Izin menambahkan juga tanggapan dari Yohana, saya juga setuju dimana kritikan kapada Institusi Kepolisian ini dibungkus dalam kesenian, yang dimana terciptanya lagu “bayar, bayar, bayar” sebagai bentuk ekspresi & kritik sosial. Karena menurut saya maraknya pungli yang dilakukan oleh oknum kepolisian, salah satu contohnya yaitu pada saat ingin membuat SIM kendaraan & juga pada saat penilangan kendaraan, saya juga pernah mengalami ditilang motor tetapi tidak diberikan surat tilang, posisi malam hari, oknum polisi tersebut bisik2 kepada saya untuk diberikan uang saja, menurut saya hal tersebut sudah termasuk pungli & tidak sesuai dengan penilangan yang berlaku di Polri. Lagu ini seharusnya tidak untuk dihapuskan dari streaming platform karena sebagai bahan kritikan saja dan oknum polisi seperti polda Jateng juga menanggapi bahwa menerima masukan terkait lagu dari Band Sukatani.
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Arista Amanda Putri Sanu
Baik miss izin memberikan tanggapan mengenaik Band Sukatani dengan lagu bayar, bayar, bayar. Lagu ini menyoroti dugaan pembayaran dalam urusan dengan Polri. Lagu ini juga berisi kritikan terhadap Institusi Kepolisian yang dianggap transaksional. Dua polisi minta klarifikasi Polda Jateng meminta klarifikasi lagu sukatani, namun menurutnya hasil klarifikasi tersebut Polda jateng menerima setiap mendapat melalui kesenian. Pada lagu ini banyak sekali menimbulkan banyak perdebatan, di tanggal 20 februari 2025, Band Sukatani membuat video klarifikasi minta maaf kepada polisi karena lirik “bayar, bayar, bayar”, sebagai itikad baik Sukatani menarik lagu tersebut dari Digital Streaming Platform, seperti Spotify dan Apple Music, padahal lagu ini sebelumnya masuk dalam album debut mereka “Gelap Gempita”. Vocalis dari Band ini juga sampai harus membuat klarifikasi dengan membuka topeng padahal selama manggung tidak pernah Band Sukatani ini membuka menutup mukanya. Banyaknya tanggapan yang masuk pada saat mereka membuat klarifikasi salah satu netizen memberikan komentar disebuah video klarifikasi yaitu “mereka bukan KLARIFIKASI, mereka DIINTIMIDASI” banyaknya komentar dari netizen yang tidak mendukung Band Sukatani untuk membuat klarifikasi tersebut, dikarenakan lirik dari lagu tersebut sangat related, menurut saya pun begitu, lagu ini sangat menggambarkan pungutan liar yang kerap ada pada Institusi Kepolisian, dan juga lagu ini dpt menjadi kritikan untuk Polri. Banyak asumsi karena lagu “Bayar, bayar, bayar” Novi Citra Indriyanti vokalis Band Sukatani , malah menjadi sorotan karena dipecat dari jabatannya sebagai guru di SDIT Banjarnegara, Jawa Tengah. Asumsi lain menegaskan bahwa dia di pecat karena kode etik di SD IT.
Nama : Arista Amanda Putri Sanu
NPM : 2213043017
Tari Cangget Agung
Tari Cangget Agung adalah Tari yang dibawakan muda mudi Lampung ketika di desa mereka ada upacara adat, seperti saat adanya upacara pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat Pepadun.
Tidak ada yang tau pasti di tahun berapa kah Tari Cangget muncul, namun diyakini bahwa tarian ini sudah ada sejak lama. Awalnya, tarian ini digunakan oleh masyarakat Pepadun sebagai ritual adat, pengantar orang yang akan pergi haji, dan berbagai macam gawi adat Lampung.
Selain untuk kegiatan adat, Tari Cangget juga digunakan sebagai ajang penilaian terhadap pemuda dan pemudi Lampung dalam hal kepiawaian, budi pekerti, dan kedewasaan, lewat gerakan yang mereka bawakan.
Pada masa penjajahan Jepang tahun 1942, Tari Cangget mulai berkembang menjadi sebuah hiburan masyarakat Lampung. Tarian yang awalnya milik masyarakat Pepadun ini pun kemudian meluas ke berbagai daerah Lampung lainnya.
Dalam acara begawi, terdapat sebuah acara didalamnya yang dinamakan dengan cangget agung. Pada pelaksanaan cangget agung terdapat suatu acara tari adat dan merupakan salah satu sarana pertemuan muli meghanai (bujang dan gadis) yang dilaksanakan di sesat pada malam hari. Tari cangget agung memiliki nilai estetika yang terdapat pada gerak tari cangget agung, pakaian tari cangget agung, serta musik penggiring tari cangget agung.
NPM : 2213043017
Tari Cangget Agung
Tari Cangget Agung adalah Tari yang dibawakan muda mudi Lampung ketika di desa mereka ada upacara adat, seperti saat adanya upacara pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat Pepadun.
