གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rahma Amelia

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

Rahma Amelia གིས-
Nama : Rahma Amelia
NPM : 2213054043

Layanan bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah diklasifikasikan ke dalam empat komponen layanan, ialah sebagai berikut:

1. Pelayanan Dasar
Layanan dasar adalah layanan bantuan kepada semua peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu para peserta didik mencapai kompetensi dan keterampilan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan secara efektif dan sehat. Layanan ini dilaksanakan melalui kegiatan di dalam kelas (klasikal), kelompok-kelompok kecil, dan kerjasama antara konselor dan guru dalam pengembangan kompetensi tertentu yang diperlukan oleh peserta didik
dalam kehidupannya. Strategi pelaksanaan layanan dasar bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah meliputi:
a. Bimbingan Klasikal: yaitu program pertemuan antara konselor dan peserta didik di kelas, yang disajikan secara klasikal dan terjadwal.
b. Pelayanan Orientasi: ialah kegiatan yang dilaksanakan untuk memberi pemahaman baru kepada para peserta didik tentang lingkungan, kurikulum dan program sekolah atau madrasah, teman di kelas atau di luar kelas sekolah/madrasah, guru dan sarana atau fasilitas sekolah/madrasah, peraturan dan tata tertib sekolah/madrasah, program ekstra kurikuler dan lain-lain guna memperlancar penyesuaian diri di awal program tahun ajaran baru.
c. Pelayanan Informasi: yaitu sajian informasi yang diberikan kepada para peserta didik tentang hal-hal yang dipandang perlu dan bermanfaat bagi mereka, seperti informasi tentang perguruan tinggi, pergaulan yang sehat, bahaya Miras(minuman keras)/Narkoba dan lain-lain.
d. Bimbingan Kelompok: ialah layanan bimbingan yang diberikan kepada peserta didik melalui kegiatan kelompok untuk merespon kebutuhan, minat dan pemberian informasi yang bersifat umum dan tidak rahasia.
e. Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi): yaitu kegiatan penjaringan data atau informasi tentang data pribadi dan lingkungan peserta didik baik tes maupun non tes.
Tujuan pelayanan dasar bimbingan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh dasar keterampilan hidupnya atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.

2. Pelayanan Responsif
Pelayanan responsif adalah layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan dan menghadapi masalah yang memerlukan penanganan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas- tugas perkembangannya. Dalam hal ini konseling mungkin berinisiatif mendatangi konselor untuk memanfaatkan bantuan profesional yang diperlukannya dari konselor karena mengalami masalah atau kesulitan tertentu karena adanya rujukan dari guru, orangtua atau profesional lain. Strategi layanan ini dilaksanakan melalui:
a. Konseling Individual: ialah layanan yang ditujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. b. Referal (Rujukan atau Alih Tangan): yaitu pelimpahan wewenang penanganan masalah yang dihadapi konseli kepada orang atau lembaga yang lebih berwenang.
c. Kolaborasi: ialah suatu kegiatan kerjasama perlu dilakukan oleh konselor dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah/madrasah seperti orangtua, guru bidang studi dan wali kelas yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan pengembangan potensi peserta didik secara langsung maupun tidak langsung.
d. Konsultasi: yaitu layanan konsultasi bagi guru, orangtua, pimpinan sekolah/madrasah, yang terkait dengan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah/madrasah
e. Bimbingan Teman Sebaya: ialah pemberian pelatihan kepada peserta didik yang dianggap mampu membimbing teman-temannya. Peserta didik yang menjadi pembimbing akan berperan sebagai tutor sebaya yang membantu teman-temannya dalam memahami persoalan- persoalan yang berkaitan dengan akademik maupun non akademik.
f. Konferensi Kasus: yaitu kegiatan yang dilakukan untuk membahas permasalahan peserta didik yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan pemecahan masalah.
g. Kunjungan Rumah: ialah kunjungan konselor ke rumah peserta didik untuk memperoleh informasi dan data utuh tentang peserta didik dan lingkungannya untuk membantu mengentaskan masalah peserta didik. Pelayanan renponsif bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya, atau membantu peserta didik yangmengalamihambatan dan kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Tujuan pelayanan ini dapat juga sebagai upaya untuk mengintervensi masalah- masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan pada saat itu. Hal tersebut berkenaan dengan masalah-masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan belajar-pendidikan.

