Selvi Marlinda -
1.Temperamen adalah seperangkat sifat bawaan yang menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungan dan bagaimana mereka merespons rangsangan. Dari segi biologis, temperamen dipengaruhi oleh kesehatan tubuh atau rangsangan yang mempengaruhinya 2. Ada beberapa teori tentang

temperamen yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:

Teori Psikoanalitik: Menurut Freud, perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), psikologis (ego), dan sosial (super-ego). Ia juga mengemukakan bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh tahapan psikoseksual yang terbagi dalam tiga tahap

⚫ Teori Fenomenologi: Teori ini mengidentifikasi tahapan perkembangan kepribadian yang dikembangkan oleh Freud dan diperluas oleh Erikson menjadi delapan tahap.

• Perspektif Perilaku dan Pembelajaran: Ini

perspektif menunjukkan bahwa temperamen adalah

dibentuk oleh faktor lingkungan dan pengalaman belajar. • Perspektif Biologis: Perspektif ini menunjukkan bahwa temperamen dipengaruhi oleh warisan genetik, sistem neuroendokrin,

riasan tubuh yang lengkap, dan kesehatan jasmani

2.Aktivitas, emosi, kemampuan bersosialisasi, dan

agresivitas sangat dipengaruhi oleh

kesehatan otak

. Teori Sifat. Teori ini menyatakan bahwa temperamen adalah seperangkat karakteristik biologis yang relatif tidak berubah, seperti warisan genetik, sistem neuroendokrin, susunan tubuh lengkap, dan kesehatan fisik.

Singkatnya, temperamen adalah seperangkat sifat bawaan yang menentukan bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungan dan bagaimana mereka merespons rangsangan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan pembelajaran, serta warisan genetik, sistem neuroendokrin, susunan tubuh secara keseluruhan, dan kesehatan fisik.

2.Teori psikoanalisis adalah salah satu teori kepribadian yang dikenal dengan teori psikoseksual yang dipelopori oleh Sigmund Freud dan teori psikososial yang dipelopori oleh Erik H. Erikson. Kedua teori ini bersumber dari satu aliran psikologi yakni aliran psikoanalisa atau psikoanalitis yang dikenalkan oleh Sigmund Freud

- Teori Psikoseksual dari Freud Teori ini mengidentifikasi tahap-tahap perkembangan psikoseksual yang terdiri dari lima tahap, yaitu tahap oral, anal, phallik, laten, dan genital[1][3][6]. Setiap tahap memiliki fokus pada area tubuh tertentu dan mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Tahap-tahap ini juga mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya

- Teori Psikososial dari Erikson: Teori ini mengidentifikasi delapan tahap perkembangan psikososial yang dimulai dari masa bayi hingga usia dewasa.Setiap tahap memiliki krisis psikososial yang harus diatasi oleh individu untuk mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Tahap-tahap ini juga mempengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya.

Perbedaan antara teori psikoseksual Freud dan teori psikososial Erikson adalah bahwa teori psikoseksual Freud berfokus pada dorongan-dorongan seksual, sedangkan teori psikososial Erikson menempatkan titik tekan yang lebih besar pada dimensi sosialisasi. Meskipun demikian, Erikson adalah murid dari Freud sehingga Erikson adalah pengembang teori teori Freud dan mendasarkan konstruk teori psikososialnya dari psikoanalisa Freud

3.Teori pembelajaran adalah suatu teori yang menjelaskan bagaimana seseorang belajar. Ada beberapa teori pembelajaran yang dikenal, salah satunya adalah teori pembelajaran behavioristik yang dipelopori oleh B.F. Skinner, John Watson, dan Albert Bandura Berikut adalah penjelasan singkat mengenai perspektif pembelajaran dari ketiga ahli tersebut:

- Teori Pembelajaran Skinner:Teori ini didasarkan pada gagasan bahwa belajar adalah fungsi perubahan perilaku individu secara jelas. Perubahan perilaku tersebut diperoleh sebagai hasil respon individu terhadap kejadian (stimulus) dari lingkungan. Salah satu hasil penelitian yang terkenal dari Skinner adalah kotak Skinner (Skinner's Box). Penguatan merupakan unsur terpenting dari teori Skinner Penguatan stimulus diberikan berulang-ulang agar dapat memperkuat respon yang dikehendaki. Sehingga perilaku individu dikontrol oleh penguatan stimulus yang mengikutinya

-Teori Pembelajaran Watson: Teori ini menekankan pada pengamatan terhadap perilaku yang dapat diamati. Watson percaya bahwa perilaku manusia dapat diprediksi dan dikendalikan melalui pengaruh lingkungan Watson juga percaya bahwa perilaku manusia dapat dipelajari melalui pengkondisian klasik. Watson menganggap bahwa manusia lahir sebagai tabula rasa atau lembaran kosong yang dapat diisi dengan pengalaman-pengalaman dari lingkungan

-Teori Pembelajaran Bandura Teori ini menekankan pada pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan reaksi emosi orang lain. Teori ini menjelaskan perilaku manusia sebagai hasil dari interaksi antara faktor lingkungan, faktor personal, dan perilaku. Bandura juga mengembangkan konsep self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan. Menurut Bandura, self-efficacy dapat mempengaruhi motivasi dan perilaku individu

Dalam kesimpulannya, teori pembelajaran behavioristik yang dipelopori oleh B.F. Skinner, John Watson, dan Albert Bandura menekankan pada pengaruh lingkungan dan pengalaman dalam membentuk perilaku manusia. Teori ini juga menekankan pada pentingnya penguatan atau reward dalam membentuk perilaku yang diinginkan

