Posts made by Okta Selvi Marlinda

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -

Struktur program bimbingan konseling perkembangan di PAUD terdiri dari beberapa komponen, yaitu:


1. Layanan Dasar Bimbingan: Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar untuk kehidupan. Prioritas pemberian layanan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Program bimbingan yang komprehensif mencakup pula pemberian layanan bagi siswa yang memiliki karakteristik tertentu seperti siswa berbakat, program pendidikan khusus, program pendidikan jabatan, anak yang berpindah-pindah, dan lain-lain[1][4][5] Layanan Responsif: Layanan ini bertujuan untuk membantu peserta didik atau konseli yang sedang mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Fokus pengembangan dengan memberikan bantuan kepada peserta didik atau konseli yang mengalami masalah dan mengganggu perkembangan diri serta menghadapi potensi masalah tetapi dia tidak menyadari jika tidak diberikan bantuan.Sistem Perencanaan Individual: Sistem ini bertujuan untuk membantu siswa dalam merencanakan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Sistem ini meliputi pengembangan rencana individu, pengembangan program pendidikan khusus, dan pengembangan program pendidikan jabatan. Pendukung Sistem: Pendukung sistem bertujuan untuk membantu pengembangan program bimbingan dan konseling, seperti dukungan bagi program pendidikan orangtua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan, partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan, implementasi dan program standarisasi instrumen tes, kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan, dan memberikan masukan terhadap pembuat keputusan dalam kurikulum pengajaran, berdasarkan perspektif siswa.Evaluasi bimbingan perkembangan dilakukan untuk menentukan derajat kualitas pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling. Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan, yaitu secara umum dan secara khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individual, konseling kelompok, dan lain-lain. Aspek yang harus dievaluasi meliputi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program tersebut, dampak dari kegiatan bimbingan konseling, bagaimana respon yang terjadi, personil yang terlibat, dan lain-lain

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

by Okta Selvi Marlinda -
Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD meliputi beberapa pendekatan, seperti pendekatan krisis, remedial, preventif, dan perkembangan.Pendekatan perkembangan merupakan pendekatan yang lebih mutakhir dan proaktif, dibandingkan dengan ketiga pendekatan sebelumnya.Dalam pendekatan ini, guru atau pembimbing beranjak dari pemahaman tentang keterampilan dan pengalaman khusus yang dibutuhkan anak untuk mencapai keberhasilan di tempat belajar dan dalam kehidupan.Pendekatan ini memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan anak, kebutuhan, minat, serta membantu mereka mempelajari keterampilan hidup Berbagai teknik dapat digunakan dalam pendekatan ini seperti mengajar, tukar informasi, bermain peran, melatih, tutorial, dan konseling. Di dalam pendekatan perkembangan, keterampilan dan pengalaman belajar yang menjadi kebutuhan anak didik akan dirumuskan ke dalam suatu kurikulum bimbingan
Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan meliputi beberapa prinsip, seperti:
1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi semua aspek
2. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur dan sedikit demi sedikit
3. Pengalaman awal memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak
4. Perkembangan berlangsung ke arah kompleksitas, organisasi, dan internalisasi yang lebih meningkat
5. Perkembangan dan belajar terjadi dipengaruhi oleh konteks sosial dan cultural yang majemuk
6. Anak adalah pembelajar aktif
7. Perkembangan dan belajar merupakan hasil dari interaksi kematangan biologis dan lingkungan, yang mencakup baik lingkungan fisik maupun sosial tempat anak tinggal.
8. Anak berkembang dan belajar terbaik dalam suatu konteks komunitas yang merasa aman dan menghargai, memenuhi kebutuhan fisiknya, dan dirasa aman secara psikologis
9. Bermain merupakan cara belajar yang sangat penting bagi anak usia dini
10. Pembelajaran harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak
11. Lingkungan dan pengalaman belajar harus disesuaikan dengan urutan dan pola perkembangan pada anak
Unsur-unsur lingkungan perkembangan meliputi beberapa unsur, seperti:
1. Faktor genetik
2. Faktor lingkungan
3. Kondisi kehamilan
4. Komplikasi persalinan
5. Pemenuhan nutrisi
6. Perawatan kesehatan
7. Kerentanan terhadap penyakit
8. Perilaku pemberian stimulus
9. Pola asuh orang tua
10. Lingkungan secara fisiologis
11. Lingkungan secara psikologis
12. Aspek kepribadian
13. Aspek sosial moral
14. Aspek bahasa
15. Aspek kesadaran beragama

