Posts made by Eni Muarofah

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Eni Muarofah -
1. Perseptif Biologis- Temperamen
Persepsi biologis dalam psikologi mencoba Menjelaskan peran faktor-faktor biologis dalam perkembangan dan sifat manusia. temperamen adalah kecenderungan alami individu untuk merespon secara konsisten terhadap situasi tertentu. ini dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis, seperti genetika dan kerja otak. Contohnya, beberapa individu mungkin memiliki temperamen yang lebih cenderung kepada ketenangan sedangkan yang lain mungkin lebih cenderung emosional.

2.Perspektif Psikoanalisis
-Teori Psikoseksual Freud : Sigmund Freud mengembangkan teori psikoseksual yang mencakup 5 tahap perkembangan seksual: oral, anal, falik, laten, dan genital. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh perkembangan seksual mereka terpada tahap-tahap ini dan bagaimana mereka menangani konflik-konflik seksual tersebut.
-Teori Psikososial Erikson : Erik Erikson mengembangkan teori psikososial yang mengidentifikasi delapan tahap perkembangan Sepanjang Hidup individu. Setiap tahapan memiliki konflik yang harus diatasi titik contohnya, tahap pertama adalah kepercayaan vs tidak kepercayaan, di mana bayi belajar Apakah mereka dapat mempercayai dunia sekitarnya.

3.Persepektif Pembelajaran
- Teori Shinner: B. F. Skinner mengembangkan teori perilaku Operan, yang menekankan pembelajaran sebagai hasil dari konsekuensi perilaku. Dia menggunakan istilah rainforcement (penguatan ) dan punishment (hukuman) untuk menjelaskan Bagaimana perilaku dapat dipelajari dan diubah melalui konsekuensi.
-Teori watson :jhon B. Watson adalah pendiri aliran behaviorisme. Teorinya mengatakan bahwa perilaku adalah respon terhadap stimulus eksternal dan dapat dipelajari dan diprediksi dengan mengendalikan stimulus.
- Teori Bandura :Albert Bandura mengembangkan teori belajar sosial yang mengemukakan bahwa individu dapat belajar dari pengamatan dan imitasi orang lain dan faktor kognitif juga berperan dalam proses pembelajaran.

4. Perspektif Kognitif
-Teori Piaget : Jean Piaget fokus pada perkembangan kognitif anak. Ia mengidentifikasi empat tahap perkembangan kognitif: sensori motor, Pra-Operasional, operasional konkret, dan operasional formal, yang mencakup perubahan dalam pemahaman anak tentang dunia dan cara mereka berpikir.
-Teori Vygotsky : Lev Vygotsky menekankan peran budaya dan interaksi sosial dalam perkembangan kognitif anak. Teorinya menggambarkan zona perkembangan proximal (ZPD) dan peran penting interuksi dari orang dewasa dalam membantu anak mencapai potensinya.

5. Perspektif Kontekstual - Teori Ekologi Bronfenbrenner ;
-Teori Ekologi Bronfenbrenner Mengidentifikasi lima tingkatan lingkungan yang mempengaruhi perkembangan individu: Mikrosistem (Interaksi langsung), mesosistem (interaksi antar mikrosistem), ekosistem (pengaruh tidak langsung), makrosistem (nilai dan budaya sosial), dan Kronosistem (perubahan waktu). Ini membantu memahami pengaruh beragam konteks dalam perkembangan individu.

6.Perspektif Evolusionari/sosio-Biologis -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
- Teori Attachment dari john Bowlby dan mary Ainsworth menjelaskan pentingnya ikatan emosional antara anak dan pengasuh. Teori ini berfokus pada aspek adaptif dari ikatan tersebut, yang dapat membantu individu bertahan dan berkembang dalam lingkungan sosial.

7. Perspektif Moral -Teori Kohlberg
-Teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg menggambarkan tiga tingkatan moral: Pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Dalam masing-masing tingkatan, individu mengalami tahapan moral yang berbeda, bergerak dari orientasi egois ke orientasi prinsip-prinsip moral yang lebih tinggi.

