Kiriman dibuat oleh Putri Ayu Lestari

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Putri Ayu Lestari -
1. Karakteristik Perkembangan AUD:
Perkembangan Fisik: Ini melibatkan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, seperti kemampuan berjalan dan mengkoordinasikan gerakan.
Perkembangan Kognitif: Anak-anak usia dini mulai mengembangkan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka, belajar berbicara, mengenal angka, dan memahami konsep dasar.
Perkembangan Emosional: Mereka mengalami beragam emosi dan belajar mengenali dan mengelola perasaan mereka.
Perkembangan Sosial: Anak-anak mulai berinteraksi dengan orang lain, belajar berbagi, dan mengembangkan hubungan sosial awal.

2. Ciri perkembangan AUD:
Pertumbuhan anak yang sehat ditandai dengan perkembangan fisik dan psikis yang baik sesuai dengan usianya. Anak aktif, lincah, selera makan baik, pertumbuhan gigi yang baik, BAB lancar, serta memiliki jam tidur yang baik adalah tanda kalau anak mengalami pertumbuhan yang baik.

3. Pinsip-prinsip perkembangan anak usia dini adalah pedoman penting yang membantu kita memahami perkembangan anak-anak pada usia ini. Berikut adalah beberapa prinsip kunci dalam perkembangan anak usia dini:
-Perkembangan adalah Proses Berkelanjutan: Perkembangan anak usia dini adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup. Setiap tahap perkembangan memberikan dasar untuk tahap selanjutnya, dan perubahan terus-menerus terjadi.
-Pengaruh Lingkungan dan Interaksi: Lingkungan dan interaksi dengan orang dewasa dan anak-anak lain memiliki pengaruh besar dalam perkembangan anak usia dini. Interaksi sosial dan rangsangan dari lingkungan membantu membentuk keterampilan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
-Perkembangan yang Terpadu: Anak usia dini mengalami perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Perkembangan ini saling terkait dan saling mendukung.
-Perkembangan yang Individual: Setiap anak adalah individu yang unik. Mereka berkembang pada tingkat yang berbeda dan memiliki karakteristik, minat, dan kekuatan yang berbeda. Penting untuk menghormati perbedaan ini dan memberikan dukungan yang sesuai.
-Peran Keluarga dan Orang Tua: Keluarga dan orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan anak usia dini. Mereka adalah sumber utama dukungan, kasih sayang, dan panduan.
-Peran Permainan dan Eksplorasi: Bermain adalah cara utama anak usia dini belajar dan bereksplorasi dunia. Permainan membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik, sosial, kognitif, dan emosional.
-Keamanan dan Perawatan: Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan perawatan yang konsisten. Keamanan dan perasaan aman memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi dan belajar dengan percaya diri.
-Kepentingan dalam Masa Sensitif: Ada masa-masa sensitif dalam perkembangan anak di mana mereka lebih rentan untuk mempelajari keterampilan tertentu. Masa ini adalah waktu yang baik untuk memberikan pengalaman dan rangsangan yang mendukung perkembangan mereka.
-Stimulasi dan Keikutsertaan: Anak-anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan usia dan pelibatan dalam kegiatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Ini membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang.
-Peran Pendidikan Awal: Pendidikan awal dan perawatan anak yang berkualitas memiliki dampak besar pada perkembangan anak usia dini. Program pendidikan awal yang baik dapat memberikan dasar yang kuat untuk perkembangan selanjutnya.
Memahami prinsip-prinsip ini membantu orang tua, pengasuh, dan pendidik memberikan dukungan yang sesuai dan merancang lingkungan yang mendukung perkembangan anak usia dini dengan baik.n positif selama periode ini.

4. Aspek-aspek perkembangan AUD:
Aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan anak usia dini meliputi aspek kepribadian, sosial moral, bahasa, dan kesadaran beragama. Enam lingkup perkembangan pada anak usia dini meliputi nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.

5. Faktor Penting yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
1. Genetik.
2. Pola Asuh Orang Tua
3. Lingkungan Sekitar
4. Stimulasi
5. Jenis Kelamin
6. Nutrisi
7. Sosial dan Ekonomi.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Putri Ayu Lestari -
1.Bimbingan dan konseling pada anak usia dini dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada anak usia dini yang dilakukan oleh pendidik (guru atau pendamping) agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki kemampuan mengatasi/menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.

2. Tujuan adalah membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan ketertarikan yang dimilikinya dari berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif dari lingkungannya.

3. Prinsip Prinsip Bimbingan dan Konseling adalah pedoman atau alat dalam menjalankan proses program layanan bk agar berjalan sesuai peraturan dan berdampak positif kepada individu.Prinsip ini akan memberikan dampak positif dan fleksibel dalam layanannya,dimana program yang diberikan akan sesuai dengan persolana individu.

4. Prinsip-prinsip
Bimbingan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Bimbingan diberikan pada semua anak dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing

5. Ruang lingkup
Bimbingan konseling mencakup beragam masalah, termasuk masalah pribadi, pendidikan, karier, dan hubungan. Ruang lingkupnya bisa melibatkan anak-anak, remaja, dewasa, atau kelompok tertentu seperti keluarga atau pasangan.
Bimbingan konseling membantu individu mengatasi tantangan hidup dan meningkatkan kualitas hidup mereka melalui dukungan profesional dan interaksi empatik.\

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Putri Ayu Lestari -
A. Komunikasi nonverbal melibatkan berbagai elemen, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah. Postur tubuh dapat memberikan informasi tentang sikap, kekuasaan, atau emosi seseorang, sementara ekspresi wajah dan perilaku mata dapat mengungkapkan perasaan dan intensi yang mungkin sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

• Postur Tubuh
Postur tubuh adalah posisi dan sikap tubuh seseorang. Postur tubuh dapat memberikan petunjuk tentang emosi dan sikap individu. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa. Di sisi lain, postur tubuh yang cenderung tertutup dan tertunduk dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakpercayaan.

• Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah cara seseorang mengekspresikan emosi melalui gerakan dan perubahan pada wajah. Ekspresi wajah dapat memberikan informasi yang kaya tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, senyum dapat menunjukkan kegembiraan atau persetujuan, sedangkan kerut di dahi atau bibir yang tertutup dapat mengindikasikan kebingungan atau ketidaksetujuan.

• Perilaku Mata dan Kontak Mata
Perilaku mata dan kontak mata juga merupakan bagian penting dari komunikasi nonverbal. Mata dapat mengungkapkan banyak hal tentang perasaan dan intensi seseorang. Misalnya, pandangan yang tajam dan kontak mata yang kuat dapat menunjukkan kepercayaan diri dan ketegasan, sementara menghindari kontak mata atau pandangan yang kabur dapat mengindikasikan ketidaknyamanan atau ketidakjujuran.

Komunikasi nonverbal melalui postur tubuh dan ekspresi wajah dapat memberikan tambahan informasi yang penting dalam komunikasi sehari-hari. Memahami dan menginterpretasikan dengan benar komunikasi nonverbal dapat membantu kita dalam memahami orang lain dengan lebih baik.

B. Komunikasi nonverbal, termasuk postur tubuh dan ekspresi wajah (perilaku mata dan kontak mata), memainkan peran penting dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran komunikasi nonverbal dalam konteks pembelajaran:

1. Ekspresi Emosi: Ekspresi wajah dapat membantu mengkomunikasikan emosi dan perasaan siswa. Guru dapat menggunakan ekspresi wajah yang tepat untuk menunjukkan kegembiraan, kekecewaan, atau kebingungan terhadap materi pembelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami dan merespons materi dengan tepat.

2. Menyampaikan Ketertarikan dan Keterlibatan: Postur tubuh dan ekspresi wajah yang aktif dan terlibat dapat menunjukkan minat dan keterlibatan guru terhadap materi yang diajarkan. Siswa akan merasa lebih termotivasi dan terdorong untuk belajar ketika mereka melihat guru yang antusias dan bersemangat.

3. Mengontrol Kelas dan Membangun Otoritas: Postur tubuh yang tegas dan ekspresi wajah yang menunjukkan kekuasaan dapat membantu guru dalam mengendalikan kelas. Ketika guru memiliki postur yang tegak dan mempertahankan kontak mata yang kuat, siswa akan cenderung lebih fokus dan menghormati guru.

4. Menginterpretasikan Pesan:
Komunikasi nonverbal, termasuk ekspresi wajah dan perilaku mata, dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan pesan dengan lebih baik. Misalnya, ketika guru menjelaskan konsep yang sulit, ekspresi wajah yang jelas dan kontak mata yang kuat dapat membantu siswa dalam membaca dan mengerti maksud yang disampaikan.

5. Mendorong Kolaborasi dan Interaksi: Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mendorong kolaborasi dan interaksi antara siswa. Guru dapat menggunakan postur tubuh terbuka dan senyum untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka, yang mempromosikan partisipasi aktif dan diskusi di kelas.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Putri Ayu Lestari -

Komunikasi non-verbal atau Komunikasi bukan lisan adalah bentuk komunikasi yang tidak melibatkan kata-kata atau bahasa lisan. Ini mencakup berbagai elemen seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh, postur, nada suara, dan gestur. Dalam konteks ini, kita akan membahas dua aspek penting dari komunikasi non-verbal: kinesik dan gestur.


1. Kinesik:

Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:

a. Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.

b. Kontak Mata

Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.

c. Gerakan Tubuh

Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.

d. Postur Tubuh

Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.

e. Jarak Sosial

Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.


2. Gesture

Gesture merujuk pada gerakan tangan atau bagian tubuh lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gesture dapat membantu dalam mengkomunikasikan makna yang lebih spesifik atau menekankan pesan verbal.

Contoh Gesture termasuk:

• Mengangkat jari telunjuk untuk menunjukkan penegasan atau fokus pada sesuatu.

• Melambaikan tangan untuk memberi salam atau mengucapkan selamat tinggal.

• Mengangkat tangan untuk meminta izin atau mengajukan pertanyaan.

•  Mengacungkan jari tengah sebagai tanda ketidaksetujuan.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Putri Ayu Lestari -
Struktur program bimbingan konseling diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan, yaitu :
(1) layanan dasar bimbingan;
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”. Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.
(2) layanan responsif,
Layanan responsif merupakan “pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”. Tujuan layanan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
(3) layanan perencanaan individual,
Layanan ini diartikan “proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya”. Tujuan layanan perencanaan individual ini dapat dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.
(4) layanan dukungan sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan profesinal; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajemen program; penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990).

Evaluasi Bimbingan Perkembangan
Evaluasi bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan untuk membenahi program-program yang kurang berhasil. Untuk menghasilkan evaluasi bimbingan dan konseling yang tepat kita harus mengetahui tujuan yang akan dicapai serta dari mana evaluasi akan dimulai. Evaluasi bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk menentukan derajat kualitas pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling.
Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan yaitu secara umum dan secara khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individual, konseling kelompok dll.
Fungsi evaluasi kegiatan bimbingan konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi subyek yang dibimbing.