NPM : 2217051055
KELAS : A
Mukti Prabowo
2217051055
1. Sementara menunggu temannya di ruang seminar, Eka membaca koran Radar yang sangat digemarinya.
2. Kustiami selalu membawa banyak oleh-oleh saat kembali dari rumah anak perempuannya.
3. Dengan ini saya kirimkan sebuah kamus Bahasa Lampung kepada Saudara Iqbal.
4. Tolong beritahu saya kapan dia akan kembali dari Rumah Sakit Umum Abdul Muluk.
5. Indonesia merupakan kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau kecil.
6. Kepada mahasiswa yang ingin menonton konser tersebut, diminta untuk menghubungi Ibu Prof. Dr. Sakhira, M.Si.
7. Para ilmuwan harus mengesampingkan masalah pribadi bila ingin diterima sebagai anggota masyarakat.
8. Sejak usia enam tahun Lutfi sudah hafal berbagai lagu anak-anak, pancasila, dan berbagai ayat pendek.
9. Marilah kita bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat Lampung.
10. Bunga anggrek, terompet, sedap malam, mawar, anyelir, dan melati tumbuh subur di depan rumah Reihana.
Mukti Prabowo
2217051055
Rangkuman dari PPT
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (Sugono, 2003:91). Sebuah kalimat dapat dikatakan efektif apabila memiliki kemampuan untuk menimbulkan Kembali gagasan pikiran pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembicara atau penulis.
Berikut ini merupakan ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kelogisan
Kelogisan kalimat adalah Kalimat yang ditulis dapat diterima memiliki oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan atau kaidah yang berlaku (Arifin dan Tasai, 2000:97).
Contoh :
Tidak Logis = Acara berikutnya adalah sambutan Bapak rektor Universitas Lampung. Waktu dan tempat kami persilakan.
Logis = Acara berikutnya adalah
sambutan rektor Universitas Lampung. Bapak Sugeng P. Harianto kami persilakan.
2. Kepaduan
Kepaduan kalimat adalah hubungan yang padu dalam kalimat antara kata atau kelompok kata sehingga kesatuan pikiran dan koherensi yang baik.
Contoh :
Ketidakpaduan = Saya pun akhirnya saling memaafkan.
Kepaduan = Kami pun akhirnya saling memaafkan.
3. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kalimat yang memiliki kesamaan bentuk, makna, dan perincian sehingga memudahkan pemahaman.
Contoh:
Ketidaksejajaran bentuk = Lokasi kontrakan telah dipilih, tetapi orang tua belum menyutujuinya.
Kesejajaran bentuk = Lokasi kontrakan telah dipilih, tetapi lokasi itu belum disetujui orang tua.
4. Kehematan
Kehematan adalah pemakaian kata yang cermat dan menghindari penggunaan kata mubazir.
Contoh :
· Penghilang Subjek kalimat
Tidak Hemat = Karena mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh mengikuti ujian semester.
Hemat = Karena tidak mengikuti perkuliahan, mahasiswa tidak boleh ujian semester.
· Penghematan Penggunaan Kata
Tidak Hemat = Setalah data-data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap analisis.
Hemat = Setelah data penelitian dikumpulkan, peneliti dapat melakukan tahap analisis.
· Penghilangan Bentuk Ganda
Tidak Hemat = Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah merupakan wujud kepedulian masyarakat.
Hemat = Bantuan bahan makanan untuk korban gempa adalah wujud kepedulian masyarakat.
5. Kevariasian
Meganekaragamkan bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.
Kevariasian dibagi menjadi lima variasi, yaitu:
· Variasi Sinonim Kata
· Variasi Panjang Pendek Kalimat
· Variasi Aktif Pasif
· Variasi Variasi Jenis Kalimat
· Variasi Pola Kalimat
6. Kefokusan
Kefokusan adalah pemusatan perhatian pada bagian kalimat tertentu. Sebuah kata yang biasanya diletakkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan.
Contoh:
Tidak ada pengedepanan = Mereka menyerbu pertokoan itu secara beringas.
Pengedepanan = Secara beringas mereka menyerbu pertokoan itu.
Tidak ada Pengulangan = Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama seorang pialang.
Pengulangan = Pandai bergaul, pandai berbicara, dan pandai membujuk orang adalah modal utama seorang pialang.
Tidak ada pertentangan = Nadya anak yang rajin dan jujur.
Pertentangan = Nadya anak yang tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Rangkuman dari Video
Kalimat Efektif adalah kalimat yang jika kita dengar atau kita baca, kita dapat memahaminya dengan mudah.
Ada tujuh aspek kalimat efektif, yaitu:
1. Keutuhan
Keutuhan adalah kesepadanan struktur dan makna dalam kalimat. Setiap unsur kalimat harus memiliki kesatuan
Contoh :
Dia yang pergi meninggalkan saya.
Dia pergi meninggalkan saya.
2. Kesejajaran
Kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat.
Contoh:
Polisi menangkap pencuri itu karena telah diketahui keberadaannya.
Polisi menangkap pencuri itu karena telah mengetahui keberadaanya.
Pencuri itu ditangkap polisi karena keberadaanya telah diketahui.
3. Kefokusan
Kefokusan adalah penegasan atau penekanan kepada ide pokok kalimat.
Contoh:
Saya sudah lihat, makanan itu sudah busuk
Makanan itu sudah busuk, saya sudah lihat.
4. Kehematan
Kehematan adalah penanggalan kata-kata mubazir dalam kalimat.
Contoh :
Sidang pansus dimulai pukul 08.30 pagi dan berakhir pada 17.30 sore.
Sidang pansus dimulai pukul 08.30 dan berakhir pada 17.30.
5. Kecermatan
Kecermatan berarti kalimat tidak bersifat ambigu.
Contoh:
Guru baru pergi ke ruang guru.
Guru, baru pergi ke ruang guru.
Guru baru, pergi ke ruang guru.
6. Kevariasian
Kevariasian adalah aspek yang dapat dilakukan dengan mengubah struktur kalimat, diksi atau gaya bahasa.
Contoh:
Pemerintah melakukan penghematan APBN.
Penghematan APBN dilakukan pemerintah.
7. Kelogisan
Kelogisan berarti kalimat dapat diterima oleh akal.
Contoh :
Untuk mempersingkat waktu, …
Memanfaatkan waktu yang tersedia/ yang ada, …