Kiriman dibuat oleh Dwi Maharani Br. Sembiring

1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas.

Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna.

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

oleh Dwi Maharani Br. Sembiring -
Struktur Program Bimbingan Konseling
Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan Action
plan yang akan disusun paling tidak memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who,
when, and how). Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan perlu melakukan
hal-hal berikut ini:
1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.
Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus
dikuasai peserta didik
2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan
di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.
Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan
dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.
Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.
3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel
kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud
dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun.
Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program Tahunan dan Program
semester.
4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke
dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan.
Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, bulanan, dan mingguan.
5) Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak
langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Untuk kegiatan
kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu
dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Adapun
kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat
dilaksanakan melalui tulisan

EVALUASI BIMBINGAN PERKEMBANGAN
Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk
melihat tingkat keberhasilan suatu program(Suharsimi Arikunto, 2004). Melakukan
evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi
tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan. Apabila kita membatasi
pengertian “program" sebagai kegiatan yang direncanakan, maka program tersebut
tidak lagi disebut demikian jika kegiatannya telah dilaksanakan. Namun, kalau kita amati
dari kehidupan sehari-hari ada pula kegiatan yang dilaksankan tanpa rencana. Evaluasi
program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambil kebijakaan untuk
menentukan kebijakan selanjutnya.
Winkel & Sri Hastuti (2004) menyarankan, evaluasi terhadap efektivitas pelayanan
bimbingan dan konseling lebih valid dan reliabel jika pelaksanaan evaluasinya
mendasarkan diri pada kriteria internal, antara lain yaitu : (1) pelayanan bimbingan
disusun dengan bersumber pada kebutuhan-kebutuhan peserta didik yang nyata dan
realistis berdasar pada needs assessment; (2) sifat-sifat bimbingan yang menonjol adalah
preventif dan developmental; (3) seluruh kegiatan bimbingan diarahkan untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu yang telah dirumuskan bersama seluruh tenaga pendidik dan
orang tua berdasarkan suatu studi yang mendalam; (4) terdapat keseimbangan yang
wajar antara layanan-layanan bimbingan, dengan mengingat kebutuhan objektif peserta
didik manakah yang sebaiknya dilayani melalui layanan bimbingan tertentu; (5) para
konselor sekolah dan para peserta didik saling mengenal dan peserta didik menggunakan
berbagai layanan bimbingan .
Hasil asesmen dan evaluasi program digunakan sebagai dokumen untuk mempelajari
kekurangannya sekaligus memperbaiki program secara berkelanjutan (Repley, dkk 2003).
Selanjutnya untuk menunjang program pendidikan yang komprehensif Gybert dan
Handerson, 2000) mencoba membaginya menjadi dua elemen kunci, yaitu (1) evaluasi
program (proses); dan (2) evaluasi hasil (outcomes). Oleh karena proses asesmen
bersifat sistematis dan siklikal, maka evaluasi program dan proses asesmen hasil dapat
dimulai dari yang kecil hingga ke yang lebih luas. Metode ini menurut Erfond dkk (2006)
adalah metode yang efektif bagi program konselor sekolah yang dilakukan secara
berulang dengan mengikuti alur dan siklus yang sistematis secara terus menerus

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

oleh Dwi Maharani Br. Sembiring -
1. Pendekatan-pendekatan perkembangan dalam bimbingan konseling di PAUD.
Dalam bidang pendidikan anak usia dini dan bimbingan konseling (PAUD), terdapat beberapa pendekatan konseling bimbingan perkembangan. Pendekatan-pendekatan ini dirancang untuk mendukung perkembangan holistik anak-anak dan memberikan layanan bimbingan dan konseling yang tepat.
Berikut beberapa pendekatan yang umum digunakan di PAUD:
1. Pendekatan Perkembangan: Pendekatan ini berfokus pada pemahaman kebutuhan dan tahapan perkembangan unik anak kecil. Hal ini melibatkan perancangan program bimbingan dan konseling yang disesuaikan dengan tonggak perkembangan spesifik dan tantangan yang dihadapi anak-anak di PAUD. Konselor atau pendidik memperhitungkan aspek perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional untuk memberikan dukungan dan intervensi yang tepat.
2. Pendekatan Berbasis Bermain: Bermain adalah aspek fundamental dalam perkembangan anak usia dini. Pendekatan ini memanfaatkan permainan sebagai media bimbingan dan konseling. Melalui bermain, anak dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalamannya. Konselor atau pendidik menggunakan aktivitas dan materi bermain untuk melibatkan anak-anak dalam sesi terapeutik atau eksplorasi, sehingga memungkinkan mereka mengekspresikan diri dan mengatasi masalah atau kekhawatiran apa pun yang mungkin mereka miliki.
3. Pendekatan yang Berpusat pada Anak:
Pendekatan ini menekankan pada partisipasi aktif dan keterlibatan anak dalam proses bimbingan dan konseling. Konselor atau pendidik menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung dimana anak dapat bebas berekspresi dan menentukan pilihan. Fokusnya adalah memberdayakan anak untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, kesadaran diri, dan pengaturan diri.
4. Pendekatan Holistik:
Pendekatan holistik mengakui bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dimensi fisik, kognitif, sosial, emosional, dan spiritual. Pendekatan ini mengintegrasikan dimensi-dimensi tersebut ke dalam proses bimbingan dan konseling, dengan mempertimbangkan anak secara keseluruhan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak di PAUD secara keseluruhan.
5. Pendekatan Kolaboratif:
Kolaborasi sangat penting dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang efektif di PAUD. Pendekatan ini melibatkan kerja sama yang erat dengan orang tua, guru, dan profesional lainnya untuk menciptakan sistem dukungan yang komprehensif bagi anak-anak. Hal ini mendorong komunikasi terbuka, pengambilan keputusan bersama, dan upaya terkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan mendorong perkembangan mereka.