Setiap perspektif psikologis ini menyediakan Kerangka kerja untuk memahami aspek-aspek berbeda di perkembangan individu dan perilaku manusia dalam konteks yang berbeda.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Eni Muarofah -
1.Adapun karakteristik perkembangan anak usia dini dapat dilihat
sebagai berikut:
Perkembangan .
1. Fisik-Motorik
Perkembangan motorik anak terdiri dari dua, ada yang kasar dan ada yang halus.
Perkembangan motorik kasar seorang anak pada usia 3 tahun adalah
melakukan gerakan sederhana seperti berjingkrak, melompat, berlari ke sana ke mari dan ini menunjukkan kebanggaan dan prestasi. Sedangkan usia 4 tahun, si anak tetap melakukan gerakan yang sama, tetapi sudah berani mengambil resiko seperti jika si anak dapat naik tangga dengan satu kaki lalu dapat turun dengan cara yang sama dan memperhatikan waktu
pada setiap langkah. Lalu, pada usia 5 tahun si anak lebih percaya diri dengan mencoba untuk berlomba dengan teman sebayanya atau orang tuanya.
Sebagian ahli menilai bahwa usia 3 tahun adalah usia bagi anak dengan tingkat aktivitas tertinggi dari seluruh masa hidup manusia. Sebab tingkat aktivitas yang tinggi dan perkembangan otot besar mereka (lengan dan kaki) maka anak-anak pra sekolah perlu olah raga seharí-hari.
Adapun perkembangan keterampilan motorik halus dapat dilihat pada usia 3 tahun yakni kemampuan anak-anak masih terkait dengan kemampuan bayi untuk menempatkan dan memegang benda-benda. Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak-anak telah semakin meningkat dan menjadi lebih tepat seperti bermain balok, kadang sulit menyusun balok sampai tinggi sebab khawatir tidak akan sempurna susunannya. Sedangkan pada usia 5 tahun, mereka sudah memiliki koordinasi mata yang bagus dengan memadukan tangan, lengan, dan anggota tubuh lainnya untuk bergerak.

2. Perkembangan Kognitif
Istilah kognitif (cognitive) berasal dari kata cognition atau knowing berarti konsep luas dan inklusi yang mengacu pada kegiatan mental yang
tampak dalam pemerolehan, organisasi/penataan dan penggunaan pengetahuan.12 Dalam arti yang luas, kognitif merupakan ranah kejiwaan yang berpusat di otak dan berhubungan dengan konasi (kehendak), afeksi
(perasaan).
Proses perkembangan kognitif ini dimulai sejak lahir. Namun, campur tangan sel-sel otak dimulai setelah seorang bayi berusia 5 bulan saat
kemampuan sensorisnya benar-benar tampak.

3.Perkembangan Sosio Emosional
Para psikolog mengemukakan bahwa terdapat tiga tipe temperamen
anak, yaitu:
Pertama, anak yang mudah diatur, mudah beradaptasi dengan pengalaman baru, senang bermain dengan mainan baru, tidur dan makan secara teratur dan dapat meyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya.
Kedua, anak yang sulit diatur seperti sering menolak rutinitas seharihari, sering menangis, butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan
dan gelisah saat tidur.
Ketiga, anak yang membutuhkan waktu pemanasan yang lama, umumnya terlihat agak malas dan pasif, jarang berpartisipasi secara aktif dan seringkali menunggu semua hal diserahkan kepadanya.

4.Perkembangan Bahasa
Kemampuan setiap orang dalam berbahasa berbeda-beda. Ada yang
berkualitas baik dan ada yang rendah. Perkembangan ini mulai sejak awal kehidupan. Sampai anak berusia 5 bulan (0-1 tahun), seorang anak akan mengoceh seperti orang yang sedang berbicara dengan rangkaian suara yang teratur, walaupun suara dikeluarkan ketika berusia 2 bulan. Di sini terjadi penerimaan percakapan dan diskriminasi suara percakapan. Ocehan dimulai untuk menyusun dasar bahasa. Lalu pada usia satu tahun si anak dapat menyebut 1 kata atau periode holoprastik. Kemudian usia 18-24 bulan, anak mengalami percepatan perbendaharaan kata dengan memproduksi kalimat dua atau tiga kata disebut periode telegrafik sebab menghilangkan tanda atau bagian kecil tata bahasa dan mengabaikan kata yang kurang penting.

