Posts made by Salsabilla Ramadhani Hevandri

Nama : Salsabilla Ramadhani Hevandri
NPM : 2213054018

Untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis secara sistematis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pahami karakteristik komunikan: Sebelum menyampaikan pesan, perlu memahami siapa tujuan komunikan. Dengan memahami karakteristik komunikan, kita dapat menentukan cara penyampaian pesan yang tepat.
2. Pahami tujuan pesan: Tentukan tujuan dari pesan yang akan disampaikan, apakah pesan tersebut informatif, persuasif, atau instruksional hal ini akan membantu dalam merancang pesan dengan lebih baik.
3. Susun pesan secara sistematis: Pesan atau informasi perlu dirancang secara cermat sesuai dengan karakteristik komunikasi maupun keadaan di sekitar. Pesan perlu disusun secara berkesinambungan agar dapat tertanam dalam pikiran dan mempengaruhi perilaku komunikasi.
4. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta gunakan struktur pesan yang jelas: Pesan yang disampaikan perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh komunikan. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau sulit dipahami. Pesan perlu disusun dengan struktur yang jelas agar mudah dipahami oleh komunikasi.
5. Berikan contoh atau ilustrasi : Memberikan contoh atau ilustrasi dapat membantu komunikasi untuk memahami pesan dengan lebih baik. Contoh atau ilustrasi dapat membantu menjelaskan pesan dengan lebih jelas dan mudah dipahami.
7. Berikan kesimpulan: Memberikan kesimpulan atau inti dari pesan yang sudah disampaikan secara singkat, padat, dan jelas.
Nama : Salsabilla Ramadhani Hevandri
NPM : 2213054018

Untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mendengarkan dengan aktif : Mendengarkan dengan aktif dapat membantu melancarkan komunikasi dengan orang lain. Pastikan untuk fokus pada apa yang dibicarakan dan tidak memikirkan hal-hal lainnya.
2. Mengajukan pertanyaan : Mengajukan pertanyaan dapat membantu memperjelas pesan yang ingin disampaikan dan menunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikan lawan bicara.
3. Memberikan informasi dengan jelas : Penyampaian informasi dengan jelas dan akurat akan membuat lawan bicara memahami apa maksud dari yang ingin disampaikan.
4. Menghindari interupsi : Menghindari interupsi saat orang lain berbicara dapat membantu kita dalam memahami pesan yang disampaikan, dan memberikan respon yang berkualitas.
5. Menghargai, mendengarkan, memperhatikan, dan menanggapi apa yang dibicarakan lawan bicara dengan baik : Sikap yang baik saat berkomunikasi dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan lawan bicara.
6. Menerapkan keterbukaan dan kejujuran : Keterbukaan dan kejujuran dapat membantu membangun kepercayaan dengan lawan bicara.
7. Menjadi pendengar yang baik : Terkadang kita perlu menjadi pendengar ketika lawan bicara membutuhkan teman bicara. Namun, ada saatnya juga perlu memberikan saran atau tanggapan, ketika lawan bicara bertanya.
8. Menguasai materi : Pastikan terlebih dahulu bahwa kita menguasai materi yang ingin dibicarakan, sehingga terjadi kesinambungan antara kita dan lawan bicara.
9. Menekan ego pribadi : Setiap orang memiliki keunikan masing-masing, sehingga kita harus menerima serta menghargai sesuatu yang ada.
10. Menghindari penilaian : Jangan biarkan penilaian menahan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berinteraksi.
Dalam berkomunikasi, kita juga perlu memperhatikan aspek nonverbal seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan gerak tubuh. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan kontak mata dengan lawan bicara, karena akan ada banyak informasi dan emosi yang bisa disampaikan hanya dengan menatap mata seseorang. Dengan menerapkan cara-cara diatas, dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dengan lancar.
Nama : Salsabilla Ramadhani Hevandri
NPM : 2213054018

Model komunikasi adalah gambaran sederhana dari proses komunikasi yang menampilkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Ada beberapa beberapa model proses komunikasi antara lain:
1. Model Komunikasi Linier
Model ini menggambarkan komunikasi berlangsung secara satu arah, dari pengirim pesan ke penerima pesan juga tidak adanya konsep umpan balik (respon) yang diberikan dalam model ini. Contoh model komunikasi linear antara lain Model Komunikasi Aristoteles, Model Komunikasi Lasswell, Model Komunikasi SMCR Berlo, dan Model Komunikasi Shannon dan Weaver

2. Model Komunikasi Transaksional
Model ini menekankan pada pentingnya peran pengirim pesan dan penerima pesan dalam proses komunikasi yang berlangsung dua arah. Dalam model ini, komunikasi digambarkan sebagai ajang untuk pertukaran pesan dan juga untuk membangun hubungan sosial, hubungan budaya, dan hubungan konteks.

3. Model Komunikasi Interaksional
Model ini menganggap komunikasi sebagai interaksi kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi-balik, mentransmisikan, dan menerima sinyal. Ada proses yang berkelanjutan dalam memberikan umpan balik atau berbagi informasi. Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan individu terhadap lingkungan sosialnya. Konsep diri tumbuh berdasarkan bagaimana orang lain memandang diri individu tersebut.

