Posts made by Dita Nurhidayah

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Dita Nurhidayah -
1. Karakteristik Perkembangan AUD
karakteristik: 1) anak usia dini bersifat unik, 2) berada dalam masa potensial, 3) bersifat relatif spontan, 4) cenderung ceroboh dan kurang perhitungan, 5) bersifat aktif dan energik, 6) egosentris, 7) memiliki rasa ingin tahu yang kuat, 8) berjiwa petualang, 9) memiliki imajinasi dan fantasi yang luas

2. Ciri Perkembangan AUD
Ciri perkembangan adalah Terjadinya perubahan dalam aspek fisik ( perubahan berat badan dan organ-organ tubuh ) dan aspek psikis ( matangnya kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi ), terjadinya perubahan dalam proporsi ; aspek fisik ( proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembanganya )

3. Prinsip perkembangan anak usia dini menurut Ardy dan Barnawi (2016: 86) yaitu anak berkembang secara holistic, perkembangannya terjadi dalam urutan yang teratur, perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak, perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya.

4. Aspek perkembangan AUD
ada beberapa aspek perkembangan anak usia dini menurut para ahli yang perlu Bunda pahami seperti perkembangan Nilai Agama dan Moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni.

5. Faktor Penting yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
1. Genetik.
2. Pola Asuh Orang Tua
3. Lingkungan Sekitar
4. Stimulasi
5. Jenis Kelamin
6. Nutrisi
7. Sosial dan Ekonomi.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Dita Nurhidayah -
1. Pengertian
Bimbingan dan konseling adalah dua pengertian yang berhubungan dengan makna pemberian bantuan. Bimbingan dapat diberikan kepada mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan, memilih jurusan, maupun kesulitan pribadi serta penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya.

2. Tujuan
tujuan bimbingan dan konseling adalah Untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial.

3. Fungsi Sosial
menurut Sukardi dan Kusmawati (2008:7-8) pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling, fungsi tersebut yaitu: (1) fungsi pemahaman, (2) fungsi pencegahan, (3) fungsi pengentasan, (4) fungsi pemeliharaan dan pengembangan.

4. Prinsip
Prinsip Bimbingan dan Konseling adalah pedoman atau alat dalam menjalankan proses program layanan bk agar berjalan sesuai peraturan dan berdampak positif kepada individu.Prinsip ini akan memberikan dampak positif dan fleksibel dalam layanannya,dimana program yang diberikan akan sesuai dengan persolana individu.

5. Ruang Lingkup
Ruang lingkup bimbingan konseling pun memiliki fungsi khusus. Pertama adalah fungsi pemahaman, yaitu fungsi yang dimaksudkan untuk membantu klien dalam memahami dirinya sendiri. Kedua adalah fungsi pencegahan, fungsi ini dimaksudkan untuk memberikan pencegahan pada kondisi klien agar tidak memperburuk kondisinya.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Dita Nurhidayah -
Struktur Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Struktur program bimbingan perkembangan yang
komprehensif terdiri atas empat komponen, (1) Layanan dasar bimbingan, (2) Layanan Responsif, (3) Sistem Perencanaan Individual, (4) Pendukung Sistem (Muro dan Kottman, 1995, Sara Champan, dkk., 1993).

1) Layanan Dasar Bimbingan (guidance curiculum)

Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan. Komponen ini merupakan landasan bagi program bimbingan perkembangan. Contoh materi program bimbingan materi program di sekolah mencakup :

a. Self-esteem (harga diri); b. Motivasi berprestasi;

c. Keterampilan pengambilan keputusan merumuskan tujuan dan membuat perencanaan;

d. Keterampilan pemecahan masalah;

e. Keefektifan dalam hubungan antar pribadi; f. Keterampilan berkomunikasi;

g. Keefektifan dalam memahami lintas budaya; h. Perilaku yang bertanggung jawab.

