saya sependapat dengan rini, menyanyikan lagu tersebut berarti sangat berani berekspresikan dirinya serta berani untuk berpendapat namun banyak aparat salah mengartikan makna dari lagu tersebut sehingga banyaknya terjadi kontroversi dari berbagai pihak dan sebenarnya lagu tersebut hanya untuk menyadarkan saja.
Kiriman dibuat oleh khalista ramadhani
Sejarah seni B -> diskusi -> forum diskusi -> Re: forum diskusi
oleh khalista ramadhani -
Nama : L.Khalista Ramadhani
NPM : 2213043032
cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung)Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-anCangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya.Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan
Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari tari yang dilakukan oleh peserta upacara.
NPM : 2213043032
cangget merupakan bentuk pertunjukan tari adat yang menjadi sarana bertemunya muli mekhanai (bujang gadis) di sesat (rumah adat masyarakat Lampung)Dipentaskannya cangget merupakan proses simbolisasi dari kembalinya nilai ke-Lampung-anCangget jugamerupakan malam bujang gadis sesaat sebelum calon mempelai pria dan wanita melepas masa lajangnya.Cangget Agung merupakan sebuah Upacara Lampung Pepadun yang di anggap sakral atau di Sakralkan dapat juga di artikan sebagai upacara agung, dalam penyelenggaraan tari agung atau tari kemuliaan
Sebagai dimaksudkan sebuah penyelenggaraan panggug tari yang memiliki syarat, yang menggambarkan keagungan suku persyaratan yang harus dipenuhi dalam Cangget Agung ini adalah sebuah keniscayaan yang harus terselenggara secara pas, kelebihan dan kekurangan baik kualitas maupun kuantitas di sepakati untuk di pahami akan mengurangi, bahkan merusak keagungan acara ini, sehingga upacara ini disebut agung atau cangget agung atau pula tari agung, dikarnakan dalam upacara ini terdapat dalam tari tari yang dilakukan oleh peserta upacara.
Sejarah seni B -> Diskusi -> topik diksusi -> Re: topik diksusi
oleh khalista ramadhani -
Nama : L.Khalista Ramadhani
NPM : 2213043032
1. Tari melinting
○Fungsi:
Tarian ini sengaja dibentuk dalam lingkungan kerajaan untuk keperluan upacara adat kerajaan. Tari Melinting ini berkembang di lingkungan Keratuan Melinting saja dan untuk pementasannya terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi karena tarian ini lahir dalam kerajaan, pada saat menyambut tamu agung, sementara itu penarinya adalah kerabat atau keluarga ratu atau bangsawan Melinting (Novrida, Nurhayati, 2004).
Tari melinting ditemukan di kabupaten Labuhan Maringgai, Desa Maringgai, di Lampung Timur. Kawasan ini tidak jauh dari perbatasan lepas pantai dengan Laut Jawa, yakni Provinsi Lampung. Berdasarkan letak geografisnya dan nama Tari Melinting, kemungkinan besar tarian ini dikaitkan dengan adat dan tradisi masyarakat adat Saibatin yang berada di Lampung Timur.
○sejarah: Pada abad ke-16 pada masa keratuan melinting. Ratu yang
berkuasa di daerah itu juga kemudian digelari Ratu Melinting.
Suatu ketika, Sang Ratu menciptakan satu tarian yang sangat indah dan sakral. Tarian itu hanya bisa dimainkan di lingkungan istana, dan bukan karya biasa. Namanya kemudian dikenal sebagai tari melinting. Tari ini sudah mengalami perjalanan sejarah yang cukup lama, yakni sejak masuknya agama Islam ke Indonesia. Melinting berasal dari kata meninting yang memiliki makna membawa, munculnya kata atau istilah meninting bersamaan dengan masa penyebaran agama Islam. Sehingga dari kata meninting tersebut dapat disimpulkan adalah membawa misi Islam.