2. Ciri-ciri perkembangan
1. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan berat badan dan organ-organ tubuh) dan aspek psikis (matangnya kemampuan berpikir,
mengingat dan berkreasi).
2. Terjadinya perubahan dalam proporsi; aspek fisik (proporsi tubuh anak
berubah sesuai dengan fase perkembanganya) dan aspek psikis (perubahan imajinasi dari fantasi ke
realitas).
3. Lenyapnya tanda-tanda lam; tandatanda fisik ( lenyamnya kelenjar
thymus / kelenjar anak-anak seiring bertambahnya usia ) aspek psikis ( lenyapnya gerak-gerik kanak-kanak
dan perilaku impulsif ).
4. Diperoleh tanda-tanda yang baru; tanda-tanda fisik (pergantian gigi dan karakter seks usia remaja) tanda-tanda psikis (berkembangnya rasa ingin tahu tentang pengetahuan, moral, interaksi dengan lawan jenis) (Yusuf LN, H. Syamsu, 2006).

3.Prinsip-prinsip perkembangan
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti ( never ending process ) artinya, manusia secara terus menerus berkembang dipengaruhi oleh pengalaman atau
belajar.
2. Semua aspek perkembangan saling
mempengaruhi artinya semua aspek perkembangan individu baik fisik,emosi, intelegensi, maupun sosial
saling mempengaruhi jika salah satu aspek itu tidak ada.
3. Perkembangan itu mengikuti pola atau
arah tertentu artinya perkembangan terjadi secara teratur sehingga hasil perkembangan dari tahap sebelumnya
yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
Arah atau perkembang dikemukakan oleh Yelon dan Weinstein (1977):
4.Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan
Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangan pada waktu dan tempo yang berbeda ( ada yang cepat
ada yang lambat ).
5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas prinsip-prinsip ini dijelaskan dengan contoh yaitu :
a. Sampai usia dua tahun, anak memusatkan unuk mengenal lingkungannya.
b. Pada usia tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk
menjadi manusia sosial (belajar bergaul dengan orang lain)
6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembangan.
Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase – fase perkembangan.

4. Aspek Perkembangan
A. Fisik Motorik
Kemampuan motorik halusnya anak terutama usia taman kanak-kanak sangat penting untuk dapat dikembangkan dengan baik. Perkembangan motorik halus anak telah terampil dalam mengunakan tangan kanan dan kirinya dalam mengerjakan bermacam aktivitas yang dilakukannya. Berbagai aktivitas yang dilakukan anak ditaman kanak-kanak bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta mengembangkan seluruh unsur perkembanganya anak, terutama berkaitan dengan motorik halusnya anak.
B. Aspek Bahasa
Bahasa merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam perkembangan anak . Bahasa merupakan bentuk utama dalam mengekpresikan pikiran dan pengetahuan bila anak mengadakan hubungan dengan orang lain (Hemah, 2018).Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena merupakan alat untuk memahami perasaan kepada orang lain juga sebagai alat untuk memahami pikiran orang lain (Wondal, 2019)
C. Aspek Kognitif
Kemampuan kognitif atau cognitive ability ditinjau dari pendapat para ahli adalah
Schermerhom, dkk. (2007: 307) menyatakan kemampuan kognitif, intelejensia, intelejensia
sosial adalah kemampuan untuk menggumpulkan, menyatukan dan menginterprestasi informasi, dan pengertian kepada lingkup sosial. Sedangkan Carrol (1993: 16) dalam studinya mengenai kemampuan kognitifmendefinisiakan kemampuan kognitif adalah kemampuan seseorang pada suatu pekerjaan atau tugas yang bersifat kognitif (berpikir atau berkognisi).
Pakar perkembangan kognitif pada anak usia dini yang terkenal adalah Jean Piaget.
D. Kemampuan Seni Menurut Direktorat PAUD dalam (Mutiah, 2010) dasar dalam pengembangan sumber daya manusia ditempati pada pendidikan anak usia dini. Berbagai stimulus dibutuhkan dalam mendorong proses tumbuh kembangnya. Dengan adanya stimulasi yang diberikan kepada anak diharapkan turut mengembangkan setiap aspek perkembangan anak. Seperti pengembangan keterampilan seni melalui pemberian stimulasi lagu dalam pengenalan kecerdasan musik anak.

