གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Eni Muarofah

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Eni Muarofah གིས-
Dengan berdiskusi kita dapat menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan melalui guru dan teman yang sedang menyampaikn materi. Karena melalui pendengaran kita dapat memahami pesan apa yang sedang mereka sampaikan kepada kita dan kitapun bisa perpendapat dengan bebas melalui diskusi tersebut, kita bisa menaggapainya secara langsung suapaya kita lebih faham dan jelas mengenai materi yang di sampaikan dan memecahlan masalah dengan mudah melalui diskusi bersama guru dan teman-teman semua.
Mengapa kita perlu supaya kita bisa dengan bebas memahami materi dan bebas berpendapat melalui forum diskusi tersebut.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Eni Muarofah གིས-
Caranya dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini sudah sangat mudah untuk menerima atau menyampaikan pesan melalui media sosial. Komunikasi sudah sangat di mudahkan karena tanpa betjumpa kita juga masih bisa berkomunikasi malalui medi soasial maupun E-mail karena dengan begitu kita lebih mudah untuk berkomunikasi melalui tulisan lewat media soasial, misal ketika kita ingin berkomunikasi lewat tulisan kita bisa mengirim pesan berupa tulisan dengan cepat dan mudah lewat aplikasi whatsapp, E-mail atau media soasial lainya tanpa harus bertemu langsung dengan orang tersebut dengan begitu kita lebih menghewat waktu dan lebih tetjangkau karena semua orang pasti memiliki gadget dan dapat mengakses media sosail dengan mudah.
Mengapa sih kita perlu melakukan hal tersebut karena itu menghemat waktu dan lebih efisien dan juga sangat penting ketika kita ingin mendaftar melamar pekerjaan kita bisa berkomunikasi melalui aplikasi E-mail dan tanpa harus datang ke tempatnya langsung. Jadi berkomunikasi tulisan amupun lisan itu sangat penting

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Eni Muarofah གིས-
Struktur Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Struktur program bimbingan perkembangan yang komprehensif terdiri atas empat komponen yaitu :
(1) Layanan dasar bimbingan.
(2) Layanan Responsif.
(3) Sistem Perencanaan Individual.
(4) Pendukung Sistem.
(Muro dan Kottman, 1995, Sara Champan, dkk., 1993).

1) Layanan Dasar Bimbingan (guidance curiculum).
Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan. Komponen ini merupakan landasan bagi program bimbingan perkembangan. Contoh materi program bimbingan materi program di sekolah mencakup :
a. Self-esteem (harga diri);
b. Motivasi berprestasi;
c. Keterampilan pengambilan keputusan merumuskan tujuan dan membuat perencanaan;
d. Keterampilan pemecahan masalah;
e. Keefektifan dalam hubungan antar pribadi;
f. Keterampilan berkomunikasi;
g. Keefektifan dalam memahami lintas budaya;
h. Perilaku yang bertanggung jawab.
Layanan dasar bimbingan perkembangan memiliki cakupan dan urutan bagi pengembangan kompetensi siswa. Materi kurikulum diajarkan dengan unit fokus pada hasil (outcome-focused) dan mengajarkan yang berorientasi tujuan (objektif-based lesson) bagi siswa dalam kelompok kecil atau kelas untuk menggunakan material dan sumber-sumber lainnya, dan memerlukan strategi penilaian. Pengajaran dalam layanan dasar bimbingan diawali sejak pengalaman pertama siswa masuk sekolah, dengan materi yang diselaraskan dengan usia dan tahapan perkembangan siswa.