○makna pertunjukannya bagi masyarakat: sebagian besar penduduk di kecamatan meringgai gunung pelindung dan kabupaten lampung timur pada umumnya memeluk agama islam namun tidak bisa disangkal bahwa kepercayaan penduduk yang mereka warisi dari leluhur mereka masih tetap melekat meskipun sudah banyak berkurang kepercayaan yang masih dianut penduduk antara lain penyalaan dupa kemenyan dengan memercikkan air yang telah direndami beragam bunga di sekitar lokasi acara pada penyelenggaraan apacara adat atau pergelaran kesenian seperti pertunjukan tari melintingini kemudian mengheningkan cipta sebagai upaya memohon izin kepada pencipta tari melinting untuk dipentaskan dan agar pementasannya berjalan lancar memberikan usapan dengan air embun ke perangkat peralatan musik talo balak dan wajah para penari menurut kepercayaan secara turun temurun ketiga hal tadi harus dilaksanakan sebab apabila hal tersebut dilanggar atau tidak dilaksanakan maka akan muncul kejadian yang tidak diinginkan seperti penari mendadak pingsan mendadak sakit dan pementasan tari tidak menarik dilihat.
2. tari sigegh pengunten
○sejarah:
Proses lahirnya Tari Sigegh Penguten tak lepas dari realitas budaya
Lampung yang terdiri dari 2 kubu Lampung yaitu Pepadun dan Saibatin. Tari
ini menyerap gerak tarian baik dari adat Pepadun maupun adat Saibatin
menjadi satu kesatuan yang harmonis dan dapat diterima di masyarakat luas,
diberi nama Sigegh Penguten yang artinya kapur sirih.
Tari Sigegh Penguten merupakan tari kelompok putri yang penarinya
berjumlah ganjil antara 5,7 hingga 9 penari. Pertunjukan tari Sigegh Penguten
biasanya diadakan oleh masyarakat Lampung dalam melaksanakan acara
hajatan adat, kunjungan tokoh masyarakat, pernikahan, seminar, dan acara
formal maupun non formal yang bertujuan untuk menyambut dan memberikan
penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang. Tari Sigegh
Penguten mempunyai gerakan yang sangat lemah gemulai. Dari gerakannya
tersirat kesopanan yang ingin ditunjukkan muli-muli Lampung. salah satunya dengan cara para penari menundukkan kepala
dengan posisi duduk.
○makna pertunjukkan bagi masyarakat : Masyarakat adat Lampung pepadun yang tinggal di kecamatan Anak
Tuha mayoritas masih melaksanakan tradisi dan budaya yang diwariskan oleh
nenek moyang terdahulu. Salah satu tradisi dan tarian yang hingga saat ini
masih dilaksanakan adalah tari Sigegh Penguten.
Bapak Indra Sanjaya selaku lurah megatakan bahwa tari Sigegh
Penguten merupakan tarian penghormatan dan penyambutan kepada para tamu
atau undangan yang datang pada acara hajatan adat, pembukaan seminar,
kujungan tokoh masyarakat, bahkan acara-acara rutin seperti resepsi
pernikahan.
○fungsi: Tari Sigegh Penguten adalah jenis tari tradisional klasik. Semula
tarian ini di persembahkan untuk menyambut kedatangan para raja dan
tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukkan keramahan tamahan,
keanggunan dan penghormatan. Mungkin karena ini kemudian tari Sigegh
Penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan di upacaraupacara penyambutan tamu agung, tari Sigegh Penguten juga sering
diperagakan di acara pernikahan adat Lampung.
Sebagai sebuah tarian daerah, tari Sigegh Penguten dalam setiap
penampilannya sangat menonjolkan ciri-ciri budaya adat istiadat Lampung.
Terutama dalam busana yang dikenakan penari adalah busana asli yang
dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan
tanggainya.
NPM : 2213043032
1. Tari melinting
○Fungsi:
Tarian ini sengaja dibentuk dalam lingkungan kerajaan untuk keperluan upacara adat kerajaan. Tari Melinting ini berkembang di lingkungan Keratuan Melinting saja dan untuk pementasannya terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi karena tarian ini lahir dalam kerajaan, pada saat menyambut tamu agung, sementara itu penarinya adalah kerabat atau keluarga ratu atau bangsawan Melinting (Novrida, Nurhayati, 2004).
Tari melinting ditemukan di kabupaten Labuhan Maringgai, Desa Maringgai, di Lampung Timur. Kawasan ini tidak jauh dari perbatasan lepas pantai dengan Laut Jawa, yakni Provinsi Lampung. Berdasarkan letak geografisnya dan nama Tari Melinting, kemungkinan besar tarian ini dikaitkan dengan adat dan tradisi masyarakat adat Saibatin yang berada di Lampung Timur.
○sejarah: Pada abad ke-16 pada masa keratuan melinting. Ratu yang
berkuasa di daerah itu juga kemudian digelari Ratu Melinting.