Layanan dasar bimbingan perkembangan memiliki cakupan dan urutan bagi pengembangan kompetensi siswa. Materi kurikulum diajarkan dengan unit fokus pada hasil (outcome-focused) dan mengajarkan yang berorientasi tujuan (objektif-based lesson) bagi siswa dalam kelompok kecil atau kelas untuk menggunakan material dan sumber-sumber lainnya, dan memerlukan strategi penilaian. Pengajaran dalam layanan dasar bimbingan diawali sejak pengalaman pertama siswa masuk sekolah, dengan materi yang diselaraskan dengan usia dan tahapan perkembangan siswa.

2) Layanan Responsif (Responsive Services)

Tujuan kelompok layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karier, dan/atau masalah pengembangan pendidikan. Sekalipun layanan ini merespon

topik yang memiliki prioritas dan/atau relevan dalam adegan sekolah. Topik yang menjadi prioritas di Texas pada tahun 1990-an adalah: kesukses1990-an akademik; masalah bunuh diri pada kalangan remaja dan anak; kenakalan anak; masalah putus sekolah; penyalahgunaan obat; kehamilan pada usia sekolah.

Topik-topik lainnya yang relevan dengan masalah di sekolah seperti: kehadiran; sikap dan perilaku terhadap sekolah; hubungan dengan teman sebaya; keterampilan studi; penyesuaian di sekolah baru; isu-isu yang muncul selama atau setelah intervensi terhadap kejadian-kejadian traumatik.

Sedangkan topik-topik yang berkaitan dengan masalah pribadi adalah: ketidakpastian menentukan karir; pilihan lanjutan sekolah; kematian anggota keluarga atau teman; masalah perceraian; masalah keluarga, dan masalah seksual.


Layanan responsif bersifat preventif dan remedial. Preventif dengan memberikan intervensi terhadap siswa agar mereka terhindar dari pilihan yang tidak sehat atau tidak memadai atau membawa anak agar mampu menentukan pilihan pada situasi tertentu. Remedial dengan memberikan intervensi terhadap siswa yang telah memiliki pilihan yang salah atau mereka tidak memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang muncul dari pilihannya.

Prioritas pemberian layanan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Program bimbingan yang komprehensif mencakup pula pemberian layanan bagi siswa yang memiliki karakteristik tertentu seperti siswa berbakat, program pendidikan khusus, program pendidikan jabatan, anak yang berpindah-pindah.

Teknik pemberian layanan berupa konsultasi individual atau kelompok siswa dalam kelompok kecil, mengamati siswa untuk mengidentifikasi masalah, konsultasi dengan guru dan orangtua, bersama guru dan orangtua membuat program rujukan untuk program atau spesialis lain,

melakukan koordinasi dengan ahli lain, dan melakukan pengawsan terhadap kemajuan siswa. Jika memungkinkan melaksanakan pelatihan dan pengawasan oleh fasilitator sebaya. Terkadang konselor melaksanakan layanan bimbingan untuk merespon tuntutan guru berkenaan dengan penyelesaian masalah kelompok anak tertentu seperti masalah persaingan atau stres dikalangan siswa berbakat.

3) Sistem Perencanaan Individual

Tujuan sistem perencanaan individual adalah membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Konselor dapat menggunakan berbagi nara sumber staf, informasi dan kegiatan, serta memfokuskan nara sumber untuk seluruh siswa dan membantu siswa secara individual untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan pribadi. Melalui sistem perencanaan individual, siswa dapat:

a. Mempersiapkan pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja dan masyarakatnya.

b. Merumuskan rencana untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah dan tujuan jangka panjang.

c. Menganalisis apa kekuatan dan kelemahan pada dirinya dalam rangka pencapaian tujuan.

d. Mengukur tungkat pencapaian dirinya.

e. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.