Tidak ada yang tau pasti di tahun berapa kah Tari Cangget muncul, namun diyakini bahwa tarian ini sudah ada sejak lama. Awalnya, tarian ini digunakan oleh masyarakat Pepadun sebagai ritual adat, pengantar orang yang akan pergi haji, dan berbagai macam gawi adat Lampung.
Selain untuk kegiatan adat, Tari Cangget juga digunakan sebagai ajang penilaian terhadap pemuda dan pemudi Lampung dalam hal kepiawaian, budi pekerti, dan kedewasaan, lewat gerakan yang mereka bawakan.
Pada masa penjajahan Jepang tahun 1942, Tari Cangget mulai berkembang menjadi sebuah hiburan masyarakat Lampung. Tarian yang awalnya milik masyarakat Pepadun ini pun kemudian meluas ke berbagai daerah Lampung lainnya.
Dalam acara begawi, terdapat sebuah acara didalamnya yang dinamakan dengan cangget agung. Pada pelaksanaan cangget agung terdapat suatu acara tari adat dan merupakan salah satu sarana pertemuan muli meghanai (bujang dan gadis) yang dilaksanakan di sesat pada malam hari. Tari cangget agung memiliki nilai estetika yang terdapat pada gerak tari cangget agung, pakaian tari cangget agung, serta musik penggiring tari cangget agung.
Dimainkan secara Berpasangan oleh pemuda dan pemudi saat ada upacara adat pengangkatan seseorang menjadi Kepala Adat.
Didalam Sejarah yang terkandung dalan Tari Cangget Agung memiliki unsur Gerak yang memiliki makna tersendiri contohnya:
1. Gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat)
2. Gerakan knui melayang (lambang keagungan)
3. Gerak igel (lambang keperkasaan)
4. Gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati)
5.Gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati)
6. Gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya) dan
7. Gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).
lagu-lagu yang sering dinyanyikan untuk mengiringi tarian Cangget Agung adalah tabuh mapak/nyabuk temui, tabuh tari (tarey), serliah adak, mikhul bekekes, gupek dan hujan turun.
Tempat pertunjukan tari dilakukan diruangan yang luas seperti digedung ataupun ditempat terbuka dikarenakan tari cangget ini membawakan tarian dengan gerak yang besar
Selayaknya tarian tradisional lainnya, Tari Cangget dibawakan dengan menggunakan baju adat dan musik tradisional khas daerah Lampung. Tarian ini biasanya menggunakan aksesoris seperti keris, jempana, talam emas, payung, tombak.
Didalam Sejarah yang terkandung dalan Tari Cangget Agung memiliki unsur Gerak yang memiliki makna tersendiri contohnya:
1. Gerak sembah (sebagai pengungkapan rasa hormat)
2. Gerakan knui melayang (lambang keagungan)
3. Gerak igel (lambang keperkasaan)
4. Gerak ngetir (lambang keteguhan dan kesucian hati)
5.Gerak rebah pohon (lambang kelembutan hati)
6. Gerak jajak/pincak (lambang kesiagaan dalam menghadapi mara bahaya) dan
7. Gerak knui tabang (lambang rasa percaya diri).
lagu-lagu yang sering dinyanyikan untuk mengiringi tarian Cangget Agung adalah tabuh mapak/nyabuk temui, tabuh tari (tarey), serliah adak, mikhul bekekes, gupek dan hujan turun.
Tempat pertunjukan tari dilakukan diruangan yang luas seperti digedung ataupun ditempat terbuka dikarenakan tari cangget ini membawakan tarian dengan gerak yang besar
Selayaknya tarian tradisional lainnya, Tari Cangget dibawakan dengan menggunakan baju adat dan musik tradisional khas daerah Lampung. Tarian ini biasanya menggunakan aksesoris seperti keris, jempana, talam emas, payung, tombak.
1.Tari Nyambai Adat Saibatin
A.Sejarah Tari Nyambai
tari nyambai adalah tari berpasangan mekhanai (bujang) dan muli (gadis).
Sejarah tari Nyambai sebagai bagian dari upacara perkawinan Nayuh, diyakini masyarakat berawal dari masa penjajahan Belanda atas daerah Sekala Berak. Nama Nyambai diambil dari kata cambai dalam bahasa Lampung yang berarti sirih. Sirih menjadi simbol keakraban bagi masyarakat Lampung pada umumnya, dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat, yang memiliki makna berbeda-beda tergatung penempatannya. Tarian Nyambai bukan hanya sebuah tarian adat saja namun juga merupakan acara yang dianggap sangat sakral oleh masyarakat saibatin/pesisir khususnya masyarakat saibatin yang ada di Pesisir Barat Lampung. Jadi tari Nyambai dan Penayuhan/Nayuh tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena sudah menjadi bagian yang sangat penting dari masyarakat saibatin/pesisir.
B.Fungsi Tari Nyambai
Fungsi tari Nyambai di dalam masyarakat saibatin adalah kebutuhan integratif, dikarenakan masyarakat saibatin menganggap tari Nyambai bukan hanya tarian adat semata, melainkan juga merupakan hiburan untuk seluruh masyarakat saibatin. Selama berlangsungnya acara Penyambaian aturan yang paling terlihat adalah adanya pemisah tempat duduk penari muli dan mekhanai. Dan juga sebagai sarana ajang pertemuan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh.