2) Layanan Responsif (Responsive Services)
Tujuan kelompok layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karier, dan/atau masalah pengembangan pendidikan. Sekalipun layanan ini merespon topik yang memiliki prioritas dan/atau relevan dalam adegan sekolah. Topik yang menjadi prioritas di Texas pada tahun 1990-an adalah: kesukses1990-an akademik; masalah bunuh diri pada kalangan remaja dan anak; kenakalan anak; masalah putus sekolah; penyalahgunaan obat; kehamilan pada usia sekolah. Topik-topik lainnya yang relevan dengan masalah di sekolah seperti: kehadiran; sikap dan perilaku terhadap sekolah; hubungan dengan teman sebaya; keterampilan studi; penyesuaian di sekolah baru; isu-isu yang muncul selama atau setelah intervensi terhadap kejadian-kejadian traumatik.
Sedangkan topik-topik yang berkaitan dengan masalah pribadi adalah: ketidakpastian menentukan karir; pilihan lanjutan sekolah; kematian anggota keluarga atau teman; masalah perceraian; masalah keluarga, dan masalah seksual. Layanan responsif bersifat preventif dan remedial. Preventif dengan memberikan intervensi terhadap siswa agar mereka terhindar dari pilihan yang tidak sehat atau tidak memadai atau membawa anak agar mampu menentukan pilihan pada situasi tertentu. Remedial dengan memberikan intervensi terhadap siswa yang telah memiliki pilihan yang salah atau mereka tidak memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang muncul dari pilihannya.
Prioritas pemberian layanan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Program bimbingan yang komprehensif mencakup pula pemberian layanan bagi siswa yang memiliki karakteristik tertentu seperti siswa berbakat, program pendidikan khusus, program pendidikan jabatan, anak yang berpindah-pindah. Teknik pemberian layanan berupa konsultasi individual atau kelompok siswa dalam kelompok kecil, mengamati siswa untuk mengidentifikasi masalah, konsultasi dengan guru dan orangtua, bersama guru dan orangtua membuat program rujukan untuk program atau spesialis lain,
melakukan koordinasi dengan ahli lain, dan melakukan pengawsan terhadap kemajuan siswa. Jika memungkinkan melaksanakan pelatihan dan pengawasan oleh fasilitator sebaya. Terkadang konselor melaksanakan layanan bimbingan untuk merespon tuntutan guru berkenaan dengan penyelesaian masalah kelompok anak tertentu seperti masalah persaingan atau stres dikalangan siswa berbakat.

3) Sistem Perencanaan Individual
Tujuan sistem perencanaan individual adalah membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Konselor dapat menggunakan berbagi nara sumber staf, informasi dan kegiatan, serta memfokuskan nara sumber untuk seluruh siswa dan membantu siswa secara individual untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan pribadi. Melalui sistem perencanaan individual, siswa dapat:
a. Mempersiapkan pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja dan masyarakatnya.
b. Merumuskan rencana untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah dan tujuan jangka panjang.
c. Menganalisis apa kekuatan dan kelemahan pada dirinya dalam rangka pencapaian tujuan.
d. Mengukur tungkat pencapaian dirinya.
e. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.
Guru hendaknya memberikan prioritas terhadap pemberian bantuan bagi siswa, dan mengimplementasikan perencanaan individual dengan fokus siswa, perencanaan pendidikan dan karir. Contoh materi program diantaranya: penafsiran hasil tes yang standar, aktifitas pengembangan karir melanjutkan sekolah, pra-pendaftaran kursus, membantu siswa dalam melaksanakan riset dan memperoleh uang bagi siswa sekolah menengah atau pelatihan.
Konselor melakukan bimbingan kelompok dan/atau melakukan konsultasi dengan penasehat akademik, dan orangtua. Mereka bertanggungjawab dalam menjaga keakuratan dan kebermaknaan interprestasi hasil test dan informasi hasil penaksiran lainnya baik bagi siswa, guru, maupun orangtua siswa. Konselor melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam memberikan informasi pendidikan dan karir, serta prosedur dimana guru memberikan rekomendasi penempatan. Mereka memberikan rujukan dan konsultasi berkenaan dengan prosedur pemberian rujukan bagi siswa-siswa yang membutuhkan program-program tertentu, seperti siswa berbakat, siswa yang memiliki dwi-bahasa, siswa yang kritis, pendidikan khusus, pendidikan jabatan, dan pendidikan pengganti.

4) Pendukung Sistem (System Support)
Komponen pendukung sistem lebih diarahkan pada pemberian layanan manajemen yang tidak secara langsung bermanfaat bagi siswa layanan mencakup:
a. Konsultasi dengan guru-guru;
b. Dukungan bagi program pendidikan orangtua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan;
c. Partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan;
d. Implementasi dan program standarisasi instrumen tes; e. Kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan;
f. Memberikan masukan terhadap pembuat keputusan dalam kurikulum pengajaran, berdasarkan perspektif siswa.


KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Eni Muarofah གིས-
Jawaban:
Berikut definisi dan pengertian komunikasi nonverbal dari beberapa sumber buku:

1. Menurut Muhammad (2002), komunikasi nonverbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan bahasa isyarat seperti gerakan tubuh, sikap tubuh, vokal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak, sentuhan, dan sebagainya.

2. Menurut Liliweri (2007), komunikasi nonverbal adalah semua kejadian di sekeliling situasi komunikasi yang tidak berhubungan dengan kata-kata yang diucapkan atau dituliskan dan meliputi semua stimulus nonverbal yang dalam setting komunikatif digeneralisasikan oleh individu dan lingkungan individu yang memakainya.

3.Menurut Riswandi (2009), komunikasi nonverbal adalah semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Secara sederhana, pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata.

4.Menurut Gea, dkk (2011), komunikasi nonverbal adalah setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim atau pelakunya

Menurut Liliweri (2011), komunikasi nonverbal dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:
1.Kinesik
Kinesik merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang berupa Bahasa isyarat dan gerakan badan. Dalam menyampaikan pembelajaran guru tidak hanya menggunakan kata-kata dalam menjelaskan materi pelajaran tapi guru memperkuat komunikasi verbal tersebut disertai dengan komunikasi nonverbal. Misalnya guru menjelaskan tata cara berwudhu, selain guru menjelaskan secara verbal namun disertai dengan gerakan.
2. Gesture
Sering kali seseorang mempunyai kesan tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara. Yang dimana artinya bahasa tubuh yang setiap dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain , seseorang akan secara natural memberikan bahasa tubuh yang berbeda-berbeda yang memiliki makna tertentu.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Eni Muarofah གིས-
1.Jawaban no 1

Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain.

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal yang perlu Anda ketahui:
1. Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Tatapan mata
Tatapan mata juga memainkan peran penting dalam komunikasi nonverbal. Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada dirinya. Misalnya, ketika Anda bertemu eorang yang Anda sukai atau hormati, biasanya kecepatan berkedip akan meningkat dan pupil mata membesar.

Tatapan mata pun sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang sedang berkata jujur atau tidak. Kontak mata yang normal dan stabil sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mengatatakan kebenaran dan dapat dipercaya. Sebaliknya, jika sedang berbohong, orang akan cenderung mengalihkan tatapannya. yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.
Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal.

2. Jawaban ke 2
Penerapan komunikasi nonverbal ketika berada disuatu posisi dimana
seorang pengajar memberikan materi terhadap siswa harus mampu daya
Tarik agar pembelajaran dalam kelas tidak merasa jenuh, bosan dan mudah
putus asa. Kerap kali pengajaran secana non verbal sering diabaikan oleh
para pendidik, dikarenakan kurang memberikan pengaruh besar terhadap
siswa, stagmen atau anggapan seperti itu perlu diubah, karena dengan
adanya metode pengajaran secara non verbal dapat mempengaruhi
motivasi belajar bagi siswa, karena kebutuhan siswa adanya inovasi dan
kreatif dalam menempuh sebuah pendidikan.

Terdapat faktor yang mempengaruhui terkait dengan proses belajar
mengajar secara efektif. Guru menjadi subjek pertama yang
mempengaruhi proses belajar mengajar. Penyajian yang disampaikan oleh
guru harus memiliki nilai tinggi agar penyampaian yang diberikan kepada
siswa bagian dari bentuk amal atau menyampaikan materi yang monoton,
kurang mengaktifkan gerak psikomotornya, kurang antusias, tidak
semanagat dan tidak ekspresif “akan dapat melemahkan motivasi siswa
dalam belajar. Siswa akan cepat merasa jenuh, dan bosan dalam mengikuti
pelajaran” dikelas, gaya mengajar yang hidup, bersemangat dan antusias
akan membangkitkan semangat dan menangkap perhatian peserta didik.