4. Model Schramm
Model ini dikenal dengan istilah umpan balik (feedback), yang menjadi peran penting dalam komunikasi ini. Model ini mengisyaratkan bahwa setiap sistem ditandai oleh suatu keseimbangan kekuatan atau simetri. Terdapat tiga unsur komunikasi menurut Schramm, yaitu sumber informasi, pesan, dan sasaran (tujuan).

5. Model Lasswell
Model ini menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Terdapat lima pertanyaan yang harus dijawab dalam model ini, yaitu siapa, mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan akibat apa.

6. Model Newcomb
Model ini juga dikenal dengan nama model ABX. Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B atau ke X tergantung dari mereka masing-masing.

7. Model Berlo (SMCR)
Model ini hanya menggambarkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber/ pihak yang menciptakan pesan (Source), pesan (Message), saluran/ yang membawa pesan (Channel), dan penerima/ sasaran komunikasi (Receiver). Model ini dapat menjelaskan bahwa sumber pesan harus mempunyai skil komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial dan lingkungan budaya komunikator dan komunikannya. Receiver bagi Berlo identik dengan penerima pesan atau orang, baik itu orang, audiens, pembaca maupun pendengar. Model ini tidak terbatas untuk diterapkan pada komunikasi publik dan komunikasi massa, namun juga dapat diterapkan ke dalam komunikasi antarpribadi dan berbagai komunikasi tertulis lainnya.

8. Model Gebner
Menunjukkan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan kepada suatu transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima (receiver) dalam transmisi tersebut. Sinyal mungkin mengalami gangguan dan muncul sebagai hasil yang dikomunikasikan (SSSE) pada sasaran (destination)
Nama : Salsabilla Ramadhani Hevandri
NPM : 2213054018

1. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi berupa pesan, ide, ataupun gagasan dari satu pihak kepada pihak yang lainnya sehingga pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan baik serta dapat dipahami. Komunikasi merupakan interaksi yang dapat dilakukan secara verbal (lisan) ataupun secara non verbal.

2. Fungsi-fungsi komunikasi, antara lain:
- Untuk Menginformasikan (To Inform): Menyampaikan informasi atau fakta kepada orang lain (penerima pesan).
- Untuk Mendidik: Memberikan pengetahuan atau keterampilan baru kepada orang lain (penerima pesan).
- Untuk Menghibur (To Entertain): Memberikan hiburan atau kesenangan kepada orang lain (penerima pesan).
- Untuk Mempengaruhi: Mempengaruhi atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku orang lain (penerima pesan).

Unsur-unsur komunikasi, antara lain:
- Sumber Informasi: Pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan.
- Encoding: Proses pengolahan pesan oleh sumber informasi sebelum disampaikan ke penerima pesan.
- Pesan: Isi pesan yang ingin disampaikan melalui sumber informasi.
- Media: Saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber informasi ke penerima pesan.
- Decoding: Proses penerimaan dan interpretasi pesan oleh penerima pesan.
- Komunikan (Penerima): Pihak yang menerima pesan dari sumber informasi.
- Umpan Balik: Respon yang diberikan oleh penerima pesan terhadap pesan yang diterima.
- Hambatan: Gangguan atau halangan yang dapat mengganggu proses komunikasi.
Nama : Salsabilla Ramadhani Hevandri
NPM : 2213054018

1. Komunikasi non verbal merupakan salah satu cara berkomunikasi atau menyampaikan informasi tidak melalui kata-kata, tetapi dapat melalui postur tubuh dan ekspresi wajah. Melalui gerakan dan kontak mata dapat memperkuat suatu informasi yang ingin disampaikan.
a. Ekspresi wajah : Ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat saat berkomunikasi, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapat.
b. Kontak mata : Kontak mata dapat membantu kita mengetahui seperti apa perasaan orang yang kita ajak bicara. Kontak mata juga dapat menunjukkan kepercayaan diri dan ketertarikan pada lawan bicara.
c. Postur tubuh : Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerakan tubuh tertentu, postur tubuh dapat memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

2. Komunikasi nonverbal, seperti postur dan ekspresi wajah, memiliki peran penting dalam pembelajaran. Ada beberapa fungsi komunikasi nonverbal dalam pembelajaran antara lain:
a. Meningkatkan pemahaman: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa memahami materi yang diajarkan dengan lebih baik. Misalnya, guru yang menggunakan gerakan tangan atau ekspresi wajah yang jelas dapat membantu siswa memahami konsep yang sulit.
b. Meningkatkan keterlibatan: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa merasa lebih terlibat dalam pembelajaran. Misalnya, guru yang menggunakan kontak mata dan senyuman dapat membantu siswa merasa lebih nyaman dan terlibat dalam pembelajaran.
c. Meningkatkan motivasi: Komunikasi nonverbal dapat membantu meningkatkan motivasi siswa. Misalnya, guru yang menggunakan postur tubuh yang positif dan ekspresi wajah yang antusias dapat membantu siswa merasa lebih bersemangat untuk belajar.
d. Meningkatkan keterampilan sosial: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial yang penting. Misalnya, siswa dapat belajar bagaimana menggunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah yang tepat dalam situasi sosial yang berbeda.
e. Meningkatkan keterampilan presentasi: Komunikasi nonverbal dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan presentasi yang baik. Misalnya, siswa dapat belajar bagaimana menggunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah yang tepat saat melakukan presentasi di depan kelas.