C.Makna Tari Nyambai
Tari Nyambai memiliki makna pertemuan khusus karna Ini dilakukan oleh para Meghanai (bujang) dan Muli (gadis) sebagai ajang silaturahmi, berkenalan, dengan menunjukkan kemampuan dalam menari.
2.Tari Cangget Nyambuk Temui Adat Pepadun
A.Sejarah Tari Cangget Nyambuk Temui
Tari canggot/cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat lampung beradat pepadun. Tari canggot dipertunjukan pada rangkaian upacara adat atau pada masyarakat pepadun biasanya juga disebut dengan begawi, yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan, cakak pepadun , dan lain – lain . Pada dasarnya tari canggot memiliki beberapa jenis yakni tari canggot bagha, canggot Agung,Canggot Pilangan, Canggot penganggik, dan canggot nyambuk temui yang diklasiifikasikan berdasarkan fungsi dan waktu pertunjukan tari canggot dipentaskan . Tari Canggot Nyambuk temui merupakan tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan pemudi saat acara manjau tiuh dengan maksut untuk memberikan penghormatan bagi tamu yang datang dalam acara tersebut.
B.Fungsi Tari Cangget Nyambuk Temui
berfungsi sebagai syarat dan pelengkap dari terselenggaranya suatu prosesi keadatan. Ditarikannya tari canggot nyambuk temui sebagai bentuk penyambutan kehadiran tamu agung atau tamu undangan.
C.Makna Tari Cangget Nyambuk Temui
Tari Canggot Nyambuk Temui mengandung makna simbolis dari karakter yang dimiliki muli lampung yakni anggun, sopan, berbudi pekerti yang baik dan berwibawa.
A.Sejarah Tari Nyambai
tari nyambai adalah tari berpasangan mekhanai (bujang) dan muli (gadis).
Sejarah tari Nyambai sebagai bagian dari upacara perkawinan Nayuh, diyakini masyarakat berawal dari masa penjajahan Belanda atas daerah Sekala Berak. Nama Nyambai diambil dari kata cambai dalam bahasa Lampung yang berarti sirih. Sirih menjadi simbol keakraban bagi masyarakat Lampung pada umumnya, dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat, yang memiliki makna berbeda-beda tergatung penempatannya. Tarian Nyambai bukan hanya sebuah tarian adat saja namun juga merupakan acara yang dianggap sangat sakral oleh masyarakat saibatin/pesisir khususnya masyarakat saibatin yang ada di Pesisir Barat Lampung. Jadi tari Nyambai dan Penayuhan/Nayuh tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena sudah menjadi bagian yang sangat penting dari masyarakat saibatin/pesisir.
B.Fungsi Tari Nyambai
Fungsi tari Nyambai di dalam masyarakat saibatin adalah kebutuhan integratif, dikarenakan masyarakat saibatin menganggap tari Nyambai bukan hanya tarian adat semata, melainkan juga merupakan hiburan untuk seluruh masyarakat saibatin. Selama berlangsungnya acara Penyambaian aturan yang paling terlihat adalah adanya pemisah tempat duduk penari muli dan mekhanai. Dan juga sebagai sarana ajang pertemuan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh.
C.Makna Tari Nyambai
Tari Nyambai memiliki makna pertemuan khusus karna Ini dilakukan oleh para Meghanai (bujang) dan Muli (gadis) sebagai ajang silaturahmi, berkenalan, dengan menunjukkan kemampuan dalam menari.
2.Tari Cangget Nyambuk Temui Adat Pepadun
A.Sejarah Tari Cangget Nyambuk Temui
Tari canggot/cangget merupakan suatu bentuk pertunjukan tari yang dimiliki oleh masyarakat lampung beradat pepadun. Tari canggot dipertunjukan pada rangkaian upacara adat atau pada masyarakat pepadun biasanya juga disebut dengan begawi, yang diselenggarakan untuk merayakan pesta daur hidup seperti perkawinan, cakak pepadun , dan lain – lain . Pada dasarnya tari canggot memiliki beberapa jenis yakni tari canggot bagha, canggot Agung,Canggot Pilangan, Canggot penganggik, dan canggot nyambuk temui yang diklasiifikasikan berdasarkan fungsi dan waktu pertunjukan tari canggot dipentaskan . Tari Canggot Nyambuk temui merupakan tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan pemudi saat acara manjau tiuh dengan maksut untuk memberikan penghormatan bagi tamu yang datang dalam acara tersebut.
B.Fungsi Tari Cangget Nyambuk Temui
berfungsi sebagai syarat dan pelengkap dari terselenggaranya suatu prosesi keadatan. Ditarikannya tari canggot nyambuk temui sebagai bentuk penyambutan kehadiran tamu agung atau tamu undangan.
C.Makna Tari Cangget Nyambuk Temui
Tari Canggot Nyambuk Temui mengandung makna simbolis dari karakter yang dimiliki muli lampung yakni anggun, sopan, berbudi pekerti yang baik dan berwibawa.