Suatu ketika, Sang Ratu menciptakan satu tarian yang sangat indah dan sakral. Tarian itu hanya bisa dimainkan di lingkungan istana, dan bukan karya biasa. Namanya kemudian dikenal sebagai tari melinting. Tari ini sudah mengalami perjalanan sejarah yang cukup lama, yakni sejak masuknya agama Islam ke Indonesia. Melinting berasal dari kata meninting yang memiliki makna membawa, munculnya kata atau istilah meninting bersamaan dengan masa penyebaran agama Islam. Sehingga dari kata meninting tersebut dapat disimpulkan adalah membawa misi Islam.
○makna pertunjukannya bagi masyarakat: sebagian besar penduduk di kecamatan meringgai gunung pelindung dan kabupaten lampung timur pada umumnya memeluk agama islam namun tidak bisa disangkal bahwa kepercayaan penduduk yang mereka warisi dari leluhur mereka masih tetap melekat meskipun sudah banyak berkurang kepercayaan yang masih dianut penduduk antara lain penyalaan dupa kemenyan dengan memercikkan air yang telah direndami beragam bunga di sekitar lokasi acara pada penyelenggaraan apacara adat atau pergelaran kesenian seperti pertunjukan tari melintingini kemudian mengheningkan cipta sebagai upaya memohon izin kepada pencipta tari melinting untuk dipentaskan dan agar pementasannya berjalan lancar memberikan usapan dengan air embun ke perangkat peralatan musik talo balak dan wajah para penari menurut kepercayaan secara turun temurun ketiga hal tadi harus dilaksanakan sebab apabila hal tersebut dilanggar atau tidak dilaksanakan maka akan muncul kejadian yang tidak diinginkan seperti penari mendadak pingsan mendadak sakit dan pementasan tari tidak menarik dilihat.
2. tari sigegh pengunten
○sejarah:
Proses lahirnya Tari Sigegh Penguten tak lepas dari realitas budaya
Lampung yang terdiri dari 2 kubu Lampung yaitu Pepadun dan Saibatin. Tari
ini menyerap gerak tarian baik dari adat Pepadun maupun adat Saibatin
menjadi satu kesatuan yang harmonis dan dapat diterima di masyarakat luas,
diberi nama Sigegh Penguten yang artinya kapur sirih.
Tari Sigegh Penguten merupakan tari kelompok putri yang penarinya
berjumlah ganjil antara 5,7 hingga 9 penari. Pertunjukan tari Sigegh Penguten
biasanya diadakan oleh masyarakat Lampung dalam melaksanakan acara
hajatan adat, kunjungan tokoh masyarakat, pernikahan, seminar, dan acara
formal maupun non formal yang bertujuan untuk menyambut dan memberikan
penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang. Tari Sigegh
Penguten mempunyai gerakan yang sangat lemah gemulai. Dari gerakannya
tersirat kesopanan yang ingin ditunjukkan muli-muli Lampung. salah satunya dengan cara para penari menundukkan kepala
dengan posisi duduk.
○makna pertunjukkan bagi masyarakat : Masyarakat adat Lampung pepadun yang tinggal di kecamatan Anak
Tuha mayoritas masih melaksanakan tradisi dan budaya yang diwariskan oleh
nenek moyang terdahulu. Salah satu tradisi dan tarian yang hingga saat ini
masih dilaksanakan adalah tari Sigegh Penguten.
Bapak Indra Sanjaya selaku lurah megatakan bahwa tari Sigegh
Penguten merupakan tarian penghormatan dan penyambutan kepada para tamu
atau undangan yang datang pada acara hajatan adat, pembukaan seminar,
kujungan tokoh masyarakat, bahkan acara-acara rutin seperti resepsi
pernikahan.
○fungsi: Tari Sigegh Penguten adalah jenis tari tradisional klasik. Semula
tarian ini di persembahkan untuk menyambut kedatangan para raja dan
tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukkan keramahan tamahan,
keanggunan dan penghormatan. Mungkin karena ini kemudian tari Sigegh
Penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan di upacaraupacara penyambutan tamu agung, tari Sigegh Penguten juga sering
diperagakan di acara pernikahan adat Lampung.
Sebagai sebuah tarian daerah, tari Sigegh Penguten dalam setiap
penampilannya sangat menonjolkan ciri-ciri budaya adat istiadat Lampung.
Terutama dalam busana yang dikenakan penari adalah busana asli yang
dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan
tanggainya.