2. Dalam pendekatan perkembangan, konselor atau pendidik di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) menggunakan berbagai teknik untuk membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka secara holistik. Berikut adalah penjelasan tentang beberapa teknik yang digunakan dalam pendekatan perkembangan:

1. Mengajar :
Deskripsi : Teknik mengajar melibatkan proses penyampaian informasi dan pengetahuan kepada anak-anak. Hal ini dapat dilakukan melalui ceramah, presentasi visual, atau pengajaran langsung.
Contoh Aplikasi : Seorang pendidik di PAUD dapat mengajar anak-anak tentang konsep-konsep dasar seperti bentuk, warna, angka, atau huruf dengan menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan usia mereka.

2. Pemberian Informasi :
Deskripsi : Pemberian informasi melibatkan pemberian penjelasan atau informasi kepada anak-anak tentang suatu topik atau konsep tertentu. Ini bisa dalam bentuk cerita, gambar, atau percakapan.
Contoh Aplikasi : Seorang konselor PAUD dapat memberikan informasi kepada anak tentang cara menjaga kebersihan diri, pentingnya berbagi, atau cara berbicara dengan sopan.

3. Bermain Peran :
Deskripsi : Teknik bermain peran yang melibatkan anak-anak dalam situasi peran tertentu yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, atau kognitif mereka. Anak-anak berpura-pura menjadi karakter atau mengambil peran dalam situasi tertentu.
Contoh Aplikasi : Anak-anak dapat diminta bermain peran sebagai guru, dokter, atau anggota keluarga dalam permainan peran yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan berbicara, berinteraksi sosial, atau memecahkan masalah.

4. Melatih :
Deskripsi : Teknik pelatihan melibatkan perluasan dan latihan dalam pengembangan keterampilan tertentu. Anak-anak melakukan aktivitas berulang kali untuk memperbaiki dan memperkuat keterampilan tersebut.
Contoh Aplikasi : Dalam melatih keterampilan motorik halus, anak-anak dapat diberikan latihan yang melibatkan pemotongan, melipat, atau menyebarkan bahan-bahan seperti kertas atau kain.

5. Tutorial :
Deskripsi : Tutorial melibatkan pembimbingan individu atau kelompok kecil untuk memberikan panduan dan dukungan ekstra dalam belajar atau mengatasi masalah. Tutorial sering digunakan untuk membantu anak-anak yang menghadapi kesulitan khusus.
Contoh Aplikasi : Seorang pendidik PAUD dapat memberikan tutorial ekstra kepada seorang anak yang mengalami kesulitan dalam membaca atau menulis, memberikan panduan tambahan untuk membantu anak tersebut memahami konsep-konsep tersebut.

6. Konseling :
Deskripsi : Konseling melibatkan interaksi antara konselor dan anak untuk membantu anak mengatasi masalah emosional, sosial, atau perkembangan. Ini adalah proses mendengarkan, mendukung, dan memberikan panduan kepada anak.

(3.) Bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh anak

Setiap anak membutuhkan layanan bimbingan perkembangan. Hal ini didasarkan bahwa tidak ada individu yang tidak bermasalah. Layanan bimbingan tidak hanya diperuntukkan bahwa anak bermasalah tetapi perlu menjadi upaya bantuan yang

diberikan untuk seluruh anak didik. Semua anak perlu memperoleh pemahaman tentang dirinya, dan juga pemahaman tentang lingkungan di sekitarnya.



2. Bimbingan dan konseling perkembangan difokuskan pada upaya membelajarkan anak.

Bimbingan perkembangan diarahkan untuk membantu tercapainya proses pembelajaran anak. Proses bimbingan tidak terlepas dari proses pembelajaran secara keseluruhan, dengan kata lain bimbingan dan pembelajaran merupakan suatu proses yang terpadu yang diarahkan agar terjadinya proses belajar pada diri

anak.