Guru hendaknya memberikan prioritas terhadap pemberian bantuan bagi siswa, dan mengimplementasikan perencanaan individual dengan fokus siswa, perencanaan pendidikan dan karir. Contoh materi program diantaranya: penafsiran hasil tes yang standar, aktifitas pengembangan karir

melanjutkan sekolah, pra-pendaftaran kursus, membantu siswa dalam melaksanakan riset dan memperoleh uang bagi siswa sekolah menengah atau pelatihan.

Konselor melakukan bimbingan kelompok dan/atau melakukan konsultasi dengan penasehat akademik, dan orangtua. Mereka bertanggungjawab dalam menjaga keakuratan dan kebermaknaan interprestasi hasil test dan informasi hasil penaksiran lainnya baik bagi siswa, guru, maupun orangtua siswa. Konselor melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam memberikan informasi pendidikan dan karir, serta prosedur dimana guru memberikan rekomendasi penempatan. Mereka memberikan rujukan dan konsultasi berkenaan dengan prosedur pemberian rujukan bagi siswa-siswa yang membutuhkan program-program tertentu, seperti siswa berbakat, siswa yang memiliki dwi-bahasa, siswa yang kritis, pendidikan khusus, pendidikan jabatan, dan pendidikan pengganti.

4) Pendukung Sistem (System Support)

Komponen pendukung sistem lebih diarahkan pada pemberian layanan manajemen yang tidak secara langsung bermanfaat bagi siswa layanan mencakup:

a. Konsultasi dengan guru-guru;

b. Dukungan bagi program pendidikan orangtua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan;

c. Partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan;

d. Implementasi dan program standarisasi instrumen tes; e. Kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan;

f. Memberikan masukan terhadap pembuat keputusan dalam kurikulum pengajaran, berdasarkan perspektif siswa.


Kegiatan manajemen diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan yang bermutu. Materi program dalam manajemen antara lain:

a. Pengembangan dan manajemen program bimbingan; b. Pengembangan staf bimbingan;

c. Pemanfaatan sumber daya masyarakat, dan

d.Pengembangan penulisan kebijakan, prosedur dan pedoman pelaksanaan bimbingan.

Dalam dokumen Bimbingan dan Konseling Perspektif Sekolah (Halaman 46-51)


GARIS BESAR
Definisi Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Struktur Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Struktur program bimbingan perkembangan yang (Kamu di sini )
TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
Hipnoterapi Dalam Bimbingan dan Konseling
Konsep Hipnosis atau Hipnotis
Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Individu
Tugas-Tugas Perkembangan Anak Didik
Konflik dan Frustasi a. Konflik
Pengertian Konseling Islami
Konsep Kepribadian (Psikologi Barat Dan Psikologi Islam) Konselor Barat tidak mendasari proses konseling pada
Kualifikasi Kepribadian Konselor Dalam Islam
Pencapaian Kesehatan Mental
Pencapaian Kehidupan Bermakna

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Dita Nurhidayah -
Komunikasi non-verbal adalah bentuk komunikasi yang tidak melibatkan kata-kata atau bahasa lisan. Ini mencakup berbagai elemen seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh, postur, nada suara, dan gestur. Dalam konteks ini, kita akan membahas dua aspek penting dari komunikasi non-verbal: kinesik dan gestur.

1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:

a. Ekspresi Wajah:
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.

b. Kontak Mata:
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.

c. Gerakan Tubuh:
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.

d. Postur Tubuh:
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.

e. Jarak Sosial:
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.

2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal:
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:

a. Gesture Tangan:
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.

b. Gesture Wajah:
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.

c. Gesture Badan:
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.

d. Gesture Simbolik:
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.

e. Gesture dalam Budaya:
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:

Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka.

Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain. Kontak mata yang baik dan mendengarkan ekspresi wajah dapat membantu Anda memahami apakah seseorang bahagia, sedih, marah, atau bingung.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Dita Nurhidayah -

1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita. 

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

  • Ekspresi wajah

Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

  • Postur tubuh

Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2.  Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas. 

  • Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

    Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna. 

  • Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

    Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

  • Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

    Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

  • Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

    Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.