Posts made by Natasya Pramudita

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Natasya Pramudita -
Nama : Natasya Pramudita
NPM : 2213054052

Menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis adalah keterampilan penting dalam berbagai situasi, termasuk dalam pekerjaan, pendidikan, dan komunikasi sehari-hari. Berikut adalah panduan tentang cara melakukan ini dengan baik:

- Menyampaikan Pesan Tertulis Secara Sistematis:
1. Tentukan dengan jelas tujuan Anda dalam menyampaikan pesan tertulis. Apakah pesan itu informatif, persuasif, atau instruksional
2. Pilih format penulisan yang sesuai dengan konteks dan tujuan pesan Anda. Ini bisa berupa email, surat resmi, laporan, atau dokumen lainnya.
3. Buat outline atau rencana pesan Anda sebelum mulai menulis. Ini membantu Anda menjaga pesan tetap terstruktur
4. Hindari kalimat yang panjang dan rumit. Gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan tertata baik dan Gunakan paragraf yang sesuai dan atur ide-ide Anda secara sistematis.
5. Pastikan bahwa informasi yang Anda sampaikan relevan dengan pesan Anda. Jangan tambahkan detail yang tidak diperlukan.
6. Pikirkan siapa yang akan membaca pesan Anda. Sesuaikan bahasa dan gaya penulisan Anda dengan audiens yang dituju.
7. Pesan tertulis harus memiliki pengenalan, badan teks, dan penutup yang jelas. Gunakan judul, subjudul, dan daftar poin jika diperlukan.
8. Periksa tata bahasa dan ejaan secara cermat. Pesan yang penuh dengan kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat mengurangi kredibilitas Anda.
9. Sertakan lampiran atau dokumen pendukung jika pesan Anda memerlukannya. Pastikan untuk merujuk ke dokumen tersebut dalam pesan Anda.
10. Setelah menulis pesan, luangkan waktu untuk merevisi dan mengeditnya. Identifikasi dan perbaiki bagian yang kurang jelas atau tidak relevan.

- Menerima Pesan Tertulis Secara Sistematis :
1. Ketika Anda menerima pesan tertulis, berikan perhatian penuh dan baca dengan teliti.
2. Tentukan tujuan pesan tersebut dan identifikasi informasi kunci yang ingin disampaikan oleh pengirim.
3. Perhatikan struktur pesan, termasuk pengenalan, badan teks, dan penutup. Periksa apakah pesan tersebut terorganisir dengan baik.
4. Pastikan bahwa pesan tersebut ditulis dengan tata bahasa dan ejaan yang baik. Jika Anda menemukan kesalahan, tanyakan apakah Anda perlu klarifikasi.
5. Jika pesan tersebut mengandung informasi penting, buat catatan atau ringkasan untuk referensi Anda di masa mendatang.
6. Jika pesan tersebut memerlukan tanggapan, pastikan tanggapan Anda ditulis dengan jelas dan sesuai dengan konteks.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Natasya Pramudita -
Nama : Natasya Pramudita
NPM : 2213054052

Menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar adalah keterampilan penting dalam komunikasi. Berikut adalah beberapa panduan untuk cara menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar:

Penyampaian pesan : Pertimbangkan apa yang ingin Anda sampaikan, buat struktur atau outline pesan Anda, kenali audiens Anda dan sesuaikan pesan Anda sesuai dengan kebutuhan mereka, cobalah berbicara di depan cermin atau rekam diri Anda sendiri untuk melihat dan mendengar diri Anda sendiri, pertahankan kontak mata dengan audiensontak mata membantu membangun koneksi dan menunjukkan kepercayaan diri, jika berbicara di depan umum, fokuskan pandangan pada berbagai titik di ruangan agar semua audiens merasa terlibat, hindari berbicara terlalu cepat. Bicaralah dengan tempo yang nyaman dan jelas. variasikan nada suara Anda untuk menjaga ketertarikan audiens, jangan gunakan jargon atau bahasa yang sulit dipahami jika audiens Anda tidak memahaminya, gunakan istilah yang sesuai dan jelas, yang terakhir , hindari menggunakan kata-kata pengisi seperti "uh," "um," atau "eh." Mereka dapat mengganggu pesan Anda.

Mendengarkan Pesan : yang pertama berikan perhatian penuh kepada pembicara. Hindari mengalihkan perhatian Anda pada hal-hal lain, biarkan pembicara menyelesaikan pikiran mereka sebelum Anda merespons, hindari menginterupsi atau mengakhiri kalimat mereka, gunakan bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkan, seperti mengangguk atau mengangkat alis sebagai tanda pengertian, bertanya atau memberikan umpan balik jika perlu,, setelah pembicara selesai berbicara, berikan waktu untuk merenung dan memahami pesan mereka sebelum Anda merespons, cobalah untuk memahami sudut pandang dan perasaan pembicara. Ini membantu Anda menjadi pendengar yang lebih baik, ketika Anda mendengarkan, hindari merendahkan pembicara atau mengalihkan perhatian pada diri sendiri, yang terakhir fokus pada apa yang dibicarakan.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Natasya Pramudita -
Nama : Natasya Pramudita
NPM : 2213054052