6. Di dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, terdapat juga faktor -faktor yang mempengaruhi keduanya, antara lain sebagai berikut :
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Seorang anak baik laki – laki maupun perempuan akan mewarisi genetik dari orang tuanya. Misal, bentuk dan warna rambut, warna mata, bentuk tubuh, warna kulit dan lain sebagainya.
2. Faktor Hormon
Di dalam tubuh manusia mempunyai beragam hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh dan masing-masing mempunyai fungsi sendiri. Selain itu, hormon yang ada didalam tubuh juga mendukung proses pertumbuhan serta perkembangan.
3. Faktor Gizi
Faktor gizi yang dikonsumsi seperti makanan dan minuman akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan manusia. Pada saat masa-masa pertumbuhan, tubuh kita akan memerlukan banyak protein. Sedangkan air dan makanan yang dikonsumsi juga akan membantu tubuh memproduksi energi terbentuknya sel-sel tubuh. Aktifitas sehari-hari yang kita lakukan juga turut berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Semakin kita mengkonsumsi protein, makanan sehat dan air yang cukup maka pertumbuhannya juga akan berkualitas atau mengalami peningkatan, organ-organ tubuh akan bekerja secara maksimal.
Dengan kita rajin berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh akan mendukung pertumbuhan yang kita lakukan dengan maksimal. Tidak hanya olahraga, tetapi kita juga harus sering mengasah
4. Faktor Lingkungan Peran lingkungan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia akan memberi dampak positif seperti cara mengatur emosi saat bersosialisasai, adanya dukungan kemajuan teknologi, rumah tangga serta perekonomian.
5. Olahraga atau Kesehatan
Olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kekuatan otot dan tulang saat berolahraga akan tumbuh dengan baik, serta sistem imun didalam tubuh dapat terhindar dari penyakit.
6. Faktor Pendidikan
Untuk menunjang perkembangan manusia, peran pendidikan sangat penting. Pendidikan akan memberikan efek positif bagi emosional, intelektual, kesehatan mental dan aktivitas sosial lainnya. Selain itu, pendidikan juga menjadi wadah untuk membimbing proses kedewasaan.otak misalnya dengan kegiatan membaca, menggambar, bermain musik untuk mendukung perkembangan otak.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Eni Muarofah -
1. Pengertian bimbingan konseling ?
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu (konseling) secara kontinu dan sistematis dilakukan oleh seseorang profesional (konselor), yang bertujuan untuk membantu proses pengembangan potensi diri, pemahaman diri, pengarahan diri, serta penyesuian dari diri agar mencapai perkembangan secara optimal yang melalui pola-pola sosial yang dilakukan sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Konseling merupakan kegiatan tatap muka antara konselor dengan konseling client dalam rangka pemberian bantuan yang dilakukan untuk memahami diri dan permasalahan yang dihadapinya yang merupakan sebuah proses terpadu dari bimbingan.
Jadi bimbingan dan konseling merupakan usaha-usaha pemberian bantuan kepada individu oleh konselor agar individu mampu mengembangkan diri secara optimal serta mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

2. Tujuan bimbingan dan konseling ?
Tujuan bimbingan dan konseling yang paling esensial adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya menjadi lebih mampu, mendorong orang tua dalam mengawasi dan mendampingi perkembangan anak-anaknya, serta mendorong para guru untuk menyediakan atmosfer pembelajaran di kelas yang lebih sehat dan kondusif.

3. Fungsi bimbingan konseling ?
Fungsi bimbingan konseling dalam jalur pendidikan formal yang disajikan oleh Depdiknas (2008) dijelaskan 10 fungsi bimbingan dan konseling yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. fungsi pemahaman.
2. fungsi fasilitas.
3. fungsi penyesuaian.
4. fungsi penyaluran.
5. fungsi adaptasi.
6. fungsi pencegahan.
7. fungsi perbaikan.
8. fungsi penyembuhan.
9. fungsi pemeliharaan dan
10. fungsi bimbingan.

4. Prinsip Bimbingan Konseling ?
Prinsip bimbingan dan konseling ini tercantum dalam lampiran Permendikbud No. 111
Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling
Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah. Terdapat 12 prinsip BK yang
hendaknya dipegang teguh oleh guru BK/
konselor di satuan pendidikan dasar dan
menengah, yaitu:
1) Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik/ konseli
dan tidak diskriminatif. Prinsip ini
berarti bahwa bimbingan diberikan
pada seluruh peserta didik/ konseli,
baik yang tidak memiliki masalah maupun yang memiliki masalah; baik pria
maupun wanita; baik anak-anak,
remaja, maupun dewasa tanpa ada diskriminasi.

