Kiriman dibuat oleh Della Laras Alhusna

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Della Laras Alhusna -
Nama : Della Laras Alhusna
Npm : 2213054002

Cara menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis secara sistematis antara lain :

1. Pahami karakteristik komunikan: Sebelum menyampaikan pesan, perlu memahami siapa tujuan komunikan. Dengan memahami karakteristik komunikan, kita dapat menentukan cara penyampaian pesan yang tepat.

2. Pahami tujuan pesan: Tentukan tujuan dari pesan yang akan disampaikan, apakah pesan tersebut informatif, persuasif, atau instruksional hal ini akan membantu dalam merancang pesan dengan lebih baik.

3. Susun pesan secara sistematis: Pesan atau informasi perlu dirancang secara cermat sesuai dengan karakteristik komunikasi maupun keadaan di sekitar. Pesan perlu disusun secara berkesinambungan agar dapat tertanam dalam pikiran dan mempengaruhi perilaku komunikasi.

4. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta gunakan struktur pesan yang jelas: Pesan yang disampaikan perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh komunikan. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau sulit dipahami. Pesan perlu disusun dengan struktur yang jelas agar mudah dipahami oleh komunikasi.

5. Berikan contoh atau ilustrasi : Memberikan contoh atau ilustrasi dapat membantu komunikasi untuk memahami pesan dengan lebih baik. Contoh atau ilustrasi dapat membantu menjelaskan pesan dengan lebih jelas dan mudah dipahami.

7. Berikan kesimpulan: Memberikan kesimpulan atau inti dari pesan yang sudah disampaikan secara singkat, padat, dan jelas.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Della Laras Alhusna -
Nama : Della Laras Alhusna
Npm : 2213054002

Menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar merupakan keterampilan komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Mendengarkan dengan aktif. Kemampuan mendengar yang baik dapat membantu melancarkan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jadi pastikan kamu bisa menjadi pendengar yang baik.
2. Memahami audiens. Berusaha untuk memahami minat dan preferensi audiens dapat membantu ketika menciptakan komunikasi yang harmonis. Ini bisa dilatih dengan mengasah empati kamu.

3. Hindari melakukan interupsi. Menghindari interupsi saat orang lain berbicara dapat membantu kita dalam memahami pesan yang disampaikan, dan memberikan respons yang berkualitas.

4. Memperluas jaringan. Jika kamu mempunyai jaringan yang luas dapat memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai jenis orang dan pandangan, yang akan meningkatkan kemampuan komunikasi.

5. Meminta feedback dari orang lain. Mendapatkan umpan balik dari orang lain bisa memberikan pandangan tentang aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam komunikasi yang dilakukan.
6. Berbicara dengan kecepatan yang tepat. Kecepatan berbicara dapat memengaruhi bagaimana audiens mendengarkan kita, sehingga perlu untuk berbicara dengan kecepatan yang pas agar pesan dapat disampaikan dengan jelas.

7. Memberikan feedback kepada orang lain. Selain mendapatkan feedback, ketika kita memberikan feedback positif kepada orang lain dapat memotivasi mereka dan melatih kita dalam berkomunikasi. Memberikan feedback negatif juga dapat melatih kita dalam memilih kata-kata yang tepat.

8. Memikirkan hal yang akan diucapkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan komunikasi agar kita bisa menjadi lebih baik adalah dengan berpikir tentang hal yang akan diucapkan sebelum menyampaikannya, untuk menghindari ucapan yang spontan atau kasar.

9. Menyampaikan ide dengan jelas dan singkat. Penting untuk tidak bertele-tele atau basa basi ketika berbicara atau menyampaikan ide, agar audiens dapat lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.

10. Belajar berbicara di depan umum. Menghadapi situasi yang mengharuskan kita untuk berbicara di depan orang banyak dapat menjadi momen yang baik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.


KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Della Laras Alhusna -
Nama : Della Laras Alhusna
Npm : 2213054002

Model-model proses komunikasi

1. Model Komunikasi Aristoteles
Model komunikasi Aristoteles adalah salah satu model komunikasi linear yang ditujukan untuk menggambarkan atau menjelaskan proses public speaking. Model ini merupakan model komunikasi pertama dan merupakan model komunikasi yang diterima secara luas diantara model komunikasi lainnya.

2. Model Westley dan Maclean (1957) Bruce Westley dan Malcolm Maclean, merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi antarpribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai integral dari proses komunikasi.

3. Model Komunikasi Schramm dikenalkan oleh Wilbur Schramm (1954) yang menggambarkan proses komunikasi berlangsung secara dua arah baik pengirim pesan atau penerima pesan dapat berganti peran dalam mengirim dan menerima pesan.

4. Model Newcomb
Ini adalah suatu model tindakan komunikatif dua orang yang disengaja (intensional).

5. Model Defleur
Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase-fase yang digambarkan Schramm.

6. Model HELICAL DANCE
Model komunikasi helikal ini dapat dikaji sebagai pengembangan dari model sirkular dari Osgood & Schramm. Ketika membandingkan model komunikasi linear & sirkular, Dance mengatakan bahwa dewasa ini kebanyakan orang menganggap bahwa pendekatan sirkular adalah paling tepat dalam menjelaskan proses komunikasi.


7. Model Gerbner
Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell, terdiri dari model verbal dan model diagramatik.