3. Konselor dan guru merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan.

Dalam jenjang pendidikan dasar khususnya taman kanak-kanak, guru selain berperan sebagai pengajar juga berperan sebagai pembimbing dalam upaya membantu tumbuh kembangnya anak. Guru memiliki peran strategis dalam membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak dan menciptakan iklim yang sehat dalam menunjang proses belajar dan perkembangan yang terjadi.



4. Kurikulum yang diorganisasikan dan direncanakan merupakan bagian penting dalam bimbingan perkembangan.

Keberhasilan bimbingan perkembangan yang dilakukan guru tidak terlepas dari seberapa jauh kurikulum bimbingannya diorganisasi dan direncanakan secara matang. Layanan dasar bimbingan perkembangan berisi tujuan dan sasaran untuk membantu anak didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Kurikulum

menekankan pada aspek kognitif, afektif dan perkembangan secara normal



5. Program bimbingan perkembangan peduli dengan penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengayaan diri (self-enhancement).

Kegiatan dalam bimbingan perkembangan dirancang untuk membantu anak mengetahui lebih banyak tentang dirinya, menerima keadaan dirinya, serta memahami kekuatan pada dirinya



6. Bimbingan dan konseling perkembangan memfokuskan pada proses mendorong perkembangan (encouragement).

Metode encouragement diarahkan untuk :

a) menempatkan nilai pada diri anak sebagaimana dirinya sendiri,

b) percaya pada dirinya sendiri,

c) percaya akan kemampuan diri sendiri dan membangun penghargaan akan dirinya,

d) pengakuan untuk bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh,

e) memanfaatkan kelompok untuk mempermudah dan meningkatkan perkembangan anak,

f) memadukan kelompok sehingga anak merasa memiliki tempat dalam kelompok,

g) membantu pengembangan keterampilan secara berurutan dan secara psikologis memungkinkan untuk sukses, h) mengakui dan memfokuskan pada kekuatan dan asset yang dimiliki anak, dan

i) memanfaatkan minat anak sebagai energi dalam pengajaran



7. Bimbingan perkembangan mengakui pengembangan yang terarah ketimbang akhir perkembangan yang definitif

Perkembangan anak merupakan suatu proses yang “menjadi”, artinya dalam proses perkembangannya anak membangun dirinya sesuai dengan karakteristik dan kemampuannya.



8. Bimbingan perkembangan sebagai tim oriented menuntut pelayanan dari konselor professional.

Keberhasilan program bimbingan perkembangan tidak terlepas dari kerjasama seluruh pihak yang terlibat. Keefektifan pelaksanaan program bimbingan tidak

terlepas dari pemahaman, pengetahuan dan keterampilan konselor (pembimbing)

dalam melaksanakan program bimbingan.



9. Bimbingan perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhankebutuhan khusus dari anak.

Setiap anak memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda, identifikasi awal dalam pelaksanaan program bimbingan perkembangan perlu dilaksanakan untuk menemukan dan memahami berbagai kebutuhan khusus yang dimiliki anak. Bimbingan yang dilaksanakan perlu dirancang untuk memenuhi

berbagai kebutuhan yang dimiliki anak didik.



10. Bimbingan perkembangan peduli dengan penerapan psikologi.

Bimbingan perkembangan tidak hanya memperhatikan bagaimana anak didik belajar, tetapi juga mengarahkan pada bagaimana anak menggunakan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya



11. Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar dari psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori-teori belajar

Bimbingan perkembangan merupakan konsep yang memperhatikan berbagai ilmu lain yaitu psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori-teori belajar, dalam aplikasinya bimbingan perkembangan akan berorientasi pada kerangka dasar dari ilmu-ilmu yang mempengaruhinya.



12. Bimbingan perkembangan mempunyai sifat urutan dan lentur

Bimbingan perkembangan bersifat fleksibel, disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anak didik. Bimbingan perkembangan dilaksanakan secara terencana dan sistematis serta disesuaikan dengan kemampuan anak didik.

Beranjak dari penjelasan tentang prinsip-prinsip bimbingan perkembangan maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan perkembangan merupakan suatu upaya bantuan yang dapat diberikan kepada anak didik yang dirancang dengan

memperhatikan berbagai kebutuhan, kemampuan, minat, dan masalah-masalah dalam perkembangan anak dan merupakan bagian penting dan integral dari keseluruhan proses pendidikan khususnya di taman kanak-kanak.



(4). Unsur-unsur Lingkungan Perkembangan

Pendekatan perkembangan menekankan faktor lingkungan perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru atau pembimbing. Suatu lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik anak didik.

2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengan upaya guru dalam pengembangan :
(a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuhanak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan
(b) keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan (reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.