1. Model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya.
Model-model komunikasi :
A. Model Stimulus-Respont
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi. Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal, tanda-tanda nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.
B. Model Aristoteles
Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. Bisa juga disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang pertama. Komunikasi terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan tujuan mengubah perilaku mereka.
C. Model Lasswell
Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat. Lasswell berpendapat bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga fungsi. Yang pertama adalah pengawasan lingkungan, yang mengingatkan anggota – anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan. Kedua adalah korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan. Ketiga adalah transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.
D. Model Shannon dan Weaver
model ini mengasumsikan bahwa sumber daya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia.
E. Model Schramm
Wilbur Scheram membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu.
F. Model Newcomb
Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX. Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B atau ke X tergantung dari mereka masing-masing.
G. Model Westley dan Maclean
Model ini berbicara dalam dua konteks, komunikasi interperonal dan massa.Dan perbedaan yang paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.
H. Model Gerbner
Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell, terdiri dari model verbal dan model diagramatik.
I. Model Berlo
Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source), pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan.
J. Model Defleur
Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase– fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.
K. Model Komunikasi Linear
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).
L. Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim.
M. Model Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.
N. Komunikasi sebagai Proses
Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau konsekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Natasya Pramudita -
Nama : Natasya Pramudita
NPM : 2213054052

1. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi, ide, gagasan, perasaan, atau data antara individu atau kelompok menggunakan berbagai media dan sarana komunikasi. Ini adalah cara utama di mana manusia berinteraksi satu sama lain, memahami dunia sekitar mereka, dan berbagi pengetahuan. Komunikasi pembelajaran mengacu pada proses penyampaian informasi, pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dari pengajar (instruktur, guru, fasilitator) kepada pembelajar (siswa, peserta kursus, pelajar, mahasiswa) dalam konteks pembelajaran atau pendidikan.

2. Fungsi dan Unsur komunikasi :
A. Fungsi komunikasi
1) Informasi: Fungsi utama komunikasi adalah untuk menyampaikan informasi. Ini mencakup pertukaran data, fakta, atau detail yang penting dalam berbagai konteks.
2) Ekspresi Emosi: Komunikasi memungkinkan individu untuk menyampaikan perasaan dan emosi mereka kepada orang lain. Ini bisa berupa ekspresi kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, atau cinta.
3) Pendidikan: Komunikasi adalah alat utama dalam pendidikan. Pengajar menggunakan komunikasi untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa.
4) Hubungan Antar manusia: Komunikasi adalah dasar dalam pembentukan dan pemeliharaan hubungan antarpribadi. Ini mencakup berbicara, mendengarkan, dan berinteraksi dengan orang lain.
5) Hiburan: Komunikasi juga digunakan sebagai alat hiburan, seperti dalam seni pertunjukan, musik, film, dan cerita.

B. Unsur komunikasi
1) Pengirim (Sender): Pengirim adalah individu atau entitas yang memulai proses komunikasi dengan menyampaikan pesan kepada penerima.
2) Pesan (Message): Pesan adalah informasi atau gagasan yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Ini bisa berupa kata-kata lisan atau tertulis, gambar, suara, atau kombinasi dari semua itu.
3) Saluran (Channel): Saluran adalah media atau sarana yang digunakan untuk mengirimkan pesan. Ini bisa berupa komunikasi lisan, tulisan, visual, atau digital.
4) Penerima (Receiver): Penerima adalah individu atau entitas yang menerima pesan dan mencoba untuk memahaminya.
5) Konteks (Context): Konteks komunikasi mencakup situasi atau lingkungan di mana komunikasi terjadi. Ini memengaruhi cara pesan diterima dan dipahami.
6) Umpan Balik (Feedback): Umpan balik adalah respons dari penerima terhadap pesan. Ini membantu pengirim memahami sejauh mana pesan telah dipahami dan apakah perlu klarifikasi.
7) Tujuan (Purpose): Tujuan komunikasi adalah mengapa pesan disampaikan. Ini dapat berupa tujuan informasi, persuasif, pendidikan, atau hiburan.
8) Keterampilan Komunikasi: Keterampilan komunikasi adalah kemampuan individu untuk berbicara, mendengarkan, dan berinteraksi secara efektif dalam konteks komunikasi

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Natasya Pramudita -
Nama : Natasya Pramudita
NPM : 2213054052

1. komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, contohnya menggunakan bahasa tubuh seperti mimik wajah dan gerakan tangan, bahkan intonasi suara dan kecepatan berbicara. Komunikasi non verbal dapat juga dilakukan dengan anggukan, tatapan mata (eye contack) atau melalui pancaran air muka. Bahkan dari tangan pun dapat dibangun komunikasi non verbal dengan memperlihatkan bagaimana posisi tangan ketika sedang berbicara.
Tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya. Misalnya, ketika Anda bertemu seorang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar. Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya.

2. Komunikasi non verbal dalam pembelajaran memudahkan para pendengar khususnya peserta didik untuk dapat memahami dan melakukan sesuai arahan yang di berikan komunikator. Dengan gerakan postur atau gesture tubuh memudahkan untuk kita dalam melakukan pembelajaran secara efektif. Yang di mana anak-anak akan lebih mudah mengikuti dan memahami tentang apa yang kita ucapkan melalui gesture tubuh kita.
Ekspresi wajah juga mempengaruhi dalam proses penyampaian pesan kepada anak-anak. Maka dari itu hendaknya para pendidik mengkomunikasikan arahan dengan ekspresi wajah yang tidak membuat anak justru takut. Dengan adanya komunikasi non verbal ini yang memiliki banyak fungsi seperti anak akan lebih nyaman ketika berada di dalam kelas. Memudahkan juga untuk mengontrol keadaan kelas. Dengan ekspresi wajah, anak juga dapat belajar untuk mengenali karakter yang diajarkan oleh guru tersebut. Berfungsi juga untuk melengkapi dengan menggunakan komunikasi non-verbal untuk memperkuat warna atau sikap umum yang dikomunikasikan oleh pesan verbal.