8. Model Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh
Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.

9. Model komunikasi interaksi Seperti model komunikasi transaksional, model komunikasi interaksi juga berlangsung secara dua arah. Umumnya model komunikasi ini berlangsung pada media baru.

10. Model komunikasi linier Gambaran model komunikasi paling sederhana yaitu terjadi secara satu arah. Pesan yang disampaikan melalui arus secara langsung dari pengirim pesan ke penerima pesan.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

oleh Della Laras Alhusna -
Nama : Della Laras Alhusna
Npm : 2213054002

1. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

2. a. Fungsi-fungsi komunikasi meliputi:

1. Informasi: Komunikasi digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang penting. Ini dapat berupa informasi faktual, seperti berita atau data, atau informasi subjektif, seperti pendapat atau persepsi.

2. Ekspresi: Komunikasi digunakan untuk mengungkapkan perasaan, emosi, atau pikiran. Ini dapat dilakukan melalui kata-kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau bahasa tubuh.

3. Pengaruh: Komunikasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Ini dapat digunakan untuk mempengaruhi pendapat, sikap, atau perilaku orang lain melalui argumen, persuasi, atau pengaruh sosial.

4. Hubungan sosial: Komunikasi memainkan peran penting dalam membangun dan memelihara hubungan sosial. Melalui komunikasi, orang dapat membentuk ikatan, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan dengan orang lain.

b. Unsur-unsur komunikasi

1. Sumber Informasi (Source)
Source adalah sumber atau orang yang menyampaikan pesan, melalui proses dari timbulnya stimulus untuk menciptakan pemikiran dan keinginan untuk berkomunikasi.

2. Encoding
Encoding merupakan proses di mana sistem pusat saraf sebagai sumber informasi memilih simbol-simbol untuk menggambarkan pesan.

3. Pesan (Message)
Pesan termasuk unsur komunikasi yang menjadi segala sesuatu yang memiliki makna. Di mana, pesan ini merupakan hasil akhir dari proses encoding.

4. Media
Media komunikasi adalah alat atau cara yang digunakan dalam menyampaikan pesan ke komunikan. Media komunikasi di antaranya bisa berupa telepon, surat, atau tatap muka secara langsung.

5. Decoding
Decoding yaitu proses di mana komunikasi menginterpretasikan pesan yang telah diterimanya. Interpretasi komunikasi berdasarkan minat, pengetahuan, ataupun kepentingannya.

6. Umpan Balik (Feedback)
Feedback adalah respon dari penerima pesan ke pengirim pesan, yang menjadi bentuk tanggapan dari pesan yang disampaikan. Feedback ini bisa berupa jawaban lisan penerima baik setuju maupun tidak setuju atas pesan tersebut.

7. Hambatan (Noise)
Noise adalah hal-hal yang mengganggu proses komunikasi, dengan kata lain adanya noise akan membuat komunikasi tidak bisa berjalan efektif.
Nama : Della Laras Alhusna
NPM : 2213054002

1. Komunikasi non verbal merupakan Komunikasi yang dikemas dalam bentuk tanpa kata-kata. Komunikasi dapat membantu memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus menerima reaksi komunikan yang diberikan. . Pesan pesan nonverbal sangat berpengaruh terhadap komunikasi. Pesan atau simbol-simbol nonverbal sangat sulit untuk ditafsirkan dari pada simbol verbal. Komunikasi non verbal dapat dilakukan dengan kontak mata maupun ekspresi.
Kontak mata langsung artinya adanya kesiapan untuk memulai wawancara atau hubungan interpersonal dan adanya perhatian yang sungguh-sungguh.
Ekspresi yang digunakan untuk Komunikasi misalnya saja senyuman. Senyuman akan menimbulkan keyakinan pada diri sendiri dan rasa akrab bagi pendengar. Selalu tersenyum sambil menceritakan humor yang terkait dengan bahan pembicaraan akan membuat pendengar benar-benar menikmati humor.

2. Komunikasi non verbal dalam pembelajaran memudahkan para pendengar khususnya peserta didik untuk dapat memahami dan melakukan sesuai arahan yang di berikan komunikator.

Dengan gerakan postur atau gesture tubuh memudahkan untuk kita dalam melakukan pembelajaran secara efektif. Yang dimana anak-anak akan lebih mudah mengikuti dan mememahami tentang apa yang kita ucpakan melalui gesture tubuh kita.

Ekpresi wajah juga mempengaruhi dalam proses penyampaian pesan kepada anak-anak. Maka dari itu hendaknya para pendidik mengkomunikasikan arahan dengan ekpresi wajah yang tidak membuat anak justru takut. Dengan adanya komunikasi non verbal ini yang memliki banyak fungsi seperti anak akan lebih nyaman ketika berada didalam kelas. Memudahkan juga untuk mengontrol keadaan kelas. Dengan ekpresi wajah, anak juga dapat belajar untuk mengenali karakter yang diajarkan oleh guru tersebut.

Berfungsi juga untuk melengkapi dengan menggunakan komunikasi non-verbal untuk memperkuat warna atau sikap umum yang dikomunikasikan oleh pesan verbal. Jadi, anda mungkin tersenyum ketika menceritakan kisah lucu, atau menggeleng-gelengkan kepala ketika menceritakan ketidakjujuran seseorang.