3. Perencanaan Individual
Perencanaan individual ialah proses bantuan yang diberikan kepada peserta didik sebagai upaya merencanakan, memonitor dan mengelola aktivitas yang berkaitan dengan kemajuan dan kesuksesan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Strategi implementasi dari perencanaan individual adalah dengan cara:
a. Individual appraisal yaitu konselor sekolah membantu siswa untuk menilai dan menafsirkan kemampuan, minat, keterampilan dan prestasi mereka
b. Individual advisement yaitu konselor sekolah membantu siswa untuk menggunakan informasi pribadi/sosial, akademik, karir, dan informasi pasar tenaga kerja untuk membantu mereka merencanakan dan menyadarkan mereka tentang pribadi, sosial, akademik, dan tujuan karirnya
c. Transition planning yaitu konselor sekolah dan tenaga pendidikan lainnya membantu siswa untuk melakukan transisi dari sekolah ke kerja atau untuk pelajaran tambahan dan pelatihan.

4. DUKUNGAN SISTEM
 Kegiatan-kegiatan manajemenyang bertujuan untuk memantapkan, memelihara danmeningkatkan program bimbingan secara menyeluruh dan dukungan dari para pimpinan lembaga, para ahli pada bidangpendidikan AUD, orangtua, wali anak.

EVALUASI BIMBINGAN PERKEMBANGAN
Upaya memperoleh umpan balik selama kegiatan keseluruhan program dilaksanakan. Umpan balik membantu guru dlm membuat keputusan terhadap isi program utk dipertahankan, dikembangkan/dihapuskan.
Evaluasi bimbingan dan konseling sangat diperlukan untuk membenahi program-program yang kurang berhasil. Untuk menghasilkan evaluasi bimbingan dan konseling yang tepat kita harus mengetahui tujuan yang akan dicapai serta mana evaluasi akan dimulai. Evaluasi bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk menentukan derajat kualitas pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
Evaluasi kegiatan bimbingan dan konseling mempunyai dua tujuan secara umum dan khusus. Tujuan umum evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan tujuan khusus dari evaluasi bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui ketercapaian program sesuai dengan jabaran atau butir-butir kegiatan program layanan yang telah di susun dalam program bimbingan dan konseling, misalnya: program pengumpulan data, kegiatan bimbingan karir, konseling individu, konseling kelompok dll.
Fungsi evaluasi kegiatan bimbingan konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi subyek yang dibimbing.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Rahma Amelia གིས-

Nama: Rahma Amelia

NPM: 2213054043

Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentukbentuk tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komunikasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara keseluruhan otomatisotomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Oleh karena itu, komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih bersifat jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan. Non verbal juga bisa diartikan sebagai tindakan-tindakan manusia yang secara sengaja dikirimkan dan diinterpretasikan seperti tujuan dan memiliki potensi potensi akan diberikannya umpan balik (feed back) dari penerimanya. Dalam arti lain,  setiap bentuk komunikasi tanpa menggunakan lambang-lambang verbal seperti kata-kata kata-kata, baik dalam bentuk percakapan maupun tulisan. Komunikasi nonverbal dapat berupa lambang-lambang seperti gestur, warna, mimik wajah dll.

Salah satu contoh komunikasi nonverbal adalah Gerakan Tubuh, Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputimeliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatuesuatu; menunjukkan perasaan.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Rahma Amelia གིས-

Nama : Rahma Amelia

Kelas : 3A

NPM: 2213054043

1

1. PENDEKTAN KRISIS

Merupakan upaya kuratif yang diarahkan pada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan untuk mengatasi krisis atau permasalahan yang dialami individu. Dalam pendekatan krisisi ini pembimbing menunggu individu yang datang. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai permasalahan yang dialami oleh klien.

2. PENDEKATAN REMEDIAL

Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang ditujukan kepada individu yang mempunyai kelemahan atau kekurangan. Dengan tujuan membantu individu dalam memperbaiki kekurangan/kelemahan yang dialaminya. Fokus mentor dalam pendekatan ini adalah pada kelemahan individu dan selanjutnya memperbaikinya.