4.Teori kognitif adalah teori yang menjelaskan bagaimana seseorang memproses informasi dan bagaimana informasi tersebut disimpan dalam memori. Dalam teori kognitif, terdapat dua tokoh yang sangat terkenal, yaitu Jean Piaget dan Lev Vygotsky

. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai perspektif kognitif dari kedua ahli tersebut:

Teori Piaget: Teori ini menekankan pada konsep konstruktivisme, yaitu bahwa anak membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya

 Piaget mengidentifikasi empat tahap perkembangan kognitif, yaitu tahap sensorimotor, tahap praoperasional, tahap konkret operasional, dan tahap formal operasional

. Setiap tahap memiliki karakteristik yang berbeda dan mempengaruhi cara anak memproses informasi

5.Teori ekologi dalam psikologi perkembangan merupakan salah satu perspektif kontekstual yang diperkenalkan oleh Uri Bronfenbrenner
Teori ini menekankan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh konteks lingkungan
Bronfenbrenner menggambarkan empat kondisi lingkungan dimana perkembangan terjadi, yaitu mikrosistem, mesosistem, ekosistem, dan makrosistem
. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kondisi lingkungan tersebut:
Mikrosistem: Menunjukkan situasi dimana individu hidup dan saling berhubungan dengan orang lain Konteks ini meliputi keluarga, teman, sebaya, sekolah, dan lingkungan sosial lainnya
Dalam mikrosistem inilah terjadi interaksi yang paling langsung dengan agen-agen sosial
Mesosistem: Menunjukkan hubungan antara dua atau lebih mikrosistem atau hubungan beberapa konteks
Misalnya hubungan antara rumah dan sekolah
. Keduanya tentu memiliki peran yang sama
Ketika keduanya memiliki kondisi yang baik maka akan mempengaruhi perkembangan anak
Ekosistem: Menunjukkan hubungan antara individu dengan lingkungan yang lebih luas
. Misalnya, hubungan antara keluarga dengan tempat kerja orang tua
. Ekosistem ini mempengaruhi perkembangan anak secara tidak langsung
Makrosistem: Menunjukkan kondisi lingkungan yang lebih luas lagi, seperti budaya, nilai, dan sistem politik
. Makrosistem ini mempengaruhi perkembangan anak secara tidak langsung
Dalam kesimpulannya, teori ekologi Bronfenbrenner merupakan salah satu perspektif kontekstual yang menekankan pentingnya konteks lingkungan dalam perkembangan manusia. Teori ini menggambarkan empat kondisi lingkungan dimana perkembangan terjadi, yaitu mikrosistem, mesosistem, ekosistem, dan makrosistem. Semua kondisi lingkungan tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi perkembangan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

6.Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan Teori ini menekankan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk membentuk hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth:

- Teori Attachment Bowlby. Bowlby mengidentifikasi lima perilaku attachment pada bayi, yaitu mengisap, menggenggam, mengikuti, menangis, dan tersenyum. Bowlby percaya bahwa perilaku attachment ini berkembang pada manusia melalui proses evolusi dan membantu bayi untuk bertahan hidup. Bowlby juga mengidentifikasi tiga tahap attachment, yaitu tahap pre-attachment, tahap attachment yang jelas, dan tahap pemisahan diri. Bowlby juga mengidentifikasi konsep internal working model, yaitu gambaran mental tentang diri dan orang lain yang membentuk pola perilaku attachment seseorang.

- Teori Attachment Ainsworth: Ainsworth mengembangkan konsep Strange Situation, yaitu suatu eksperimen yang digunakan untuk mengukur perilaku attachment pada bayi. Ainsworth mengidentifikasi tiga jenis perilaku attachment pada bayi, yaitu attachment aman, attachment tidak aman-terhindar, dan attachment tidak aman-cemas Attachment aman terjadi ketika bayi merasa nyaman dan aman dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-terhindar terjadi ketika bayi tidak terlalu memperhatikan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-cemas terjadi ketika bayi merasa tidak aman dan khawatir dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnya

Dalam kesimpulannya, teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan yang menekankan pentingnya hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain. Teori ini mengidentifikasi perilaku attachment pada bayi dan mengembangkan konsep internal working model dan Strange Situation untuk mengukur perilaku attachment pada bayi

7.Teori perkembangan moral Kohlberg adalah salah satu perspektif moral dalam psikologi perkembangan. Teori ini menekankan bahwa penalaran moral merupakan dasar dari perilaku etis. Kohlberg mengidentifikasi enam tahapan perkembangan moral yang dapat teridentifikasi. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai tahapan perkembangan moral Kohlberg:

- Tahap Pra-Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari tingkah laku yang ada dan dibuat berdasarkan konsekuensinya langsung. Terdapat dua tahap awal pada tahap pra-konvensional, yaitu tahap awal dan murni melihat diri dalam bentuk egosentris.

- Tahap Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari perspektif norma sosial dan otoritas. Terdapat dua tahap pada tahap konvensional, yaitu tahap orientasi pada hubungan interpersonal dan tahap orientasi pada norma sosial.

- Tahap Pasca-Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari perspektif prinsip moral universal Terdapat dua tahap pada tahap pasca-konvensional, yaitu tahap orientasi pada kontrak sosial dan tahap orientasi pada prinsip moral universal

Tahapan perkembangan moral Kohlberg merupakan ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya. Meskipun demikian, terdapat kritik terhadap teori Kohlberg, yaitu bahwa teori tersebut terlalu menekankan pada keadilan dan mengabaikan norma yang lainnya Konsekuensinya, teori ini tidak akan menilai secara adekuat orang yang menggunakan aspek moral lainnya dalam