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Okta Selvi Marlinda -
Karakteristik perkembangan anak usia dini (AUD) sangat penting untuk dipahami oleh orang tua dan pendidik. Berikut adalah beberapa karakteristik perkembangan AUD yang dapat ditemukan dari hasil pencarian:
1. Aktif dan energik: Anak usia dini cenderung bergerak aktif, seperti berlari, menari, atau melompat-lompat
2. Unik: Setiap anak memiliki ciri khas yang berbeda-beda, seperti minat, kesukaan, dan ciri yang berbeda
3. Egosentris: Anak usia dini cenderung melihat sesuatu dari sudut pandangnya saja dan untuk kepentingannya sendiri
4. Rasa ingin tahu yang tinggi: Anak usia dini sangat ingin tahu dan suka mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
5. Jiwa petualang: Anak usia dini suka melakukan hal-hal baru atau apa yang mereka lihat
6. Spontan: Anak usia dini cenderung bersikap spontan dan senang berfantasi
7. Mudah frustasi: Anak usia dini masih mudah frustasi dan kurang mempertimbangkan dalam melakukan sesuatu
8. Daya perhatian pendek: Anak usia dini memiliki daya perhatian yang pendek
9. Tidak sabar dan mudah emosi: Anak usia dini cenderung tidak sabar dan mudah emosi
10. Kreatif: Anak usia dini memiliki daya kreasi yang tinggi
11. Mampu bercakap-cakap: Anak usia dini mulai mampu berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain
12. Antusias terhadap banyak hal: Anak usia dini memiliki rasa ingin yang kuat dan antusias terhadap banyak hal
13. Bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman: Anak usia dini senang belajar dan banyak belajar dari pengalaman
Karakteristik perkembangan AUD dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan didikan orang tua. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu memahami karakteristik perkembangan AUD agar dapat memberikan pendidikan yang sesuai dan mendukung perkembangan anak secara optimal

Perkembangan anak usia dini (AUD) meliputi beberapa aspek, seperti fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional, dan motorik. Berikut adalah ciri-ciri perkembangan AUD yang dapat ditemukan dari hasil pencarian:
1. Perubahan fisik: Ciri tumbuh kembang anak yang pertama adalah adanya perubahan fisik, seperti perubahan tinggi dan berat badan serta organ-organ tubuh lainnya
2. Perkembangan bahasa: Anak usia dini akan mengalami perkembangan dalam berbicara menggunakan bahasa ibu yang diajarkan
3. Perkembangan psikososial: Anak usia dini mampu merespon lingkungannya dengan baik dan memiliki kemampuan sosial dan emosional yang baik
4. Perkembangan motorik: Anak usia dini memiliki kemampuan motorik kasar dan halus yang semakin berkembang
5. Kemampuan kognitif: Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang besar dan suka mengeksplorasi lingkungan sekitarnya
6. Kemampuan sosio-emosional: Anak usia dini menunjukkan sikap yang unik, suka berfantasi dan berimajinasi, serta menunjukkan sikap yang positif terhadap lingkungan sekitarnya
7. Kemampuan berbicara: Anak usia dini mulai mampu berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain
8. Kemampuan motorik kasar: Anak usia dini aktif bergerak, melompat, dan berlarian
9. Kemampuan motorik halus: Anak usia dini memiliki kemampuan motorik halus yang semakin berkembang
10. Kemampuan emosi: Anak usia dini mulai merasakan emosi seperti rasa marah, kesal, sedih, dan bahagia
11. Kemampuan kreatif: Anak usia dini memiliki daya kreasi yang tinggi
12. Kemampuan daya perhatian: Anak usia dini memiliki daya perhatian yang pendek
13. Kemampuan bercakap-cakap: Anak usia dini mulai mampu berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain
Karakteristik perkembangan AUD dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan didikan orang tua. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu memahami karakteristik perkembangan AUD agar dapat memberikan pendidikan yang sesuai dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

