Posts made by Shabrina Salsabila

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Shabrina Salsabila -
- Model verbal adalah model atau teori yang dinyatakan dengan kata-kata, meskipun bentuknya sangat sederhana. Model verbal sangat berguna terutama untuk menyatakan hipotesis atau menyajikan hasil penelitian. Model verbal ini sering dibantu dengan grafik, diagram, atau gambar.

- Model fisik secara garis besar terbagi dua, yakni model ikonik yang penampilan umumnya (rupa, bentuk, tanda) menyampaikan objek yang dimodelkan. Seperti model pesawat terbang, maket sebuah gedung atau kompleks. Sebagan model ikonik, selain menyerupai objek aslinya juga menunjukan sebagian fungsi penting objek yang dimodelkan.
-Perkembangan model simbolik, khususnya model matematik penting dalam profesi ilmuwan. Pembuatan model adalah upaya penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan kuantitas model yang dihasilkannya menandai kematangan ilmiah disiplin tersebut.

Berdasarkan model-model komunikasi Lasswell, Shannon dan Weaver serta Schramm, yang linier namun terkenal itu misalnya, muncul model-model yang sirkuler. Dilihat dari jumlah unsur yang mengidentifikasi dalam fenomena komunikasi, model-model lebih mutahir menambahkan unsur-unsur baru yang dalam model lama tidak disebut. Misalnya lingkungan fisik, seperti dalam model Gudykunst dan Kim. dan konteks waktu dalam model Tubbs.

- Model Gerbner merupakan perluasan dari model Lasswell, model Westley dan MacLean dari model Newcomb dan model DeFleur dari model Shannon dan Weaver. Schramm yang mengemukakan teori peluru komunikasi (the bullet theory of communication) sebagai model verbal mengenai efel komunikasi pada tahun 1950-an harus merevisi modelnya tersebut dalam dekade berikutnya.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Shabrina Salsabila -
Komunikasi berasal dari bahasa Latin "communicatio" yang artinya pemberitahuan atau pertukaran pikiran. Dalam bahasa inggris, common yang artinya sama. Ketika kita berkomunikasi, tujuan yang ingin dicapai yakni menyamakan persepsi terkait pesan yang akan disampaikan pengirim kepada penerima.

Komunikasi sangat penting dan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Berikut ini beberapa fungsi dari komunikasi antara lain
- Komunikasi berfungsi untuk memhamai diri sendiri dan orang lain
Di dalam suatu kelompok, kita memiliki kesempatan untuk dapat mengungkap atau menemukan siapa diri kita yang sebenarnya serta bagaimana orang lain mempengaruhi kita melalui komunikasi dua arah.
-Komunikasi berfungsi untuk mewujudukan relasi yang penuh makna
Komunikasi merupakan suatu modal dasar dalam menjalin relasi karena di dalamnya kita dapat memperhatikan diri sendiri serta mempertimbangkan kebutuhan orang lain.
-Komunikasi berfungsi untuk menguji dan mengubah sikap dan perilaku
Dalam berkomunikasi tiap individu memiliki kesempatan untuk saling mempengaruhi orang lain maupun membujuk mereka untuk berfikir seperti yang kita pikirkan dan bertindak seperti yang kita lakukan.

