Posts made by Putri Ayu Lestari

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Putri Ayu Lestari -
Untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis, perlu dilakukan beberapa hal, antara lain:

1. Menentukan tujuan dan sasaran pesan: Sebelum menulis pesan, tentukan terlebih dahulu tujuan dan sasaran pesan yang ingin disampaikan.
2. Mengorganisir pesan dengan baik: Pesan harus diorganisir dengan baik, setelah terorganisir dengan baik pesan harus disesuaikan dengan tujuan dan sasaran pesan.
3. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami: Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh penerima pesan agar pesan dapat dipahami dengan baik.
4. Menjaga struktur dan format yang baik: Pesan harus ditulis dengan struktur dan format yang baik agar mudah dipahami dan menarik perhatian penerima pesan.
5. Memberikan kesimpulan dan umpan balik: Berikan kesimpulan dan umpan balik pada akhir pesan untuk memastikan bahwa pesan telah dipahami dengan baik oleh penerima.

Menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis sangat penting karena dapat membantu dalam memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penerima. Selain itu, pesan tertulis juga dapat menjadi bukti atau referensi di masa depan. Dalam konteks pendidikan, kemampuan menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis sangat penting bagi siswa dan guru dalam mengekspresikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif dan efisien.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Putri Ayu Lestari -
Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang timbal balik. Ada proses di mana seseorang berbicara dan mendengarkan. Namun, ada juga beberapa orang yang kesulitan untuk berkomunikasi. Terkadang orang tersebut terlalu memikirkan apa yang akan dipikirkan lawan bicaranya, meskipun hal tersebut juga perlu dipertimbangkan ketika akan memilah kata-kata dalam berbicara.

Akan tetapi, jika terlalu berlebihan justru akan mempersulit diri sendiri dan membuat diri menjadi overthinking atas hal-hal yang sebelumnya belum terjadi. Maka dari itu, untuk dapat meningkatkan kualitas kemampuan seseorang berkomunikasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

Tips Meningkatkan Skill Komunikasi
Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

Mendengarkan dengan aktif, Memahami audiens, Hindari melakukan interupsi, Memperluas jaringan, Meminta feedback dari orang lain, Berbicara dengan kecepatan yang tepat, Memberikan feedback kepada orang lain., Memikirkan hal yang akan diucapkan, Menyampaikan ide dengan jelas dan singkat, dan Belajar berbicara di depan umum.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Putri Ayu Lestari -
Model - Model Komunikasi
a. Model Stimulus - Respons
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi. Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi.

b.Model Aristoteles
Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. Bisa juga disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang petama.

c. Model Lasswell
Model ini menggambarkan komunikasi dalam ungkapan who, says what, in which channel, to whom, with what effect atau dalam bahasa Indonesia adalah, siapa, mengatakan apa, dengan medium apa, kepada siapa,pengaruh apa? Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi
dan fungsinya terhadap masyarakat.

d. Model Shannon dan Weaver
Model ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini mengandaikan sebuah sumber daya informasi (source information) yang menciptakan sebuah pesan (message)dan mengirimnya dengan suatu saluran (channel) kepada penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate) pesan tersebut.

e. Model Schramm
Wilbur Scheram membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang
dianggap interaksi dua individu

f. Model Newcomb
Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX.

g. Model Westley dan Maclean
Model ini berbicara dalam dua konteks,komunikasi interperonal dan massa Dan perbedaan yang paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback).

h. Model Gerbner
Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell, terdiri dari model verbal dan model diagramatik.

i. Model Berlo
Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source), pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan.

j. Model Defleur
Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device).

k. Model Komunikasi Linear
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication.

l. Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Putri Ayu Lestari -
Komunikasi merupakan suatu proses kompleks yang melibatkan pertukaran, ide, pikiran, atau perasaan antara individu atau kelompok menggunakan berbagai cara seperti lisan, tulisan, informasi atau tindakan. Dalam konteks komunikasi, terdapat konsep, fungsi, dan unsur-unsur yang sangat penting
Komunikasi sangat penting dan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Berikut ini beberapa fungsi dari komunikasi antara lain
- Komunikasi berfungsi untuk memhamai diri sendiri dan orang lain
Di dalam suatu kelompok, kita memiliki kesempatan untuk dapat mengungkap atau menemukan siapa diri kita yang sebenarnya serta bagaimana orang lain mempengaruhi kita melalui komunikasi dua arah.
-Komunikasi berfungsi untuk mewujudukan hubungan yang penuh makna
Komunikasi merupakan suatu modal dasar dalam menjalin hubungan karena di dalamnya kita dapat memperhatikan diri sendiri serta mempertimbangkan kebutuhan orang lain.
-Komunikasi berfungsi untuk menguji dan mengubah sikap dan perilaku
Dalam berkomunikasi setiap individu mempunyai kesempatan untuk saling mempengaruhi orang lain maupun membujuk mereka untuk memikirkan seperti yang kita pikirkan dan bertindak seperti yang kita lakukan.

Unsur-unsur Komunikasi:
1. Pengirim (Sender): Orang atau entitas yang menginisiasi pesan atau informasi.
2. Pesan (Message): Isi dari komunikasi yang ingin disampaikan atau diterima.
3. Media (Channel): Saluran atau cara yang digunakan untuk mengirim pesan, seperti bicara, tulisan, atau media elektronik.
4. Penerima (Receiver): Orang atau entitas yang menerima dan menginterpretasikan pesan.
5. Konteks (Context): Situasi atau lingkungan di mana komunikasi terjadi.
6. Feedback: Respon atau tanggapan yang diberikan oleh penerima kepada pengirim.
7. Gangguan (Noise): Gangguan atau hambatan yang dapat mempengaruhi pemahaman pesan.
8. Tujuan (Purpose): Alasan mengapa komunikasi dilakukan, seperti memberi informasi, mempengaruhi, atau mendukung hubungan.
Pemahaman konsep, fungsi-fungsi, dan unsur-unsur komunikasi penting dalam memastikan komunikasi yang efektif antara individu atau kelompok, serta membantu dalam mengatasi masalah komunikasi dan meningkatkan hubungan sosial.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Putri Ayu Lestari -
1. Perspektif Biologis – Temperamen
Perspektif biologis mengenai temperamen menekankan dasar biologis yang kuat dari ciri-ciri temperamen individu. Genetika, sistem saraf, aspek fisiologis, dan faktor lingkungan semuanya berkontribusi pada pembentukan temperamen seseorang. Ciri-ciri seperti tingkat kecemasan, ekstrovertisme, dan impulsivitas dapat diwarisi melalui faktor genetik, sementara aktivitas sistem saraf memengaruhi reaktifitas individu terhadap rangsangan lingkungan. Aspek fisiologis, seperti tingkat hormon, juga memainkan peran dalam respons emosional dan perilaku. Meskipun faktor-faktor biologis memberikan dasar, interaksi dengan lingkungan dan pengalaman selama masa perkembangan anak juga membentuk dan mengubah temperamen seseorang. Oleh karena itu, pemahaman temperamen harus mencakup perspektif yang menggabungkan faktor biologis dan lingkungan untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang karakteristik individu.


2. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson
Erik Erikson mengembangkan Teori Psikososial yang berfokus pada perkembangan individu melalui serangkaian tahap psikososial.
Pendekatan psikososial Erikson menyoroti peran perkembangan psikososial sepanjang hidup dan bagaimana konflik yang dihadapi di setiap tahap dapat membentuk kepribadian dan identitas individu. Teorinya menekankan peran pengembangan identitas, hubungan interpersonal, dan perkembangan seluruh siklus kehidupan

