Posts made by Ifa Nurjanah

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ifa Nurjanah -
1. Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih individu atau kelompok. Tujuan dari komunikasi adalah untuk berbagi informasi, ide, perasaan, atau tujuan dengan orang lain.

2. a. Fungsi-fungsi komunikasi meliputi:

1. Informasi: Komunikasi digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang penting. Ini dapat berupa informasi faktual, seperti berita atau data, atau informasi subjektif, seperti pendapat atau persepsi.

2. Ekspresi: Komunikasi digunakan untuk mengungkapkan perasaan, emosi, atau pikiran. Ini dapat dilakukan melalui kata-kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau bahasa tubuh.

3. Pengaruh: Komunikasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Ini dapat digunakan untuk mempengaruhi pendapat, sikap, atau perilaku orang lain melalui argumen, persuasi, atau pengaruh sosial.

4. Hubungan sosial: Komunikasi memainkan peran penting dalam membangun dan memelihara hubungan sosial. Melalui komunikasi, orang dapat membentuk ikatan, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan dengan orang lain.

b. Unsur-unsur komunikasi meliputi:

1. Pengirim: Pengirim adalah orang atau kelompok yang mengirim pesan. Mereka bertanggung jawab untuk mengemas pesan dengan jelas dan efektif.

2. Pesan: Pesan adalah informasi atau ide yang dikirim oleh pengirim. Pesan dapat berupa kata-kata lisan atau tertulis, gambar, simbol, atau bahasa tubuh.

3. Saluran: Saluran adalah media atau metode yang digunakan untuk mengirim pesan. Ini dapat berupa komunikasi langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui telepon, surat, email, dll.).

4. Penerima: Penerima adalah orang atau kelompok yang menerima pesan. Tugas mereka adalah untuk memahami, menafsirkan, dan merespons pesan yang diterima.

5. Umpan balik: Umpan balik adalah respons atau tanggapan yang diberikan oleh penerima kepada pengirim. Ini penting untuk memastikan pemahaman yang benar dan efektif dalam komunikasi.

6. Konteks: Konteks adalah lingkungan atau situasi di mana komunikasi terjadi. Ini mencakup faktor-faktor seperti budaya, norma sosial, latar belakang, dan tujuan komunikasi.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ifa Nurjanah -
Untuk menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis secara sistematis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pahami karakteristik komunikan: Sebelum menyampaikan pesan, perlu memahami siapa tujuan komunikan. Dengan memahami karakteristik komunikan, kita dapat menentukan cara penyampaian pesan yang tepat.
2. Pahami tujuan pesan: Tentukan tujuan dari pesan yang akan disampaikan, apakah pesan tersebut informatif, persuasif, atau instruksional hal ini akan membantu dalam merancang pesan dengan lebih baik.
3. Susun pesan secara sistematis: Pesan atau informasi perlu dirancang secara cermat sesuai dengan karakteristik komunikasi maupun keadaan di sekitar. Pesan perlu disusun secara berkesinambungan agar dapat tertanam dalam pikiran dan mempengaruhi perilaku komunikasi.
4. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta gunakan struktur pesan yang jelas: Pesan yang disampaikan perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh komunikan. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis atau sulit dipahami. Pesan perlu disusun dengan struktur yang jelas agar mudah dipahami oleh komunikasi.
5. Berikan contoh atau ilustrasi : Memberikan contoh atau ilustrasi dapat membantu komunikasi untuk memahami pesan dengan lebih baik. Contoh atau ilustrasi dapat membantu menjelaskan pesan dengan lebih jelas dan mudah dipahami.
7. Berikan kesimpulan: Memberikan kesimpulan atau inti dari pesan yang sudah disampaikan secara singkat, padat, dan jelas.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ifa Nurjanah -
Menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar adalah keterampilan komunikasi yang penting dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menyampaikan pesan secara lisan dengan lancar dan menjadi pendengar yang efektif:

Menyampaikan Pesan dengan Lancar:
1. Sebelum berbicara, pertimbangkan pesan apa yang ingin disampaikan dan susun gagasan-gagasan dengan baik. Persiapan dapat membantu mengurangi kebingungan dan memastikan pesan akan tersampaikan dengan jelas.

2. Cobalah untuk berbicara secara teratur dan jelas. Gunakan struktur yang mudah dimengerti, seperti memulai dengan pengantar, menjelaskan poin utama, dan memberikan ringkasan atau kesimpulan.

3. Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung. Ekspresi wajah, gerakan tangan, dan bahasa tubuh secara umum dapat membantu dalam menyampaikan pesan.

4. Jaga Volume dan Intonasi Suara. Pastikan suara cukup keras sehingga pendengar dapat mendengar dengan jelas, dan varisasikan intonasi untuk menjaga minat pendengar.

Mendengarkan dengan Lancar

1. Berikan Perhatian Penuh. Saat mendengarkan, berikan perhatian penuh pada pembicara dan hindari mengalihkan perhatian.

2. Aktifkan Kontak Mata. Kontak mata menunjukkan bahwa kita benar-benar mendengarkan dan peduli terhadap pembicara. Ini juga membantu untuk memahami emosi dan pesan yang disampaikan.

3. Jangan Menyela. Hindari mengganggu pembicara dengan menyela atau merespons terlalu cepat. Biarkan pembicara menyelesaikan pembicaraan dulu.