2) Bimbingan dan konseling sebagai
proses individuasi. Setiap peserta didik
bersifat unik dan dinamis, jadi melalui
bimbingan peserta didik dibantu untuk
menjadi didirinya sendiri secara utuh.

3) Bimbingan dan konseling menekankan
nilai-nilai yang positif. Bimbingan dan konseling merupakan upaya memberikan bantuan pada konseli agar membangun pandangan serta mengembangkan nilai-nilai yang positif yang
ada pada diri konseli dan lingkungannya.

4) Bimbingan dan konseling merupakan
tanggung jawab bersama. Artinya, bimbingan dan konseling bukan hanya
tanggung jawab konselor atau guru BK,
akan tetapi juga menjadi tanggung
jawab guru-guru dan pimpinan satuan
pendidikan sesuai tugas, kewenangan,
dan peran masing-masing personil
sekolah.

5) Pengambilan keputusan merupakan
hal yang esensial dalam bimbingan dan
konseling. Bimbingan dan konseling
diarahkan untuk membantu konseli
agar dapat melakukan pilihan dan
pengambilan keputusan serta merealisasikan keputusannya dengan penuh
tanggung jawab.

6) Bimbingan dan konseling berlangsung
dalam berbagai setting kehidupan,
tidak hanya berlangsung pada satuan
pendidikan, tetapi juga di lingkungan
keluarga, perusahaan, lembaga pemerintah/ swasta, dan masyarakat
pada umumnya.

7) Bimbingan dan konseling merupakan
bagian integral dalam pendidikan
karena tidak terlepas dari upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

8) Bimbingan dan konseling dilaksanakan
dalam bingkai budaya Indonesia. Interkasi antara guru BK dengan peserta
didik haris selaras dan serasi dengan
nilai-nilai kebudayaan di mana layanan
tersebut dilaksanakan.

9) Bimbingan dan konseling bersifat
fleksibel dan adaptif serta berkelanjutan dengan mempertimbangkan
situasi dan kondisi serta daya dukung
sarana dan prasarana yang tersedia.

10) Bimbingan dan konseling dilaksanakan
oleh tenaga profesional dan kompeten,
yaitu oleh guru BK/ konselor yang berkualifikasi akademik Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan
dan Konseling dan telah lulus
Pendidikan Profesi Konselor dari
Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan yang terakreditasi.

11) Proram bimbingan dan konseling
disusun berdasarkan hasil analisis
kebutuhan peserta didik/ konseli
dalam berbagai aspek perkembangan.

12) Program bimbingan dan konseling
dievaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan pengembangan program lebih lanjut.

5. Ruang Lingkup Bimbingan Konseling ?
Dalam bimbingan konseling, ruang lingkup biasanya distandarkan dalam beberapa segi yang berbeda. Karena bimbingan konseling pun dapat dilihat dari berbagai macam segi, mulai dari pelayanan, fungsi, dan sebagainya.

1. Segi Pelayanan
Dari segi pelayanannya sendiri, bimbingan konseling akan lebih berfokus sebagai konselor. Baik konselor pendidikan, pekerjaan, perusahaan, dan sebagainya. Misalnya adalah guru BK di sebuah sekolah yang memberikan konseling serta pelayanan dalam pendidikan, yaitu kurikulum, sikap, keterampilan, dan komunikasi.
Selain dalam bidang pendidikan, ruang lingkup BK pun ada dalam bidang kemasyarakatan. Misalnya, memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya dalam kesehatan mental. Lalu, adapun ruang lingkup dalam hal lingkungan dengan cakupan lebih luas. Misalnya, sebagai HRD di lembaga kerja.

2. Segi Sasaran
Dalam segi sasaran, bimbingan konseling memiliki dua sasaran yaitu individu dan kelompok. Dalam hal individu, ranah yang dijalankan oleh bimbingan konseling biasanya yaitu meliputi pengembangan potensi dan kemampuan seorang individu. Dalam bidang pendidikan, yaitu mengembangkan minat dan bakat siswa.
Adapun sasaran yang bersifat kelompok yaitu merujuk atau berorientasi pada sekelompok individu. Misalnya, pada pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus terhadap kesehatan seluruh masyarakat sasaran. Atau pengembangan SDM, yaitu berfokus pada pengelolaan SDM seluruh karyawan di perusahaan tersebut.