3. PENDEKATAN PREVENTIF

Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang diarahakan sebagai upaya antisipasi terhadap masalah-masalah umum individu, mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa individu. Dalam proses pendekatan ini pembimbing banyak mamberikan informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.

4. PENDEKATAN PERKEMBANGAN

Pendekatan perkembangan menekankan pada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi dan kekuatan-kekuatan tertentu, dengan pendekatan ini maka potensi-potensi tersebut dikembangkan dengan menggunakan berbagai teknik. Dalam hal ini bimbingan diberikan oleh semua individu tidak bergantung pada individu yang bermasalah saja.

1. Mengajar.

2. Pemberian informasi.

3. Permainan peran.

4. Melatih.

5. Buku teks.

6. Konseling

Atau juga terdapat beberapa teknik dalam bimbingan konseling anak usia dini yaitu:

1. Aktif  

Aktif yang dimaksudkan di sini adalah guru harus menciptakan suasana yang nyaman sehingga anak-anak aktif untuk bertanya, bertanya mengenai apa yang dibahas dan berani mengemukakan pendapat. Belajar merupakan suatu proses yang aktif dari anak dalam membangun pengetahuannya, bukan hanya proses pasif yang hanya menerima dari guru saja ilmu pengetahuan tersebut.

2. Kreatif 

 Kreatif merupakan suatu daya cipta, memiliki kemampuan berkreasi. Peran aktif anak dalam proses pembelajaran akan menghasilkan generasi yang mampu menciptakan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan kepentingan orang lain. Kreatif juga bertujuan agar guru menciptakan kegiatan-kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan anak.

3. Menyenangkan 

 Dalam proses belajar anak perlu terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak memusatkan perhatiannya secara utuh pada pembelajaran. Menurut hasil penelitian tingginya perhatian anak terbukti dapat meningkatkan hasil belajar. Kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman, akan mengaktifkan otak untuk berfikir dan mengoptimalkan proses belajar serta meningkatkan kepercayaan diri anak.

3

1. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh semua anak.

2. BK perkembangan berfokus dalam mengembangkan kegiatan belajar anak. 

3. Guru pendamping merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan. 

4. Kurikulum yang terencana dan terorganisasi merupakan komponen penting dlm bimbingan perkembanga,

5. Bimbingan perkembangan memperhatikan aspek perkembangan penerimaan diri, pemahaman diri dan pengayaan diri anak.

6. Bimbingan dan konseling perkembangan membantu mendorong proses tumbuh kembang anak.

7. Bimbingan perkembangan mengakui perkmbangan yang terarah daripada akhir perkembangan yang definitif.

8. Bimbingan perkembangan sebagai kegiatan yang berorientasi pada tim.

9. Bimbingan perkembangan peduli dng identifikasi awal akan kebutuhan khusus anak.

10. Bimbingan perkembangan peduli dng penerapan aspek-aspek psikologi.

11. Bimbingan perkembangan memiliki kerangka dasar yg berlandaskan pada kajian tentang psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar.

12. Pedoman pengembangan bersifat berurutan dan fleksibel.

4

Pendekatan perkembangan menekankan faktor lingkungan perkembangan yang perlu diperhatikan oleh guru atau konselor. Lingkungan perkembangan mengandung unsur-unsur berikut: 

1. Unsur peluang.

Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru. Guru atau pembimbing perlu merencanakan berbagai topik yang sesuai dengan permasalahan, kemampuan dan karakteristik peserta didik.

2. Unsur pendukung.

Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Unsur pendukung ini berkaitan dengandengan upaya guru dalam pengembangan : (a) relasi/kerjasama yang bisa menyentuh anak dan memungkinkan anak didik mengembangkan kemampuannya, dan (b)keterlibatan seluruh anak didik di dalam proses interaksi.

3. Unsur apresiasi.

Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru. Penilaian dan balikan ini perlu dilakukan sepanjang proses bimbingan berlangsung; diagnosis dilakukan untuk mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi, dan perbaikan serta penguatan (reinforcement) dilakukan untuk membentuk pola-pola perilaku baru.