4. Tanggapi dengan Bijak. Ketika waktunya tiba untuk memberikan tanggapan, jangan ragu untuk menyatakan pendapat, tetapi lakukan dengan hormat. Hindari kritik yang keras.

5. Ajukan Pertanyaan atau Berikan Umpan Balik. Jika perlu klarifikasi atau ingin mendalamkan pemahaman Anda, ajukan pertanyaan atau berikan umpan balik.

6. Gunakan Bahasa Tubuh yang Mendukung. Bahasa tubuh saat mendengarkan juga penting. Ini dapat mencakup mengangguk untuk menunjukkan pengertian atau senyum untuk menunjukkan dukungan.

7. Hindari Membuat Asumsi. Jangan mengambil asumsi tentang apa yang akan dikatakan pembicara sebelum mereka selesai berbicara. Dengarkan dengan pikiran terbuka.

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ifa Nurjanah -
Model-model proses komunikasi
1.)model stimulus-respon adalah model komunikasi yang dipengaruhi aliran psikologi behavioristik yang menggambarkan perilaku manusia berdasar pada reward (ganjaran setimpal) dan punishment yang menunjukkan proses aksi-reaksi (positif-positif, negatif-negatif), bersifat timbal balik dan memiliki banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi (communication act) berikutnya.

2.)Model Aristoteles
Menekankan komunikator sebagai sentral. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator harus memiliki apa yang disebutnya sebagai ethos (kredibilitas/ keterpercayaan), logos (logika pendapat), pathos (emosi khalayak). Kritik yang dihasilkan dari model Aristoteles adalah bahwa komunikasi dianggap statis dan mengabaikan pesan nonverbal.

3.)Model Lasswell
Lasswell menggambarkan proses komunikasi dan fungsinya dalam masyarakat. Model ini mampu menggambarkan unsur-unsur komunikasi yang harus ada dalam proses komunikasi massa yang dapat dirincikan sebagai berikut.
Who (komunikator).
Says what (pesan).
In which channel (saluran/media).
To whom (komunikan).
With what effect (efek media).

4.)Model Shanon dan Weaver
Model ini dapat diterapkan pada komunikasi antarpribadi, komunikasi publik, dan komunikasi massa. Kritik untuk model ini adalah komunikasi dianggap statis dan tidak ada umpan balik.

5.)Model S-O-R
Adalah kepanjangan dari Stimulus-Organism-Response yang sebenaranya berasal dari studi psikologi. Hal itu tidak mengherankan, dikarenakan psikologi dan komunikasi mempunyai objek material yang sama, yaitu manusia, yang jiwanya meliputi komponen-komponen: sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi.

6.)Model SMCR (Berlo)
Model ini dapat menjelaskan bahwa sumber pesan harus mempunyai skil komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial dan lingkungan budaya komunikator dan komunikannya. Receiver bagi Berlo identik dengan penerima pesan atau orang, baik itu orang, audiens, pembaca maupun pendengar. Kritik untuk model ini adalah tidak mencantumkan umpan balik dan menganggap komunikasi sebagai proses statis. Namun demikian, model ini tidak terbatas untuk diterapkan pada komunikasi publik dan komunikasi massa, namun juga dapat diterapkan ke dalam komunikasi antarpribadi dan komunikasi tertulis lain.

7.) Model Westley dan Maclean
Model ini berbicara dalam dua konteks,
komunikasi interperonal dan massa.Dan perbedaan yang paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.

8.) Model Gerbner
Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell, terdiri dari model verbal dan model diagramatik.

9.) Model Defleur
Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase-fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.

10.) Model Komunikasi Linear
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan
ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).

11.) Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur
Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi
berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim.

12.) Model Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh
Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.

13.)Komunikasi sebagai Proses
Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau konsekuensi) serta berkaitan satu sama
lainnya dalam kurun waktu tertentu. Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat dapat
menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan
komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

KP AUD kls B 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Ifa Nurjanah -
1.) Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal yang perlu Anda ketahui

1. Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar.
Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan.
Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan.

Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal
Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

2. Gestur
Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata
Gestur yang sering digunakan misalnya seperti melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.

Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat
Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi pada kelompok masyarakat yang lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.

3. Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.

5. Tatapan mata
Tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal,Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya.
Misalnya, ketika Anda bertemu eorang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar.

Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya.

2.)
A . Kontak mata
Kontak mata merupakan sinyal yang penting dari komunikasi interpersonal selain itu kontak mata mengisyaratkan ketertarikan terhadap orang lain dalam pengajaran, kontak mata juga membuka arus komunikasi antara pengajar dan siswa sehingga dapat menumbuhkan perhatian kehangatan dan kredibilitas

B. Tersenyum adalah isyarat yang
sangat kuat untuk menyampaikan:
• Keramahan
• Kehangatan
• Kebahagiaan
• Kasih sayang
•Hubungan yang baik

C. 3. Gestur

Seorang pengajar akan dianggap membosankan jika hanya berbicara tanpa melakukan gerakan sedikit pun
Suasana belajar akan menjadi kaku dan materi yang disampaikan tidak akan menarik adapun contoh gerakan yang dapat dilakukan dalam komunikasi di dalam kelas yaitu mengganggukkan kepala saat siswa sedang berbicara Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pengajar memahami dan mendengarkan ujaran mereka