3. Segi Fungsi
Ruang lingkup bimbingan konseling pun memiliki fungsi khusus. Pertama adalah fungsi pemahaman, yaitu fungsi yang dimaksudkan untuk membantu klien dalam memahami dirinya sendiri. Kedua adalah fungsi pencegahan, fungsi ini dimaksudkan untuk memberikan pencegahan pada kondisi klien agar tidak memperburuk kondisinya.
Fungsi ketiga yaitu pengentasan, fungsi ini dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah klien menggunakan kekuatan dari dalam klien, sehingga tidak menggunakan metode fisik. Terakhir adalah fungsi pemeliharaan, fungsi ini biasanya bergerak dalam kegiatan atau program yang ada dalam suatu lembaga.

4. Segi Karir dan Pendidikan
Bimbingan konseling pun tidak bergerak di semua ranah, ranah yang biasanya menjadi ruang lingkup adalah karir dan pendidikan. Dalam karir dan pendidikan pun, terdapat ruang lingkup khusus untuk bimbingan konseling ini. Misalnya, dalam pendidikan akan lebih bertumpu pada pengembangan prestasi, kemampuan belajar, pergaulan, dan pendidikan siswa.
Sedangkan, dalam bidang karir akan berfokus terhadap para pekerja. Yaitu membantu pekerja untuk mengembangkan potensi dan motivasinya. Selain itu, siswa pun biasanya masuk dalam ruang lingkup ini, yaitu dengan membantu siswa untuk memahami, mengambil, dan memilih keputusan karirnya di masa mendatang.

5. Segi Sosial Budaya
Segi terakhir adalah dalam sosial budaya. Dalam segi ini, bimbingan konseling biasanya memberikan pelayanan untuk mengembangkan kemampuan hubungan sosial terhadap suatu individu atau kelompok.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Eni Muarofah -
1. Pengertian dan Konsep Komunikasi.
Menurut (Effendy. 2003: 9) istilah komunikasi (communication) berasal darikata latin communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Apapun istilah yang dipakai, secara umum komunikasi mengandung pengertian “memberikan informasi, pesan, atau gagasan pada orang lain dengan maksud agar orang lain tersebut memiliki kesamaan informasi, pesan atau gagasan dengan pengirim pesan.
Konsep komunikasi menurut
John R.Wenburg, William W. Wilmoth dan Kenneth K Sereno dan Edward MBodaken terbentuk menjadi 3 tipe:
pertama, searah: pemahaman ini bermuladari pemahaman komunikasi yang berorientasi sumber yaitu semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respon penerima.
Kedua, interaksi: pandangan ini menganggap komunikasi sebagi proses sebab-akibat, aksi-reaksiyang arahannya bergantian.
Ketiga,transaksi: konsep ini tidak hanya membatasi unsur sengaja atau tidak sengaja, adanya respon teramati atau tidak teramati namun juga seluruh transaksi perilaku saat berlangsungnya komunikasi yang lebih cenderung pada komunikasi berorientasi penerima. Saat guru memberi pelajaran, komunikasi bukan saja berdasarkan fakta bahwa siswa menafsirkan isi pelajaran tetapi juga guru menafsirkan perilaku anggukan atau kerutan kening siswa.

2. Fungsi-Fungsi komunikasi.
Beragam tokoh komunikasi, memberikan padangan yang beragam pula sehubungan dengan fungsi dari komunikasi. Komunikasi dapat memuaskan kehidupan kita manakala semua kebutuhan fisik, identitas diri, kebutuhan sosial dan praktis dapat tercapai. (Adler dan Rodman, 2003). Berikut adalah fungsi dari
komunikasi secara universal menurut Kasali (2005 : 15) :
1. Memenuhi Kebutuhan Fisik dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan, komunikasi dapat berfungsi untuk menyembuhkan manusia. Adler dan Rodman (2003), menjelaskan bahwa orang yang kurang atau bahkan jarang menjalin hubungan dengan individu lain, berisiko tiga atau empat kali mengalami kematian. Sebaliknya, mereka yang sering menjalin hubungan mempunyai peluang hidup empat kali lebih besar. Dari hal ini menunjukkan kepada kita, bagaimana berinteraksi (dimana di dalamnya melibatkan komunikasi) dapat membuat seseorang meningkatkan kualitas fisik seseorang.