Prinsip perkembangan
Berikut adalah prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini (AUD) yang dapat ditemukan
1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi semua aspek. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tetapi menyangkut semua aspek
2. Perkembangan sesuatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya. Anak bisa merangkak sebelum anak bisa berjalan, anak bisa meraban (mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas dan tidak bermakna, seperti: mmm-mmm-mmm) sebelum anak bisa berbicara, dan sebagainya
3. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur dan sedikit demi sedikit
4. Pengalaman awal memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak
5. Perkembangan berlangsung ke arah kompleksitas, organisasi, dan internalisasi yang lebih meningkat
6. Perkembangan dan belajar terjadi dipengaruhi oleh konteks sosial dan cultural yang majemuk
7. Anak adalah pembelajar aktif
8. Perkembangan dan belajar merupakan hasil dari interaksi kematangan biologis dan lingkungan, yang mencakup baik lingkungan fisik maupun sosial tempat anak tinggal
9. Anak berkembang dan belajar terbaik dalam suatu konteks komunitas yang merasa aman dan menghargai, memenuhi kebutuhan fisiknya, dan dirasa aman secara psikologis
10. Bermain merupakan cara belajar yang sangat penting bagi anak usia dini
11. Pembelajaran harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak
12. Lingkungan dan pengalaman belajar harus disesuaikan dengan urutan dan pola perkembangan pada anak
Prinsip-prinsip perkembangan AUD ini penting untuk dipahami oleh orang tua dan pendidik agar dapat memberikan pendidikan yang sesuai dan mendukung perkembangan anak secara optimal

Aspek aspek perkembangan
Perkembangan anak usia dini (AUD) meliputi beberapa aspek, seperti fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional, dan motorik. Berikut adalah aspek-aspek perkembangan AUD yang dapat
1. Aspek perkembangan fisik-motorik: Aspek ini mencakup perkembangan fisik dan motorik, seperti pertumbuhan tinggi dan berat badan, kemampuan berjalan, merangkak, dan berlari, serta kemampuan motorik halus seperti menggambar dan menulis
2. Aspek perkembangan kognitif: Aspek ini mencakup kemampuan kognitif, seperti kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan memahami konsep-konsep abstrak
3. Aspek perkembangan bahasa: Aspek ini mencakup kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan berkomunikasi dengan orang lain
4. Aspek perkembangan sosio-emosional: Aspek ini mencakup kemampuan sosial dan emosional, seperti kemampuan berinteraksi dengan orang lain, mengenali emosi, dan mengatur perilaku
5. Aspek perkembangan seni: Aspek ini mencakup kemampuan seni, seperti kemampuan bermain musik, menggambar, dan menari
6. Aspek perkembangan moral dan agama: Aspek ini mencakup perkembangan nilai-nilai moral dan agama, seperti mengenal nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan toleransi

Faktor perkembangan Aud
Perkembangan anak usia dini (AUD) dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan AUD yang dapat ditemukan
1. Faktor genetik: Faktor ini mencakup karakteristik individu yang diwariskan oleh orang tua, seperti tinggi badan, warna mata, dan sifat-sifat lainnya
2. Faktor lingkungan: Faktor ini mencakup lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang membentuk dan mempengaruhi perkembangan individu
3. Kondisi kehamilan: Kondisi kehamilan ibu dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak, seperti stres yang berat, terkena paparan asap rokok, dan nafsu makan yang buruk
4. Komplikasi persalinan: Jika ada komplikasi pada saat persalinan, dapat mempengaruhi perkembangan anak
5. Pemenuhan nutrisi: Pemenuhan nutrisi yang baik sangat penting untuk membangun pertumbuhan dan perkembangan anak
6. Perawatan kesehatan: Perawatan kesehatan yang baik juga mempengaruhi perkembangan anak
7. Kerentanan terhadap penyakit: Anak yang rentan terhadap penyakit dapat mengalami gangguan dalam perkembangan fisik dan kognitif
8. Perilaku pemberian stimulus: Stimulus yang diberikan pada anak dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial-emosional
9. Pola asuh orang tua: Pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perkembangan anak dari segi mental, fisik, dan kecerdasan intelegensi
10. Lingkungan secara fisiologis: Lingkungan yang mempengaruhi secara fisiologis mencakup segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu, sistem saraf, peredaran darah, pernafasan, pencernaan makanan, kelenjar-kelenjar indokrin, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan jasmani
11. Lingkungan secara psikologis: Lingkungan yang mempengaruhi secara psikologis meliputi segenap stimulasi, interaksi, dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan ataupun karya orang lain
12. Aspek kepribadian: Aspek ini mencakup kemampuan sosial dan emosional, seperti kemampuan berinteraksi dengan orang lain, mengenali emosi, dan mengatur perilaku
13. Aspek sosial moral: Aspek ini mencakup kemampuan sosial dan moral, seperti mengenal nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan toleransi
14. Aspek bahasa: Aspek ini mencakup kemampuan berbicara, memahami bahasa, dan berkomunikasi dengan orang lain
15. Aspek kesadaran beragama: Aspek ini mencakup kesadaran dan pemahaman tentang