3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
- B.F. Skinner (Teori Behaviorisme)
Skinner memandang pembelajaran sebagai proses di mana individu merespons rangsangan dari lingkungan mereka. Menurutnya, perilaku dipelajari melalui asosiasi antara rangsangan dan respons.
- Albert Bandura (Teori Pembelajaran Sosial)
Bandura mengenalkan ide bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi melalui respons terhadap rangsangan eksternal, tetapi juga melalui proses pengamatan dan pemodelan. Ia mengatakan bahwa individu belajar dari orang lain melalui interaksi sosial.
- John B. Watson (Behaviorisme Klasik)
Watson menekankan bahwa perilaku adalah hasil dari belajar melalui asosiasi antara rangsangan eksternal dan respons. Ia berpendapat bahwa individu lahir tanpa perilaku yang sudah terbentuk dan bahwa semua perilaku dapat dipelajari melalui pengalaman.

4. Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky
Perspektif kognitif dalam psikologi perkembangan melibatkan dua teori utama yang dikeluarkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Kedua teori ini berfokus pada perkembangan kognitif anak, termasuk proses berpikir, pemahaman, dan perkembangan intelektual.
Teori Piaget: Jean Piaget mengembangkan Teori Perkembangan Kognitif yang mengidentifikasi empat tahap perkembangan kognitif yang berbeda pada anak. Tahap-tahap tersebut meliputi tahap sensorimotor (0-2 tahun), tahap praoperasional (2-7 tahun), tahap operasional konkret (7-11 tahun), dan tahap operasional formal (12 tahun dan seterusnya). Piaget percaya bahwa anak-anak mengalami tahap-tahap perkembangan ini secara berurutan. Teori Piaget menekankan peran penting konstruksi pengetahuan anak melalui eksplorasi aktif dan interaksi dengan lingkungan. Dia juga mengidentifikasi konsep "skema," yaitu struktur mental yang digunakan anak untuk memahami dunia, serta konsep asimilasi dan akomodasi, di mana anak mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam skema yang ada atau mengubah skema untuk mengakomodasi pengetahuan baru.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori Ekologi dalam pembelajaran dan perkembangan manusia. Teori ini menekankan peran penting lingkungan dalam memahami perkembangan individu.
Teori Ekologi Bronfenbrenner menggambarkan kompleksitas pengaruh lingkungan pada perkembangan individu, dan menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan budaya dalam pemahaman tentang pembelajaran dan perkembangan manusia.

5.Perspektif Kontekstual
Pendekatan Luas terhadap PembangunanPerspektif kontekstual mempertimbangkan hubungan antara individu dan dunia fisik, kognitif, dan sosial mereka. Mereka juga mengkaji pengaruh sosio-kultural dan lingkungan terhadap pembangunan. Kita akan fokus pada dua ahli teori besar yang memelopori perspektif ini: Lev Vygotsky dan Urie Bronfenbrenner. Lev Vygotsky adalah seorang psikolog Rusia yang terkenal karena teori sosiokulturalnya. Ia percaya bahwa interaksi sosial memainkan peran penting dalam pembelajaran anak-anak; melalui interaksi sosial seperti itu, anak-anak melalui proses pembelajaran scaffolded yang berkesinambungan. Urie Bronfenbrenner mengembangkan teori sistem ekologi untuk menjelaskan bagaimana segala sesuatu pada anak dan lingkungan anak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia memberi label berbagai aspek atau tingkat lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak.

Perspektif kontekstual teori ekologi
Model ekologi Bronfenbrenner tingkat ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana berbagai sistem mikro bekerja sama untuk mempengaruhi perkembangan individu.
Misalnya, hubungan antara orang tua anak dan gurunya dapat berdampak pada prestasi akademik anak tersebut, sedangkan interaksi antara kelompok teman sebaya anak dan keluarganya dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan dan nilai-nilai sosial.