2. Memenuhi Kebutuhan Identitas.
Seseorang melakukan aktifitas komunikasi dengan sesamanya, karena mereka ingin memberikan informasi bahwa mereka ada bersama kita. Komunikasi bisa diibaratkan dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). KTP merupakan sebuah kartu yang berisi identitas diri si pemiliknya, seperti nama, alamat, tanggal lahir, dan sebagainya. KTP ini sangat bermanfaat ketika seseorang ingin memberitahu mengenai siapa dirinya kepada orang yang membutuhkan
informasi tersebut. Maka, sehubungan dengan komunikasi, menjadi sangat penting terutama ketika bersosialisasi satu sama lain. Dengan demikian, seseorang akan mengetahui atau belajar tentang siapa dia dan siapa saya. (Adler dan Rodman, 2003)

3. Memenuhi Kebutuhan Sosial.
Komunikasi, dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan sosial mereka seperti, mengisi waktu luang, kebutuhan disayangi, kebutuhan untuk dilibatkan, kebutuhan untuk keluar dari masalah yang rumit, kebutuhan untuk rileks, dan untuk mengontrol diri sendiri atau orang lain.

4. Memenuhi Kebutuhan Praktis.
Salah satu fungsi utama dari komunikasi adalah kita dapat memebuhi berbagai
kebutuhan praktis sehari-hari. Komunikasi seolah menjadi kunci bagi kita, untuk membuka kesempatan kita dalam hal memenuhi kebutuhan praktis, karena kita berinteraksi dengan orang lain. Sementara, Rudolph F. Verderber mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi. Fungsi pertama, fungsi sosial yakni bertujuan untuk kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu. (Mulyana, 2007 : 5).

3. Unsur-unsur komunikasi antara lain sebagai berikut :
1. Sender: komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang
atau sejumlah orang.

2. Encoding: penyediaan, yakni proses pengalihan pikiran kedalam bentuk lambang.

3. Message: Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.

4. Media: saluran komunikasi tempat berlaluunya pesan dari
komunikator kepada komunikan.

5. Decoding: Pengawasandian, yaitu proses di mana komunikan
menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

6. Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.

7. Response: Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterpa pesan.

8. Feedback: umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikators.

9. Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi
sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Eni Muarofah -
Model-model proses komunikasi antara lain :

1. Model Stimulus dan Respont.
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi. Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal, tanda-tanda nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.

2. Model Aristoteles.
Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. Bisa juga disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang petama. Komunikasi terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan tujuan mengubah perilaku mereka.

3. Model Lasswell.
Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat.Lasswell berpendapat bahwa didalam komunikasi terdapat tiga fungsi.Yang pertama pengawasan lingkungan,yang mengingatkan anggota–anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan.Kedua adalah korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.Ketiga adalah trans misi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

4. Model Shannon dan Weaver.
Model ini mengasumsikan bahwa sumber daya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia.

5. Model Schramm.
Wilbur schramm membuat serangkai model komunikasi dimulai dengan komunikasi manusia yang sederhana(1954),lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu.

6. Model Newcomb.
Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari
pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX.
Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B
atau ke X tergantung dari mereka masing-masing.

7. Model Wastley dan Maclean.
Mode lini berbicara dalam dua konteks,
komunikasi interperonal dan massa.Dan perbedaan yang paling penting diantara
komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung
cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.

8. Model Gerbner.
Model ini merupakan
perluasan dari model
komunikasi milik
Lasswell, terdiri dari
model verbal dan model diagramatik.

9. Model Berlo.
Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source), pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah
pembuat pesan.

10. Model Defleur.
Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat
media massa (massmedium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter),
penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang
terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase–fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam
model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.

11. Model Komunikasi Linear.
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical
of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai
proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication
model).

12. Model Insteraksional.
Model Interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para
komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim.

13. Model Transaksional.
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi
pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi
bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggung jawab terhadap dampak dan efektivitas
komunikasi yang terjadi.