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Okta Selvi Marlinda -
1. Pengertian bimbingan konseling:
- Bimbingan konseling adalah rangkaian proses kegiatan yang fokus utamanya adalah memberikan bantuan yang diberikan oleh seorang ahli dalam bidang konseling melalui tatap muka, baik secara individu maupun kelompok dengan memberikan pengetahuan dalam mengatasi suatu permasalahan yang tengah dialami oleh konseli secara berkala dan sistematis
2. Tujuan bimbingan konseling:
- Membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan potensi yang dimilikinya
- Membantu individu dalam mengatasi masalah dan kesulitan yang dihadapinya
- Membantu individu dalam menentukan tujuan hidup dan merencanakan masa depan
3. Fungsi bimbingan konseling:
- Fungsi pencegahan: mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan melakukan berbagai upaya pencegahan agar tidak dialami oleh individu
- Fungsi pengembangan: menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga dapat memfasilitasi perkembangan individu.
- Fungsi pengentasan: membantu individu dalam mengatasi masalah dan kesulitan yang dihadapinya
- Fungsi penyaluran: membantu individu dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, serta karir dan jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan kepribadian individu
- Fungsi adaptasi: membantu individu dalam mengadaptasi program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan keperluan individu
4. Prinsip bimbingan konseling:
- Asas kesukarelaan: adanya kesukaan dan kerelaan individu menjalani atau mengikuti kegiatan yang diperuntukkan untuk dirinya.
- Asas kerahasiaan: menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dari individu
- Asas kebebasan: memberikan kebebasan kepada individu untuk mengemukakan pendapat dan keinginannya
- Asas kepercayaan: membangun kepercayaan antara konselor dan konseling
5. Ruang lingkup bimbingan konseling:
- Asas, prinsip, dan tujuan bimbingan konseling
- Wewenang pemerintah daerah dalam perlindungan anak
- Hak dan kewajiban anak
- Kewajiban dan tanggung jawab orang tua
- Lembaga perlindungan anak

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Okta Selvi Marlinda -
Postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) adalah bentuk komunikasi nonverbal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Berikut adalah penjelasan tentang peran komunikasi nonverbal berupa postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) bagi pembelajaran:

1. Postur tubuh: Postur tubuh yang baik dapat membantu siswa untuk fokus dan masuk ke dalam pola pikir kerja, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan memperkuat pesan verbal. Postur tubuh yang baik juga dapat membantu siswa untuk membangun rasa percaya diri dan meningkatkan partisipasi dalam proses pembelajaran.

2. Ekspresi wajah: Ekspresi wajah yang tepat dapat membantu guru untuk mengekspresikan emosi dan memperkuat pesan verbal. Ekspresi wajah yang tepat juga dapat membantu siswa untuk memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik dan meningkatkan motivasi belajar.

3. Perilaku mata dan kontak mata: Perilaku mata dan kontak mata dapat membantu guru untuk membangun koneksi dengan siswa, menunjukkan rasa percaya diri, menunjukkan kebohongan, menunjukkan rasa ketertarikan, dan menjaga umpan balik. Kontak mata yang baik dapat membantu siswa untuk merasa dihargai dan didengarkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.

Komunikasi nonverbal berupa postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat membantu siswa dan guru untuk memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan cara berkomunikasi nonverbal yang baik dan melatih kemampuan untuk menggunakan postur dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata) secara tepat dan efektif.