6..Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan Teori ini menekankan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk membentuk hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth:
- Teori Attachment Bowlby. Bowlby mengidentifikasi lima perilaku attachment pada bayi, yaitu mengisap, menggenggam, mengikuti, menangis, dan tersenyum. Bowlby percaya bahwa perilaku attachment ini berkembang pada manusia melalui proses evolusi dan membantu bayi untuk bertahan hidup. Bowlby juga mengidentifikasi tiga tahap attachment, yaitu tahap pre-attachment, tahap attachment yang jelas, dan tahap pemisahan diri. Bowlby juga mengidentifikasi konsep internal working model, yaitu gambaran mental tentang diri dan orang lain yang membentuk pola perilaku attachment seseorang.
- Teori Attachment Ainsworth: Ainsworth mengembangkan konsep Strange Situation, yaitu suatu eksperimen yang digunakan untuk mengukur perilaku attachment pada bayi. Ainsworth mengidentifikasi tiga jenis perilaku attachment pada bayi, yaitu attachment aman, attachment tidak aman-terhindar, dan attachment tidak aman-cemas Attachment aman terjadi ketika bayi merasa nyaman dan aman dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-terhindar terjadi ketika bayi tidak terlalu memperhatikan kehadiran orang tua atau pengasuhnya Attachment tidak aman-cemas terjadi ketika bayi merasa tidak aman dan khawatir dengan kehadiran orang tua atau pengasuhnyaDalam kesimpulannya, dari teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth merupakan salah satu perspektif evolusioner atau sosio-biologis dalam psikologi perkembangan yang menekankan pentingnya hubungan emosional yang aman dan stabil dengan orang lain.

7.Kohlberg adalah peneliti objektif dan pendukung nilai serta institusi demokratis dan liberal. Kohlberg berujar karakteristik utama teori atau program riset saya adalah interdisipliner dengan menggunakan data antroplogi dan psikologi empiris untuk menyusun klaim-klaim filsafat, dan memakai asumsi filosofis untuk mendefinisikan serta menafsirkan data pendidikan, antropologi dan psikologi. (Kohlberg 1985, hlm. 505).8 Dalam proses mewujudkan tahap perkembangan moralnya, setidaknya Kohlberg telah mengalami 3 tahap pemikiran yang sarat dipengaruhi oleh John Dewey, Baldwin, Jean Pieget, dan Emile Durkheim:
1. Periode pertama, tahun 1958-1970. Dimana Kohlberg
mengembangkan pendekatan kognitif-developmental. Disini dia
berhasil menelurkan karyanya: “Stage and Sequence” (1969).
2. Periode kedua, tahun 1970-1976. Kohlberg disini
mengkonsentrasikan pemikirannya pada pengembangan
strukturalisme Pieget dengan konsekuen penerapannya pada perkembangan longitudinal individu. Pada periode dia mencoba
untuk melakukan „revisi‟ atas karya sebelumnya dan
munculah,”Moral Stage and Moralization” (1976).
3. Periode ketiga, 1975 hingga wafatnya (1987). Kohlberg mencirikan pemikirannya pada peralihan „naturalistis‟ terhadap „tindakan moral‟dalam konteks kelompok atau „suasana moral‟ yang terlembaga.Kritiknya atas penjelasan yang sosiologis-irasional Durkheim yang kemudian ditarik kembali, secara tidak langsung dia terpengaruh atas itu, dan menjadi ilham baru atas pemikirannya mengenai „suasana moral‟. Pada periode ini Kohlberg mengeluarkan karyanya yang berjudul “The Moral Atmosphere of High School: A Comparative Study” (1984).Pada tahun 1960-1970 Kohlberg mulai melakukan pematangan atasparadigma baru di dunia psikologi yang dia cetuskan berdasarkan hasilpenelitian empirisnya bernama teori kognitif-developmental-nya. Teori kognitif-developmental menegaskan bahwa pada intinya moralitasmewakili seperangkat pertimbangan dan putusan rasional yang berlaku untuk setiap kebudayaan, yaitu prinsip kesejahteraan manusia dan prinsip keadilan. Menurut Kohlberg bahwasanya prinsip keadilan merupakan komponen pokok dalam proses perkembangan moral yang kemudian diterapkan dalam proses pendidikan moral.