unsur unsur :
Dalam prosesnya, setidaknya komunikasi memiliki 3 unsur yaitu pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan), dan pesan itu sendiri.
Lebih lanjut, berikut merupakan unsur-unsur komunikasi:
- Sumber Informasi (Source)
Source adalah sumber atau orang yang menyampaikan pesan, melalui proses dari timbulnya stimulus untuk menciptakan pemikiran dan keinginan untuk berkomunikasi.
- Encoding
Encoding merupakan proses di mana sistem pusat saraf sebagai sumber informasi memilih simbol-simbol untuk menggambarkan pesan.
- Pesan (Message)
Pesan termasuk unsur komunikasi yang menjadi segala sesuatu yang memiliki makna. Di mana, pesan ini merupakan hasil akhir dari proses encoding.
- Media
Media komunikasi adalah alat atau cara yang digunakan dalam menyampaikan pesan ke komunikan. Media komunikasi di antaranya bisa berupa telepon, surat, atau tatap muka secara langsung.
- Decoding
Decoding yaitu proses di mana komunikasi menginterpretasikan pesan yang telah diterimanya. Interpretasi komunikasi berdasarkan minat, pengetahuan, ataupun kepentingannya.
- Umpan Balik (Feedback)
Feedback adalah respon dari penerima pesan ke pengirim pesan, yang menjadi bentuk tanggapan dari pesan yang disampaikan. Feedback ini bisa berupa jawaban lisan penerima baik setuju maupun tidak setuju atas pesan tersebut.
- Hambatan (Noise)
Noise adalah hal-hal yang mengganggu proses komunikasi, dengan kata lain adanya noise akan membuat komunikasi tidak bisa berjalan efektif.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Shabrina Salsabila -
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Shabrina Salsabila -
Struktur Program Bimbingan Konseling
Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan Action
plan yang akan disusun paling tidak memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who,
when, and how). Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan perlu melakukan
hal-hal berikut ini:
1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.
Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus
dikuasai peserta didik
2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan
di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.
Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan
dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.
Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.
3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel
kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud
dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun.
Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program Tahunan dan Program
semester.
4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke
dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan.
Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, bulanan, dan mingguan.
5) Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak
langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Untuk kegiatan
kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu
dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Adapun
kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat
dilaksanakan melalui tulisan

EVALUASI BIMBINGAN PERKEMBANGAN
Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk
melihat tingkat keberhasilan suatu program(Suharsimi Arikunto, 2004). Melakukan
evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi
tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan. Apabila kita membatasi
pengertian “program" sebagai kegiatan yang direncanakan, maka program tersebut
tidak lagi disebut demikian jika kegiatannya telah dilaksanakan. Namun, kalau kita amati
dari kehidupan sehari-hari ada pula kegiatan yang dilaksankan tanpa rencana. Evaluasi
program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambil kebijakaan untuk
menentukan kebijakan selanjutnya.
Winkel & Sri Hastuti (2004) menyarankan, evaluasi terhadap efektivitas pelayanan
bimbingan dan konseling lebih valid dan reliabel jika pelaksanaan evaluasinya
mendasarkan diri pada kriteria internal, antara lain yaitu : (1) pelayanan bimbingan
disusun dengan bersumber pada kebutuhan-kebutuhan peserta didik yang nyata dan
realistis berdasar pada needs assessment; (2) sifat-sifat bimbingan yang menonjol adalah
preventif dan developmental; (3) seluruh kegiatan bimbingan diarahkan untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu yang telah dirumuskan bersama seluruh tenaga pendidik dan
orang tua berdasarkan suatu studi yang mendalam; (4) terdapat keseimbangan yang
wajar antara layanan-layanan bimbingan, dengan mengingat kebutuhan objektif peserta
didik manakah yang sebaiknya dilayani melalui layanan bimbingan tertentu; (5) para
konselor sekolah dan para peserta didik saling mengenal dan peserta didik menggunakan
berbagai layanan bimbingan .
Hasil asesmen dan evaluasi program digunakan sebagai dokumen untuk mempelajari
kekurangannya sekaligus memperbaiki program secara berkelanjutan (Repley, dkk 2003).
Selanjutnya untuk menunjang program pendidikan yang komprehensif Gybert dan
Handerson, 2000) mencoba membaginya menjadi dua elemen kunci, yaitu (1) evaluasi
program (proses); dan (2) evaluasi hasil (outcomes). Oleh karena proses asesmen
bersifat sistematis dan siklikal, maka evaluasi program dan proses asesmen hasil dapat
dimulai dari yang kecil hingga ke yang lebih luas. Metode ini menurut Erfond dkk (2006)
adalah metode yang efektif bagi program konselor sekolah yang dilakukan secara
berulang dengan mengikuti alur dan siklus yang sistematis secara terus menerus

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Shabrina Salsabila -

Komunikasi nonverbal atau komunikasi bukan lisan adalah proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyaratbahasa tubuhekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

- Gestur

Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya seperti melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.

Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi pada kelompok masyarakat yang lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.

- Kinestik

Kinesics adalah bentuk dalam komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan gerakan, baik bagian tubuh tertentu ataupun tubuh secara keseluruhan. Kinesics pada dasarnya adalah interpretasi bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan personal dan lainnya. Bahasa tubuh tersebut merupakan penafsiran perasaan, sikap, dan suasana hati yang tidak disadari maupun disadari. Bidang studi utama dalam kinesics adalah postur dan sikap tubuh.